[nasional_list] [ppiindia] catatan dari meja nusa dua dan café bandar [30]: ke katingan!

** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Catatan Dari Meja Nusa Dua Dan Café Bandar [30]


KE KATINGAN!   
KATINGAN : PANGGILAN PULANG DARI SEORANG  IBU KEPADA ANAKNYA.  

12



Sekali pun demikian ketergantungan masih saja berlangsung walau pun dengan 
kadar yang berbeda dari dahulu oleh adanya jalan darat. Klotok dan speed-boat 
masih memainkan peranan penting untuk menghubungi kampung satu dan  kampung 
lainnya. Air minum masih tergantung pada sungai. Sayang dan malangnya oleh 
pengusahaan liar emas, baik di darat atau di sungai, sungai jadi penuh dengan 
air raksa yang sangat berbahaya bagi kesehatan penduduk. Ikan pun tidak sedikit 
yang kehilangan sisik.

Pernah pada suatu ketika, aku mencoba terjun dan berenang kembali di sungai 
pengasuhku ini, seperti yang kulakukan di masa kanak dahulu. Tapi  baru 
beberapa menit aku masuk ke airnya, badanku segera merasa gatal-gatal dan 
merasa seperti disengat. Aku pun sadar akan kadar airraksa sungai sudah 
demikian tinggi seperti yang diberitakan oleh koran-koran Palangka Raya.

Kerusakan alam menyusul pengusahaan emas secara serampangan dan tidak 
bertanggungjawab ini nampak juga pada hutan seperti di Hampalit, tidak jauh 
dari Kasongan, yang berobah jadi padang pasir sejauh mata memandang.

Katingan memang daerah kaya akan bahan tambang, terutama yang sekarang 
dieksploatasi benar adalah emas. Boleh dikatakan orang Katingan hidup di atas 
tumpukan emas tapi sekarang ternyata emas ini pula yang menyebabkan petaka 
jangka panjang. 

Waktu kecil dahulu kalau ibu mau membuat gelang atau anting-anting untuk 
saudara-saudara perempuanku, ibu tinggal turun sebentar ke sungai terutama ke 
gugusan pasir yang disebut Baras Dirik di hulu kampung. Beberapa jam saja 
"mandulang" ibu sudah medapatkan bahan cukup untuk anting-anting atau gelang. 
Oleh keadaan ini waktu bocahku dahulu, aku sama sekali tidak mengerti arti 
emas. Emas baru kupahami artinya ketika aku sekolah di Yogyakarta. Waktu itu 
kami ingin menyelenggarakan festival drama selama seminggu. Sebagai modal awal 
kegiatan aku menggadaikan sepedaku, dan kawan lain menggadaikan cincinnya. Aku 
jadi kadet melihat perolehan dari cincin emas itu justru jauh lebih besar 
daripada perolehan sepedaku yang memang butut. Sejak itulah aku baru paham akan 
arti emas. Kenaifan anak alam! Barangkali. Anak alam yang tulus dan polos 
sering jadi "makanan empuk" orang kota.  Dan kenaifan ini agaknya belum hilang 
samasekali dari penduduk yang ternganga bingung oleh kerusakan alam mereka.

Berlangsungnya eksploatasi alam yang buas begini berdampak pula pada kehidupan 
kolektif orang kampung apalagi disertai oleh penghancuran sistematik tatanan 
masyarakat adat oleh Orba. Sekarang tidak kusaksikan lagi orang berbagai hasil 
kijang atau celeng perburuan di kalangan orang kampung. Tari manasai sebagai 
lambang kehidupan kolektif makin hari makin merosot kehidupan dan penggunaannya 
dalam masyarakat.  Aku melihat gejala ini erat hubungannya dengan kerusakan 
alam, eksploatasi buas dan tatanan masyarakat adat. Karena itu pekerjaan 
kebudayaan barangkali merupakan pekerjaan dari dasar dan mendasar. Lagi-lagi 
sayangnya, pekerjaan ini termasuk yang terbengkalai penanganannya di Kalteng. 
Terdapat kecenderungan bahwa sasatra-seni dijadikan sebagai barang dagangan 
turistik. 

Yang lebih berkembang adalah kebiasaan mabuk-mabuk dan dibela dengan 
mengatakannya sebagai "tradisi" sehingga ketika bekerja di Palangka Raya, 
terdengar oleh telingaku ucapan bahwa "orang Katingan itu jago mabuk-mabuk". 

Kukira minum baram [tuak] tidaklah dilakukan saban waktu. Apalagi sampai 
mabuk.Ia terutama dilakukan menyambut tamu atau handai-taulan dari jauh yang 
jarang jumpa. Menyatakan tradisi sebagai dalih untuk saban hari mabuk-mabuk 
adalah kekurangan paham akan sejarah. Ia timbul oleh berkembangnya frustrasi 
dan ingin melupakan atau lari dari kepahitan sehari-hari, bukan "lupa" atau 
melupakan sesuatu sebagai sikap moral mencari penyelesaian, jika menggunakan 
klasifikasi Paul Ricoeur, filosof Perancis yang baru meninggal bulan Mei lalu . 
Buntutnya ia membuka peluang bagi kekerasan dan perjudian. Sudah menjadi 
rahasia umum bahwa di Kasongan pun perjudian sudah cukup merajalela. 
Kanak-kanak pun sudah terlibat.

Inikah Dayak? Inikah Katingan sekarang? Aku kira, kurang-lebih demikian memang. 
Jika ada pendapat bahwa "orang Katingan jago mabuk-mabuk" tentu pendapat begini 
tidak turun dari langit tapi mempunyai dasar sosial atau dasar materinya, jika 
kita sepakat bahwa keadaan sosial atau  basis materi turut membentuk pendapat 
dan sikap seseorang. Debat apa pun kukira tidak bisa mengabaikan dasar sosial 
atau basis materi hal-ikhwal. 

Kukatakan hal-hal ini dengan rasa prihatin dan kasihsayang seorang anak 
Katingan, karena kukira kita perlu tahu di mana kita berada sebelum tahu mau ke 
mana dan bagaimana menuju ke mana. Katingan patut diberdayakan dan dibangun 
agar jadi tempat kehidupan manusiawi bagi anak manusia yang manusiawi pula. 
Dengan menuliskan baris-baris ini aku ingin mengatakan bahwa keadaan Dayak dan 
atau Katingan yang demikian bukanlah tidak mungkin dirobah. Mengapa dan apa 
dasar alasan mengatakan :"I can't change DAYAK, but I can change the way you 
look at us."

Mengobah "cara pandang orang lain pada kita" tanpa mengobah dasar material atau 
dasar sosial, aku kira sikap begini tidak menyentuh hakiki apalagi mengobah 
yang paling mendasar.Dan sikap begini barangkali bersifat reaktif pasif, bukan 
aktif ofensif. Dua sikap ini, kukira,  mencerminkan dua strategi perobahan maju 
yang berbeda untuk tidak mengatakan bertolakbelakang.Strategi, bukan taktik.

Apabila "the way you look at us" dimasukkan sebagai kategori pendapat umum dan 
kekuatan pendapat umum, aku masih melihat cara melawan pendapat umum demikian 
yang paling efektif, tetap menggunakan strategi aktif ofensif dan bukan reaktif 
defensif.Dengan strategi aktif ofensif artinya kita memperkuat faktor 
internal.Perjuangan bersenjata yang dilancarkan di bawah pimpinan Gerakan 
Mandau Talawang Pancasila untuk mendirikan Kalteng sebagai propinsi tersendiri, 
kukira contoh dari strategi aktif ofensif. Contoh lain adalah gerakan Credit 
Union [CU] yang sekarang tengah terus digalakkan. Sedangkan sikap dalam Tragedi 
Sampit 2001 merupakan salah satu contoh dari strategi reaktif defensif.Umum 
diketahui bahwa ofensif merupakan cara terbaik membela diri. Strategi ini jika 
menggunakan istilah umum di kalangan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM] 
disebut "menjadi rakyat sebagai aktor pemberdayaan dan pembangunan" dan dalam 
dunia sastra-seni barangkali disebut bahwa sastrawan-seniman diharapkan 
"berdiri di depan walaupun cuma selangkah".Jika tidak, ia akan menjadi 
"ekorisme" yang dikenal di dunia politik untuk menunjukkan kepada pimpinan yang 
tanpa prakarsa dan selalu tertinggal di belakang perkembangan sehingga 
sebenarnya tidak lagi bisa disebut pemimpin.

Dua strategi ini seperti sebuah jalan simpang yang menagih kita untuk 
memilih.Kukira ini jugalah yang sedang dihadapi Katingan sebagai kabupaten baru 
-- yang juga merupakan buah nyata dari strategi aktif ofensif selama 
bertahun-tahun dengan menggerakkan penduduk di 11 kecamatannya untuk menjadi 
aktor perobahan maju menerobos kemandegan.Lahirnya kabupaten Katingan kukira 
juga menyatakan kekuatan ide yang telah menjelma jadi kekuatan material.*** 


Paris, Oktober 2005.
------------------
JJ. Kusni

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: