[nasional_list] [ppiindia] surat kembang gunung purei : "lembah rajawali"
- From: "Kusni jean" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Mon, 31 Jul 2006 06:03:22 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Surat Kembang Gunung Purei:
"LEMBAH RAJAWALI"
1.
Ada sebuah lembah dalam yang selalu diliput kabut, terletak di perbatasan
Iran dan Turki. Di sebelah-menyebelah lembah ini, pasukan-pasukan kedua negeri
berjaga dengan penembak-penembak jitu yang siap meluncurkan peluru maut
terhadap sasaran-sasaran yang mencurigakan. Dengan melintasi lembah ini,
orang-orang dari kedua negeri, kemudian bisa melanjutkan perjalan ke
negeri-negeri Barat. Lembah ini dikenal dengan nama "Lembah Rajawali" ["La
Vallée des Aigles"] dan yang oleh Sorour Kasmai, seorang penulis perempuan,
dijadikan sebagai judul roman otobiografisnya yang diterbitkan baru-baru ini
oleh penerbit Actes Sud, Paris. Hanya jiwa "rajawali"lah yang sanggup dan
berani menempuh lembah berkabut bencana di mana ajal berkeliaran dengan
pongahnya.
Dilihat dari segi proses lahirnya, maka roman "Lembah Rajawali" bisa
dikatakan sebagai buah dari ketekunan Sorour Kasmai mencatat dari hari ke hari
segala apa yang telah dialaminya semenjak ia berusia 20 tahun sampai terbitnya
roman otobiografis ini. Kejadian yang merentang sepanjang jarak dari Taheran,
di mana Sorour dilahirkan pada tahun 1962, hingga Paris di mana kemudian
kemudian Sorour bekerja memimpin seksi "Horizons Persans" di penerbitan Actes
Sud. Ketekunan mencatat segala peristiwa yang dialami dan disaksikan dari hari
ke hari begini melayangkan ingatanku kepada alm. Mochtar Lubis Rewy Alley,
penulis Selandia Baru, yang menggarisbawahi arti pentingnya sebuah catatan
harian bagi seorang penulis. Menurut kedua penulis ini, catatan harian,
merupakan bahan mentah untuk berbagai genre karya bagi seorang penulis. Catatan
harian membantu keakuratan ingatan. Seperti kita ketahui ingatan akan makin
melemah dan seperti Lembah Rajawali makin berkabut seiring dengan usia yang
kian dilemahkan waktu dari hari ke hari. Nampaknya menulis catatan harian
adalah suatu hal sederhana. Hanya pada kenyataannya tidaklah sesederhana yang
dibayangkan jika kita tidak mempunyai disiplin dan suka menunda-nunda
penulisannya. Penulisan catatan harian memerlukan disiplin dan melatih disiplin
sekaligus. Tanpa disiplin tidak mungkin kita akan mampu menulis catatan harian.
Sedangkan untuk menjadi penulis, di samping kemampuan untuk terus-menerus
belajar baik dari buku atau pun kehidupan, dituntut adanya disiplin keras.
Sorour Kasmaï selama 20 tahun sampai sekarang, berhasil melakukannya hingga
membantunya melahirkan roman "Lembah Rajawali".
Dalam catatan hariannya yang kemudian dijelmakan menjadi roman, kita bisa
menyimak jalan hidup pribadi Sorour dan membaca sejarah Iran serta dunia
sekaligus. Jika kita mau belajar, barangkali; dari tuturan catatan dan roman
Sorour, kita bisa menimba pelajaran-pelajaran agar penulis bisa menjadi "saksi
sejarah dan zaman", jika mengggunakan istilah filosof Perancis, Lacroix, atau
"mendapatkan jalan keluar dan cara hidup mengalahkan ajal", apabila meminjam
istilah penulis Irak, Betool Kheidairi, sekaligus untuk "membangun kehidupan
dan memperpanjang kehidupan" bila meminjam kosakata penulis Spanyol, Jorge
Semprun.
"Taheran 1983" , tulis Sorour. "Taheran pada tahun ini mempunyai hari-hari yang
paling kelam, malam-malam yang paling kelabu. Menyusul gelombang pertama
eksekusi yang dilakukan oleh kaum revolusioner terhadap orang-orang politik dan
menteri-menteri Shah, giliran eksekusi selanjutnya justru menimpa kaum
revolusioner dari berbagai aliran: Marxis-Leninis, Trotskis, Maois, yang pro
Soviet kritis [...], seniman-seniman, para perempuan yang berdandan, para
siswa SMA yang menjual koran, orang-orang Kurdistan yang menuntut kemerdekaan
[les indépendantists], serta para oposisi yang paling romantis terhadap rezim.
[Lihat: Christine Rousseau, Le Monde , Paris, 16 Juni 2006] . Sorour Kasmaï
sendiri, karena bersuamikan seorang oposan rezim, ditambah lagi karena, pada
zaman Gorbachev dengan perestroikanya, ia pernah belajar bahasa Russia di
Moskow, lalu ditangkap secara tak semena-mena. Setelah berada tiga hari di
penjara Evin yang terkenal kejam, Sorour dan suami diperkenankan bertemu di
bawah pengawasan rezim. Dalam perjumpaan ini, Sorour melihat wajah dan tubuh
suaminya babakbelur. Setelah pertemuan, suaminya dibawa kembali ke penjara
dengan janji mau bekerjasama dengan rezim. Sang suami terpaksa melakukan hal
ini demi menyelamatkan jiwa istrinya.
Kasihsayang antara sepasang kekasih, antara suami-istri, orangtua dan anak,
memang sering dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik untuk menekan para oposan.
Dalam keluargaku sendiri, aku teringat bagaimana Tjilik Riwut yang sedang
melancarkan perang gerilya menghalau Belanda di Kalimantan Tengah, mengalami
tekanan sejenis. Belanda mengatakan, mereka akan membunuh ibu paman, jika ia
tidak menyerah. Ayahku yang sering bersama-sama Paman, menasehatinya agar
tidak usah menghiraukan ancaman Belanda itu. "Kita sudah terlanjur basah dan
harus bisa memilih, sekali pun pilihan itu serupa memakan buah simalakama".
Masih banyak contoh lagi baik dari Indonesia atau pun negeri-negeri lain tapi
hakekatnya sama. Dalam roman, barangkali, Hon Dât, dari Viêt Nam Selatan, bisa
dijadikan salah satu contoh saja. Sedangkan "Lembah Rajawali" tidak lain dari
contoh baru, kali ini berasal dari Iran, yang memperlihatkan resiko dari
seorang oposan dan panarung. Pengalaman jenis ini pun dialami oleh Joesoef SH
pimpinan Gerakan Tiga Selatan. Istrinya disandra agar ia menyerah.
Tapi di pihak lain, dari kisah Sorour, aku pun melihat bahwa kasihsayang yang
sungguh, juga memberikan kekuatan dan kesanggupan tak terbatas yang sulit
dihitung nalar. Dengan kasihsayang begini, ibu Sorour langsung menggunakan
jaringan hubungannya dengan diplomat-diplomat negeri-negeri Barat, mengisahkan
masalah yang dihadapi puterinya. Salah seorang diplomat Barat bersedia
menolong Sorour dan entah dengan cara bagaimana memberikan Sorour pas jalan
Kurdi sambil mengatakan bahwa Sorour ditunggu dalam jangka waktu 10 hari di
Turki. Tapi rendez-vous ini berakhir dengan kegagalan karena kekurangan uang
dari pihak Sorour ditambah lagi terjadi perang antara Pâsdar [Pengawal Revolusi
Iran] dengan pihak Kurdi. Sorour terpaksa kembali ke Taheran setelah melakukan
beberapa kali penerobosan. Di ibukota Iran ini, Sorour berlindung di sebuah
sekolah Katolik.
Setelah beberapa saat berada di sekolah Katolik ini, Sorour dan saudara
perempuannya kembali berangkat ke "Lembah Rajawali" dengan menyamar sebagai
petani Kurdistan untuk mencapai Turki . Sorour dan saudara perempuannya dengan
berkuda melintasi "Lembah Rajawali" di bawah mata pasukan-pasukan Iran dan
Turki yang berjaga di kedua sisi dan saban detik siap menaburkan maut.
Setelah menempuh rupa-rupa lika-liku perjalanan, akhirnya tiga bulan kemudian,
Sorour berhasil tiba di Paris. Dengan ini Sorour Kasmaï memulai masa eksilnya.
Semuanya ini dicatat cermat oleh Sorour dalam catatan hariannya dan kemudian ia
tuangkan dalam romannya "Lembah Rajawali".
Paris, Juli 2006.
---------------
JJ. Kusni
[Bersambung.......]
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] surat kembang gunung purei : "lembah rajawali"