[polines] Re: FW: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup

biasa wong wedok , di buat dari tulang yang bengkok
dilurusin patah , didiamin tetap bengkok.
nek aktifis perempuan protes karo pak mario teguh yo memper
soale biasane ndugem :)
ayo mas deky kami tunggu tulisan tulisannya biar kita semua tambah terbuka
wawasannya
eh mas nomermu ganti yo kok wingi tak sms rak tekan
kapan tanding futsale karo vetco gray


Thank you and have a nice day
Regards


Erik Ardiansyah


                                                                                
                                                       
                      "Desi Dian                                                
                                                       
                      Kautsar"                 To:       
<polines@xxxxxxxxxxxxx>                                                       
                      <desi.dian@xxxxxx        cc:                              
                                                       
                      son.com.sg>              Subject:  [polines] Re: FW: 
[FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup             
                      Sent by:                                                  
                                                       
                      polines-bounce@fr                                         
                                                       
                      eelists.org                                               
                                                       
                                                                                
                                                       
                                                                                
                                                       
                      03/05/2010 06:20                                          
                                                       
                      PM                                                        
                                                       
                      Please respond to                                         
                                                       
                      polines                                                   
                                                       
                                                                                
                                                       
                                                                                
                                                       




mOOnggo mas DQ..
kita tunggu artikelnya..

________________________________

From: polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx on behalf of Cahyono Widiyanto
Sent: Fri 3/5/2010 9:35 AM
To: polines@xxxxxxxxxxxxx; expoltek@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [polines] Re: FW: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup


 <http://172.16.17.17
/exchange/dESi.dIAN@xxxxxxxxxxxxxxxx/Drafts/RE:%20[polines]%20Re:%20FW:%20[FUPM]%20Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup.EML/1_multipart/image001.jpg>


Setuju mas, sudah lama tidak menikmati "dibaca diwaktu senggang"



Best Regards,

Cahyono

________________________________

From: polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx [mailto:polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx] On
Behalf Of Tri Cahyono
Sent: Friday, March 05, 2010 8:37 AM
To: polines@xxxxxxxxxxxxx; expoltek@xxxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [polines] Re: FW: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup



Mas DQ nulisnya diforum ini saja toh ntar kalo ada complain sebatas dari
rekan-rekan Kita saja.



-------Original Message-------



From: L Soedarto, Deky Werdoko (GE Infra, VG Oil & Gas) <
mailto:deky.werdoko@xxxxxx>

Date: 03/05/10 08:08:41

To: polines@xxxxxxxxxxxxx;  expoltek@xxxxxxxxxxxxxxxx

Subject: [polines] Re: FW: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup



Memang aneh jaman sekarang.... Ngasih wejangan baik kok diprotes... baiknya
kalau setuju monggo, kalau nggak ya di ignore...gitu aja kok repot...cari
sensasi saja pemrotesnya.

Hakikat agama...seseorang harus ber iman dulu setahu saya...tetapi kalau
sekarang, yang ngakunya perkembangan jaman, banyak pakai logika yang
dilandasi nafsu...



Itu salah satu alasan saya berhenti nulis saat ini...takut saya hanya pakai
logika, atau membuat orang lain kurang berkenan...

Sing penting...saling mendokan dalam kesabaran dan kebenaran...



Suwun

DQ



________________________________

From: polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx [mailto:polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx] On
Behalf Of Desi Dian Kautsar
Sent: Friday, March 05, 2010 6:45 AM
To: polines@xxxxxxxxxxxxx
Subject: [polines] Re: FW: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup



Zalam Zuper masAjiSaka...!



________________________________

From: polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx [mailto:polines-bounce@xxxxxxxxxxxxx] On
Behalf Of Himawan Ajisaka
Sent: Thursday, March 04, 2010 12:10 PM
To: polines@xxxxxxxxxxxxx
Subject: [polines] FW: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup




To: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim
Subject: [FUPM] Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup





http://lenakei.multiply.com/journal/item/485/Mario_Teguh_Perempuan_dan_Pasangan_Hidup



Dialog Metro TV tadi pagi menghadirkan motivator kondang Mario Teguh dan
Direktur Eksekutif Jurnal Perempuan, Mariana. Topiknya, seputar postingan
Mario Teguh di situ jejaring sosial Twitter yang memicu kontroversi
sehingga Mario sampai memutuskan untuk menutup akun Twitternya.

Postingan yang kontroversial itu menyangkut wejangan Mario soal memilih
calon pasangan hidup yang baik. Salah satu point wejangan  yang ditulis
Mario adalah "Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang
sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin
direncanakan jadi istri" yang ternyata memicu polemik.

Saya tidak tahu sedahsyat apa polemik yang terjadi (karena akunnya keburu
ditutup dan saya enggak bisa menelusuri tanggapan-tanggapan atas pernyataan
tersebut). Tapi saya menduga, banyak kaum perempuan yang keberatan dengan
point yang ditulis Mario itu ditambah melihat nara sumber pembanding yang
dhadirkan dalam dialog Metro TV tadi pagi adalah aktivis perempuan dari
Jurnal Perempuan.

Saya pribadi, sebagai perempuan, tidak keberatan apalagi tersinggung dengan
pernyataan itu dan merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan
Mario Teguh itu. Jadi, kenapa harus diributkan? Kalau dugaan saya benar
bahwa banyak kaum perempuan yang keberatan dengan pernyataan itu, adakah
argumen yang masuk akal untuk menyalahkan pernyataan itu?

Rasanya dari sisi manapun, sulit mengatakan bahwa kaum perempuan yang suka
melakukan hal yang disebutkan Mario di atas adalah perempuan yang baik.
Nilai-nilai moral dan sosial yang berlaku universal saja, rasanya sulit
menerima jika keluar malam, begadang sampai pagi, merokok dan mabuk
(apalagi dilakukan oleh seorang perempuan) dianggap sebagai sebuah
kepantasan. Bahkan di negara Barat yang pergaulannya bebas sekalipun.

Perempuan yang baik tentu paham mana yang pantas dan tidak pantas. Dan saya
yakin, laki-laki manapun pasti berpikir dua kali untuk menjadikan perempuan
seperti yang disebut Mario sebagai calon isteri, kecuali laki-laki yang
bersangkutan punya kebiasaan yang sama.

Ini sekedar pendapat pribadi saja, tanpa bermaksud memandang rendah siapa
pun atau membanggakan diri sebagai perempuan baik-baik. Pengalaman pernah
meliput dunia hiburan memberi pemahaman pada saya, bahwa kehidupan
(hiburan) malam hampir pasti dekat dengan kemaksiatan.

Anyway, saya salut dengan sikap Mario Teguh yang rendah hati mau minta maaf
atas pernyataannya itu, meski menurut saya hal itu tidak perlu dilakukan
seorang Mario Teguh.

Tapi sebenarnya ada hal penting yang saya catat dari dialog di Metro TV
tadi pagi. Ini terkait dengan pernyataan Direktur Eksekutif Jurnal
Perempuan, Mariana yang mengatakan bahwa Mario Teguh sudah mirip seorang
ahli agama dan bukan motivator terkait pernyataan Mario di atas.

Jujur saja, saya sempat tercengang mendengar tudingan itu dilontarkan
seorang aktivis perempuan yang organisasinya selama ini dikenal sebagai
pembela hak-hak asasi perempuan. Kalau Mariana memprotes Mario berdasarkan
alasan bias gender, saya mungkin masih maklum. Biasalah .... wacana
feminisme. Tapi kalau sudah disangkutpautkan dengan agama, menurut saya
sangat serius. Adakah agama yang merendahkan kaum perempuan sedemikian
rupa, sehingga membolehkan kaum perempuannya keluyuran malem untuk tujuan
bersenang-senang, apalagi merokok dan mabuk? Rasanya enggak ada yang agama
yang seperti itu.

Pernyataan Mariana mengisyaratkan bahwa masalah mencari jodoh tidak ada
sangkut pautnya dengan agama. Sebuah karakter sekularisme yang ingin
menjauhkan agama dari aspek kehidupan manusia. Buat kaum Muslimin, tentu
saja pernyataan Mariana tak berlaku. Karena agama adalah pertimbangan
penting ketika seseorang mencari pasangan hidup.

Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah hadisnya yang mengatakan, "Perempuan
dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan
karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang baik agamanya, maka engkau
akan beruntung."

(Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, al-Nasa'i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad
ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra.)

Pada akhirnya, saya cuma mengelus dada mendengar pernyataan Mariana dan
makin membuat saya makin skeptis dengan wacara feminisme dan perjuangan
membela hak asasi perempuan yang didengung-dengungkan para aktivis
perempuan yang cenderung sekular ini. Buat mereka, atas nama hak asasi
perempuan, perempuan yang suka keluar malam dan begadang sampai pagi adalah
hal wajar.

Suara mereka begitu lantang ketika ada kaum perempuan dari kelompok ini
yang mereka anggap sudah dilanggar hak-haknya. Tapi ketika ada perempuan,
muslimah yang dilanggar hak-haknya, seperti dilarang mengenakan jilbab di
tempat kerjanya, suara para aktivis perempuan itu nyaris tak terdengar.
Membela hak kaum perempuan seharusnya juga memuliakan kaum perempuan.
Bukankah begitu?
--
--

----------------------------
Tingkatakan amal ,ibadah dan dawah









 <
http://www.incredimail.com/app/?tag=default_stamp&id=509&lang=9&rui=116273361
>

(See attached file: image001.jpg)(See attached file: image002.gif)

Attachment: image001.jpg
Description: JPEG image

Attachment: image002.gif
Description: GIF image

Other related posts: