[ppi] Ada apa di Balik Bom London dst....

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

--- Ambon <sea@xxxxxxxxxx> wrote:

> ** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India
> **
> ** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
> ** Situs milis:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
> ** Situs Beasiswa:
> http://informasi-beasiswa.blogspot.com
>
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/27/opi01.html
> 
> 
> Pembacaan Historis Jihad yang Terlalu Tekstual  
> Oleh 
> Yusuf Burhanudin
> 
> 
> Munculnya kekerasan, terorisme, konflik antaragama
> yang tak kunjung usai, meminta perenungan tiada
> henti bagi umat Islam. Kekerasan acap menggunakan
> dalih agama sebagai pembenar. Dengan memaknai
> kenyataaan peperangan dalam jihad historis sebagai
> hukum legal untuk menindas dan membantai kelompok
> lain yang berbeda.
> 
> Saya cenderung menyebut tipologi jihad di atas tidak
> lebih sebagai melegitimasi kekerasan - karena
> konteks historis yang berbeda-berdasarkan doktrin
> agama. Doktrin agama ideal dan otentik pada
> hakikatnya mesti menyesuaikan diri dengan setting
> dan kesejarahan masyarakat tertentu dalam masa
> tertentu pula. Di sini kita mesti membedakan jihad
> doktrin (jihad yang diperintahkan agama) dengan
> jihad historis di mana intrepetasi sejarah
> memonopoli pengertian jihad secara tunggal. 
> Peperangan Rasulullah dan para sahabatnya, menurut
> pemahaman di atas, merupakan makna jihad yang
> selaras dan satu-satunya. Akibatnya, terminologi ini
> merasa harus dihadirkan setiap saat meski dalam
> kondisi damai. Seolah nuansa sebilah pedang dan
> pekik 'Allahu Akbar' adalah wajah Islam yang heroik
> dan dikehendaki Rasulullah Saw. 
> 
> 
> Kita mesti lebih mencermati jihad historis ini
> mengingat tidak semua jihad tipe ini berlandaskan
> ijtihad yang benar. Tetapi, lebih didasarkan pada
> pertimbangan politik dan kekuasaan. Seperti dalam
> perang Shiffin/Jamal antara pasukan Ali bin Abi
> Thalib dan Mu'awiyyah (40-41 H.) di mana Siti Aisyah
> berada di dalamnya. Peperangan ini memakan korban
> banyak dari kedua belah pihak umat Islam. Zubair bin
> Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah, dua ulama besar,
> tewas dalam peperangan itu.
> 
> Akibat, Bukan Sebab 
> Jihad doktrin dalam arti perang, tiada lain bentuk
> kekerasan balik sebagai upaya pembelaan diri atas
> berbagai penindasan dan penganiayaan yang bersifat
> fisik secara massal. Inilah kondisi di mana jihad
> dalam arti salah satunya, direstui. Meski dalam
> pelaksanannya, banyak kode etik yang mesti dipatuhi
> seperti tidak boleh membunuh orang tua, pemuka agama
> (rahib maupun pendeta), anak-anak, wanita, merusak
> tempat ibadah, membakar tanam-tanaman, maupun
> menyembelih binatang kecuali untuk dimakan. 
> 
> 
> Jihad perang yang disyariatkan bukanlah menyerang
> rakyat sipil tak berdosa, melainkan kamp-kamp
> militer musuh. Pendeknya, jihad perang adalah akibat
> bukan sebab. Jihad bukanlah menghalalkan kekerasan
> demi menegakkan syariat Islam melainkan muncul
> ketika ada penganiayaan oleh pihak lain.
> 
> 
> Jangankan kekerasan, pemaksaan apapun yang dilakukan
> umat Islam terhadap umat lain adalah terlarang.
> Fenomena inilah yang disebut Alquran sebagai ikrah,
> memaksakan kehendak pada orang lain dengan cara yang
> tidak dibenarkan. Islam melarang ikrah -meminjam
> istilah M. Imarah, pemikir Muslim Mesir-karena hanya
> menunjuk kedunguan dan ketidakcerdasan umat Islam
> dalam beragama. 
> 
> 
> Pengingkaran dalam pengamalan syariat agama, tidak
> selamanya mesti dilawan dengan kekerasan. Pilihan
> yang pertama tiada lain bentuk ekspresi skeptis
> pemeluk beragama dalam menyikapi berbagai patologi
> sosial. Sebuah kondisi di mana agama kehilangan akal
> sehat. Alquran menyuruh kita berdakwah dengan cara
> yang bijak. Dalam berdialog dengan umat lain,
> Alquran juga menyuruh kita melakukannya dengan cara
> yang lebih baik.
> 
> Terlalu Tekstual
> Apabila agama menyuruh berbuat amar ma'ruf nahyi
> munkar, sama sekali bukanlah rekomendasi agama untuk
> bersikap keras dan anarkis. Tetapi pengertian yang
> memaknakan peran check and balance agama dalam
> mengawasi berbagai patologi sosial yang muncul ke
> permukaan. Terlebih dalam konteks negara yang
> beradab, seyogianya juga dengan keharusan
> menghormati asas-asas konstitusi sebagai bentuk
> kesepakatan etis dan kontrak sosial bersama.
> 
> 
> Jelas kekerasan bukan murni berasal dari doktrin
> agama (baca: Islam doktrin), melainkan dari
> pembacaan historis jihad yang terlalu tekstual.
> Perlu pembacaan ulang secara seksama perjalanan
> sejarah umat Islam selama ini terutama setelah
> Rasulullah Saw. Wafat, di mana instabilitas politik
> kerap mewarnai perjalanan umat Islam.
> 
> 
> Hal ini penting agar kita tidak terjebak mengikuti
> akibat yang terjadi, tetapi lebih kepada mempelajari
> berbagai penyebab yang mengitarinya agar kemudian
> konflik antarsesama itu bisa dihindari sejak dini.
> Saat ini kita hidup di masa perdamaian dan
> kesejajaran semua bangsa dan umat manusia lebih
> sering berkumandang. 
> 
> 
> Sebagai pengibrah sejarah yang cerdas, hendaknya
> kita tidak terperosok ke lubang yang sama lebih dari
> dua kali. Kita mesti berani beranjak dari sejarah
> perang dan ekspansif ke era perdamaian.
> 
> 
> Kenyataan di atas mengamanahkan kepada kita
> bagaimana menerjemahkan secara arif kondisi
> "kekerasan absolut" dan "perdamaian absolut".
> Artinya, apapun yang terjadi Islam harus bersikap
> keras terhadap yang lain maupun pemahaman. Apapun
> yang terjadi Islam harus tunduk kepada penganiayaan
> pihak lain semata alasan perdamaian.
> 
> Dua sikap ini tidak mencerminkan keadilan dan
> kesejajaran kemanusiaan yang justru terselip rapih
> dalam ajaran Islam. 
> 
> Penulis adalah Ketua Umum Perwakilan PERSIS Mesir.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> Commonality & Shared Destiny.
> http://www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
>
__________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari:
> ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only:
> ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email:
> ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
> <*> To unsubscribe from this group, send an email
> to:
>     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> 
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
>  
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------
> Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg
> akrab, santai tapi serius dan penuh persahabatan dg
> seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar
> negeri serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat
> Tanah Air, silahkan bergabung dg milis
> ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
> ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
> Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
> Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ; 
> Situs beasiswa/scholarship:
> http://informasi-beasiswa.blogspot.com
>
--------------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: