[pistons92] The Two Immutable Law

I. Hukum Pertama : The Law of Continous Supply of Stupidity

Misalkan pada suatu hari anda sedang naik mobil, tiba tiba di depan
anda
terdapat becak yg nyelonong seenaknya dan membuat anda kaget
membanting
stir ke kanan. secara otomatis otak anda memerintahkan sel sel syaraf
utk
mengirimkan command ke mulut anda. automatically, anda pun berteriak
"ooo.. dasar becak goblok..". Tukang becak itu pun secara otomatis
akan
menjawab, tentu saja dengan amplituda suara yg lebih kecil :"ya kalo
pinter saya ndak mbecak pak.."

Nah, Misalkan anda mempunyai kapabilitas untuk mengambil satu tukang
mbecak tadi untuk mengajarinya berbagai macam ilmu, maka tukang becak
tadi
akan menjadi pintar. akibat dari kepintarannya ini, dia melihat
berbagai
peluang lain untuk mendapatkan nasib lebih baik. sebagai akibatnya,
tukang
becak ini akan berhenti mbecak. Konsekwensinya, becak milik juragan
becak
ini ndak ada yg narik. persis seperti aliran elektron akibat adanya
beda
potensial, yg menyebabkan adanya "hole", "hole" becak ini akan diisi
oleh
calon tukang becak potensial yg lain, yg memang kepingin mbecak.
akibatnya, ketika anda nyetir mobil di jalan, kemungkinan besar anda
akan mengalami kejadian yg sama. "ya kalo pinter saya ndak mbecak
pak.."

Dengan demikian, jika laju kedatangan orang yg kita anggap goblok ini
jauh lebih tinggi daripada orang pinter, maka untuk tiap orang pinter,
tersedia banyak sekali orang goblok. dengan demikian, maka sisa orang
goblok yg ada pada suatu waktu tertentu x adalah :

t = x
__
/
| [ g(t) - p(t) ] dt
|
_/
t = 0

( intergral dari g(t) - p(t) dari t = 0 ke t = x )

dimana :

g(t) = jumlah orang goblok sebagai fungsi waktu
p(t) = jumlah orang pinter sebagai fungsi waktu

perhatian : hukum ini tidak berlaku untuk orang yg mbecak karena
kepingin
olah raga.



II. Hukum Kedua : The Law of the Stupid-Rich - Smart-Poor Pyramid

Misalkan anda sebagai engineer menjumpai orang2 yg goblok tapi kaya.
anda
sebagai orang pinter bertanya tanya :" kok bisa orang goblok goblok
ini kaya ?" , "dia kan ndak sekolah ? "

Nah, hal ini dapat diterangkan sebagai berikut :

Anda telah memilih jalan hidup sebagai orang pinter, dimana per
definisi
adalah "orang yang mencari hidup dengan menjual kepintarannya".
kepintaran
itu sendiri adalah hal yang tidak bisa langsung mengenyangkan perut.
agar
bisa mengenyangkan perut, pintar itu harus dikonversi. cara
mengkonversinya
adalah dengan menjual kepintaran anda, pada orang yg tidak sekolah
dan tidak tahu apa apa, tidak mengerti integral dan diferensial
tingkat 2,
tidak lulus kalkulus I, II, dan III, gagal memahami hukum newton dan
mekanika, susah mencerna hukum hukum termodinamika, kagum dan
terpesona melihat aplikasi ilmu robotika, tapi dia KAYA.

Hal ini lebih merupakan konsekwensi dari jalan hidup yang anda pilih,
yaitu menjadi orang-pinter. agar anda bisa makan, anda butuh orang yg
goblok, tapi kaya. perjumpaan ini akan terjadi karena sifatnya
memang "yin dan yang", saling melengkapi.

Karena itulah anda akan jarang sekali menjumpai orang yg pinter tapi
kaya, dia pasti tidak butuh anda, karena dia sudah punya semuanya...

Anda juga akan jarang bahkan malas menjumpai orang yg pinter tapi
miskin,
karena dia pasti adalah saingan anda...

Anda bahwa akan lebih muales lagi ketemu orang goblok tapi miskin,
karena kemungkinan besar dia adalah tukang becak pada hukum pertama.

Dengan demikian, telah diuraikan bahwa anda akan selalu terhimpit
didalam piramida ini. akan susah sekali bagi anda utk naik ke puncak
piramida, terutama sekali karena :

1. sifat utama dari pintar adalah nearly irreversible. sekali anda
pintar,
maka hampir tidak mungkin anda bisa kembali menjadi goblok.
2. anda nggak pegang uang..

dengan demikian, diperlukan energi eksitasi yg sangat besar untuk bisa
naik ke orbital "goblok tapi kaya"




Other related posts: