[nasional_list] [ppiindia] wayang lali dan koperasi restoran indonesia memperagakan kreasi para perancang pakaian indonesia di paris

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **


Foto: Daphné BARBEDETTE, pimpinan "Wayang Lali" Paris. [Foto & dokumentasi 
Jelitheng-JJKusni]



"WAYANG LALI" & KOPERASI RESTORAN INDONESIA PARIS MEMPERAGAKAN  KREASI PARA 
PERANCANG PAKAIAN INDONESIA DI PARIS



Koperasi "Fraternité" Restoran Indonesia,12 rue de Vaugirard, 75006 Paris, 
Perancis, selain sebagai usaha produktif kolektif, juga merupakan lembaga 
kebudayaan yang selama  seperempat abad tanpa henti memperkenalkan kebudayaan 
Indonesia ke masyarakat Perancis. Pada tanggal 20 April 2006 lalu dengan 
bekerjasama dengan "Wayang Lali", sebuah lembaga profesional di bidang mode, 
telah menyelenggarakan defilé karya-karya perancang pakaian Indonesia di Paris. 

Peragaan yang dilangsungkan di Restoran Indonesia ini, berjalan lancar, rapi 
serta terorganiasi baik, mendapat perhatian besar dari masyarakat yang menemuhi 
ruangan peragaan.Dalam peragaan ini telah diundang juga para wartawan Paris.

Gadis-gadis cantik dan pemuda-pemuda tampan campuran Perancis-Indonesia, pada 
defilé ini, ditampilkan oleh "Wayang Lali" sebagai peragawati dan peragawan.

Dari adanya sejumlah anak-anak muda berdarah campuran dan masih memiliki rasa 
cinta pada Indonesia, saya melihat adanya potensi terpendam  bukan hanya dalam 
mengembangkan hubungan persahabatan saling menguntungkan kedua negeri dan 
bangsa: Perancis-Indonesia, saya juga melihat bahwa mereka merupakan potensi 
yang berharga, lebih-lebih bagi Indonesia sendiri. Hal ini pun saya saksikan 
pada anaky-anak kaum eksilan Indonesia yang sekarang tersebar di berbagai 
negeri di dunia, dengan kemampuan tekhnis profesional yang tidak bisa 
diremehkan. Sayangnya potensi mereka ini sampai sekarang masih dimanfaatkan 
oleh negara-negara asing sementara Indonesia sendiri tidak meliriknya sama 
sekali.

Untuk membuka dan menutup acara defilé, Putu Sanggarwati, penari Bali terkemuka 
yang tinggal di Paris sejak beberapa tahun di Paris dan giat dalam beberapa 
organisasi kebudayaan bertautan dengan Indonesia, mempertunjukkan beberapa 
tarian Bali yang memukau para hadirin dari berbagai bangsa.

Usai defilé, saya menyempatkan diri menemui Daphné Barbedette penanggungjawab 
"Wayang Lali" menanyakan beberapa soal tentang "Wayang Lali". 

"Wayang Lali, tepatnya didirikan di Paris, Agustus 2005 yang lalu" jelas Dapné.

"Mengapa disebut Wayang Lali"? 

"Anda tahu, wayang adalah bentuk kesenian populer di Indonesia, paling tidak di 
Jawa. Dengan menggunakan kata "wayang" saya ingin melambangkan Indonesia, dan 
lambang ini lebih gampang dicerna oleh masyarakat Perancis" yang kemudian 
menambahkan bahwa "lali" [bahasa Jawa berarti "lupa"], saya ingin menunjukkan 
bahwa Indonesia sekarang dilupakan orang.Selama Indonesia berada dibawah 
kekuasaan otoritiarinisme dan militerisme, Indonesia dicitrakan identik dengan 
keburukan. Orang lupa bahwa ada segi lain dari Indonesia. Segi lain inilah yang 
dilupakan oleh Barat, khususnya Perancis. Untuk menggarisbawahi kelupaan akan 
segi lain Indonesia ini maka lembaga profesional ini kami namakan "Wayang 
Lali", "Indonesia yang dilupakan". Karena saya bergerak di bidang mode maka 
saya melakukannya dari bidang mode yang memang saya khayati. Tidak selayaknya 
segi baik Indonesia ini dilupakan". 

"Mengapa Anda tertarik pada Indonesia?"

"Sederhana jawabannya. Saya telah hidup selama lebih dari tahun di Indonesia. 
Indonesia saya rasakan bagian dari diri saya, apalagi dalam beberapa waktu lagi 
saya akan menikah dengan seorang pria Indonesia. Tapi lepas dari soal bahwa 
saya akan nikah dengan orang Indonesia, kecintaan dan keberpihakan saya pada 
Indonesia, tidak ditentukan oleh pernikahan ini".

"Kalau begitu, pernikahan dengan pria Indonesia hanya merupakan suatu garis 
bawah atas kecintaan Anda pada Indonesia", ujarku yang dijawab oleh Daphné 
dengan senyum.

"Dalam profesi Anda sebagai perancang mode, tentu Anda juga mempunyai tidak 
sedikit kenalan dengan perancang-perancang Indonesia".

"Memang" jawab Daphné."Saya kenal dengan Garenanita, Dina Minia, Miniani, dan 
lain-lain".

"Mengapa Anda memilih Koperasi Fraternité Restoran Indonesia sebagai tempat 
menyelenggarakan defilé padahal restoran ini restoran kecil dan tidak luks 
lagi?. Bukankah ada tempat lain yang lebih mewah?".

"Saya tidak mencari kemewahan. Saya direkomendasi oleh pengacara Henry de 
Mallortie yang pernah menyelenggarakan pameran foto di restoran ini.Ketika saya 
menghubungi teman-teman Anda, saya dapatkan sambutan kalian sangat hangat dan 
bersahabat. Dan saya pun tahu bahwa jaringan kontak kalian cukup luas".

"Entahlah", jawabku.

"Anda bisa saja mengatakan "entahlah" tapi saya dan teman-teman saya, mempunyai 
penilaian tersendiri, karena itu maka saya memilih Restoran Indonesia ini".

"Terimakasih atas kata-kata baik Anda". 

"Tapi siapa sih yang tidak tahu Restoran Indonesia yang unik di Paris ini?". 

"O, Anda membuat kepala kami membengkak". Daphné menjawab lagi-lagi dengan 
senyum.

"Saya percaya bahwa setelah ini, Wayang Lali akan melakukan serangkaian defilé 
lain".

"Memang. Bekerja sama dengan Cadeaux d'Artists, Paris, pada 19-21 Mei 2006 
mendatang kami akan melakukan defilé lagi. Dan pada bulan Juni 2006 bekerjasama 
dengan Association de Promotion de Peinture indonésienne [APPI] pimpinan 
François dan Rita, kami akan menyelenggarakan defile lain lagi".

Melalui keterangan Daphné ini, saya baru mengetahui bahwa dalam bidang senirupa 
saja ada dua organisasi yang menanganinya. Di samping APPI terdapat organisasi 
lain yaitu Talent Caché indonésien yang selama sebulan penuh pernah 
menyelenggarakan pameran lukisan pelukis-pelukis muda Indonesia di Restoran 
Indonesia. Hasil penjualan lukisan diserahkan kepada para pelukis muda 
Indonesia di Indonesia yang tergabung dalam Talent Caché.

Setelah defilé Wayang Lali, kegiatan kebudayaan Indonesia yang lain,  telah 
berlangsung pada 25 April 2006 di sebuah bioskop Paris.Kegiatan ini 
diselenggarakan oleh Lembaga Persahabatan Perancis-Indonesia, "Pasar Malam" 
yang dalam programnya mencatat keinginan menyelenggarakan festival filem 
Indonesia di Paris. Filem yang dipetunjukkan 25 April kemarin adalah "Rain 
Maker". Seperti diketahui, "Pasar Malam", dua tahun lalu telah berhasil 
mengorganisasi hari sastra Indonesia dan di tahun ini di Universitas Sorbonne 
menyelenggarakan seminar sehari tentang André Malraux dan Edward du Perron 
dalam konteks Indonesia.

Perancis masih merupakan ruang kosong patut diisi maksimal oleh sastra-seni dan 
kebudayaan Indonesia. Usaha ke arah ini sekarang tengah dirintis oleh berbagai 
profesional Perancis.Dalam hal ini Indonesia jauh berada di belakang Vietnam, 
Tiongkok, Jepang dan Korea. Indonesia, jika menggunakan istilah Daphné 
Barbedette masih merupakan "Wayang Lali" bagi Perancis.***


Paris, April 2006.
----------------- 
JJ. Kusni [pembantu tetap Majalah Budaya Aksara,Jakarta, di Paris.


Catatan: 
* Foto-foto terlampir memperlihatkan beberapa peragawati yang ambil bagian 
dalam defilé 20 April 2006 di Koperasi Fraternité Restoran Indonesia, 12 rue de 
Vaugirard, 75006 Paris [Dokumentasi Jelitheng & JJK].

* Untuk yang berminat menghubungi Wayang Lali, Paris bisa menggunakan alamat: 
wayanglali@xxxxxxxxx; telp. 33-1- 42 25 07 74 atau daphnebarbedette@xxxxxxxxxxx

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: