[nasional_list] [ppiindia] mawar merah café bandar [10] sungai seine dan kisah-kisah lainnya
- From: "Kusni jean" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 28 Jun 2006 08:22:02 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mawar Merah Café Bandar
SUNGAI SEINE DAN KISAH-KISAH LAINNYA
10.
MENGEMBALIKAN SEINE KE PENDUDUK PARIS
Sungai Seine yang membelah Paris, banyak mengilhami para seninman baik para
pelukis atau pun sastrawan. George Simenon, penulis Belgia di samping
menggunakan Montmartre sebagai setting, juga tidak sedikit nmengambil sungai
Seine dan kapal-kapalnya sebagai latar setting ceritanya. Paul Verlaine dalam
sanjak terkenalnya "Jembatan Mirabeau" juga bercerita tentang Sungai ini.
Demikian juga para pelukis neo-imperesionis sebagaimana yang bisa kita saksikan
di museum Quai d'Orsay yang dibangun pada masa pemerintahan Mitterrand. Seperti
semua sungai, sungai selalu menyimpan misteri dan mengusik tanya. Sungai juga
pencatat segala peristiwa di daerah-daerah yang ia lalui.
Apabila kita mengarungi Seine mengelilingi Pulau St. Louis dengan menggunakan
kapal-kapal pesiar yang disebut "le bateau-mouche", dari rekaman dalam berbagai
bahasa, kita akan mendengar riwayat Paris dan gedung-gedung tua yang berdiri
di sisinya. Riwayat ini merupakan bagian dari sejarah Perancis. Pesiar dan
memperkenalkan sejarah dilakukan sekaligus. Bukan pesiar sekedar pesiar.
Pesiar, sejarah dan pendidikan dilakukan sekaligus. Karena itu kukatakan bahwa
Seine adalah pencatat peristiwa demi sejarah yang pendiam tapi cermat.
Tidak hanya itu. Karena Seine berada di tengah-tengah kota, para pemrotes
kebijakan pemerintah juga menggunakan sungai ini sebagai sarana protes. Para
pemrotes terjun ke sungai dan mengapung dengan menggunakan pelampung sambil
membawa slogan yang mengungkapkan isi protes mereka. Tentu saja, adanya orang
mengapung di sungai tengah kota dengan slogan politis, sangat menarik perhatian
banyak orang. Suatu cara unjuk rasa yang efektif. Unjuk rasa yang jika
dihitung secara statistik, terjadi hampir tiap hari di Perancis. Secara
statistik, tidak ada hari tanpa unjuk rasa.
Selain sebagai sarana protes, sungai yang membelah Paris ini pun menjadi
tempat tinggal para elite tingkat atas masyarakat. Elite jenis ini tinggal di
kapal-kapal, di samping di apartemen-apartemen luas mereka. Yang tinggal dan
mempunyai apartemen di sekitar Pulau St Louis, sebuah pulau kecil di
tengah-tengah Seine, tergolong orang-orang kaya dan bukan sekedar kaya biasa.
Daerah ini merupakan petunjuk tingkat sosial tertentu menyusul Paris 16 dan 17.
Harga-harga pun, misalnya harga secangkir kopi ekspreso atau sebotol koka [coca
cola], orangina atau jus jeruk, antara kartir satu dan yang lain pun berbeda.
Apalagi sewa atau harga apartemen. Sesuai dengan tingkat sosial penghuni
kartir.
Ciri lain dari sungai ini yaitu bahwa kapal-kapal yang berlabuh di dermaga,
makin malam makin ramai. Ramai hingga subuh. Di kapal-kapal ini dilakukan
bermacam-macam kegiatan. Kegiatan kesenian sekaligus kegiatan militan politik.
Sungai mempunyai ciri kehidupan sendiri. Tapi merupakan bagian dari kehidupan
Paris yang utuh. Paris tanpa Seine bukanlah Paris yang utuh walau pun Seine
memang merupakan bagian dari kemewahan kota. Hanya jadi milik yang berpunya.
Bertrand Delanoë, dari Partai Sosialis, walikota Paris yang sekarang barangkali
mencoba mengurangi kesenjangan dan pemisahan Seine dari penduduk Paris dengan
membuat Seine sebagai sebuah pantai [plage] buatan saban musim panas. Pepohonan
palma yang bisa diangkat ditempatkan di sepanjang sungai hingga
berkilo-kilometer. Acara musik, warung-warung dibuka. Orang-orang berjemur
membakar kulit mereka dengan terik matahari seperti yang dilakukan di
pantai-pantai. Seine musim panas adalah Seine untuk seluruh penduduk dengan
berbagai tingkat penghasilan serta tingkat sosial mereka. Delanoë berkeinginan
agar Seine tidak tersaing dari penduduk Paris dan mimpi bahwa Paris jadi kota
yang nyaman bagi mayoritas.
Yang kupahami dari kebijakan Delanoë ini bahwa yang menjadi masalah kunci bagi
penguasa atau pemegang kekuasaan politik adalah orientasi dan kemauan politik.
Kepada siapa mereka berpihak? Adakah kemauan politik kongkret untuk mewujudkan
keberpihakan ini? Ataukah kata-kata "demi kepentingan rakyat" hanya suatu
taktik merebut suara dalam pemilu? Kita bisa menipu rakyat pada suatu ketika,
tapi kita tidak bisa menipu mereka untuk selamanya. Di Perancis dengan
kesadaran politik yang cukup tinggi sepadan dengan tingkat pendidikan yang
dimiliki untuk menopang demokrasi, rakyat Perancis bisa menghukum keras
pemegang kekuasaan melalui pemilu atau parlemen di jalan. Parlemen di jalan
ini mampu segera menurunkan sang menteri yang tidak membela kepentingan publik.
Jangankan seorang menteri. Kepala raja pun pernah mereka pancung di Place de
Concorde, semacam Lapangan Merdeka di Jakarta. Dampak pemancungan kepala raja
di depan umum ini secara politik dan psikhologis masih nyata sampai sekarang.
Pemerintah tidak bisa bertindak semaunya di hadapan rakyat yang sadar akan hak
dan wajibnya.Penyelewengan kekuasaan akan dihukum oleh rakyat dengan cara
mereka. Karena itu tidak heran jika demo di negeri bisa berlanngsung
berbulan-bulan. Bila tidak digubris rakyat akan meningkatkan tekanan mereka
pada pemerintah. Jika perlu mereka akan membangun kemah-kemah meneruskan
tekanan. Sedangkan untuk makanan dan minuman, pemilik-pemilik café yang
terdapat di hampir setiap pojok, akan membantu para pengunjuk rasa dengan
sukarela. Hal ini misalnya terbukti ketika para jururawat turun ke jalan
menuntut perbaikan nasib. Kerja berat tapi gaji amat minim.
Kesadaran begini kukira tidak lepas dari kurikulum sekolah dan proses
pendidikan sejak taman kanak-kanak dan dipentingkannya pelajaran filsafat di
sekolah-sekolah.
Dari segi ini , pertanyaan yang muncul di benakku adalah apakah sebenarnya
pemegang kekuasaan politik? Apakah negara itu pada masa sekarang? Yang jelas
nampak padaku bahwa di bawah pengawasan sosial begini, diktaturialisme dan
militerisme tidak mungkin berkembang. Karena itu para jenderal tidak muncul di
dunia politik. Tentara berfungsi menjaga keamanan dan keselamatan negara dan
negeri dari serangan luar. Sementara polisi mengurus keamanan dalam negeri.
Apabila terjadi ada seorang saja yang jatuh sebagai korban diakibatkan oleh
tindakan alat negara, maka akan terjadi heboh besar dan pihak pengadilan tidak
akan diam. Selain yang melakukannya akan dihukum juga ia atau mereka akan
langsung dipecat. Bukan hanya itu: parlemen pun akan turut campur tangan
segera. Dari sini aku melihat penting berfungsinya trias-politica Montesqieu
diterapkan. Melihat masalah dari pandangan ini, aku merasa bahwa Indonesia
adalah seorang ayah garang dan tanpa enggan sambil senyam-senyum tapi sanggup
membunuh anaknya sendiri. Kukira itulah Indonesia sekarang di mana nyawa
manusia tidak pernah dihargai. Di mana hak dilecehkan. Kepentingan ego dan uang
amat dominan.
Seine yang terus mengalir seperti cinta dan mimpiku yang juga terus mengalir
tanpa henti, membuatku melihat Indonesia sebagai ayah yang garang tak punya
hati. Seine dan kembaraku menjelajah sungai demi sungai bumi, membuat mataku
makin terbuka melihat segala. Termasuk diriku sendiri, mimpi dan cintaku.
Bagaimana bermimpi dan mencintai. Tak gampang bermimpi dan mencintai secara
tulus dan sungguh. Hidup adalah taruhannya, apalagi ketika melihat sungai
kampung kelahiranku, Katingan, menjelma jadi petaka. Hutan kanakku dahulu
menjelma padang pasir sejauh cakrawala! Aku dan hutanku, aku dan sungaiku jadi
terasing. Alam dijauhkan dari manusia. Sedangkan di Seine orang mencoba dengan
segala cara menyatukan alam dan manusia serta kehidupan untuk memanusiawikan
manusia dan kehidupan yang manusiawi. Karena itu Seine dilindungi dan dijaga.
Sedangkan di Indonesia kita sedang menghancurkan Indonesia dan pulau-pulaunya,
hutan, gunung dan sungainya . Apakah benar demikian? Paling tidak, kusaksikan
praktek ini di Katingan, sungai kelahiran, ketika aku nyemplung berenang
seperti ketika masa kanakku dahulu. Katingan sekarang bukan Katinganku dahlulu.
Katingan adalah bencana hari ini dan untuk esok!***
Paris, Juni 2006.
-----------------------
JJ. Kusni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] mawar merah café bandar [10] sungai seine dan kisah-kisah lainnya