[nasional_list] [ppiindia] [Wawancara Fredrick Blake Burks] Karakter Elite Penguasa USA
- From: Mira Wijaya Kusuma <la_luta@xxxxxxxxx>
- To: sastra pembebasan <sastra-pembebasan@xxxxxxxxxxxxxxx>, m_thorik@xxxxxxxxx
- Date: Fri, 30 Dec 2005 05:06:22 -0800 (PST)
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** Catatan laluta:
"... Kalau akhir-akhir ini dikenal dengan istilah ?teori konspirasi?, mereka
memang bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu. Bukan hanya untuk keuntungan
bisnis dan bagi-bagi pendapatan, tetapi mereka ngotot mencari jalan pintas
untuk mengeruk keuntungan besar secepat-mungkin...Rakyat Amerika pada umumnya
tidak boleh tahu tentang hal ini. Bahkan para wartawan dan dunia pers sudah
dikontrol secara ketat oleh para elite penguasa dan jaringannya...."
[selanjutnya baca Wawancara Fredrick Blake Burks berjudul "Karakter Elite
Penguasa USA "]
La Luta Continua!
***
Date: Sun, 18 Dec 2005 00:28:51 -0800 (PST)
From: muhamad thorik <m_thorik@xxxxxxxxx>
Subject: Wawancara Fredrick (K2PSI)
Karakter Elite Penguasa
Amerika Serikat
Frederick Blake Burks
(Mantan Penerjemah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat)
Selama tinggal di Indonesia saya ditemani oleh seorang polisi yang
bekerjasama dengan saya, karenanya saya pulang ke Amerika dalam keadaan baik
dan aman-aman saja. Pada awal tahun lalu saya juga didampingi oleh seorang
pengacara, karena saya diminta untuk menjadi saksi atas peristiwa
peledakan-peledakan bom di Indonesia. Sewaktu saya mengungkap hal sebenarnya
yang saya ketahui, kontan saja Paul Wolfowitz (Deputi Menteri Pertahanan
Amarika) marah-marah tak keruan kepada saya. Tapi dia dan kaki-tangannya tak
berani macam-macam, karena kalau dia memperlakukan saya secara tidak
bertanggungjawab, tentu saja akan menjadi berita besar di Indonesia dan seluruh
dunia.
Beberapa kawan saya yang masih bekerja selaku penerjemah telah menghubungi
saya, dan mereka mendukung aktivitas saya dalam mengungkap fakta-fakta yang
sebenarnya terjadi di sekitar orang-dalam di pemerintahan Amerika. Mereka
bilang bahwa saya cukup berani melakukan tindakan yang sangat mengandung risiko
ini. Tapi bagaimanapun persoalan ini harus ada yang mengungkapkan, dan kalau
saya berdiam-diri menyaksikan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh
pemerintah saya, berarti saya telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa
saya, bangsa Indonesia dan seluruh bangsa dunia ini.
Kesalahan dan kesewenangan itu memang tidak hanya dilakukan oleh seorang
rejim Amerika saja, tetapi begitu banyak orang yang sedang bermain di belakang
rejim itu. Karena itu saya merasa berkewajiban untuk membongkarnya, dan setiap
orang Amerika mestinya turut mendukung semua aktifitas yang saya kerjakan ini.
Hal ini sangat berkaitan dengan adanya undang-undang khusus bahwa jika ada
seorang pemerintah yang tahu mengenai hal-hal yang merugikan rakyat Amerika, ia
harus membuka rahasia itu demi kepentingan rakyatnya. Jadi, tidak ada alasan
bagi mereka untuk menuduh saya sebagai pengacau atau pelanggar hukum dan
undang-undang.
Untuk bicara soal George W. Bush, saya sengaja memposisikan diri selaku
peneliti, dan bukan sebagai penerjemah Departemen Luar Negeri. Sudah tiga tahun
saya mengadakan penelitian khusus tentang kebobrokan moral ini, karenanya saya
tidak merekayasa dan tidak mengada-ada. Di negara kami memang ada kelompok
elite penguasa tertentu, yang memang bersikeras untuk tetap berkuasa dan
mengeruk keuntungan sebesar mungkin, seakan-akan mereka akan bertahan hidup
selama masa ribuan tahun.
Cara-cara yang ditempuh oleh mereka sebetulnya adalah cara-cara usang dan
kuno, yakni bagaimana mereka harus membuat orang-orang agar hidup dalam
ketakutan dan kengerian. Dan setelah mereka berhasil membuat orang jadi takut,
orang-orang itu (atau negeri-negeri berkembang itu) lantas berbondong-bondong
menghambur-hamburkan uangnya untuk kepentingan militer, kemudian sepakat
memasuki industri yang dipaksakan demi keuntungan mereka. Kini setelah Soviet
jatuh, tak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk mengadu-domba kita semua,
kecuali masalah agama. Menurut mereka, agama adalah bahan empuk untuk
memisahkan orang-orang, serta untuk membuat kita saling bertengkar dan
bermusuhan.
Selain itu ada juga kelompok tertentu di pemerintahan kami, yang sudah stress
dan frustasi, karenanya mereka nekat menginginkan agar kiamat segera datang.
Dan sebelum kiamat tentu dibutuhkan Armageddon, karenanya harus diciptakan
chaos dan Perang Dunia Ketiga. Kelompok ini memang betul-betul gila dan kalap
tak keruan. Mereka menginginkan agar Perang Dunia itu cepat meletus, hingga
ketika kiamat betul-betul datang, bagi mereka tidak ada urusan dengan hari
akhir atau hari pengadilan Tuhan. Yang penting bagi mereka adalah kenikmatan
dan kepuasan menyaksikan dan mendalangi peperangan itu sendiri.
Para elite penguasa itu, baik yang dari partai ataupun bukan, baik yang
bersikeras ingin berkuasa maupun yang menjadi oposan, mereka semua sama-sama
menginginkan agar penduduk bumi ini saling bertengkar dan bermusuhan.
Orang-orang oposan itu, sebagian besar tidak mengerti bahwa mereka sedang
ditunggangi dan direkayasa sedemikian rupa. Bahkan menurut saya, George W. Bush
sendiri tidak sadar bahwa dirinya sedang diperalat dan dijadikan boneka oleh
orang-orang elite yang frustasi dan brutal itu.
Ironisnya, rakyat Amerika sendiri yang intelek dan progresif, banyak yang
mengira bahwa semua kesewenangan dan kejahatan itu hanya diprakarsai oleh
seorang Bush saja, padahal orang-orang di belakang dialah yang punya kemampuan
canggih untuk merekayasa dan mendalangi semuanya itu. Hal ini karena seorang
presiden pada zaman ini, di negara manapun, terlalu bergantung pada para
penasehatnya. Seorang Bush terlalu sibuk untuk mengadakan acara ini acara itu,
menghadiri pertemuan ini perayaan itu dan seterusnya. Dia hanya menerima
informasi yang diperlukan saja dari para penasehatnya. Nah, di Amerika Serikat,
orang-orang yang bermain di belakang para penasehat itulah yang sanggup
mengontrol dan mengendalikan segala kejahatan itu.
Kalau akhir-akhir ini dikenal dengan istilah ?teori konspirasi?, mereka
memang bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu. Bukan hanya untuk keuntungan
bisnis dan bagi-bagi pendapatan, tetapi mereka ngotot mencari jalan pintas
untuk mengeruk keuntungan besar secepat-mungkin. Dalam keadaan darurat dan
peperangan, orang-orang itu seenaknya mengambil keputusan bahwa pemerintah
membutuhkan dana sebanyak miliaran dollar hanya dalam waktu sekejap.
Bukti-buktinya sangat jelas. Belakangan ini saya menerima berita dari CBS bahwa
Menteri Pertahanan Amerika mengaku telah kebobolan uang sebanyak 2 hingga 3
miliar dollar, yang mestinya dimanfaatkan untuk Departemen Pertahanan.
Anehnya, pengumuman itu justru disampaikan sehari sebelum terjadinya
peristiwa WTC dan Pentagon. Tentu saja kita dapat mudah menebak bahwa dana
sebesar itu pastilah dikantongi oleh mereka sendiri, dan sebagiannya dipakai
untuk kepentingan proyek-proyek hitam yang selama ini dirahasiakan kepada
bangsa Amerika dan seluruh bangsa dunia. Kalau mereka sekadar menjalankan
bisnis, paling banter mereka hanya bagi-bagi penghasilan atau prosentasi
pendapatan.
Logikanya, kalau suatu kelompok sukses dalam berbisnis, masing-masing hanya
akan menerima keuntungan 10 persen atau hanya 20 persen saja. Tetapi di masa
darurat perang, mereka akan menganggap bahwa momen itu adalah rezeki nomplok
yang tidak kepalang tanggung buat mereka. Anggaran yang dialokasikan untuk
Perang Irak saja, coba bayangkan, hanya dalam tempo satu tahun mereka sudah
menghambur-hamburkan ratusan miliar dollar. Dan kalau kita mengerti tentang
jejak uang, tentulah uang sebanyak itu mustahil diperoleh dari bisnis besar
model apapun.
Proyek-proyek hitam itu sudah berjalan selama masa puluhan tahun, namun tidak
boleh diakui keberadaannya secara hukum. Salah satu proyek itu di antaranya
untuk kepentingan intelijen, karena Amerika tidak mau tersaing oleh negara
manapun, bahkan tidak seorang pun boleh tahu tentang teknologi yang
terus-menerus sedang dikembangkan.
Rakyat Amerika pada umumnya tidak boleh tahu tentang hal ini. Bahkan para
wartawan dan dunia pers sudah dikontrol secara ketat oleh para elite penguasa
dan jaringannya. Pada tahun 1980 hingga 1990-an di Amerika terdapat lebih dari
50 perusahaan pers, di antaranya cukup banyak perusahaan-perusahaan pers
terkemuka dan terpercaya. Tapi sekarang perusahaan-perusahaan itu telah
digabung oleh konglomerasi pers, hingga kini tinggal 8 saja untuk semua pangsa
pasar. Karenanya kalau ada wartawan yang independen, jujur dan berani, dia akan
menghadapi risiko ditolak oleh atasannya, dan saya punya banyak kenalan yang
mengalami nasib seperti itu. Ketika mereka berani memberitakan persoalan yang
sebenarnya untuk membuka suatu tabir yang digelapkan, mereka kemudian diganggu
dan dipecat dari perusahaan itu. Kalaupun mereka menggugat sampai ke
persidangan, hal ini akan sulit dimenangkan oleh seorang wartawan.
Sebuah buku menarik telah mengisahkan banyak kehidupan para wartawan yang
mengalami nasib menyedihkan seperti itu. Buku itu berjudul ?Into the Buzzsaw?,
ditulis oleh Kristina Borjesson. Dari buku ini saja mestinya orang-orang
Amerika bisa paham dan mengerti tentang dunia pers di negerinya. Tapi aneh
sekali, buku itu resensinya tidak pernah dimuat oleh satu media manapun di
Amerika, padahal penulisnya adalah seorang terkenal pemenang hadiah Pulitzer.
Khusus tentang peristiwa WTC dan Pentagon pada tanggal 11 September itu,
sebetulnya Amerika punya sistem radar yang sangat hebat. Kalaupun misalnya ada
rudal meluncur dari Soviet ke Amerika yang kecepatannya dua kali lipat melebihi
pesawat biasa, sistem rudal Amerika akan mudah menjatuhkannya hanya dalam tempo
dua atau tiga menit saja. Sistem penangkal ini sangat canggih, meskipun boleh
jadi ada yang meleset juga. Namun persoalannya, bagaimana mungkin ada empat
pesawat sipil yang gerakannya sangat lambat bisa menghancurkan Pentagon. Ketika
menedengar bahwa Pentagon hancur oleh pesawat terbang, hari itu juga saya sudah
menebak bahwa peristiwa itu adalah rekayasa dan omong kosong belaka. Secara
pribadi saya pernah bekerja dengan para jenderal di Amerika. Saya tahu bahwa
mereka punya pesawat khusus yang bisa mendekati pesawat manapun hanya dalam
tempo sepuluh menit. Anehnya, sudah 90 menit setelah pembajakan itu, tahu-tahu
ada pesawat yang kemudian mengenai Pentagon. Ini sangat tidak
mungkin dan hanya siasat bodoh saja.
Selain konstruksi gedungnya yang kuat dan kokoh, ada lagi fakta bahwa gedung
WTC-7 yang tingginya sekitar 46 lantai, tiba-tiba gedung itu runtuh pada jam
5.00 sore, padahal tidak terkena pesawat sama sekali. Apa-apaan ini? Kejadian
ini sangat mudah dipahami bahwa di dalam gedung itu terdapat berkas dan
dokumen-dokumen rahasia yang mengarah kepada para konglomerat besar.
Dokumen-dokumen itu bisa memberatkan para konglomerat itu dalam beberapa kasus
hukum yang berskala besar.
Kemudian yang lebih serius lagi, boleh jadi markas untuk mengatur semua
rekayasa itu terdapat di gedung itu. Saya tahu bahwa markas untuk mengatasi
keadaan darurat memang terletak di gedung itu pada lantai 21. Ruangan itu
sengaja dibangun oleh Walikota New York, khusus untuk keadaan-keadaan darurat.
Ada banyak keistimewaan tersendiri di ruangan satu lantai itu. Jadi semua
rekayasa itu sangat mungkin dikontrol dari situ, untuk kemudian dihancurkan
sama sekali.
Kalau kita bicara tentang rakyat Amerika, secara jujur saya akui bahwa
kebanyakan mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Karena mereka
terus-menerus ditipu dan dibohongi oleh media-massa. Persoalan ini memang tidak
sederhana, dan membutuhkan waktu, kesabaran dan perenungan mendalam, kemudian
kita sanggup merangkai mata-rantai kejadian yang terpotong-potong oleh keadaan.
Rakyat kebanyakan inginnya serba ringkas dan instan saja, karenanya mereka
mudah dikelabui dan dininabobokan oleh pihak-pihak penguasa yang
berkepentingan.
Tapi saat ini semakin banyak orang yang tidak mau hanyut ke dalam arus
keadaan yang menyesatkan ini, termasuk diri saya sendiri. Kami harus mencari
media alternatif untuk menghimpun berita dan informasi secara jujur dan akurat.
Beberapa bulan lalu ada jajak pendapat di Reuters khusus mengenai peristiwa 11
September itu. Pertanyaan yang ditampilkan adalah: ?Apakah anda percaya bahwa
pengeboman itu sudah diketahui oleh pemerintah, tetapi mereka membiarkan saja??
Hasilnya 49,7 persen dari responden mengatakan ?YA?. Namun ironisnya, hasil
jajak pendapat Reuters ini tidak pernah diberitakan oleh media-massa satu pun
di Amerika. Aneh sekali. Dan saya sendiri hanya tahu dari Website-nya, dan
bukan dari surat kabar Amerika.
Syukurlah, beberapa waktu lalu ada seorang dermawan kaya yang langsung
memberikan reaksi positif mengenai hasil penelitian Reuters ini, lantas secara
sukarela ia membeli halaman iklan dan memasang hasil jajak-pendapat itu pada
satu halaman penuh di New York Times selama beberapa hari. Setelah itu barulah
semua orang tahu mengenai hasil riset itu. Karena itu saya yakin, dalam waktu
dua tahun ke depan seluruh rahasia kejahatan itu akan terbongkar, dan seluruh
dunia akan paham tentang seluk-beluk rekayasa pembantaian itu.
Akhirnya ingin saya tegaskan sekali lagi, bahwa target mereka, para elite
penguasa yang bermasalah dan frustasi itu, tidak lain bahwa mereka ingin
melestarikan ketakutan dan membikin penduduk seluruh dunia jadi takut. Kalau
masyarakat sudah jadi penakut, maka mereka akan mudah dimanipulasi dan
dininabobokan. Inilah target utama bagi orang-orang jahat yang frustasi dan
banyak masalah itu?.
Disunting oleh Muhammad Thorik, (dari hasil perbincangan dengan K2PSI, Radar
Banten dan Koran Tempo)
atau klik disini -------------> www.geocities.com/k2psi_lsm
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
---------------------------------
Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$15 provides a child with safe, clean water. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/LSmZ0B/icGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] [Wawancara Fredrick Blake Burks] Karakter Elite Penguasa USA