[ppi] Fwd: [ppiindia] Re: Fwd: Reportase H. Atmodjo: BBC Interview Korban Massacre '65

** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
  
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.


-- Attached file included as plaintext by Ecartis --

X-Apparently-To: gagho@xxxxxxxxx via 66.218.93.172; Tue, 30 Mar 2004 20:25:35 
-0800
Return-Path: 
<sentto-4893767-10974-1080695465-gagho=yahoo.com@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
Received: from 66.218.66.72  (HELO n17.grp.scd.yahoo.com) (66.218.66.72)
  by mta186.mail.scd.yahoo.com with SMTP; Tue, 30 Mar 2004 20:25:35 -0800
X-eGroups-Return: 
sentto-4893767-10974-1080695465-gagho=yahoo.com@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Received: from [66.218.66.156] by n17.grp.scd.yahoo.com with NNFMP; 31 Mar 2004 
01:11:08 -0000
X-Sender: tsari2003@xxxxxxxxx
X-Apparently-To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Received: (qmail 48738 invoked from network); 31 Mar 2004 01:11:02 -0000
Received: from unknown (66.218.66.166)
  by m16.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 31 Mar 2004 01:11:02 -0000
Received: from unknown (HELO n31.grp.scd.yahoo.com) (66.218.66.99)
  by mta5.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 31 Mar 2004 01:11:02 -0000
Received: from [66.218.66.112] by n31.grp.scd.yahoo.com with NNFMP; 31 Mar 2004 
01:09:52 -0000
To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
In-Reply-To: <00b101c41639$e6db86b0$0202a8c0@Heavensgate>
User-Agent: eGroups-EW/0.82
X-Mailer: Yahoo Groups Message Poster
X-eGroups-Remote-IP: 66.218.66.99
From: "tsari2003" <tsari2003@xxxxxxxxx>
X-Originating-IP: 193.242.192.9
X-Yahoo-Profile: tsari2003
MIME-Version: 1.0
Mailing-List: list ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx; contact 
ppiindia-owner@xxxxxxxxxxxxxxx
Delivered-To: mailing list ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx>
Date: Wed, 31 Mar 2004 01:09:51 -0000
Subject: [ppiindia] Re: Fwd:  Reportase H. Atmodjo: BBC Interview Korban 
Massacre '65
Reply-To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Content-Type: multipart/alternative;
 boundary="73a3uXc3apMPKsqCZfuTm6ZpX6O24j1zJB2OeI4"
Content-Length: 9036

--73a3uXc3apMPKsqCZfuTm6ZpX6O24j1zJB2OeI4
Content-Type: text/plain; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: 7bit

Nyong Ambon Yth,

Trims atas usulannya utk mempelajari keadaan dunia. Bukan saja saya 
telah mempelajari geo-politik Dunia dari dulu, tapi juga saya telah 
mengalaminya sendiribketika terjadi pemutar balikan ini - Zaman Amrik 
membantu Mujahidin melawan Sovyet Rusia di afghanistan, atau ketika 
Amrik membantu Iraq melawan Iran, dan membantu Osama bin Laden dulu...
Benar kata anda, dan benar apa yang dikatakan Disraeli - Yang ada 
hanya eternal interests, tidak ada eternal friends atau enemies...
Makanya claim Barat sebagai champion of democracy atau human rights 
aneh dan tak berlandasan sama sekali.... Justeru merekalah pelanggar 
HAM terberat.... Tapi karena mereka kuat, ya menekan negara2 kecil 
lainnya (sperti Indon)... Might is right - karena kuat jadi benar, 
itu semboyan mereka. Saya jadi ketawa sendiri ketika ad orasng yang 
mengatakan arrogansi barat dan double standardnya sebagai "It is all 
jus a bush shit"....


--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Ambon" <sea@xxxx> wrote:
> Caba Anda  pelajari perkembangan  geo-politik  perang dingin dan
> implikasinya pad negeri-negeri dunia ketiga, mulai dari Gutemala 
tahun
> 1950-an.  Pelajari juga dukungan kepada Mujahidin di Afghanistan, 
Irak
> dibawah Sadam Hussein sampai tahun 1989 dsbnya. Mungkin Anda akan 
mendapat
> gambaran yang lebih luas dengan perkembangan di Indonesia  sekarang 
ini.
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "tsari2003" <tsari2003@xxxx>
> To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
> Sent: Tuesday, March 30, 2004 7:59 AM
> Subject: [ppiindia] Re: Fwd: Reportase H. Atmodjo: BBC Interview 
Korban
> Massacre '65
> 
> 
> >
> > Kadang2 orang2 LN aneh-aneh dan mau bikin sensasi serta mau 
menangnya
> > saja dan sok pinter serta sok bersih saja.
> >  Benar, tragedi 1965 cukup memprihatinkan, Tapi itu kan ada sebab 
dan
> > akibatnya - sebabnya yang terang PKI mau berontak dan telah 
membunuhi
> > orang2 beragama, terutama Islam, lalu membunuhi tentara. Dan 
mereka
> > dilwan - laklu ada korban disana sini. Wajarlah. Bila ada ekses,ya
> > bagaimana lagi, orang namanya "to kill or be killed" - Kalau 
umpama
> > yang menang mereka (PKI = komunis) maka akan lebih banyak lagi
> > korbannya - orang2 sipil Muslim - kiyai2 NU Muhammadiyah serta 
juga
> > dari Agama lain - katolik dan protestan yang tak setuju PKI. 
Mdreka
> > pasti akan dibabat habis.
> > Lha untungnya yang menang golongan Agama dgn tentara. Eksesd ya 
ada.
> > Orang tentara USA dan Inggris di Iraq juga membunuhi warga sipil 
kok.
> > Ayo, silahkan wawancara warga sipil Iraq dan Afghanistan sana - 
yang
> > dibantai oleh serdadu yang mengaku orang kampiun HAM - AMrik dan
> > Inggris.
> > Hai BBC jika perlu, wawancarai itu korban Tanjung Priok, orang2 
islam
> > yang jadi korban tentara dibawah rezim Suharto....
> > Kalau soal 1965 sebaiknya sudahlah - biarlah mereka damai, toh 
anak2
> > orang penting dari kedua belah pihak sudah pada damai....
> >  Well, Americans and Britons have no right to claim being the
> > champions of human rights - you yourselves are mockering human
> > rights  in both Iraq and Afghanistan.... Look what the Americans 
do
> > to the priosoners in Quantanamo Bay -- you are no better than the
> > Naziz, or the Vietcongs.....
> >    Dan jangan jadi anteknya Inggeris danAmrik hanya karena dapat
> > pound sterling atau dollar saja ya .... Harga diri kita jaga... 
itu
> > kalau masih punya...
> >
> > Don't be hypocrates...
> >
> >
> > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "herilatief" <herilatief@xxxx> 
wrote:
> > > FYI.
> > >
> > > (jutaan arwah penasaran melayang diatas kehidupan ketidakadilan 
di
> > > indonesia...).
> > >
> > > --- In sastra-pembebasan@xxxxxxxxxxxxxxx, Mira Wijaya Kusuma
> > > <la_luta@xxxx> wrote:
> > >
> > > From: heru atmodjo <heru_atmodjo@xxxx>
> > > Subject: BBC Interview Korban Massacre '65
> > > Date: Sat, 27 Mar 2004 08:13:16 -0800 (PST)
> > >
> > > BBC Interview Korban Massacre '65
> > >
> > > Linda Pressly, journalist, Word Current Affairs dari BBC, hari 
ini
> > > bersama Christoffer, rekannya, dan seorang interpreter, Nabiha, 
BBC
> > > local, minta bantuan PEC untuk  pergi menemui korban '65 korban
> > > pembunuhan massal 65, suami misteri di Tangerang.
> > >
> > > Semula seorang yang relatif mapan, bapaknya hilang dalam 
peristiwa
> > 65,
> > > ketika diminta untuk interview  menolak, tak bersedia menjadi 
obyek
> > > studi, katanya. Telah diusahakan untuk interview isteri dan anak
> > Bung
> > > Nyoto. Tapi mencari alamatnya, sulit didapat.
> > >
> > > Kedatangan rombongan ini  ke Tangerang tepat waktu, jam 08:30 
sudah
> > > siap. Baik obyek interview maupun team penginterview sudah 
lengkap.
> > > Yang diinterview ditanya apakah namanya boleh dibuka atau dengan
> > > anonim? Sang suami tidak keberatan namanya disebut lengkap, tapi
> > > isteryna keberatan. Keluarga ini suami isteri,  adalah pasangan
> > korban
> > > '65. Sang suami tahun 1965 tinggal di Pemalang, baru berumur 17
> > tahun.
> > > Memang ia waktu itu adalah anggota Ikatan Persatuan Pelajar
> > Indonesia
> > > (IPPI) ketika itu. Ayahnya diambil, diculik dari rumahnya, 
tepatnya
> > > tanggal 5 Oktober 1965, tidak tahu dibawa kemana. Pamannya yang
> > pemuka
> > > masyarakat di desa itu, hilang tak kembali hingga sekarang. 
Ayahnya,
> > > akhirnya kembali dari pembuangan Pulau Buru. Tentu ini 
meruipakan
> > > suatu hal yang luar biasa. Orang hilang sekian tahun dapat 
pulang
> > kembali.
> > >
> > > Sebagai pelajar, sebenarnya ia tak ingin meninggalkan kampung
> > > halamannya. Tapi ibunya mendesak agar meninggalkan daerah itu.
> > Suasana
> > > di desanya sangat mencekam, banyak orang diculik, dibawa tidak
> > > kembali. Akhirnya keluarga sipa melawan dengan menyiapkan segala
> > > sesuatu alat perlawanan. Serbuan penculikan tidak terjadi. Hanya
> > > banyak rumah dibakari. Karena itu ia lari dengan menyamar, 
menuju
> > > Jakarta.
> > >
> > > Di Jakarta, sempat bekerja sebagai jurutulis di toko serba ada
> > > Sarinah. Tapi kemudian, tokh ada orang yang menunjukkan, bahwa 
ia
> > > adalah anggota keluarga PKI. Ia ditangkap Satgas Intel "Kalong" 
yang
> > > terkenal kejamnya. Disiksa, disetrum  Kedua jarinya dimasukkan 
ke
> > > dalam cincin listrik. Batterai diputar. Strum mengalir, bukan 
main
> > > sakitnya, katanya. Luar biasa, mengenai otak, kejutan luar biasa
> > > sakitnya. Ia digebuki, dihajar oleh orang yang badannya kekar, 
yang
> > > dipanggil BOB, dan Kapten Suroso komandan "Kalong". Mereka ini
> > adalah
> > > algojonya. Terhadap dia, nampaknya karena dianggap anak kecil, 
muda,
> > > diperlakukan tidak terlalu ditekan, kecuali seperti disebut 
tadi.
> > >
> > > Dan pada akhirnya ia dipindahkan ke Salemba dari Satgas Kalong 
itu.
> > > Disini tidak terlalu banyak penyiksaan di depan mata. Kemudian
> > > dipindahkan ke Tangerang. Di Tangerang mengalami pembebasan 
paling
> > > akhir. Masalahnya, Kodam masih menginginkan agar lahannya yang
> > terdiri
> > > dari persawahan, agar tetap dapat dipertahankan, tidak 
dikembalikan
> > ke
> > > Penjara (Lembaga Pemasyarakatan).
> > >
> > > Isterinya, baru umur delapan tahun pada 1965. Ketika ia pulang 
dari
> > > sekolah, ayahnya diambil oleh tentara yang bersenjata. Memang 
sudah
> > > banyak yang ditangkap dan diculik. Ayahnya termasuk mendapat
> > giliran.
> > > Sebagai seorang sekretaris Kabupaten, termasuk yang disegani dan
> > > dihormati. Bersama orang lain dikumpulkan di sebuah tempat 
tahanan.
> > >
> > > Kemudian ada pemberitahuan bahwa orang-orang PKI akan dibunuh 
semua.
> > > Benar, akhirnya suatu ketika, bapaknya terakhir masih sempat 
bertemu
> > > dengan anak dan keluarganya. Ia dielus-elus oleh ayah tercinta, 
dan
> > > diminta agar tidak menangis. Bapak tidak apa-apa, katanya. 
Beberapa
> > > hari kemudian ada berita  bahwa Bapaknya telah dibunuh. Dikubur
> > dalam
> > > satu lubang bersama dua orang lain. Lobang itu sempat diberi 
tanda
> > > oleh orang yang diperintah menggali lubang. Lubang itu berisi si
> > > Bapak,  Bupati Boyolali dan seorang lagi. Baru dua tahun lalu, 
2002
> > > keluarga ini boleh nyekar ke tempat kuburan ayahnya. Tak dapat
> > > diceriterakan kesedihan, tangis dan jerit ketika berita itu
> > diterima.
> > >
> > > Linda, BBC, menanyakan bagaimana persaannya. Yang diinterview 
terus
> > > menangis, ketika ditanya mengenai hal-ikhwal Bapaknya. Malah 
kakak
> > > perempuannya menganjurkan, agar sudahlah tidak usah dibicarakan
> > lagi,
> > > katanya. Trauma masih mengahantui keluarga itu sampai hari ini.
> > Ketika
> > > Linda, BBC, menanyakan tentang pembunuhan, dijelaskan bahwa di
> > > desanya, Boyolali, 90% penduduknya adalah simpatisan dan 
anggota PKI
> > > sebelum1965. Jumlah penduduk di desa itu kira-kira  300.000 
orang.
> > > Yang dibunuh dan hilang 250 000 orang. Pembunuhan dilakukan ,
> > dengan
> > > terlebih dahulu korbannya diculik, dipaksa ikut. Esok harinya
> > > kepalanya sudah dipenggal, ditusuk dengan bambu, dan dipancang 
di
> > > jalan-jalan. Katanya supaya rakyat tahu PKI itu harus 
dibegitukan.
> > >
> > > Ketika sang suami, pernah berkunjung, ke temapat tahanan, pernah
> > > melihat ratusan orang di sebuah ladang duduk dengan tangan di
> > belakang
> > > kepalanya. Suasana sepi, nyenyak. Di antara mereka ada yang
> > tangannya
> > > luka-luka, ada yang kepala dan mukanya berlumuran darah.. Mereka
> > > menunggu eksekusi yang biasanya dilaksanakan pada  malam hari.
> > >
> > > Linda, BBC, tanya pada yang hadir dalam interview itu, apakah 
ada
> > yang
> > > anggota PKI. di antara yang hadir. Tidak ada yang bersedia 
mengaku.
> > > Dalam interv iew, menurut Linda,  pengalamannya tidak menemukan 
yang
> > > mengaku PKI. Padalah PKI itu katanya dalam 1965 itu anggotanya 3
> > juta
> > > orang. Untuk itu ada yang menjawab, memang, tapi itu kan angka-
angka
> > > statistik. Dan praktek keanggotaannya hanyalah dengan 
menandatangani
> > > surat pendaftaran saja, katanya, dan itu dianggap anggota.
> > >
> > > Suasana interview memang mencekam ketika korban menceritakan
> > > pengalamannya. Air mata Korban tak dapat dibendung, ingatannya
> > > melayang ke  kejadian sekian puluh tahun yang telah silam, masih
> > > terbayang. Suasana hening, menunggu reda isak tangis yang
> > diinterview.
> > > Sang suami mengatakan, bahwa hal ini tak banyak orang, tetangga 
yang
> > > tahu, karena memang tetap disembunyikan, tidak diceriterakan 
kepada
> > > siapa-siapa. Kali ini BBC berhasil, tentu karena suasana secara
> > umum
> > > memungkinkan.
> > > Christoffer, rekan Linda, bertanya, mengapa pemerintah Indonesia
> > tidak
> > > berusaha menghilangkan trauma rakyatnya. Tentu hal ini mendapat
> > > jawaban dari yang hadir, justeru inilah yang kita harapkan,
> > perjuangan
> > > kita dengan mengirim delegasi ke Geneva segala dapat tercapai. 
Tapi
> > > hasilnya masih sangat kecil sekali.
> > >
> > > Linda berusaha menutup interv iew itu dengan mengajak menyanyi 
lagu
> > > apa yang dulu paling disukai. Korban usul menyanyikan "Genjer-
> > Genjer"
> > > (HeA)
> >
> >
> >
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >


--73a3uXc3apMPKsqCZfuTm6ZpX6O24j1zJB2OeI4
Content-Type: text/html; charset=ISO-8859-1
Content-Transfer-Encoding: 7bit

<html><body>


<tt>
Nyong Ambon Yth,<BR>
<BR>
Trims atas usulannya utk mempelajari keadaan dunia. Bukan saja saya <BR>
telah mempelajari geo-politik Dunia dari dulu, tapi juga saya telah <BR>
mengalaminya sendiribketika terjadi pemutar balikan ini - Zaman Amrik <BR>
membantu Mujahidin melawan Sovyet Rusia di afghanistan, atau ketika <BR>
Amrik membantu Iraq melawan Iran, dan membantu Osama bin Laden dulu...<BR>
Benar kata anda, dan benar apa yang dikatakan Disraeli - Yang ada <BR>
hanya eternal interests, tidak ada eternal friends atau enemies...<BR>
Makanya claim Barat sebagai champion of democracy atau human rights <BR>
aneh dan tak berlandasan sama sekali.... Justeru merekalah pelanggar <BR>
HAM terberat.... Tapi karena mereka kuat, ya menekan negara2 kecil <BR>
lainnya (sperti Indon)... Might is right - karena kuat jadi benar, <BR>
itu semboyan mereka. Saya jadi ketawa sendiri ketika ad orasng yang <BR>
mengatakan arrogansi barat dan double standardnya sebagai &quot;It is all <BR>
jus a bush shit&quot;....<BR>
<BR>
<BR>
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, &quot;Ambon&quot; &lt;sea@xxxx&gt; wrote:<BR>
&gt; Caba Anda&nbsp; pelajari perkembangan&nbsp; geo-politik&nbsp; perang 
dingin dan<BR>
&gt; implikasinya pad negeri-negeri dunia ketiga, mulai dari Gutemala <BR>
tahun<BR>
&gt; 1950-an.&nbsp; Pelajari juga dukungan kepada Mujahidin di Afghanistan, <BR>
Irak<BR>
&gt; dibawah Sadam Hussein sampai tahun 1989 dsbnya. Mungkin Anda akan <BR>
mendapat<BR>
&gt; gambaran yang lebih luas dengan perkembangan di Indonesia&nbsp; sekarang 
<BR>
ini.<BR>
&gt; <BR>
&gt; ----- Original Message ----- <BR>
&gt; From: &quot;tsari2003&quot; &lt;tsari2003@xxxx&gt;<BR>
&gt; To: &lt;ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx&gt;<BR>
&gt; Sent: Tuesday, March 30, 2004 7:59 AM<BR>
&gt; Subject: [ppiindia] Re: Fwd: Reportase H. Atmodjo: BBC Interview <BR>
Korban<BR>
&gt; Massacre '65<BR>
&gt; <BR>
&gt; <BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; Kadang2 orang2 LN aneh-aneh dan mau bikin sensasi serta mau <BR>
menangnya<BR>
&gt; &gt; saja dan sok pinter serta sok bersih saja.<BR>
&gt; &gt;&nbsp; Benar, tragedi 1965 cukup memprihatinkan, Tapi itu kan ada 
sebab <BR>
dan<BR>
&gt; &gt; akibatnya - sebabnya yang terang PKI mau berontak dan telah <BR>
membunuhi<BR>
&gt; &gt; orang2 beragama, terutama Islam, lalu membunuhi tentara. Dan <BR>
mereka<BR>
&gt; &gt; dilwan - laklu ada korban disana sini. Wajarlah. Bila ada ekses,ya<BR>
&gt; &gt; bagaimana lagi, orang namanya &quot;to kill or be killed&quot; - 
Kalau <BR>
umpama<BR>
&gt; &gt; yang menang mereka (PKI = komunis) maka akan lebih banyak lagi<BR>
&gt; &gt; korbannya - orang2 sipil Muslim - kiyai2 NU Muhammadiyah serta <BR>
juga<BR>
&gt; &gt; dari Agama lain - katolik dan protestan yang tak setuju PKI. <BR>
Mdreka<BR>
&gt; &gt; pasti akan dibabat habis.<BR>
&gt; &gt; Lha untungnya yang menang golongan Agama dgn tentara. Eksesd ya <BR>
ada.<BR>
&gt; &gt; Orang tentara USA dan Inggris di Iraq juga membunuhi warga sipil <BR>
kok.<BR>
&gt; &gt; Ayo, silahkan wawancara warga sipil Iraq dan Afghanistan sana - <BR>
yang<BR>
&gt; &gt; dibantai oleh serdadu yang mengaku orang kampiun HAM - AMrik dan<BR>
&gt; &gt; Inggris.<BR>
&gt; &gt; Hai BBC jika perlu, wawancarai itu korban Tanjung Priok, orang2 <BR>
islam<BR>
&gt; &gt; yang jadi korban tentara dibawah rezim Suharto....<BR>
&gt; &gt; Kalau soal 1965 sebaiknya sudahlah - biarlah mereka damai, toh <BR>
anak2<BR>
&gt; &gt; orang penting dari kedua belah pihak sudah pada damai....<BR>
&gt; &gt;&nbsp; Well, Americans and Britons have no right to claim being the<BR>
&gt; &gt; champions of human rights - you yourselves are mockering human<BR>
&gt; &gt; rights&nbsp; in both Iraq and Afghanistan.... Look what the Americans 
<BR>
do<BR>
&gt; &gt; to the priosoners in Quantanamo Bay -- you are no better than the<BR>
&gt; &gt; Naziz, or the Vietcongs.....<BR>
&gt; &gt;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dan jangan jadi anteknya Inggeris danAmrik hanya 
karena dapat<BR>
&gt; &gt; pound sterling atau dollar saja ya .... Harga diri kita jaga... <BR>
itu<BR>
&gt; &gt; kalau masih punya...<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; Don't be hypocrates...<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, &quot;herilatief&quot; 
&lt;herilatief@xxxx&gt; <BR>
wrote:<BR>
&gt; &gt; &gt; FYI.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; (jutaan arwah penasaran melayang diatas kehidupan ketidakadilan 
<BR>
di<BR>
&gt; &gt; &gt; indonesia...).<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; --- In sastra-pembebasan@xxxxxxxxxxxxxxx, Mira Wijaya Kusuma<BR>
&gt; &gt; &gt; &lt;la_luta@xxxx&gt; wrote:<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; From: heru atmodjo &lt;heru_atmodjo@xxxx&gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Subject: BBC Interview Korban Massacre '65<BR>
&gt; &gt; &gt; Date: Sat, 27 Mar 2004 08:13:16 -0800 (PST)<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; BBC Interview Korban Massacre '65<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Linda Pressly, journalist, Word Current Affairs dari BBC, hari 
<BR>
ini<BR>
&gt; &gt; &gt; bersama Christoffer, rekannya, dan seorang interpreter, Nabiha, 
<BR>
BBC<BR>
&gt; &gt; &gt; local, minta bantuan PEC untuk&nbsp; pergi menemui korban '65 
korban<BR>
&gt; &gt; &gt; pembunuhan massal 65, suami misteri di Tangerang.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Semula seorang yang relatif mapan, bapaknya hilang dalam <BR>
peristiwa<BR>
&gt; &gt; 65,<BR>
&gt; &gt; &gt; ketika diminta untuk interview&nbsp; menolak, tak bersedia 
menjadi <BR>
obyek<BR>
&gt; &gt; &gt; studi, katanya. Telah diusahakan untuk interview isteri dan 
anak<BR>
&gt; &gt; Bung<BR>
&gt; &gt; &gt; Nyoto. Tapi mencari alamatnya, sulit didapat.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Kedatangan rombongan ini&nbsp; ke Tangerang tepat waktu, jam 
08:30 <BR>
sudah<BR>
&gt; &gt; &gt; siap. Baik obyek interview maupun team penginterview sudah <BR>
lengkap.<BR>
&gt; &gt; &gt; Yang diinterview ditanya apakah namanya boleh dibuka atau 
dengan<BR>
&gt; &gt; &gt; anonim? Sang suami tidak keberatan namanya disebut lengkap, 
tapi<BR>
&gt; &gt; &gt; isteryna keberatan. Keluarga ini suami isteri,&nbsp; adalah 
pasangan<BR>
&gt; &gt; korban<BR>
&gt; &gt; &gt; '65. Sang suami tahun 1965 tinggal di Pemalang, baru berumur 
17<BR>
&gt; &gt; tahun.<BR>
&gt; &gt; &gt; Memang ia waktu itu adalah anggota Ikatan Persatuan Pelajar<BR>
&gt; &gt; Indonesia<BR>
&gt; &gt; &gt; (IPPI) ketika itu. Ayahnya diambil, diculik dari rumahnya, <BR>
tepatnya<BR>
&gt; &gt; &gt; tanggal 5 Oktober 1965, tidak tahu dibawa kemana. Pamannya 
yang<BR>
&gt; &gt; pemuka<BR>
&gt; &gt; &gt; masyarakat di desa itu, hilang tak kembali hingga sekarang. <BR>
Ayahnya,<BR>
&gt; &gt; &gt; akhirnya kembali dari pembuangan Pulau Buru. Tentu ini <BR>
meruipakan<BR>
&gt; &gt; &gt; suatu hal yang luar biasa. Orang hilang sekian tahun dapat <BR>
pulang<BR>
&gt; &gt; kembali.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Sebagai pelajar, sebenarnya ia tak ingin meninggalkan kampung<BR>
&gt; &gt; &gt; halamannya. Tapi ibunya mendesak agar meninggalkan daerah 
itu.<BR>
&gt; &gt; Suasana<BR>
&gt; &gt; &gt; di desanya sangat mencekam, banyak orang diculik, dibawa 
tidak<BR>
&gt; &gt; &gt; kembali. Akhirnya keluarga sipa melawan dengan menyiapkan 
segala<BR>
&gt; &gt; &gt; sesuatu alat perlawanan. Serbuan penculikan tidak terjadi. 
Hanya<BR>
&gt; &gt; &gt; banyak rumah dibakari. Karena itu ia lari dengan menyamar, <BR>
menuju<BR>
&gt; &gt; &gt; Jakarta.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Di Jakarta, sempat bekerja sebagai jurutulis di toko serba 
ada<BR>
&gt; &gt; &gt; Sarinah. Tapi kemudian, tokh ada orang yang menunjukkan, bahwa 
<BR>
ia<BR>
&gt; &gt; &gt; adalah anggota keluarga PKI. Ia ditangkap Satgas Intel 
&quot;Kalong&quot; <BR>
yang<BR>
&gt; &gt; &gt; terkenal kejamnya. Disiksa, disetrum&nbsp; Kedua jarinya 
dimasukkan <BR>
ke<BR>
&gt; &gt; &gt; dalam cincin listrik. Batterai diputar. Strum mengalir, bukan 
<BR>
main<BR>
&gt; &gt; &gt; sakitnya, katanya. Luar biasa, mengenai otak, kejutan luar 
biasa<BR>
&gt; &gt; &gt; sakitnya. Ia digebuki, dihajar oleh orang yang badannya kekar, 
<BR>
yang<BR>
&gt; &gt; &gt; dipanggil BOB, dan Kapten Suroso komandan &quot;Kalong&quot;. 
Mereka ini<BR>
&gt; &gt; adalah<BR>
&gt; &gt; &gt; algojonya. Terhadap dia, nampaknya karena dianggap anak kecil, 
<BR>
muda,<BR>
&gt; &gt; &gt; diperlakukan tidak terlalu ditekan, kecuali seperti disebut <BR>
tadi.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Dan pada akhirnya ia dipindahkan ke Salemba dari Satgas Kalong 
<BR>
itu.<BR>
&gt; &gt; &gt; Disini tidak terlalu banyak penyiksaan di depan mata. 
Kemudian<BR>
&gt; &gt; &gt; dipindahkan ke Tangerang. Di Tangerang mengalami pembebasan <BR>
paling<BR>
&gt; &gt; &gt; akhir. Masalahnya, Kodam masih menginginkan agar lahannya 
yang<BR>
&gt; &gt; terdiri<BR>
&gt; &gt; &gt; dari persawahan, agar tetap dapat dipertahankan, tidak <BR>
dikembalikan<BR>
&gt; &gt; ke<BR>
&gt; &gt; &gt; Penjara (Lembaga Pemasyarakatan).<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Isterinya, baru umur delapan tahun pada 1965. Ketika ia pulang 
<BR>
dari<BR>
&gt; &gt; &gt; sekolah, ayahnya diambil oleh tentara yang bersenjata. Memang 
<BR>
sudah<BR>
&gt; &gt; &gt; banyak yang ditangkap dan diculik. Ayahnya termasuk mendapat<BR>
&gt; &gt; giliran.<BR>
&gt; &gt; &gt; Sebagai seorang sekretaris Kabupaten, termasuk yang disegani 
dan<BR>
&gt; &gt; &gt; dihormati. Bersama orang lain dikumpulkan di sebuah tempat <BR>
tahanan.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Kemudian ada pemberitahuan bahwa orang-orang PKI akan dibunuh 
<BR>
semua.<BR>
&gt; &gt; &gt; Benar, akhirnya suatu ketika, bapaknya terakhir masih sempat <BR>
bertemu<BR>
&gt; &gt; &gt; dengan anak dan keluarganya. Ia dielus-elus oleh ayah tercinta, 
<BR>
dan<BR>
&gt; &gt; &gt; diminta agar tidak menangis. Bapak tidak apa-apa, katanya. <BR>
Beberapa<BR>
&gt; &gt; &gt; hari kemudian ada berita&nbsp; bahwa Bapaknya telah dibunuh. 
Dikubur<BR>
&gt; &gt; dalam<BR>
&gt; &gt; &gt; satu lubang bersama dua orang lain. Lobang itu sempat diberi <BR>
tanda<BR>
&gt; &gt; &gt; oleh orang yang diperintah menggali lubang. Lubang itu berisi 
si<BR>
&gt; &gt; &gt; Bapak,&nbsp; Bupati Boyolali dan seorang lagi. Baru dua tahun 
lalu, <BR>
2002<BR>
&gt; &gt; &gt; keluarga ini boleh nyekar ke tempat kuburan ayahnya. Tak 
dapat<BR>
&gt; &gt; &gt; diceriterakan kesedihan, tangis dan jerit ketika berita itu<BR>
&gt; &gt; diterima.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Linda, BBC, menanyakan bagaimana persaannya. Yang diinterview 
<BR>
terus<BR>
&gt; &gt; &gt; menangis, ketika ditanya mengenai hal-ikhwal Bapaknya. Malah <BR>
kakak<BR>
&gt; &gt; &gt; perempuannya menganjurkan, agar sudahlah tidak usah 
dibicarakan<BR>
&gt; &gt; lagi,<BR>
&gt; &gt; &gt; katanya. Trauma masih mengahantui keluarga itu sampai hari 
ini.<BR>
&gt; &gt; Ketika<BR>
&gt; &gt; &gt; Linda, BBC, menanyakan tentang pembunuhan, dijelaskan bahwa 
di<BR>
&gt; &gt; &gt; desanya, Boyolali, 90% penduduknya adalah simpatisan dan <BR>
anggota PKI<BR>
&gt; &gt; &gt; sebelum1965. Jumlah penduduk di desa itu kira-kira&nbsp; 300.000 
<BR>
orang.<BR>
&gt; &gt; &gt; Yang dibunuh dan hilang 250 000 orang. Pembunuhan dilakukan ,<BR>
&gt; &gt; dengan<BR>
&gt; &gt; &gt; terlebih dahulu korbannya diculik, dipaksa ikut. Esok harinya<BR>
&gt; &gt; &gt; kepalanya sudah dipenggal, ditusuk dengan bambu, dan dipancang 
<BR>
di<BR>
&gt; &gt; &gt; jalan-jalan. Katanya supaya rakyat tahu PKI itu harus <BR>
dibegitukan.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Ketika sang suami, pernah berkunjung, ke temapat tahanan, 
pernah<BR>
&gt; &gt; &gt; melihat ratusan orang di sebuah ladang duduk dengan tangan di<BR>
&gt; &gt; belakang<BR>
&gt; &gt; &gt; kepalanya. Suasana sepi, nyenyak. Di antara mereka ada yang<BR>
&gt; &gt; tangannya<BR>
&gt; &gt; &gt; luka-luka, ada yang kepala dan mukanya berlumuran darah.. 
Mereka<BR>
&gt; &gt; &gt; menunggu eksekusi yang biasanya dilaksanakan pada&nbsp; malam 
hari.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Linda, BBC, tanya pada yang hadir dalam interview itu, apakah 
<BR>
ada<BR>
&gt; &gt; yang<BR>
&gt; &gt; &gt; anggota PKI. di antara yang hadir. Tidak ada yang bersedia <BR>
mengaku.<BR>
&gt; &gt; &gt; Dalam interv iew, menurut Linda,&nbsp; pengalamannya tidak 
menemukan <BR>
yang<BR>
&gt; &gt; &gt; mengaku PKI. Padalah PKI itu katanya dalam 1965 itu anggotanya 
3<BR>
&gt; &gt; juta<BR>
&gt; &gt; &gt; orang. Untuk itu ada yang menjawab, memang, tapi itu kan 
angka-<BR>
angka<BR>
&gt; &gt; &gt; statistik. Dan praktek keanggotaannya hanyalah dengan <BR>
menandatangani<BR>
&gt; &gt; &gt; surat pendaftaran saja, katanya, dan itu dianggap anggota.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Suasana interview memang mencekam ketika korban menceritakan<BR>
&gt; &gt; &gt; pengalamannya. Air mata Korban tak dapat dibendung, 
ingatannya<BR>
&gt; &gt; &gt; melayang ke&nbsp; kejadian sekian puluh tahun yang telah silam, 
masih<BR>
&gt; &gt; &gt; terbayang. Suasana hening, menunggu reda isak tangis yang<BR>
&gt; &gt; diinterview.<BR>
&gt; &gt; &gt; Sang suami mengatakan, bahwa hal ini tak banyak orang, tetangga 
<BR>
yang<BR>
&gt; &gt; &gt; tahu, karena memang tetap disembunyikan, tidak diceriterakan <BR>
kepada<BR>
&gt; &gt; &gt; siapa-siapa. Kali ini BBC berhasil, tentu karena suasana 
secara<BR>
&gt; &gt; umum<BR>
&gt; &gt; &gt; memungkinkan.<BR>
&gt; &gt; &gt; Christoffer, rekan Linda, bertanya, mengapa pemerintah 
Indonesia<BR>
&gt; &gt; tidak<BR>
&gt; &gt; &gt; berusaha menghilangkan trauma rakyatnya. Tentu hal ini 
mendapat<BR>
&gt; &gt; &gt; jawaban dari yang hadir, justeru inilah yang kita harapkan,<BR>
&gt; &gt; perjuangan<BR>
&gt; &gt; &gt; kita dengan mengirim delegasi ke Geneva segala dapat tercapai. 
<BR>
Tapi<BR>
&gt; &gt; &gt; hasilnya masih sangat kecil sekali.<BR>
&gt; &gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; &gt; Linda berusaha menutup interv iew itu dengan mengajak menyanyi 
<BR>
lagu<BR>
&gt; &gt; &gt; apa yang dulu paling disukai. Korban usul menyanyikan 
&quot;Genjer-<BR>
&gt; &gt; Genjer&quot;<BR>
&gt; &gt; &gt; (HeA)<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; <BR>
**********************************************************************<BR>
*****<BR>
&gt; &gt; Berdikusi dg Santun &amp; Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
<BR>
Indonesia<BR>
&gt; yg Lebih Baik, in Commonality &amp; Shared Destiny. www.arsip.da.ru<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; <BR>
**********************************************************************<BR>
*****<BR>
&gt; &gt; <BR>
______________________________________________________________________<BR>
____<BR>
&gt; &gt; Mohon Perhatian:<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg <BR>
otokritik)<BR>
&gt; &gt; 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan <BR>
dikomentari.<BR>
&gt; &gt; 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;<BR>
&gt; &gt; 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
&gt; &gt; 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
&gt; &gt; 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
&gt; &gt; 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt; Yahoo! Groups Links<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
&gt; &gt;<BR>
<BR>
</tt>

<br><br>
<tt>
***************************************************************************<BR>
Berdikusi dg Santun &amp; Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality &amp; Shared Destiny. www.arsip.da.ru<BR>
***************************************************************************<BR>
__________________________________________________________________________<BR>
Mohon Perhatian:<BR>
<BR>
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)<BR>
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.<BR>
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; <BR>
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx<BR>
</tt>
<br><br>

<br>

<!-- |**|begin egp html banner|**| -->

<table border=0 cellspacing=0 cellpadding=2>
<tr bgcolor=#FFFFCC>
<td align=center><font size="-1" color=#003399><b>Yahoo! Groups 
Sponsor</b></font></td>
</tr>
<tr bgcolor=#FFFFFF>
<td align=center width=470><table border=0 cellpadding=0 cellspacing=0> <tr> 
<td align=center><font face=arial size=-2>ADVERTISEMENT</font><br><a 
href="http://rd.yahoo.com/SIG=12cnlr2gn/M=267637.4673018.5833253.1261774/D=egroupweb/S=1705329729:HM/EXP=1080781867/A=1945638/R=0/SIG=11tq357ai/*http://www.netflix.com/Default?mqso=60178383&partid=4673018";
 alt=""><img 
src="http://us.a1.yimg.com/us.yimg.com/a/ne/netflix/yhoo0104_a_300250a.gif"; 
alt="click here" width="300" height="250" border="0"></a></td></tr></table> 
</td>
</tr>
<tr><td><img alt="" width=1 height=1 
src="http://us.adserver.yahoo.com/l?M=267637.4673018.5833253.1261774/D=egroupweb/S=:HM/A=1945638/rand=510248986";></td></tr>
</table>

<!-- |**|end egp html banner|**| -->



<!-- |**|begin egp html banner|**| -->

<br>
<tt><hr width="500">
<b>Yahoo! Groups Links</b><br>
<ul>
<li>To visit your group on the web, go to:<br><a 
href="http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/";>http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/</a><br>&nbsp;
<li>To unsubscribe from this group, send an email to:<br><a 
href="mailto:ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx?subject=Unsubscribe";>ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx</a><br>&nbsp;
<li>Your use of Yahoo! Groups is subject to the <a 
href="http://docs.yahoo.com/info/terms/";>Yahoo! Terms of Service</a>.
</ul>
</tt>
</br>

<!-- |**|end egp html banner|**| -->


</body></html>

--73a3uXc3apMPKsqCZfuTm6ZpX6O24j1zJB2OeI4--



Other related posts: