[pistons92] Sudah pernah baca?Delete saja.

Dengan Hormat.

 Rekayasa Genetika
 Sang engineer akhirnya bisa menemui Tuhan. Dengan sombong, dia
 berkata,
 "Hai Tuhan. Lama-lama aku bisa menjadi Tuhan juga. Aku bisa
 menciptakan
 makhluk hidup, bahkan bisa menciptakan manusia."
 Tuhan berfirman, "Coba buktikan."
 Maka sang engineer membungkuk, dan mengambil debu dan
 tanah-tanah. Tetapi
 Tuhan bertanya, "Apa yang kau lakukan? Ayo, jangan main tanah.
 Buatlah
 makhluk hidup."
 Kata sang engineer, "Aku akan membuat manusia dari tanah."
 Dan Tuhan menjawab, "Tidak boleh. Itu tanah kepunyaanku. Kamu
 harus pakai
 tanahmu sendiri."

 Putri Katak
 Sang engineer berjalan cepat melintasi tepi sungai, ketika
 terdengar suara
 panggilan. Setelah diamati, ternyata suara itu berasal dari
 seekor katak.
 "Hai tunggu," kata si katak, "Aku sebenarnya putri yang cantik,
 tapi
 sedang dikutuk. Tapi kalau kamu menciumku, aku bisa jadi putri
 lagi.
 Ciumlah aku!"
 Dengan hati-hati si engineer memungut si katak, lalu
 memasukkannya ke saku
 jaketnya.
 Si katak berteriak, "Hai, ciumlah aku! Kalau aku sudah jadi
 putri, aku mau
 jadi pacarmu semalam." Si engineer cuma tersenyum kecil.
 "Iya deh, nggak semalam. Seminggu penuh deh!!!" teriak si
 katak. Si
 engineer senyum lebar, mengeluarkan katak dari saku,
 mengelus-elusnya,
 kemudian memasukkan kembali ke saku.
 Si katak berteriak putus asa, "Ya deh, aku mau jadi pacar kamu
 seumur
 hidup. Tapi cium aku dong. Nanti aku jadi putri yang cantik
 sekali, yang
 akan menemani kamu selamanya."
 Akhirnya si engineer buka suara juga. "Hey. Tahu nggak. Aku itu
 engineer.
 Aku nggak punya waktu buat pacaran. Tapi punya katak yang bisa
 bicara,
 keren juga."

 Hukuman Pancung
 Di sini akan dijelaskan karakteristik khas engineer, yaitu
 memiliki
 pengabdian yang mendalam dan membabi buta pada profesinya.
 Zaman pemberontakan. Seorang pendeta, ahli hukum, dan engineer
 ditangkap,
 dan dijatuhi hukuman mati dengan guillotine.
 Tibalah saat pelaksanaan hukuman mati. Setelah diundi, pendeta
 harus mati
 lebih dulu, disusul ahli hukum, dan terakhir si engineer.
 Pendeta meletakkan leher di balok guillotine. Tuas dilepas.
 Tapi pisau
 bergeming. Si pendeta berdiri dan mengatakan ia telah
 diselamatkan oleh
 Tuhan. Ia pun dibiarkan pergi.
 Giliran si ahli hukum dipaksa meletakkan leher di balok. Tuas
 dilepas.
 Tapi pisau maih terdiam saja. Si ahli hukum berdiri dan
 mengatakan bahwa
 seorang tersangka hanya boleh dihukum satu kali untuk sebuah
 kesalahan.
 Maka ia pun boleh pergi.
 Terakhir, si engineer meletakkan kepalanya di leher balok. Ia
 mengintip ke
 arah pemicu katrol. Lalu ia berkata, "Tunggu. Sekarang aku tahu
 kenapa
 alatnya macet ...."

 Tebakan Kelas Tinggi
 Si programmer dan engineer berada dalam sebuah perjalanan
 panjang di
 pesawat terbang. Si engineer tidur dengan lelap. Tapi si
 programmer duduk
 gelisah. Setelah lama bingung mencari kegiatan, si programmer
 membangunkan
 engineer dan mengajak main tebak-tebakan. Si engineer yang
 malas cuma
 menggeleng dan mencoba kembali tidur.
 "Ayo dong," desak si programmer, "Kita pakai taruhan. Yang
 kalah bayar
 sepuluh ribu ke yang menang." Si engineer masih menolak dengan
 halus.
 "Begini saja," kata programmer, "Kalau aku nggak bisa jawab
 pertanyaanmu,
 aku bayar seratus ribu. Kalau kamu nggak bisa jawab
 pertanyaanku, kamu
 bayar sepuluh ribu saja."
 Si engineer bosan diganggu, dan terpaksa setuju. Maka si
 programmer
 mengajukan pertanyaan pertama, "Berapa jarak dari Matahari ke
 planet
 Pluto?" Si engineer langsung menyerah dan menyerahkan sepuluh
 ribu rupiah.
 Si programmer dengan sukacita menantang pertanyaan dari
 engineer. Maka si
 engineer bertanya, "Apa yang naik dengan tiga kaki dan turun
 dengan lima
 kaki?"
 Si programmer bingung. Tapi ia tak mau menyerah. Maka ia membuka
 notebooknya, dan mencari berbagai referensi. Setelah gagal, ia
 menyambungkan modem radio, dan mencari referensi ke Internet.
 Masih gagal,>
 ia berkirim mail ke seluruh mail list yang diikutinya untuk
 menanyakan
 soal itu. Tapi tidak ada yang bisa menjawab.
 Putus asa, ia menyerahkan seratus ribu rupiah ke engineer yang
 masih
 terkantuk-kantuk. Si engineer tenang menerimanya dan
 memasukkannya ke
 saku.
 Si programmer, penasaran, membangunkan si engineer, dan
 bertanya lagi,
 "Jadi, apa jawabannya?"
 Dengan malas, si engineer menggelengkan kepala, mengeluarkan
 sepuluh ribu
 rupiah, menyerahkannya ke si programmer, lalu tidur lagi.

 Ilmu Karcis
 Setelah membaca kisah ini, Anda akan suka mengaplikasikan
 formula Erlang.
 Sekelompok engineer dan matematikawan naik kereta bersama untuk
 menghadiri
 workshop. Setiap matematikawan membawa selembar karcis. Tapi
 para engineer
 hanya punya selembar karcis untuk semua orang. Tentu saja, para
 matematikawan menertawai ketololan kelompok engineer.
 Saat kondektur hampir masuk, semua engineer bergegas masuk ke
 kamar kecil.
 Kondektur mengetuk pintu kamar kecil, dan berteriak,
 "Karcisnya, Pak."
 Sebuah tangan mengacungkan selembar karcis itu keluar kamar kecil.
 Kondektur memeriksa dan kemudian berlalu. Para engineer pun
 keluar dari
 kamar kecil.
 Para matematikawan merasa kecele.
 Pulang dari workshop, para matematikawan hanya membeli selembar
 karcis.
 Tapi para engineer tidak membeli karcis selembar pun. Para
 matematikawan
 kembali menertawai keanehan pada engineer.
 Saat kondektur hampir masuk, para engineer masuk ke kamar
 kecil. Dan para
 matematikawan masuk kamar kecil satunya. Tapi kemudian salah
 satu engineer
 keluar dari kamar kecil, mengetuk pintu kamar kecil para
 matematikawan,
 dan berteriak, "Karcisnya, Pak!"

 Pendekatan
 Seorang engineer dan seorang matematikawan sedang bersaing
 memperebutkan
 seorang gadis (pasti ilmuwan deh).
 Kata si gadis, "Kalian boleh mendekatiku. Tapi berapa pun
 langkah kalian
 mendekatiku, aku akan segera menjauh dengan jarak setengahnya."
 Kata si matematikawan, "Wah, dengan demikian, aku tak akan bisa
 mencapaimu
 selamanya. Ini pasti penolakan yang halus."
 Tapi kata engineer, "Memang aku tak mungkin mencapaimu. Tapi
 kita bisa
 berada cukup dekat untuk melaksanakan hal praktis sehari-hari."

 Soal Harga
 Sore di taman. Dua engineer berpapasan. Satu sedang jogging dan
 satu
 mengendarai sepeda yang bagus.
 "Hai, sepedamu bagus. Baru ?"
 "Bisa dibilang baru. Ada gadis manis memberikannya padaku tadi."
 "Baik sekali! Bagaimana ceritanya ?"
 "Aku juga heran. Tadi aku sedang jogging. Gadis manis itu naik
 sepeda ini.
 Dia berhenti, mengerlingkan mata, lalu turun. Kami jalan
 bersama sebentar.
 Tiba-tiba dia mengajakku masuk ke semak-semak. Di sana dia
 membuka seluruh
 pakaiannya. Lalu katanya, 'sekarang, ambillah milikku yang paling
 berharga'. Ada training pack, ada sepatu, dan ada sepead. Jadi
 aku ambil
 sepedanya."
 "Ya dong. Tentu. Lagipula training pack dan sepatunya belum
 tentu seukuran
 dengan kamu."

 Cinta Prototype
 Seorang engineer sedang melakukan ujicoba kendaraan mini
 fully-automatic
 di sebuah jalan sepi. Tapi tak disangka, sebuah jeep besar
 melintas cepat
 masuk ke jalan itu. Tabrakan tak dapat dielakkan. So mobil mini
 hancur.
 Sambil terengah-engah, si engineer berteriak,
 "Ya ampun. Apa yang kamu lakukan? Hancur sudah prototype RXW-1007
 satu-satunya di dunia!"
 Kata si penabrak, "Maafkan saya. Tapi kenapa memikirkan mobil?
 Anda
 sendiri luka parah. Tangan kiri Anda hancur terlindas. Dan ..."
 Dengan kaget, si engineer menegok tangan kirinya yang nyaris
 putus, lalu
 berteriak,
 "Ya ampunnnnnnnn. Hancur juga prototype jam-komunikator-multimedia
 GRF-5505 satu-satunya di dunia !!!!!"

 Istri atau Pacar?
 Tiga engineer berbincang santai. Di luar kebiasaan, kali ini
 mereka
 memperbincangkan soal istri dan pacar.
 "Saya lebih suka punya pacar," kata engineer pertama. "Lebih
 bebas. Tidak
 terikat waktu. Dan lebih mesra."
 "Istri justru lebih mesra," kata engineer kedua. "Lagipula
 lebih santai.>
 Dan jelas kita lebih terurus, sehingga bisa berfokus lebih
 banyak pada
 engineering."
 "Kalau saya, lebih suka punya istri dan pacar sekaligus," kata
 engineer
 ketiga. "Malam-malam, istri saya mengira saya sedang serong ke
 pacar saya.
 Pacar saya mengira saya kembali ke istri saya. Padahal saya
 lagi asyik
 dengan eksperimen di lab, tanpa gangguan."

 Perancang Anatomi
 Tiga engineer muda asyik berdebat. Topiknya adalah tentang anatomi
 manusia. Mereka bersitegang tentang siapa sebenarnya perancang
 anatomi
 manusia itu.
 "Pasti engineer mesin," kata engineer pertama. "Lihat, sistem
 kendali
 mekaniknya yang nyaris sempurna. Tarikan katrol dan
 pengungkitan yang
 halus, serta ..."
 "Itu artinya bukan engineer mesin, tapi engineer elektro,"
 tukas engineer
 kedua. "Yang kamu tunjukkan berkaitan dengan sistem kendali
 syaraf yang
 luar biasa presisinya."
 Kata engineer ketiga, "Menurut aku sih, pasti engineer sipil.
 Siapa lagi
 yang punya kebiasaan menempatkan saluran limbah berdekatan
 sekali dengan
 kawasan rekreasi."

 Perancang Anatomi
 Charles Proteus Steinmetz adalah engineer elektrik handal yang
 terkenal,
 yang dulu bekerja di General Electric. Pernah meja-meja kerja
 di GE diberi
 tanda 'No Smoking'. Steinmetz segera menambahi tulisan di
 bawahnya,
 sehingga terbaca 'No Smoking, No Steinmetz', lalu ia pulang.
 Tak lama
 kebijakan itu dicabut.
 Setelah Steinmetz pensiun, pernah GE mengalami kerusakan mesin
 yang parah.
 Karena tak ada satu engineer pun yang dapat menangani, akhirnya
 Steinmetz
 dipanggil kembali sebagai konsultan.
 Steinmetz berkeliling mesin-mesin, mengukur di sana-sini, dan
 mencatat di
 sebuah buku kecil. Beberapa saat kemudian, ia mengambil kapur
 tulis, dan
 memberi tanda silang 'X' besar di sebuah modul. Para engineer
 melepas
 modul itu, dan segera menemukan kerusakan di bagian itu.
 Setelah bagian
 itu diganti, mesin berfungsi normal.
 Steinmetz menagih GE sebesar $10000. Tapi eksekutif GE
 berkeberatan.
 Mereka bilang, "Masa hanya untuk sebuah tanda silang, kita
 harus bayar
 sedemikian besar." Maka mereka meminta Steinmetz untuk
 memberikan rincian
 tagihan.
 Steinmetz pun membuat rincian sebagai berikut:
 Membuat tanda silang $ 1.00
 Menentukan posisi tanda silang $ 9999.00
 Total $ 10000.00

 Volume Tabung
 Tiga orang (tiga melulu yah) diperintahkan untuk mengukur
 tabung dengan
 alas bulat tapi ujung mencorong.
 Orang pertama, matematikawan, mengukur diameter tabung dan
 sisi-sisi
 lainnya, kemudian melakukan perhitungan integral tingkat tiga.
 Orang kedua, fisikawan, memasukkan air ke dalam tabung, kemudian
 mengeluarkan air ke gelas ukur, dan membaca volumenya.
 Orang ketiga, engineer, membaca nomor seri di bawah tabung,
 kemudian
 mengambil buku di pojok lab untuk membaca jenis tabung, bahan, dan
 volumenya.

 Alat Tulis
 Cerita ini terjadi di masa perlombaan teknologi luar angkasa,
 antara
 Amerika Serikat melawan Uni Soviet.
 NASA, menemukan bahwa pena yang bekerja dengan gravitasi itu
 tidak dapat
 bekerja di luar angkasa, merancang pena jenis baru yang
 memiliki tekanan
 internal. Tekanan tinta dikendalikan oleh genggaman pemakai.
 Untuk sistem
 sensor dan sebagainya, dihabiskan dana mencapai satu juta
 dollar. Namun
 demikian, pena ini bekerja dengan baik sekali.
 Pihak Uni Soviet, mengalami masalah yang sama, memutuskan untuk
 menggunakan pensil.

 Tinggi Tiang
 Beberapa engineer muda sedang berbincang di bawah tiang
 bendera. Mereka
 sedang membandingkan cara terbaik untuk menghitung tinggi tiang
 itu.
 Sedang asyik-asyiknya berbincang, datanglah seorang engineer
 senior.
 Setelah mengetahui persoalannya, si engineer senior mengangkat
 tiang itu,
 merebahkannya ke tanah, mengeluarkan meteran dari sakunya, dan
 mulai
 mengukur.
 "Tiga meter delapan puluh dua centimeter. Mudah kan? Cepat dan
 praktis."
 Seorang engineer muda menyanggah, "Tapi kita mau mengukur
 tinggi tiang,>
 bukan panjang tiang."

 Mengganti Bola Lampu
 Pertanyaan : Berapa engineer yang diperlukan untuk mengganti
 bola lampu?
 Engineer sipil: Satu tim lengkap. Dan beri saya satu minggu untuk
 merancang project management ini.
 Spesialis windows-2000: Satu orang. Tapi harus dilakukan
 reinstalasi rumah
 secara keseluruhan.
 Spesialis linux: Satu orang. Dan tidak perlu lampu baru. Cukup
 dilakukan
 rekompilasi pada source code lampu itu.
 Engineer telekomunikasi: Satu orang, untuk mengoperasikan
 perangkat remote
 maintenance dengan inframerah terhadap lampu.
 Engineer pengairan: Lima orang. Satu untuk melepas lampu dan
 menggantinya.
 Empat untuk membereskan perahu apung dan mengeringkan ruangan
 dari air
 kolam.
 Engineer arsitektur: Ruangan itu dirancang untuk menerima
 cahaya alami.
 Lampu itu tidak rusak. Dari awal memang dipasang hanya sebagai
 asesori,
 dan memang tidak bisa menyala.
 Spesialis C++: Tergantung, apakah lampu yang rusak itu bertipe
 lampu real,
 ataukah hanya instansiasi dari kelas lampu.
 Teoretisi chaos: Tidak perlu orang. Biarkan saja kupu-kupu itu
 mengepakkan
 sayapnya sekali lagi.
 Mekanikawan kuantum: Karena posisi dan momentum lampu tak dapat
 ditetapkan
 bersamaan, kita perlu satu ruangan penuh engineer yang ditutup
 matanya.
 Saat menerima sinyal, mereka semua harus melepaskan tutup mata,
 dan
 mengamati kawasan di mana lampu rusak mungkin berada. Yang
 terdekat dengan
 lampu itu harus mengganti lampu secepat-cepatnya, sebelum
 fungsi gelombang
 bergeser.
 Mahasiswa teknik semester 1: Tidak tahu. Kami belum belajar
 soal itu.
 Mahasiswa teknik semester 2: Tidak tahu. Itu materi semester 3.
 Mahasiswa teknik semester 3: Sudah lupa. Itu ternyata materi
 semester 2.
 Mahasiswa teknik tingkat akhir: Ini bocoran soal ujian skripsi ya?
 Alumni baru fakultas teknik: Itu tergantung beberapa hal.
 Dosen fakultas teknik: Saya berkeberatan menjawab pertanyaan
 kalau itu
 dimaksudkan untuk menjatuhkan saya.
 Pakar engineering terapan: Anda sebenarnya cuma bertanya, atau
 sedang
 meminta bantuan saya untuk mengganti lampu?


Terima Kasih.
-- 
Menur 29A Surabaya 60116 Indonesia
62-31-5941153 62-8155027690


Other related posts: