[nasional_list] [ppiindia] mawar merah =?x-user-defined?q?caf=E9?= bandar [11] sungai seine dan kisah-kisah lainnyal
- From: "Kusni jean" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 28 Jun 2006 23:03:20 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mawar Merah Café Bandar:
SUNGAI SEINE DAN KISAH-KISAH LAINNYA
11.
"ZIDANE PRESIDEN!"
Setelah kemenangan kesebelasan sepakbola Perancis melawan tim Spanyol dengan
angka 3-1 di pertandingan piala dunia di Jerman kemarin [27 Juni 2006], nama
Zenedine Zidan yang biasa dipanggil Zuzu, kembali jadi sanjungan seluruh
rakyat. Dengan kemenangan meyakinkan ini, patriotisme kerakyatan Perancis
kembali muncul. Seperti biasa, ketika menyambut kejadian-kejadian yang
dirasakan penting menyangkut kepentingan mereka, secara spontan, penduduk dari
berbagai kalangan tanpa mengacuhkan perbedaan pandangan, warna kulit dan
lain-lain, berkumpul secara spontan di jalan terbesar Paris, Avenues des
Champs Elysées. Avenue yang trotoarnya melebihi besar jalan itu sendiri. Di
sinilah juga terdapat monumen l'Arc de Triomphe, berlambangkan "api tak kunjung
padam" semangat kepahlawanan dan patriotisme. Tak jauh dari avenue ini, Seine
mengalir di bawah naungan Menara Eiffel [La Tour Eiffel], sekarang merupakan
salah satu simbol Paris -- walau pun waktu dibangun disertai polemik sengit
"setuju tidak setuju" di kalangan budayawan. Eiffel, nama dari insinyur yang
membangun menara ini, juga dijuluki dengan rasa sayang, sebagai "la vieille
dame de Paris" [perempuan tua kota Paris]. Perempuan tua yang senantiasa tak
pudar kecantikan dan keanggunannya.
Lihat, Sayang. Perempuan lagi-lagi dijadikan lambang dan lambang kemanusiaan,
keluhuran serta keindahan dan perlawanan! Perempuan tua dengan kecantikan luar
dalam dan keanggunan abadi ini saban malam mengirimkan cahaya ke seluruh kota
dari puncaknya menabur makna tersirat melalui cahaya tersebut. Tak obah dengan
keindahan mawar merah atau semerbak kembang kemuning atau tulip. Tulip asal
Turki yang juga lambang dari "métissage".
Ruang luas di bawah menara ini, sering dijadikan tempat pertunjukan terbuka
gratis oleh artis-artis dunia seperti Pavarroti, dan Perancis terkemuka
seperti Arnaud, untuk seluruh penduduk . Lapangan luas La Tour Eiffel, Place
de Bastille, Place de Nation atau Place de la Republique adalah tempat-tempat
utama di mana rakyat Paris mengungkapkan perasaan dan pendapat mereka. Tapi
yang paling sering digunakan untuk pengungkapan rasa dan pikiran spontan ini
adalah Place de Bastille [simbol Revolusi Perancis Juli 1789] dan Champs
Elysées yang terletak tak jauh dari istana Presiden Champs Elysées. Simbol dan
makna lambang, sangat dipahami dan diefektifkan oleh penduduk Paris. Karena itu
gerakan mahasiswa baru-baru ini, saat memperjuangkan sesuatu seperti yang
terjadi dari Maret hingga April tahun ini, selalu mencoba menduduki Universitas
Sorbonne yang bersejarah. Gerakan politik dan lambang serta makna lambang
senantiasa menyatu. Sastrawan Alexandre Dumas yang oleh Presiden Jacques Chirac
dipindahkan makamnya ke Pantheon, di mana disemayamkan putera-puteri terbaik
Perancis, juga merupakan lambang. Lambang jiwa Perancis yang majemuk. Yang
berbudaya "métissage" [campuran]". Seperti diketahui Alexandre Dumas adalah
sasatrawan Perancis berdarah hitam. Dalam pidato sambutannya Chirac mengatakan
hal ini dengan jelas bahwa kebudayaan Perancis dan bangsa serta Republik
Perancis adalah budaya, bangsa dan Republik "métissage".
Sekarang Zenedine Zidane, yang asal Aljazair, juga merupakan lambang bagi
patriotisme kerakyatan Perancis, bagi Perancis yang republiken. Hal ini
terungkap dalam kata-kata:"Zidane Presiden!" yang berarti manusia seperti
Zidane yang bukan rasialis, patut menjadi Presiden Perancis. Zidane dipandang
sebagai lambang dari "métissage" yang merupakan hakekat jiwa dan budaya
Perancis.
Yang terlintas di kepalaku ketika berada di tengah gemuruh kegirangan
patriotisme ini adalah "apakah patriotisme tidak mengandung bahaya kecupetan
hingga jadi anti kemanusiaan?" Apakah Indonesia itu bukan suatu ujud
"métissage" juga? Tapi jika demikian, mengapa ada keangkuhan dan hasrat
berdominasi dari mayoritas baik agama atau pun etnik sehingga tidak segan
memunggungi kemajemukan, Indonesia dan Republik? Agaknya pihak-pihak jenis
begini lupa bahwa mereka sedang menyiapkan tubuh untuk digilas sejarah dan
hakekat kemanusiawian. Ketika berada di posisi mayoritas , secara psikhologis
mereka gampang lupa pada nilai keadilan dan manusiawi yang tak mungkin
terbunuh. Sampai-sampai mau jadi polisi partikelir yang bersifat preman. Sikap
bunuhdiri dan mengajak bangsa bunuh diri secara tidak sadar atas nama langit
dan para dewa. Padahal di Katingan aku jelas-jelas melihat para dewa pun
bersujud pada dewa baru bernama uang! Juga di Kaliurang dan di motel-motel
kota-kota besar Jawa.
"Zidane Presiden!" adalah ungkapan perasaan terdalam manusiawi rakyat Perancis
yang hampir hilang kepercayaan kepada para politisi. Untuk mengejek para
politisi maka pada tahun 80an, Colluche alm., pelawak dan aktor Perancis,
asal Perancis, pendiri restoran de Coeur, pernah mencalonkan diri jadi Presiden
Perancis. Ia mendapatkan angka cukup penting. Tapi dengan pencalonan diri
sebagai presiden ini,Colluche hanya bercanda dan ingin membelejedi hampanya
retorika dan munafiknya para politisi. Ia kemudian mengundurkan pencalonan
dirinya pada ronde kedua. Tindakan Colluche ini kemudian ditiru oleh
penyanyi-aktor Perancis, Yves Montand alm. yang juga mencalonkan diri jadi
presiden Perancis sampai pada babak pertama saja. Canda kritiknya ia hentikan
menjelang babak kedua.
Mungkinkah sikap begini terjadi jika seniman buta dan mentabukan politik,
sekedar berindah-indah, tak acuh pada masyarakat dan lingkungannya, pada
negeri, akan nilai, dan asyik dengan diri sendiri atas nama konsep "kenorakan"
atau "melayang-layang". Ini tergantung pada pemahaman tentang apa bagaimana
menjadi sastrawan dan seniman. Di samping itu, soal ini pun merupakan pilihan
masing-masing yang menjadi hak masing-masing yang patut dihormati. Menjadi apa
dan bagaimana, adalah hak masing-masing. Bukankah? Masing-masing sedang dan
terus menetapkan nilai diri sendiri.
Sungai Seine dan seniman-senimannya memberiku pelajaran tersendiri dalam soal
ini. Juga ketika penduduk Paris dan Perancis menyambut kemenangan kesebelasan
mereka menghadapi Spanyol dengan angka meyakinkan 3-1, lalu menyerukan di
Champs Elysées: "Zidane Presiden!" , ulangan dari slogan kerusuhan "banlieu"
[pinggiran kota] Nopember tahun lalu. Perancis ingin jadi negeri dan bangsa
manusiawi sesuai dengan tradisi mereka sejak berabad-abad.
Seine mencatat dan mengenalnya. Indonesia sebenarnya mengenal dan tidak asing
dari hasrat serta mimpi begini. Barangkali sejarah begini belum terbaca cermat
saja hingga kita asing pada diri sendiri, asing dari Indonesia serta republik,
dari makna dan sejarahnya. Yang paling parah jika kita asing dari kemanusiaan.
Dari nilai manusiawi seperti yang dirumuskan manusia Dayak dulu: "rengan
tingang nyanak jata" [anak enggang putera-puteri naga"!
"Zidane Presiden!" adalah seruan manusiawi. Gugatan dan pemberontakan pada
ketidakadilan hari ini. Gugatan pada lupa dan ketidakacuhan pada hakekat.
Ungkapan dari mimpi kekinian dalam bahasa spontan sederhana penduduk.
Menggaris bawahi makna "métissage" alias kemajemukan. ***
Paris, Juni 2006.
----------------------
JJ. Kusni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] mawar merah =?x-user-defined?q?caf=E9?= bandar [11] sungai seine dan kisah-kisah lainnyal