[nasional_list] [ppiindia] wayang lali dan koperasi restoran indonesia memperagakan kreasi para perancang pakaian indonesia di paris
- From: "Kusni jean" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>, "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 26 Apr 2006 21:29:34 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Foto: Daphné BARBEDETTE, pimpinan "Wayang Lali" Paris. [Foto & dokumentasi
Jelitheng-JJKusni]
"WAYANG LALI" & KOPERASI RESTORAN INDONESIA PARIS MEMPERAGAKAN KREASI PARA
PERANCANG PAKAIAN INDONESIA DI PARIS
Koperasi "Fraternité" Restoran Indonesia,12 rue de Vaugirard, 75006 Paris,
Perancis, selain sebagai usaha produktif kolektif, juga merupakan lembaga
kebudayaan yang selama seperempat abad tanpa henti memperkenalkan kebudayaan
Indonesia ke masyarakat Perancis. Pada tanggal 20 April 2006 lalu dengan
bekerjasama dengan "Wayang Lali", sebuah lembaga profesional di bidang mode,
telah menyelenggarakan defilé karya-karya perancang pakaian Indonesia di Paris.
Peragaan yang dilangsungkan di Restoran Indonesia ini, berjalan lancar, rapi
serta terorganiasi baik, mendapat perhatian besar dari masyarakat yang menemuhi
ruangan peragaan.Dalam peragaan ini telah diundang juga para wartawan Paris.
Gadis-gadis cantik dan pemuda-pemuda tampan campuran Perancis-Indonesia, pada
defilé ini, ditampilkan oleh "Wayang Lali" sebagai peragawati dan peragawan.
Dari adanya sejumlah anak-anak muda berdarah campuran dan masih memiliki rasa
cinta pada Indonesia, saya melihat adanya potensi terpendam bukan hanya dalam
mengembangkan hubungan persahabatan saling menguntungkan kedua negeri dan
bangsa: Perancis-Indonesia, saya juga melihat bahwa mereka merupakan potensi
yang berharga, lebih-lebih bagi Indonesia sendiri. Hal ini pun saya saksikan
pada anaky-anak kaum eksilan Indonesia yang sekarang tersebar di berbagai
negeri di dunia, dengan kemampuan tekhnis profesional yang tidak bisa
diremehkan. Sayangnya potensi mereka ini sampai sekarang masih dimanfaatkan
oleh negara-negara asing sementara Indonesia sendiri tidak meliriknya sama
sekali.
Untuk membuka dan menutup acara defilé, Putu Sanggarwati, penari Bali terkemuka
yang tinggal di Paris sejak beberapa tahun di Paris dan giat dalam beberapa
organisasi kebudayaan bertautan dengan Indonesia, mempertunjukkan beberapa
tarian Bali yang memukau para hadirin dari berbagai bangsa.
Usai defilé, saya menyempatkan diri menemui Daphné Barbedette penanggungjawab
"Wayang Lali" menanyakan beberapa soal tentang "Wayang Lali".
"Wayang Lali, tepatnya didirikan di Paris, Agustus 2005 yang lalu" jelas Dapné.
"Mengapa disebut Wayang Lali"?
"Anda tahu, wayang adalah bentuk kesenian populer di Indonesia, paling tidak di
Jawa. Dengan menggunakan kata "wayang" saya ingin melambangkan Indonesia, dan
lambang ini lebih gampang dicerna oleh masyarakat Perancis" yang kemudian
menambahkan bahwa "lali" [bahasa Jawa berarti "lupa"], saya ingin menunjukkan
bahwa Indonesia sekarang dilupakan orang.Selama Indonesia berada dibawah
kekuasaan otoritiarinisme dan militerisme, Indonesia dicitrakan identik dengan
keburukan. Orang lupa bahwa ada segi lain dari Indonesia. Segi lain inilah yang
dilupakan oleh Barat, khususnya Perancis. Untuk menggarisbawahi kelupaan akan
segi lain Indonesia ini maka lembaga profesional ini kami namakan "Wayang
Lali", "Indonesia yang dilupakan". Karena saya bergerak di bidang mode maka
saya melakukannya dari bidang mode yang memang saya khayati. Tidak selayaknya
segi baik Indonesia ini dilupakan".
"Mengapa Anda tertarik pada Indonesia?"
"Sederhana jawabannya. Saya telah hidup selama lebih dari tahun di Indonesia.
Indonesia saya rasakan bagian dari diri saya, apalagi dalam beberapa waktu lagi
saya akan menikah dengan seorang pria Indonesia. Tapi lepas dari soal bahwa
saya akan nikah dengan orang Indonesia, kecintaan dan keberpihakan saya pada
Indonesia, tidak ditentukan oleh pernikahan ini".
"Kalau begitu, pernikahan dengan pria Indonesia hanya merupakan suatu garis
bawah atas kecintaan Anda pada Indonesia", ujarku yang dijawab oleh Daphné
dengan senyum.
"Dalam profesi Anda sebagai perancang mode, tentu Anda juga mempunyai tidak
sedikit kenalan dengan perancang-perancang Indonesia".
"Memang" jawab Daphné."Saya kenal dengan Garenanita, Dina Minia, Miniani, dan
lain-lain".
"Mengapa Anda memilih Koperasi Fraternité Restoran Indonesia sebagai tempat
menyelenggarakan defilé padahal restoran ini restoran kecil dan tidak luks
lagi?. Bukankah ada tempat lain yang lebih mewah?".
"Saya tidak mencari kemewahan. Saya direkomendasi oleh pengacara Henry de
Mallortie yang pernah menyelenggarakan pameran foto di restoran ini.Ketika saya
menghubungi teman-teman Anda, saya dapatkan sambutan kalian sangat hangat dan
bersahabat. Dan saya pun tahu bahwa jaringan kontak kalian cukup luas".
"Entahlah", jawabku.
"Anda bisa saja mengatakan "entahlah" tapi saya dan teman-teman saya, mempunyai
penilaian tersendiri, karena itu maka saya memilih Restoran Indonesia ini".
"Terimakasih atas kata-kata baik Anda".
"Tapi siapa sih yang tidak tahu Restoran Indonesia yang unik di Paris ini?".
"O, Anda membuat kepala kami membengkak". Daphné menjawab lagi-lagi dengan
senyum.
"Saya percaya bahwa setelah ini, Wayang Lali akan melakukan serangkaian defilé
lain".
"Memang. Bekerja sama dengan Cadeaux d'Artists, Paris, pada 19-21 Mei 2006
mendatang kami akan melakukan defilé lagi. Dan pada bulan Juni 2006 bekerjasama
dengan Association de Promotion de Peinture indonésienne [APPI] pimpinan
François dan Rita, kami akan menyelenggarakan defile lain lagi".
Melalui keterangan Daphné ini, saya baru mengetahui bahwa dalam bidang senirupa
saja ada dua organisasi yang menanganinya. Di samping APPI terdapat organisasi
lain yaitu Talent Caché indonésien yang selama sebulan penuh pernah
menyelenggarakan pameran lukisan pelukis-pelukis muda Indonesia di Restoran
Indonesia. Hasil penjualan lukisan diserahkan kepada para pelukis muda
Indonesia di Indonesia yang tergabung dalam Talent Caché.
Setelah defilé Wayang Lali, kegiatan kebudayaan Indonesia yang lain, telah
berlangsung pada 25 April 2006 di sebuah bioskop Paris.Kegiatan ini
diselenggarakan oleh Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia, "Pasar Malam"
yang dalam programnya mencatat keinginan menyelenggarakan festival filem
Indonesia di Paris. Filem yang dipetunjukkan 25 April kemarin adalah "Rain
Maker". Seperti diketahui, "Pasar Malam", dua tahun lalu telah berhasil
mengorganisasi hari sastra Indonesia dan di tahun ini di Universitas Sorbonne
menyelenggarakan seminar sehari tentang André Malraux dan Edward du Perron
dalam konteks Indonesia.
Perancis masih merupakan ruang kosong patut diisi maksimal oleh sastra-seni dan
kebudayaan Indonesia. Usaha ke arah ini sekarang tengah dirintis oleh berbagai
profesional Perancis.Dalam hal ini Indonesia jauh berada di belakang Vietnam,
Tiongkok, Jepang dan Korea. Indonesia, jika menggunakan istilah Daphné
Barbedette masih merupakan "Wayang Lali" bagi Perancis.***
Paris, April 2006.
-----------------
JJ. Kusni [pembantu tetap Majalah Budaya Aksara,Jakarta, di Paris.
Catatan:
* Foto-foto terlampir memperlihatkan beberapa peragawati yang ambil bagian
dalam defilé 20 April 2006 di Koperasi Fraternité Restoran Indonesia, 12 rue de
Vaugirard, 75006 Paris [Dokumentasi Jelitheng & JJK].
* Untuk yang berminat menghubungi Wayang Lali, Paris bisa menggunakan alamat:
wayanglali@xxxxxxxxx; telp. 33-1- 42 25 07 74 atau daphnebarbedette@xxxxxxxxxxx
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] wayang lali dan koperasi restoran indonesia memperagakan kreasi para perancang pakaian indonesia di paris