[ppi] Fwd: [ppiindia] Re: Koran WASPADA: Prospek Imperialisme Amerika

** Milis Nasional Indonesia ppi-india **

Note: forwarded message attached.


Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.


-- Attached file included as plaintext by Ecartis --

X-Apparently-To: gagho@xxxxxxxxx via 66.218.93.173; Tue, 30 Mar 2004 21:50:26 
-0800
Return-Path: 
<sentto-4893767-10978-1080700359-gagho=yahoo.com@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
Received: from 66.218.66.71  (HELO n16.grp.scd.yahoo.com) (66.218.66.71)
  by mta125.mail.scd.yahoo.com with SMTP; Tue, 30 Mar 2004 21:50:26 -0800
X-eGroups-Return: 
sentto-4893767-10978-1080700359-gagho=yahoo.com@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Received: from [66.218.66.97] by n16.grp.scd.yahoo.com with NNFMP; 31 Mar 2004 
02:32:42 -0000
X-Sender: tsari2003@xxxxxxxxx
X-Apparently-To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Received: (qmail 28092 invoked from network); 31 Mar 2004 02:32:38 -0000
Received: from unknown (66.218.66.167)
  by m14.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 31 Mar 2004 02:32:38 -0000
Received: from unknown (HELO n38.grp.scd.yahoo.com) (66.218.66.106)
  by mta6.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 31 Mar 2004 02:32:38 -0000
Received: from [66.218.67.140] by n38.grp.scd.yahoo.com with NNFMP; 31 Mar 2004 
02:32:25 -0000
To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
In-Reply-To: <20040330111158.54387.qmail@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
User-Agent: eGroups-EW/0.82
X-Mailer: Yahoo Groups Message Poster
X-eGroups-Remote-IP: 66.218.66.106
From: "tsari2003" <tsari2003@xxxxxxxxx>
X-Originating-IP: 193.242.192.9
X-Yahoo-Profile: tsari2003
MIME-Version: 1.0
Mailing-List: list ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx; contact 
ppiindia-owner@xxxxxxxxxxxxxxx
Delivered-To: mailing list ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Wed, 31 Mar 2004 02:32:22 -0000
Subject: [ppiindia] Re: Koran WASPADA: Prospek Imperialisme Amerika
Reply-To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Content-Type: multipart/alternative;
 boundary="H6Q0p32uIdQGmY5VAEBMLiaXp3vcbLh4uYXOofD"
Content-Length: 6059

--H6Q0p32uIdQGmY5VAEBMLiaXp3vcbLh4uYXOofD
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: 7bit


Kita jadi ingat akan Kaisar Gila dari Roma dulu - Kaisar Nero? - yang 
membakar kota Roma lalu meminta pembantunya memberikan gelas untuk 
menamopung airmatanya  ketika melihat Roma terbakar ....
si Bush ini ya seperti ini   - anak kaya yang nakal, belum 
berpengalaman tapi punya senjata dan uang banyak.....
Semoga dia dapat dikalahkan oleh Rasio dan kewarasan pikiran di amrik 
sana ....


--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, A Fatih Syuhud <ndfatih@xxxx> wrote:
> Opini - Artikel 
> 24 Mar 04 00:29 WIB
> Prospek Imperialisme Amerika 
> WASPADA Online
> 
> http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=40965
> 
> Oleh: A Fatih Syuhud * 
> Berbeda dengan keyakinan Presiden George W Bush tentang baik dan 
buruknya manusia atau bangsa, realitas menghadirkan variasi bayangan 
abu-abu. Tidak hanya hitam putih. Terbukti dunia dapat ko-eksis 
dengan menjamurnya aksi-aksi teroris dan pada saat yang sama 
terjadinya perdamaian di tempat-tempat yang selama ini tampak 
mustahil. 
> Sebagai contoh, terdapat harapan terjadinya permulaan historik 
perdamaian India-Pakistan dan sinyal harapan dari Turki atas 
kemauannya untuk mengakhiri pemisahan Siprus. 
> Visi dunia Bush yakni supremasi klaim kebajikan diri (self-
righteousness) ditegaskan kembali baru-baru ini oleh wakil presiden 
Dick Cheney, makhluk asing dalam dunia diplomasi internasional. 
> Semakin lama pemerintahan AS semakin memojokkan kemegahan berbagai 
perkembangan penuh harapan ini sebagaimana juga perubahan pikiran 
Iran dan Libia atas ambisi nuklirnya. Bagi Amerika, tidak ada yang 
dapat menjadi partner, dalam retorika sekalipun. Karena hanya ada 
satu Tony Blair. 
> Memang, tetek bengek pendudukan Amerika atas Irak dan konsekuensi 
eksplosif visi terowongan Washington atas konfrontasi Israel-
Palestina merupakan langkah korektif atas visi dominasi-dunia-nya 
Bush. Akan tetapi selama ini mereka telah gagal menutupi ambisi 
imperialisnya. 
> Doktrin serangan pre-emptive dan preventif-nya Bush terhadap 
siapapun, organisasi atau bangsa manapun yang ia pilih dan anggap 
sebagai musuh masih tetap bertahan. Perbedaan antara neokonservatif 
yang mendominasi dan Presiden Bush sendiri adalah antara mereka yang 
memakai cara kolonialisme lama dengan mereka yang melewati rute 
misionaris guna mencapai objektif yang sama. 
> Dunia sedang menghadapi prospek suatu musim dingin panjang karena 
Presiden Bush telah berhasil mencampur-aduk antara paranoia dan rasa 
takut akan serangan teroris. Sebelas September telah menanamkan rasa 
keyakinan pada sikap bawah sadar rakyat Amerika untuk memiliterisasi 
negaranya dan memperlancar jalannya Bush menuju jabatan kepresidenan 
kedua. 
> Dalam jangka pendek, tak ada seorangpun yang secara frontal dapat 
menentang kekuasaan Amerika dan sebuah perubahan, bila itu terjadi, 
harus timbul dari dalam, seperti dalam kasus Perang Vietnam, yang 
didukung oleh beruntunnya peti mati yang tiba di Amerika. 
> Tak dapat dihindari lagi, tantangan terhadap desain hegemoni 
Amerika akan timbul dari Eropa. Robohnya tembok Berlin dan akhir 
riwayat Uni Soviet telah membebaskan Eropa dari belenggu mata rantai 
Perang Dingin bahkan juga membebaskan Amerika, dan memungkinkan AS 
menaikkan status hyperpower dan memproklamirkan doktrin supremasi. 
> Secara historis, Eropa tidak dapat menjatuhkan dirinya menjadi 
sekadar kumpulan Negara-negara klien yang menundukkan dirinya pada 
sebuah Kerajaan Tengah yang baru setelah mereka berhasil melepaskan 
diri dari paksaan Perang Dingin. 
> Awalnya, bahaya itu terletak pada AS yang mendorong terjadinya 
divisi di Eropa yang disebabkan karena AS merasa kuatir kehilangan 
dominasinya di benua tua itu melalui NATO (North Atlantic Treaty 
Organisation) di satu sisi, dan adanya ambisi terciptanya Uni Eropa 
yang integratif di pihak lain. 
> NATO masih tetap berfungsi sebagai jantung Amerika untuk menanamkan 
pengaruh kekuatan militernya sementara kerapuhannya pasca-Perang 
Dingin dibarengi dengan obsesi dominasi AS yang tetap eksis sehingga 
berusaha keras untuk menjatuhkan segala usaha untuk membentuk 
kekuatan militer Eropa di luar sistem AS. 
> Ironisnya, dalam penolakan awalnya untuk meminta bantuan NATO dalam 
invasi ke Afghanistan, kendati usaha unik NATO menawarkan bantuannya, 
Washington tidak menyembunyikan kecenderungannya pada aliansi a'la 
carte. 
> AS sedang memainkan permainan berbahaya karena membalik kebajikan 
tradisionalnya yang mendorong rekonsiliasi, memecah-belah benua Eropa 
menjadi "baru" (umumnya bekas Negara-negara Komunis dan pemerintahan 
sayap-kanan) dan "lama" (khususnya Prancis dan Jerman) adalah resep 
pasti bagi instabilitas, bila bukan bencana. 
> Prancis telah muncul sebagai pemimpin kekuatan yang menentang 
hegemoni AS karena alasan yang sederhana: ia memiliki sumber daya 
intelektual dan tokoh-tokoh independen yang berani dan 
diperhitungkan. 
> Tony Blair dan Partai Buruh Baru-nya, di sisi lain, menghadirkan 
gambaran menyedihkan tentang bagaimana sebuah bangsa dan kekaisaran 
yang dulunya membanggakan dapat begitu saja merendahkan dirinya 
sebagai pengikut setia sebuah negara hyperpower hanya sekadar 
mendapatkan kekuasaan sebagai seorang sheriff. 
> Memang, ketundukan Inggris pada tujuan-tujuan Amerika membuat 
prospek terciptanya integrasi Eropa menjadi lebih berat karena ia 
merupakan negara besar ketiga di Uni Eropa. Sejauh ini, Blair 
berhasil bermain-main dengan ambisi tradisional Inggris untuk menjadi 
bagian dari benua Eropa sambil tetap berada di luarnya untuk 
menekankan posisi yang berbeda dalam hubungan transatlantik. Secara 
signifikan, hanya Inggris yang berbicara tentang "hubungan khusus" 
dengan Amerika. 
> Perang Irak merupakan momen menentukan bagi AS dalam avonturir 
pembangunan kekaisarannya karena hal ini menandai perubahan total 
dalam sejarah modern AS. Secara historik, AS tidak segan-segan untuk 
memunculkan boneka-bonekanya di Amerika Latin, berperang 
melawan "Eropa lama" dan bahkan memerintah koloni unik semacam 
Filipina pada waktu yang sama. Akan tetapi petualangannya menginvasi 
dan menduduki tanah di luar hemisphere barat merupakan fenomena baru 
dalam konteks ia meluas mencapai lingkup geografis dan mendefinisikan 
imperium baru Amerika. 
> Skup dari empirium Amerika dan luas jangkauannya masih dalam proses 
pendefinisian. Ia akan didefinisikan sebagian oleh biaya dari 
pengalaman Irak. Sejumlah faktor akan memainkan peranan. Berapa lama 
rakyat Amerika akan bangun dan menyadari kuldesak yang diakibatkan 
oleh kebijakan pemerintahan Bush ini? Apakah AS memiliki stamina 
untuk menumpas "perang melawan teror" yang entah kapan berakhir? 
> Berapa lama Eropa akan mengambil pelajaran dari pemecah-belahan 
dirinya? Faktor geopolitik lain juga akan terlibat. Tujuan jangka 
pendek Rusia adalah menata kembali rumahnya sendiri sebelum menantang 
hegemoni Amerika, kendati terdapat inkursi provokatif pemerintahan 
Bush ke dalam negara tetangga Federasi Rusia, yang terbaru di 
Georgia. 
> Saat ini Rusia sudah mulai mengumpulkan sumber dayanya dalam ruang 
geopolitik. Washington tampak lebih respek dan berhati-hati pada 
tantangan Cina kendati terdapat sejumlah usaha untuk menjatuhkan 
kemungkinan ancaman jangka panjang Beijing. 
> Pidato Dick Cheney pada World Economic Forum (WEF) di Davos 
merupakan ekspresi sempurna atas doktrin Bush. Bagaimanapun, 
seandainya dunia tidak menyukai aksi dan gerakan Amerika, Washington 
akan tetap jalan terus. 
> Seluruh bangsa dan PBB dipersilahkan membantu Amerika asal tidak 
menghalangi kehendak Amerika. Presiden Bush sedang bergerak maju 
menuju sebuah tatanan Dunia menurut definisi Amerika. 
> Masih perlu dilihat apakah AS akan menghentikan ambisi 
imperialisnya apabila Presiden Bush memenangi pemilu kedua. Untuk 
sementara ini, sangat tampak seperti sebuah Amerika yang mabuk 
kekuasaan dengan mengeksploitasi demokrasi guna menundukkan dunia 
menurut kepentingan dan ambisinya. Presiden Bush masih membutuhkan 
waktu lagi sebelum ia dapat mendaulatkan dirinya sendiri sebagai raja 
dunia. 
> * Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra 
University, India.
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]


--H6Q0p32uIdQGmY5VAEBMLiaXp3vcbLh4uYXOofD
Content-Type: text/html; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: 7bit

<html><body>


<tt>
<BR>
Kita jadi ingat akan Kaisar Gila dari Roma dulu - Kaisar Nero? - yang <BR>
membakar kota Roma lalu meminta pembantunya memberikan gelas untuk <BR>
menamopung airmatanya&nbsp; ketika melihat Roma terbakar ....<BR>
si Bush ini ya seperti ini&nbsp;&nbsp; - anak kaya yang nakal, belum <BR>
berpengalaman tapi punya senjata dan uang banyak.....<BR>
Semoga dia dapat dikalahkan oleh Rasio dan kewarasan pikiran di amrik <BR>
sana ....<BR>
<BR>
<BR>
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, A Fatih Syuhud &lt;ndfatih@xxxx&gt; wrote:<BR>
&gt; Opini - Artikel <BR>
&gt; 24 Mar 04 00:29 WIB<BR>
&gt; Prospek Imperialisme Amerika <BR>
&gt; WASPADA Online<BR>
&gt; <BR>
&gt; <a 
href="http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=40965";>http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=40965</a><BR>
&gt; <BR>
&gt; Oleh: A Fatih Syuhud * <BR>
&gt; Berbeda dengan keyakinan Presiden George W Bush tentang baik dan <BR>
buruknya manusia atau bangsa, realitas menghadirkan variasi bayangan <BR>
abu-abu. Tidak hanya hitam putih. Terbukti dunia dapat ko-eksis <BR>
dengan menjamurnya aksi-aksi teroris dan pada saat yang sama <BR>
terjadinya perdamaian di tempat-tempat yang selama ini tampak <BR>
mustahil. <BR>
&gt; Sebagai contoh, terdapat harapan terjadinya permulaan historik <BR>
perdamaian India-Pakistan dan sinyal harapan dari Turki atas <BR>
kemauannya untuk mengakhiri pemisahan Siprus. <BR>
&gt; Visi dunia Bush yakni supremasi klaim kebajikan diri (self-<BR>
righteousness) ditegaskan kembali baru-baru ini oleh wakil presiden <BR>
Dick Cheney, makhluk asing dalam dunia diplomasi internasional. <BR>
&gt; Semakin lama pemerintahan AS semakin memojokkan kemegahan berbagai <BR>
perkembangan penuh harapan ini sebagaimana juga perubahan pikiran <BR>
Iran dan Libia atas ambisi nuklirnya. Bagi Amerika, tidak ada yang <BR>
dapat menjadi partner, dalam retorika sekalipun. Karena hanya ada <BR>
satu Tony Blair. <BR>
&gt; Memang, tetek bengek pendudukan Amerika atas Irak dan konsekuensi <BR>
eksplosif visi terowongan Washington atas konfrontasi Israel-<BR>
Palestina merupakan langkah korektif atas visi dominasi-dunia-nya <BR>
Bush. Akan tetapi selama ini mereka telah gagal menutupi ambisi <BR>
imperialisnya. <BR>
&gt; Doktrin serangan pre-emptive dan preventif-nya Bush terhadap <BR>
siapapun, organisasi atau bangsa manapun yang ia pilih dan anggap <BR>
sebagai musuh masih tetap bertahan. Perbedaan antara neokonservatif <BR>
yang mendominasi dan Presiden Bush sendiri adalah antara mereka yang <BR>
memakai cara kolonialisme lama dengan mereka yang melewati rute <BR>
misionaris guna mencapai objektif yang sama. <BR>
&gt; Dunia sedang menghadapi prospek suatu musim dingin panjang karena <BR>
Presiden Bush telah berhasil mencampur-aduk antara paranoia dan rasa <BR>
takut akan serangan teroris. Sebelas September telah menanamkan rasa <BR>
keyakinan pada sikap bawah sadar rakyat Amerika untuk memiliterisasi <BR>
negaranya dan memperlancar jalannya Bush menuju jabatan kepresidenan <BR>
kedua. <BR>
&gt; Dalam jangka pendek, tak ada seorangpun yang secara frontal dapat <BR>
menentang kekuasaan Amerika dan sebuah perubahan, bila itu terjadi, <BR>
harus timbul dari dalam, seperti dalam kasus Perang Vietnam, yang <BR>
didukung oleh beruntunnya peti mati yang tiba di Amerika. <BR>
&gt; Tak dapat dihindari lagi, tantangan terhadap desain hegemoni <BR>
Amerika akan timbul dari Eropa. Robohnya tembok Berlin dan akhir <BR>
riwayat Uni Soviet telah membebaskan Eropa dari belenggu mata rantai <BR>
Perang Dingin bahkan juga membebaskan Amerika, dan memungkinkan AS <BR>
menaikkan status hyperpower dan memproklamirkan doktrin supremasi. <BR>
&gt; Secara historis, Eropa tidak dapat menjatuhkan dirinya menjadi <BR>
sekadar kumpulan Negara-negara klien yang menundukkan dirinya pada <BR>
sebuah Kerajaan Tengah yang baru setelah mereka berhasil melepaskan <BR>
diri dari paksaan Perang Dingin. <BR>
&gt; Awalnya, bahaya itu terletak pada AS yang mendorong terjadinya <BR>
divisi di Eropa yang disebabkan karena AS merasa kuatir kehilangan <BR>
dominasinya di benua tua itu melalui NATO (North Atlantic Treaty <BR>
Organisation) di satu sisi, dan adanya ambisi terciptanya Uni Eropa <BR>
yang integratif di pihak lain. <BR>
&gt; NATO masih tetap berfungsi sebagai jantung Amerika untuk menanamkan <BR>
pengaruh kekuatan militernya sementara kerapuhannya pasca-Perang <BR>
Dingin dibarengi dengan obsesi dominasi AS yang tetap eksis sehingga <BR>
berusaha keras untuk menjatuhkan segala usaha untuk membentuk <BR>
kekuatan militer Eropa di luar sistem AS. <BR>
&gt; Ironisnya, dalam penolakan awalnya untuk meminta bantuan NATO dalam <BR>
invasi ke Afghanistan, kendati usaha unik NATO menawarkan bantuannya, <BR>
Washington tidak menyembunyikan kecenderungannya pada aliansi a'la <BR>
carte. <BR>
&gt; AS sedang memainkan permainan berbahaya karena membalik kebajikan <BR>
tradisionalnya yang mendorong rekonsiliasi, memecah-belah benua Eropa <BR>
menjadi &quot;baru&quot; (umumnya bekas Negara-negara Komunis dan pemerintahan 
<BR>
sayap-kanan) dan &quot;lama&quot; (khususnya Prancis dan Jerman) adalah resep 
<BR>
pasti bagi instabilitas, bila bukan bencana. <BR>
&gt; Prancis telah muncul sebagai pemimpin kekuatan yang menentang <BR>
hegemoni AS karena alasan yang sederhana: ia memiliki sumber daya <BR>
intelektual dan tokoh-tokoh independen yang berani dan <BR>
diperhitungkan. <BR>
&gt; Tony Blair dan Partai Buruh Baru-nya, di sisi lain, menghadirkan <BR>
gambaran menyedihkan tentang bagaimana sebuah bangsa dan kekaisaran <BR>
yang dulunya membanggakan dapat begitu saja merendahkan dirinya <BR>
sebagai pengikut setia sebuah negara hyperpower hanya sekadar <BR>
mendapatkan kekuasaan sebagai seorang sheriff. <BR>
&gt; Memang, ketundukan Inggris pada tujuan-tujuan Amerika membuat <BR>
prospek terciptanya integrasi Eropa menjadi lebih berat karena ia <BR>
merupakan negara besar ketiga di Uni Eropa. Sejauh ini, Blair <BR>
berhasil bermain-main dengan ambisi tradisional Inggris untuk menjadi <BR>
bagian dari benua Eropa sambil tetap berada di luarnya untuk <BR>
menekankan posisi yang berbeda dalam hubungan transatlantik. Secara <BR>
signifikan, hanya Inggris yang berbicara tentang &quot;hubungan khusus&quot; 
<BR>
dengan Amerika. <BR>
&gt; Perang Irak merupakan momen menentukan bagi AS dalam avonturir <BR>
pembangunan kekaisarannya karena hal ini menandai perubahan total <BR>
dalam sejarah modern AS. Secara historik, AS tidak segan-segan untuk <BR>
memunculkan boneka-bonekanya di Amerika Latin, berperang <BR>
melawan &quot;Eropa lama&quot; dan bahkan memerintah koloni unik semacam <BR>
Filipina pada waktu yang sama. Akan tetapi petualangannya menginvasi <BR>
dan menduduki tanah di luar hemisphere barat merupakan fenomena baru <BR>
dalam konteks ia meluas mencapai lingkup geografis dan mendefinisikan <BR>
imperium baru Amerika. <BR>
&gt; Skup dari empirium Amerika dan luas jangkauannya masih dalam proses <BR>
pendefinisian. Ia akan didefinisikan sebagian oleh biaya dari <BR>
pengalaman Irak. Sejumlah faktor akan memainkan peranan. Berapa lama <BR>
rakyat Amerika akan bangun dan menyadari kuldesak yang diakibatkan <BR>
oleh kebijakan pemerintahan Bush ini? Apakah AS memiliki stamina <BR>
untuk menumpas &quot;perang melawan teror&quot; yang entah kapan berakhir? <BR>
&gt; Berapa lama Eropa akan mengambil pelajaran dari pemecah-belahan <BR>
dirinya? Faktor geopolitik lain juga akan terlibat. Tujuan jangka <BR>
pendek Rusia adalah menata kembali rumahnya sendiri sebelum menantang <BR>
hegemoni Amerika, kendati terdapat inkursi provokatif pemerintahan <BR>
Bush ke dalam negara tetangga Federasi Rusia, yang terbaru di <BR>
Georgia. <BR>
&gt; Saat ini Rusia sudah mulai mengumpulkan sumber dayanya dalam ruang <BR>
geopolitik. Washington tampak lebih respek dan berhati-hati pada <BR>
tantangan Cina kendati terdapat sejumlah usaha untuk menjatuhkan <BR>
kemungkinan ancaman jangka panjang Beijing. <BR>
&gt; Pidato Dick Cheney pada World Economic Forum (WEF) di Davos <BR>
merupakan ekspresi sempurna atas doktrin Bush. Bagaimanapun, <BR>
seandainya dunia tidak menyukai aksi dan gerakan Amerika, Washington <BR>
akan tetap jalan terus. <BR>
&gt; Seluruh bangsa dan PBB dipersilahkan membantu Amerika asal tidak <BR>
menghalangi kehendak Amerika. Presiden Bush sedang bergerak maju <BR>
menuju sebuah tatanan Dunia menurut definisi Amerika. <BR>
&gt; Masih perlu dilihat apakah AS akan menghentikan ambisi <BR>
imperialisnya apabila Presiden Bush memenangi pemilu kedua. Untuk <BR>
sementara ini, sangat tampak seperti sebuah Amerika yang mabuk <BR>
kekuasaan dengan mengeksploitasi demokrasi guna menundukkan dunia <BR>
menurut kepentingan dan ambisinya. Presiden Bush masih membutuhkan <BR>
waktu lagi sebelum ia dapat mendaulatkan dirinya sendiri sebagai raja <BR>
dunia. <BR>
&gt; * Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra <BR>
University, India.<BR>
&gt; <BR>
&gt; <BR>
&gt; <BR>
&gt; <BR>
&gt; ---------------------------------<BR>
&gt; Do you Yahoo!?<BR>
&gt; Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.<BR>
&gt; <BR>
&gt; [Non-text portions of this message have been removed]<BR>
<BR>
</tt>

<br><br>
<tt>
***************************************************************************<BR>
Berdikusi dg Santun &amp; Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality &amp; Shared Destiny. www.arsip.da.ru<BR>
***************************************************************************<BR>
__________________________________________________________________________<BR>
Mohon Perhatian:<BR>
<BR>
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)<BR>
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.<BR>
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; <BR>
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
</tt>
<br><br>



<!-- |**|begin egp html banner|**| -->

<br>
<tt><hr width="500">
<b>Yahoo! Groups Links</b><br>
<ul>
<li>To visit your group on the web, go to:<br><a 
href="http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/";>http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/</a><br>&nbsp;
<li>To unsubscribe from this group, send an email to:<br><a 
href="mailto:ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx?subject=Unsubscribe";>ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx</a><br>&nbsp;
<li>Your use of Yahoo! Groups is subject to the <a 
href="http://docs.yahoo.com/info/terms/";>Yahoo! Terms of Service</a>.
</ul>
</tt>
</br>

<!-- |**|end egp html banner|**| -->


</body></html>

--H6Q0p32uIdQGmY5VAEBMLiaXp3vcbLh4uYXOofD--



Other related posts: