[nasional_list] [ppiindia] catatan dari meja nusa dua dan café bandar [30]: ke katingan!
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 27 Oct 2005 12:56:08 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Catatan Dari Meja Nusa Dua Dan Café Bandar [30]
KE KATINGAN!
KATINGAN : PANGGILAN PULANG DARI SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA.
12
Sekali pun demikian ketergantungan masih saja berlangsung walau pun dengan
kadar yang berbeda dari dahulu oleh adanya jalan darat. Klotok dan speed-boat
masih memainkan peranan penting untuk menghubungi kampung satu dan kampung
lainnya. Air minum masih tergantung pada sungai. Sayang dan malangnya oleh
pengusahaan liar emas, baik di darat atau di sungai, sungai jadi penuh dengan
air raksa yang sangat berbahaya bagi kesehatan penduduk. Ikan pun tidak sedikit
yang kehilangan sisik.
Pernah pada suatu ketika, aku mencoba terjun dan berenang kembali di sungai
pengasuhku ini, seperti yang kulakukan di masa kanak dahulu. Tapi baru
beberapa menit aku masuk ke airnya, badanku segera merasa gatal-gatal dan
merasa seperti disengat. Aku pun sadar akan kadar airraksa sungai sudah
demikian tinggi seperti yang diberitakan oleh koran-koran Palangka Raya.
Kerusakan alam menyusul pengusahaan emas secara serampangan dan tidak
bertanggungjawab ini nampak juga pada hutan seperti di Hampalit, tidak jauh
dari Kasongan, yang berobah jadi padang pasir sejauh mata memandang.
Katingan memang daerah kaya akan bahan tambang, terutama yang sekarang
dieksploatasi benar adalah emas. Boleh dikatakan orang Katingan hidup di atas
tumpukan emas tapi sekarang ternyata emas ini pula yang menyebabkan petaka
jangka panjang.
Waktu kecil dahulu kalau ibu mau membuat gelang atau anting-anting untuk
saudara-saudara perempuanku, ibu tinggal turun sebentar ke sungai terutama ke
gugusan pasir yang disebut Baras Dirik di hulu kampung. Beberapa jam saja
"mandulang" ibu sudah medapatkan bahan cukup untuk anting-anting atau gelang.
Oleh keadaan ini waktu bocahku dahulu, aku sama sekali tidak mengerti arti
emas. Emas baru kupahami artinya ketika aku sekolah di Yogyakarta. Waktu itu
kami ingin menyelenggarakan festival drama selama seminggu. Sebagai modal awal
kegiatan aku menggadaikan sepedaku, dan kawan lain menggadaikan cincinnya. Aku
jadi kadet melihat perolehan dari cincin emas itu justru jauh lebih besar
daripada perolehan sepedaku yang memang butut. Sejak itulah aku baru paham akan
arti emas. Kenaifan anak alam! Barangkali. Anak alam yang tulus dan polos
sering jadi "makanan empuk" orang kota. Dan kenaifan ini agaknya belum hilang
samasekali dari penduduk yang ternganga bingung oleh kerusakan alam mereka.
Berlangsungnya eksploatasi alam yang buas begini berdampak pula pada kehidupan
kolektif orang kampung apalagi disertai oleh penghancuran sistematik tatanan
masyarakat adat oleh Orba. Sekarang tidak kusaksikan lagi orang berbagai hasil
kijang atau celeng perburuan di kalangan orang kampung. Tari manasai sebagai
lambang kehidupan kolektif makin hari makin merosot kehidupan dan penggunaannya
dalam masyarakat. Aku melihat gejala ini erat hubungannya dengan kerusakan
alam, eksploatasi buas dan tatanan masyarakat adat. Karena itu pekerjaan
kebudayaan barangkali merupakan pekerjaan dari dasar dan mendasar. Lagi-lagi
sayangnya, pekerjaan ini termasuk yang terbengkalai penanganannya di Kalteng.
Terdapat kecenderungan bahwa sasatra-seni dijadikan sebagai barang dagangan
turistik.
Yang lebih berkembang adalah kebiasaan mabuk-mabuk dan dibela dengan
mengatakannya sebagai "tradisi" sehingga ketika bekerja di Palangka Raya,
terdengar oleh telingaku ucapan bahwa "orang Katingan itu jago mabuk-mabuk".
Kukira minum baram [tuak] tidaklah dilakukan saban waktu. Apalagi sampai
mabuk.Ia terutama dilakukan menyambut tamu atau handai-taulan dari jauh yang
jarang jumpa. Menyatakan tradisi sebagai dalih untuk saban hari mabuk-mabuk
adalah kekurangan paham akan sejarah. Ia timbul oleh berkembangnya frustrasi
dan ingin melupakan atau lari dari kepahitan sehari-hari, bukan "lupa" atau
melupakan sesuatu sebagai sikap moral mencari penyelesaian, jika menggunakan
klasifikasi Paul Ricoeur, filosof Perancis yang baru meninggal bulan Mei lalu .
Buntutnya ia membuka peluang bagi kekerasan dan perjudian. Sudah menjadi
rahasia umum bahwa di Kasongan pun perjudian sudah cukup merajalela.
Kanak-kanak pun sudah terlibat.
Inikah Dayak? Inikah Katingan sekarang? Aku kira, kurang-lebih demikian memang.
Jika ada pendapat bahwa "orang Katingan jago mabuk-mabuk" tentu pendapat begini
tidak turun dari langit tapi mempunyai dasar sosial atau dasar materinya, jika
kita sepakat bahwa keadaan sosial atau basis materi turut membentuk pendapat
dan sikap seseorang. Debat apa pun kukira tidak bisa mengabaikan dasar sosial
atau basis materi hal-ikhwal.
Kukatakan hal-hal ini dengan rasa prihatin dan kasihsayang seorang anak
Katingan, karena kukira kita perlu tahu di mana kita berada sebelum tahu mau ke
mana dan bagaimana menuju ke mana. Katingan patut diberdayakan dan dibangun
agar jadi tempat kehidupan manusiawi bagi anak manusia yang manusiawi pula.
Dengan menuliskan baris-baris ini aku ingin mengatakan bahwa keadaan Dayak dan
atau Katingan yang demikian bukanlah tidak mungkin dirobah. Mengapa dan apa
dasar alasan mengatakan :"I can't change DAYAK, but I can change the way you
look at us."
Mengobah "cara pandang orang lain pada kita" tanpa mengobah dasar material atau
dasar sosial, aku kira sikap begini tidak menyentuh hakiki apalagi mengobah
yang paling mendasar.Dan sikap begini barangkali bersifat reaktif pasif, bukan
aktif ofensif. Dua sikap ini, kukira, mencerminkan dua strategi perobahan maju
yang berbeda untuk tidak mengatakan bertolakbelakang.Strategi, bukan taktik.
Apabila "the way you look at us" dimasukkan sebagai kategori pendapat umum dan
kekuatan pendapat umum, aku masih melihat cara melawan pendapat umum demikian
yang paling efektif, tetap menggunakan strategi aktif ofensif dan bukan reaktif
defensif.Dengan strategi aktif ofensif artinya kita memperkuat faktor
internal.Perjuangan bersenjata yang dilancarkan di bawah pimpinan Gerakan
Mandau Talawang Pancasila untuk mendirikan Kalteng sebagai propinsi tersendiri,
kukira contoh dari strategi aktif ofensif. Contoh lain adalah gerakan Credit
Union [CU] yang sekarang tengah terus digalakkan. Sedangkan sikap dalam Tragedi
Sampit 2001 merupakan salah satu contoh dari strategi reaktif defensif.Umum
diketahui bahwa ofensif merupakan cara terbaik membela diri. Strategi ini jika
menggunakan istilah umum di kalangan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM]
disebut "menjadi rakyat sebagai aktor pemberdayaan dan pembangunan" dan dalam
dunia sastra-seni barangkali disebut bahwa sastrawan-seniman diharapkan
"berdiri di depan walaupun cuma selangkah".Jika tidak, ia akan menjadi
"ekorisme" yang dikenal di dunia politik untuk menunjukkan kepada pimpinan yang
tanpa prakarsa dan selalu tertinggal di belakang perkembangan sehingga
sebenarnya tidak lagi bisa disebut pemimpin.
Dua strategi ini seperti sebuah jalan simpang yang menagih kita untuk
memilih.Kukira ini jugalah yang sedang dihadapi Katingan sebagai kabupaten baru
-- yang juga merupakan buah nyata dari strategi aktif ofensif selama
bertahun-tahun dengan menggerakkan penduduk di 11 kecamatannya untuk menjadi
aktor perobahan maju menerobos kemandegan.Lahirnya kabupaten Katingan kukira
juga menyatakan kekuatan ide yang telah menjelma jadi kekuatan material.***
Paris, Oktober 2005.
------------------
JJ. Kusni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] catatan dari meja nusa dua dan café bandar [30]: ke katingan!