[pistons92] Sudah pernah baca?Delete saja.
- From: Hasta Purnama <h.purnama@xxxxxxxxxx>
- To: pistons92@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Tue, 17 Dec 2002 18:31:09 +0700
Dengan Hormat.
Rekayasa Genetika
Sang engineer akhirnya bisa menemui Tuhan. Dengan sombong, dia
berkata,
"Hai Tuhan. Lama-lama aku bisa menjadi Tuhan juga. Aku bisa
menciptakan
makhluk hidup, bahkan bisa menciptakan manusia."
Tuhan berfirman, "Coba buktikan."
Maka sang engineer membungkuk, dan mengambil debu dan
tanah-tanah. Tetapi
Tuhan bertanya, "Apa yang kau lakukan? Ayo, jangan main tanah.
Buatlah
makhluk hidup."
Kata sang engineer, "Aku akan membuat manusia dari tanah."
Dan Tuhan menjawab, "Tidak boleh. Itu tanah kepunyaanku. Kamu
harus pakai
tanahmu sendiri."
Putri Katak
Sang engineer berjalan cepat melintasi tepi sungai, ketika
terdengar suara
panggilan. Setelah diamati, ternyata suara itu berasal dari
seekor katak.
"Hai tunggu," kata si katak, "Aku sebenarnya putri yang cantik,
tapi
sedang dikutuk. Tapi kalau kamu menciumku, aku bisa jadi putri
lagi.
Ciumlah aku!"
Dengan hati-hati si engineer memungut si katak, lalu
memasukkannya ke saku
jaketnya.
Si katak berteriak, "Hai, ciumlah aku! Kalau aku sudah jadi
putri, aku mau
jadi pacarmu semalam." Si engineer cuma tersenyum kecil.
"Iya deh, nggak semalam. Seminggu penuh deh!!!" teriak si
katak. Si
engineer senyum lebar, mengeluarkan katak dari saku,
mengelus-elusnya,
kemudian memasukkan kembali ke saku.
Si katak berteriak putus asa, "Ya deh, aku mau jadi pacar kamu
seumur
hidup. Tapi cium aku dong. Nanti aku jadi putri yang cantik
sekali, yang
akan menemani kamu selamanya."
Akhirnya si engineer buka suara juga. "Hey. Tahu nggak. Aku itu
engineer.
Aku nggak punya waktu buat pacaran. Tapi punya katak yang bisa
bicara,
keren juga."
Hukuman Pancung
Di sini akan dijelaskan karakteristik khas engineer, yaitu
memiliki
pengabdian yang mendalam dan membabi buta pada profesinya.
Zaman pemberontakan. Seorang pendeta, ahli hukum, dan engineer
ditangkap,
dan dijatuhi hukuman mati dengan guillotine.
Tibalah saat pelaksanaan hukuman mati. Setelah diundi, pendeta
harus mati
lebih dulu, disusul ahli hukum, dan terakhir si engineer.
Pendeta meletakkan leher di balok guillotine. Tuas dilepas.
Tapi pisau
bergeming. Si pendeta berdiri dan mengatakan ia telah
diselamatkan oleh
Tuhan. Ia pun dibiarkan pergi.
Giliran si ahli hukum dipaksa meletakkan leher di balok. Tuas
dilepas.
Tapi pisau maih terdiam saja. Si ahli hukum berdiri dan
mengatakan bahwa
seorang tersangka hanya boleh dihukum satu kali untuk sebuah
kesalahan.
Maka ia pun boleh pergi.
Terakhir, si engineer meletakkan kepalanya di leher balok. Ia
mengintip ke
arah pemicu katrol. Lalu ia berkata, "Tunggu. Sekarang aku tahu
kenapa
alatnya macet ...."
Tebakan Kelas Tinggi
Si programmer dan engineer berada dalam sebuah perjalanan
panjang di
pesawat terbang. Si engineer tidur dengan lelap. Tapi si
programmer duduk
gelisah. Setelah lama bingung mencari kegiatan, si programmer
membangunkan
engineer dan mengajak main tebak-tebakan. Si engineer yang
malas cuma
menggeleng dan mencoba kembali tidur.
"Ayo dong," desak si programmer, "Kita pakai taruhan. Yang
kalah bayar
sepuluh ribu ke yang menang." Si engineer masih menolak dengan
halus.
"Begini saja," kata programmer, "Kalau aku nggak bisa jawab
pertanyaanmu,
aku bayar seratus ribu. Kalau kamu nggak bisa jawab
pertanyaanku, kamu
bayar sepuluh ribu saja."
Si engineer bosan diganggu, dan terpaksa setuju. Maka si
programmer
mengajukan pertanyaan pertama, "Berapa jarak dari Matahari ke
planet
Pluto?" Si engineer langsung menyerah dan menyerahkan sepuluh
ribu rupiah.
Si programmer dengan sukacita menantang pertanyaan dari
engineer. Maka si
engineer bertanya, "Apa yang naik dengan tiga kaki dan turun
dengan lima
kaki?"
Si programmer bingung. Tapi ia tak mau menyerah. Maka ia membuka
notebooknya, dan mencari berbagai referensi. Setelah gagal, ia
menyambungkan modem radio, dan mencari referensi ke Internet.
Masih gagal,>
ia berkirim mail ke seluruh mail list yang diikutinya untuk
menanyakan
soal itu. Tapi tidak ada yang bisa menjawab.
Putus asa, ia menyerahkan seratus ribu rupiah ke engineer yang
masih
terkantuk-kantuk. Si engineer tenang menerimanya dan
memasukkannya ke
saku.
Si programmer, penasaran, membangunkan si engineer, dan
bertanya lagi,
"Jadi, apa jawabannya?"
Dengan malas, si engineer menggelengkan kepala, mengeluarkan
sepuluh ribu
rupiah, menyerahkannya ke si programmer, lalu tidur lagi.
Ilmu Karcis
Setelah membaca kisah ini, Anda akan suka mengaplikasikan
formula Erlang.
Sekelompok engineer dan matematikawan naik kereta bersama untuk
menghadiri
workshop. Setiap matematikawan membawa selembar karcis. Tapi
para engineer
hanya punya selembar karcis untuk semua orang. Tentu saja, para
matematikawan menertawai ketololan kelompok engineer.
Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke
kamar kecil.
Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak,
"Karcisnya, Pak."
Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar kamar kecil.
Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun
keluar dari
kamar kecil.
Para matematikawan merasa kecele.
Pulang dari workshop, para matematikawan hanya membeli selembar
karcis.
Tapi para engineer tidak membeli karcis selembar pun. Para
matematikawan
kembali menertawai keanehan pada engineer.
Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar
kecil. Dan para
matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah
satu engineer
keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para
matematikawan,
dan berteriak, "Karcisnya, Pak!"
Pendekatan
Seorang engineer dan seorang matematikawan sedang bersaing
memperebutkan
seorang gadis (pasti ilmuwan deh).
Kata si gadis, "Kalian boleh mendekatiku. Tapi berapa pun
langkah kalian
mendekatiku, aku akan segera menjauh dengan jarak setengahnya."
Kata si matematikawan, "Wah, dengan demikian, aku tak akan bisa
mencapaimu
selamanya. Ini pasti penolakan yang halus."
Tapi kata engineer, "Memang aku tak mungkin mencapaimu. Tapi
kita bisa
berada cukup dekat untuk melaksanakan hal praktis sehari-hari."
Soal Harga
Sore di taman. Dua engineer berpapasan. Satu sedang jogging dan
satu
mengendarai sepeda yang bagus.
"Hai, sepedamu bagus. Baru ?"
"Bisa dibilang baru. Ada gadis manis memberikannya padaku tadi."
"Baik sekali! Bagaimana ceritanya ?"
"Aku juga heran. Tadi aku sedang jogging. Gadis manis itu naik
sepeda ini.
Dia berhenti, mengerlingkan mata, lalu turun. Kami jalan
bersama sebentar.
Tiba-tiba dia mengajakku masuk ke semak-semak. Di sana dia
membuka seluruh
pakaiannya. Lalu katanya, 'sekarang, ambillah milikku yang paling
berharga'. Ada training pack, ada sepatu, dan ada sepead. Jadi
aku ambil
sepedanya."
"Ya dong. Tentu. Lagipula training pack dan sepatunya belum
tentu seukuran
dengan kamu."
Cinta Prototype
Seorang engineer sedang melakukan ujicoba kendaraan mini
fully-automatic
di sebuah jalan sepi. Tapi tak disangka, sebuah jeep besar
melintas cepat
masuk ke jalan itu. Tabrakan tak dapat dielakkan. So mobil mini
hancur.
Sambil terengah-engah, si engineer berteriak,
"Ya ampun. Apa yang kamu lakukan? Hancur sudah prototype RXW-1007
satu-satunya di dunia!"
Kata si penabrak, "Maafkan saya. Tapi kenapa memikirkan mobil?
Anda
sendiri luka parah. Tangan kiri Anda hancur terlindas. Dan ..."
Dengan kaget, si engineer menegok tangan kirinya yang nyaris
putus, lalu
berteriak,
"Ya ampunnnnnnnn. Hancur juga prototype jam-komunikator-multimedia
GRF-5505 satu-satunya di dunia !!!!!"
Istri atau Pacar?
Tiga engineer berbincang santai. Di luar kebiasaan, kali ini
mereka
memperbincangkan soal istri dan pacar.
"Saya lebih suka punya pacar," kata engineer pertama. "Lebih
bebas. Tidak
terikat waktu. Dan lebih mesra."
"Istri justru lebih mesra," kata engineer kedua. "Lagipula
lebih santai.>
Dan jelas kita lebih terurus, sehingga bisa berfokus lebih
banyak pada
engineering."
"Kalau saya, lebih suka punya istri dan pacar sekaligus," kata
engineer
ketiga. "Malam-malam, istri saya mengira saya sedang serong ke
pacar saya.
Pacar saya mengira saya kembali ke istri saya. Padahal saya
lagi asyik
dengan eksperimen di lab, tanpa gangguan."
Perancang Anatomi
Tiga engineer muda asyik berdebat. Topiknya adalah tentang anatomi
manusia. Mereka bersitegang tentang siapa sebenarnya perancang
anatomi
manusia itu.
"Pasti engineer mesin," kata engineer pertama. "Lihat, sistem
kendali
mekaniknya yang nyaris sempurna. Tarikan katrol dan
pengungkitan yang
halus, serta ..."
"Itu artinya bukan engineer mesin, tapi engineer elektro,"
tukas engineer
kedua. "Yang kamu tunjukkan berkaitan dengan sistem kendali
syaraf yang
luar biasa presisinya."
Kata engineer ketiga, "Menurut aku sih, pasti engineer sipil.
Siapa lagi
yang punya kebiasaan menempatkan saluran limbah berdekatan
sekali dengan
kawasan rekreasi."
Perancang Anatomi
Charles Proteus Steinmetz adalah engineer elektrik handal yang
terkenal,
yang dulu bekerja di General Electric. Pernah meja-meja kerja
di GE diberi
tanda 'No Smoking'. Steinmetz segera menambahi tulisan di
bawahnya,
sehingga terbaca 'No Smoking, No Steinmetz', lalu ia pulang.
Tak lama
kebijakan itu dicabut.
Setelah Steinmetz pensiun, pernah GE mengalami kerusakan mesin
yang parah.
Karena tak ada satu engineer pun yang dapat menangani, akhirnya
Steinmetz
dipanggil kembali sebagai konsultan.
Steinmetz berkeliling mesin-mesin, mengukur di sana-sini, dan
mencatat di
sebuah buku kecil. Beberapa saat kemudian, ia mengambil kapur
tulis, dan
memberi tanda silang 'X' besar di sebuah modul. Para engineer
melepas
modul itu, dan segera menemukan kerusakan di bagian itu.
Setelah bagian
itu diganti, mesin berfungsi normal.
Steinmetz menagih GE sebesar $10000. Tapi eksekutif GE
berkeberatan.
Mereka bilang, "Masa hanya untuk sebuah tanda silang, kita
harus bayar
sedemikian besar." Maka mereka meminta Steinmetz untuk
memberikan rincian
tagihan.
Steinmetz pun membuat rincian sebagai berikut:
Membuat tanda silang $ 1.00
Menentukan posisi tanda silang $ 9999.00
Total $ 10000.00
Volume Tabung
Tiga orang (tiga melulu yah) diperintahkan untuk mengukur
tabung dengan
alas bulat tapi ujung mencorong.
Orang pertama, matematikawan, mengukur diameter tabung dan
sisi-sisi
lainnya, kemudian melakukan perhitungan integral tingkat tiga.
Orang kedua, fisikawan, memasukkan air ke dalam tabung, kemudian
mengeluarkan air ke gelas ukur, dan membaca volumenya.
Orang ketiga, engineer, membaca nomor seri di bawah tabung,
kemudian
mengambil buku di pojok lab untuk membaca jenis tabung, bahan, dan
volumenya.
Alat Tulis
Cerita ini terjadi di masa perlombaan teknologi luar angkasa,
antara
Amerika Serikat melawan Uni Soviet.
NASA, menemukan bahwa pena yang bekerja dengan gravitasi itu
tidak dapat
bekerja di luar angkasa, merancang pena jenis baru yang
memiliki tekanan
internal. Tekanan tinta dikendalikan oleh genggaman pemakai.
Untuk sistem
sensor dan sebagainya, dihabiskan dana mencapai satu juta
dollar. Namun
demikian, pena ini bekerja dengan baik sekali.
Pihak Uni Soviet, mengalami masalah yang sama, memutuskan untuk
menggunakan pensil.
Tinggi Tiang
Beberapa engineer muda sedang berbincang di bawah tiang
bendera. Mereka
sedang membandingkan cara terbaik untuk menghitung tinggi tiang
itu.
Sedang asyik-asyiknya berbincang, datanglah seorang engineer
senior.
Setelah mengetahui persoalannya, si engineer senior mengangkat
tiang itu,
merebahkannya ke tanah, mengeluarkan meteran dari sakunya, dan
mulai
mengukur.
"Tiga meter delapan puluh dua centimeter. Mudah kan? Cepat dan
praktis."
Seorang engineer muda menyanggah, "Tapi kita mau mengukur
tinggi tiang,>
bukan panjang tiang."
Mengganti Bola Lampu
Pertanyaan : Berapa engineer yang diperlukan untuk mengganti
bola lampu?
Engineer sipil: Satu tim lengkap. Dan beri saya satu minggu untuk
merancang project management ini.
Spesialis windows-2000: Satu orang. Tapi harus dilakukan
reinstalasi rumah
secara keseluruhan.
Spesialis linux: Satu orang. Dan tidak perlu lampu baru. Cukup
dilakukan
rekompilasi pada source code lampu itu.
Engineer telekomunikasi: Satu orang, untuk mengoperasikan
perangkat remote
maintenance dengan inframerah terhadap lampu.
Engineer pengairan: Lima orang. Satu untuk melepas lampu dan
menggantinya.
Empat untuk membereskan perahu apung dan mengeringkan ruangan
dari air
kolam.
Engineer arsitektur: Ruangan itu dirancang untuk menerima
cahaya alami.
Lampu itu tidak rusak. Dari awal memang dipasang hanya sebagai
asesori,
dan memang tidak bisa menyala.
Spesialis C++: Tergantung, apakah lampu yang rusak itu bertipe
lampu real,
ataukah hanya instansiasi dari kelas lampu.
Teoretisi chaos: Tidak perlu orang. Biarkan saja kupu-kupu itu
mengepakkan
sayapnya sekali lagi.
Mekanikawan kuantum: Karena posisi dan momentum lampu tak dapat
ditetapkan
bersamaan, kita perlu satu ruangan penuh engineer yang ditutup
matanya.
Saat menerima sinyal, mereka semua harus melepaskan tutup mata,
dan
mengamati kawasan di mana lampu rusak mungkin berada. Yang
terdekat dengan
lampu itu harus mengganti lampu secepat-cepatnya, sebelum
fungsi gelombang
bergeser.
Mahasiswa teknik semester 1: Tidak tahu. Kami belum belajar
soal itu.
Mahasiswa teknik semester 2: Tidak tahu. Itu materi semester 3.
Mahasiswa teknik semester 3: Sudah lupa. Itu ternyata materi
semester 2.
Mahasiswa teknik tingkat akhir: Ini bocoran soal ujian skripsi ya?
Alumni baru fakultas teknik: Itu tergantung beberapa hal.
Dosen fakultas teknik: Saya berkeberatan menjawab pertanyaan
kalau itu
dimaksudkan untuk menjatuhkan saya.
Pakar engineering terapan: Anda sebenarnya cuma bertanya, atau
sedang
meminta bantuan saya untuk mengganti lampu?
Terima Kasih.
--
Menur 29A Surabaya 60116 Indonesia
62-31-5941153 62-8155027690
Other related posts: