[nasional_list] [ppiindia] catatan dari meja nusa dua dan café bandar [33]: ke katingan!
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Tue, 1 Nov 2005 05:35:22 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Catatan Dari Meja Nusa Dua Dan Café
Bandar [33]
KE KATINGAN!
KATINGAN : PANGGILAN PULANG DARI SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA.
15
Menggunakan kendaraan yang disediakan oleh adik kandungku sesuai janji,
pagi-pagi aku meluncur ke Palangka Raya dengan kecepatan 70-80 km/jam menempuh
jarak 60 km.Jalan Kasongan-Palangka Raya memang masih sepi dalam artian bahwa
jalan-jalan tidak terlalu padat kendaraan sehingga para pengendara mungkin
berlari kencang. Aku sendiri pernah melarikan kendaraanku dengan kecepatan 90km
bahkan 100 km/jam terutama kalau aku sendiri sehingga kalau terjadi apa-apa aku
tidak mencelakakan orang lain.
Sekali pun jalan di Palangka Raya atau jalan antara Kasongan-Palangka Raya
masih sepi atau relatif sepi, j tapi keadaan begini justru sering melahirkan
kecelakaan dan membawa korban nyawa yang tidak sedikit, terutama pada para
pengendara sepeda motor.
[Perlu aku catat di sini bahwa Kasongan adalah ibukota kabupaten Katingan, dan
tidak ada yang disebut "kabupaten Kasongan" seperti yang diduga oleh sementara
penulis dalam mengomentari tulisanku "Catatan Dari Meja Nusa Dua Dan Café
Bandar].
Para pengendara sepeda motor di kota ini sangat menqkutkan. Mereka suka ngebut
dan main potong dalam jarak hanya beberapa meter atau nyelip tanpa hirau
keadaan, mungkin nyelit atau tidak.Para pengendara sepeda motor yang suka
ngebut ini sering disebut orang di Palangka Raya sebagai "koboi jalanan" dan
nampaknya dengan ngebut mereka merasakan kepuasaan tersendiri.Umumnya tukang
kebut ini terdiri dari anak-anak muda.
Apakah dengan begini lagi-lagi aku dianggap sebagai menyalah-nyalahkan angkatan
muda? Apakah angkatan muda tidak boleh dikritik? Apakah angkatan muda serba
benar dan bebas kesalahan? Apakah kekurangan, kesalahan dan "koboi-koboian"
patut didiamkan. Bahwa ada saling hubungan antara angkatan satu dengan angkatan
yang lain, tidak kubantah dan ini sesuai dengan sikap dan pandangan sejarah,
terutama dari Grup Annales,yang kuterima, bahwa antara masa silam, hari ini dan
haridepan ada saling hubungannya.Tapi adanya saling hubungan ini tidak berarti
angkatan muda tabu kritik.Mentabukan kritik, termasuk kepada angkatan muda,
kukira sikap berbahaya.Masing-masing angkatan punya keunggulan dan kelemahan
karena itu "tiga pemaduan", memadukan angkatan tua, menengah dan muda menjadi
hal yang tetap relevan untuk bisa menghimpun seluruh kekuatan yang dimiliki
masyarakat.Usia memang bukan ukuran dan jaminan kebenaran. Ada yang sudah jadi
kakek tapi masih saja tidak dewasa-dewasa, tapi ada pula yang karena sudah
melampaui jenjang akademi lalu merasa diri memiliki kebenaran dan lebih pintar.
Di sini kukira kritik merupakan cara efektif untuk saling bantu, saling asah
dan saling asuh atas dasar saling asih. Kritik atas dasar "tiga saling" ini
tentu berbeda dengan maki-maki dan cerca atau memelesetkan nama orang atau
gunjing.Caci-maki, cerca dan menggelari orang dengan macam-macam julukan atau
pun gunjing serta watak suka "jutakan", bukanlah argumen, karena bukan argumen
maka ia hanya menunjukkan kelemahan saja bukan kekuatan. Kritik atas dasar
"tiga saling" di atas, juga berbeda dengan kepongahan yang pada hakekatnya
tidak pernah punya dasar rasional. Maki-maki dan cerca, secara psikhologis
kukira pada dasarnya tidak jauh berbeda dari psikhologi "koboi-koboi jalanan
Palangka Raya" yang oleh polah tingkah "koboi-koboian" ini melakukan bunuh diri.
Dalam menuju Kantor Gubernur, di mana Teras Narang menungguku, kendaraanku
kembali mendekat Bundaran Besar.
Dahulu di kanan Bundaran Besar ini, ada sebuah bioskop tua. Sekarang sudah
dirobohkan. Dan di Palangka Raya sampai sekarang tidak ada satu gedung bioskop
apa pun.Tempat bekas bioskop ini dikabarkan pernah ingin dibeli oleh Mbak Tutut
pada Soeharto masih di puncak kekuasaannya. Bukan hanya lahan ini yang mau
dibeli bahkan kantor gubernur dan lahannya yang luas juga mau dibeli oleh Mbak
Tutut.
Ketika masih bekerja di Palangka Raya, kudengar dari sumber yang bisa
dipercayai, di lahan bekas gedung bioskop tua ini, akan dibangun toko serba
ada.Hanya saja ketika Agustus 2005 lalu aku kembali ke kota yang sangat berciri
Dayak ini, di lahan tersebut masih tidak nampak adanya gedung apa pun.Jalan
besar yang makin ramai adalah jalan Yos Soedarso di mana banyak terdapat banyak
toko-toko, restoran, warnet dan yang baru adalah KFC.
KFC di Palangka Raya! Lambang modernisasikah, lambang kemajuankah ataukah
lambang dari laju penetrasi kebudayaan Amerika di Kalteng?
Paris, Oktober 2005.
------------------
JJ.Kusni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now.
http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] catatan dari meja nusa dua dan café bandar [33]: ke katingan!