[pistons92] Re: Aceh is not a slanging match
- From: "Rudy" <spiprod@xxxxxxxxxxx>
- To: <pistons92@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 12 Jan 2005 09:32:58 +0900
Personally, aku juga punya pikiran jahil yang sama dengan chauvinist Jawa,
walaupun aku bersimpati sama mereka yang menjadi korban. Bahwasanya disaster
ini cuman mo nunjukin ke orang2 Aceh kalo mereka tetap butuh bantuan dan
kudu bergabung dengan NKRI. Malah ada pikiran bahwa ini saat yang tepat buat
TNI buat ngabisin GAM. Memang orang Jawa kejam dari dulu.
Dan aku ngobrol sama teman orang Medan ternyata lebih parah lagi, banyak
orang Medan yang merasa dulu pernah diusir sama orang Aceh, dan sekarang
mereka pikir orang2 Aceh merasakan akibatnya.
Anyway, masalah kita sekarang sudah ketahuan kalo kita nggak punya early
warning system sama sekali untuk masalah bencana. Seperti kata Pak Indi,
kalo kita tidak memanusiakan manusia. Moga2 dengan musibah ini, Indonesia
bisa menjadi lebih baik lagi.
Rudy
-----Original Message-----
?·?o?l : Indi Tristanto <I.H.Tristanto@xxxxxxxxxxx>
?¶?æ : pistons92@xxxxxxxxxxxxx <pistons92@xxxxxxxxxxxxx>
?ú?? : 2005?N1??12?ú 0:22
???¼ : [pistons92] Re: Aceh is not a slanging match
>Personally, aku nggak pernah suka sama GAM. Alasanya sih cuman simple para
>elite GAM itu maunya enak sendiri, waktu perang tinggal di Eropa (Swedia
>memiliki sistem jaminan sosial yang bagus), nanti kalo GAM menang maunya
>jadi pejabat. Soal sikap mahasiswa Aceh, aku nggak heran karena memang pola
>berpikir yang berkembang di Indonesia adalah mentalitas priyayi. (Orang
>berpendidikan otomatis merasa berhak duduk di posisi elit, artinya kalo GAM
>menang mereka jadi pejabat, paling nggak Camat, kepala bagian di BUMN Aceh
>dsb.) Contohnya tiap kali ngomong soal Indonesia sama pelajar2 master
>(kadang PhD) umumnya sikap yang mereka ambil adalah apakah kontribusi yang
>dapat mereka berikan sebagai orang terdidik (alias sebagai kaum
>elit/pemimpin, enaknya kita ngapain ya). Makanya aku juga mempertanyakan
>prinsip design yang dipakai di jembatan Cisomang. Ada kemumgkinan si
>designer mikir bodo amat sama keselamatan orang, toh aku nggak akan pernah
>pake.
>
>Soal Agenda Indonesia mau menarik simpati Aceh sih sah-sah aja, seperti AS,
>Australia dan Singapura mencoba menarik simpati Indonesia. Kita nggak
kalong
>apa-apa, kan?
>
>Waktu nulis email terdahulu aku belum baca koran hari ini. Sekarang habis
>baca aku jadi tambah malu soalnya udah terlanjur ngemis disini kok sikap
>politis yang berkembang di Indonesia seperti begitu. Terus terang waktu Ira
>mulai minta sumbangan di tempat kerjanya di Loughborough College (bukan
>University) respon dari student body adalah mereka pingin membuat
koordinasi
>sehingga pengumpulan dananya NGGAK TERBATAS SUKU AGAMA dan RAS karena saat
>ini di college juga ada appeal dari pelajar keturunan India (mungkin
>Bangladesh, aku nggak tahu pasti).
>
>Dulu wkatu kecil aku paling nggak suka kalo ada penegemis yang milih2 kalo
>minta, apalagi kalo terus nggak berterima kasih.
>
>Nggak tahu lagi kalo udah baca Gatra nantinya..... (malu abis-abisan kali)
>
>
>Indi
>
>
>----- Original Message -----
>From: "Hasta Purnama" <hp@xxxxxxxxxxxxxxxxxx>
>To: "Indi Tristanto" <pistons92@xxxxxxxxxxxxx>
>Sent: Tuesday, January 11, 2005 2:55 PM
>Subject: [pistons92] Re: Aceh is not a slanging match
>
>
>> pikiran jahil yg berkembang di sekumpulan chauvinist jawa adalah
>> sebaliknya. rakyat aceh deserves this disaster. mohon maaf sebesar
>> besarnya karena telah melukai rasa kemanusiaan yg common. tapi
>> orang jawa merasakan bahwa aceh tidak secara total mendukung nkri. aku
>> merasakan hal serupa. setiap kali berbicara dengan teman kuliah asal
>> aceh baik yg satu fakultas atau yg berbeda, terbersit bahwa mereka
>> menyimpan semacam nasionalisme aceh. kalau ada kesempatan, mereka
>> sepertinya ingin mewujudkan negara aceh.
>>
>> usaha* disaster relief bisa diarahkan untuk memadamkan nasionalisme
>> aceh. kita tunjukkan bahwa aceh tidak akan bisa lepas dari nkri. usaha
>> menata kembali perkehidupan di sana harus dirancang agar aceh tunduk
>> ke nkri.
>>
>> 11/01/2005 20:39 Indi Tristanto I.H.Tristanto@xxxxxxxxxxx:
>>
>> > PS:
>> > As far as I am concern the people of Aceh has (unintentionally)
>sacrificed
>> > themselves for the good of Indonesian people. If there had been no Aceh
>> > (read: Sumatra) that act as the wave breaker, the Tsunami would have
>> > devastate the norther coast of Java which will be 100s times worse.
>>
>> --
>> Hormat Kami dan Terima Kasih
>>
>>
>>
>
>
>
>
Other related posts: