[nasional_list] [ppiindia] [Wawancara Fredrick Blake Burks] Karakter Elite Penguasa USA

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **  Catatan laluta:
   
  "... Kalau akhir-akhir ini dikenal dengan istilah ?teori konspirasi?, mereka 
memang bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu. Bukan hanya untuk keuntungan 
bisnis dan bagi-bagi pendapatan, tetapi mereka ngotot mencari jalan pintas 
untuk mengeruk keuntungan besar secepat-mungkin...Rakyat Amerika pada umumnya 
tidak boleh tahu tentang hal ini. Bahkan para wartawan dan dunia pers sudah 
dikontrol secara ketat oleh para elite penguasa dan jaringannya...." 
[selanjutnya baca Wawancara Fredrick Blake Burks berjudul "Karakter Elite 
Penguasa USA "]

     
   
  La Luta Continua!
   
  ***
   
  Date: Sun, 18 Dec 2005 00:28:51 -0800 (PST)
From: muhamad thorik <m_thorik@xxxxxxxxx>
Subject: Wawancara Fredrick (K2PSI)

   
    Karakter Elite Penguasa
  Amerika Serikat
   
  Frederick Blake Burks
  (Mantan Penerjemah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat)
   
   
  Selama tinggal di Indonesia saya ditemani oleh seorang polisi yang 
bekerjasama dengan saya, karenanya saya pulang ke Amerika dalam keadaan baik 
dan aman-aman saja. Pada awal tahun lalu saya juga didampingi oleh seorang 
pengacara, karena saya diminta untuk menjadi saksi atas peristiwa 
peledakan-peledakan bom di Indonesia. Sewaktu saya mengungkap hal sebenarnya 
yang saya ketahui, kontan saja Paul Wolfowitz (Deputi Menteri Pertahanan 
Amarika) marah-marah tak keruan kepada saya. Tapi dia dan kaki-tangannya tak 
berani macam-macam, karena kalau dia memperlakukan saya secara tidak 
bertanggungjawab, tentu saja akan menjadi berita besar di Indonesia dan seluruh 
dunia.
   
  Beberapa kawan saya yang masih bekerja selaku penerjemah telah menghubungi 
saya, dan mereka mendukung aktivitas saya dalam mengungkap fakta-fakta yang 
sebenarnya terjadi di sekitar orang-dalam di pemerintahan Amerika. Mereka 
bilang bahwa saya cukup berani melakukan tindakan yang sangat mengandung risiko 
ini. Tapi bagaimanapun persoalan ini harus ada yang mengungkapkan, dan kalau 
saya berdiam-diri menyaksikan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh 
pemerintah saya, berarti saya telah melakukan pengkhianatan terhadap bangsa 
saya, bangsa Indonesia dan seluruh bangsa dunia ini.
   
  Kesalahan dan kesewenangan itu memang tidak hanya dilakukan oleh seorang 
rejim Amerika saja, tetapi begitu banyak orang yang sedang bermain di belakang 
rejim itu. Karena itu saya merasa berkewajiban untuk membongkarnya, dan setiap 
orang Amerika mestinya turut mendukung semua aktifitas yang saya kerjakan ini. 
Hal ini sangat berkaitan dengan adanya undang-undang khusus bahwa jika ada 
seorang pemerintah yang tahu mengenai hal-hal yang merugikan rakyat Amerika, ia 
harus membuka rahasia itu demi kepentingan rakyatnya. Jadi, tidak ada alasan 
bagi mereka untuk menuduh saya sebagai pengacau atau pelanggar hukum dan 
undang-undang.
   
  Untuk bicara soal George W. Bush, saya sengaja memposisikan diri selaku 
peneliti, dan bukan sebagai penerjemah Departemen Luar Negeri. Sudah tiga tahun 
saya mengadakan penelitian khusus tentang kebobrokan moral ini, karenanya saya 
tidak merekayasa dan tidak mengada-ada. Di negara kami memang ada kelompok 
elite penguasa tertentu, yang memang bersikeras untuk tetap berkuasa dan 
mengeruk keuntungan sebesar mungkin, seakan-akan mereka akan bertahan hidup 
selama masa ribuan tahun.
   
  Cara-cara yang ditempuh oleh mereka sebetulnya adalah cara-cara usang dan 
kuno, yakni bagaimana mereka harus membuat orang-orang agar hidup dalam 
ketakutan dan kengerian. Dan setelah mereka berhasil membuat orang jadi takut, 
orang-orang itu (atau negeri-negeri berkembang itu) lantas berbondong-bondong 
menghambur-hamburkan uangnya untuk kepentingan militer, kemudian sepakat 
memasuki industri yang dipaksakan demi keuntungan mereka. Kini setelah Soviet 
jatuh, tak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk mengadu-domba kita semua, 
kecuali masalah agama. Menurut mereka, agama adalah bahan empuk untuk 
memisahkan orang-orang, serta untuk membuat kita saling bertengkar dan 
bermusuhan.
   
  Selain itu ada juga kelompok tertentu di pemerintahan kami, yang sudah stress 
dan frustasi, karenanya mereka nekat menginginkan agar kiamat segera datang. 
Dan sebelum kiamat tentu dibutuhkan Armageddon, karenanya harus diciptakan 
chaos dan Perang Dunia Ketiga. Kelompok ini memang betul-betul gila dan kalap 
tak keruan. Mereka menginginkan agar Perang Dunia itu cepat meletus, hingga 
ketika kiamat betul-betul datang, bagi mereka tidak ada urusan dengan hari 
akhir atau hari pengadilan Tuhan. Yang penting bagi mereka adalah kenikmatan 
dan kepuasan menyaksikan dan mendalangi peperangan itu sendiri.
   
  Para elite penguasa itu, baik yang dari partai ataupun bukan, baik yang 
bersikeras ingin berkuasa maupun yang menjadi oposan, mereka semua sama-sama 
menginginkan agar penduduk bumi ini saling bertengkar dan bermusuhan. 
Orang-orang oposan itu, sebagian besar tidak mengerti bahwa mereka sedang 
ditunggangi dan direkayasa sedemikian rupa. Bahkan menurut saya, George W. Bush 
sendiri tidak sadar bahwa dirinya sedang diperalat dan dijadikan boneka oleh 
orang-orang elite yang frustasi dan brutal itu.
   
  Ironisnya, rakyat Amerika sendiri yang intelek dan progresif, banyak yang 
mengira bahwa semua kesewenangan dan kejahatan itu hanya diprakarsai oleh 
seorang Bush saja, padahal orang-orang di belakang dialah yang punya kemampuan 
canggih untuk merekayasa dan mendalangi semuanya itu. Hal ini karena seorang 
presiden pada zaman ini, di negara manapun, terlalu bergantung pada para 
penasehatnya. Seorang Bush terlalu sibuk untuk mengadakan acara ini acara itu, 
menghadiri pertemuan ini perayaan itu dan seterusnya. Dia hanya menerima 
informasi yang diperlukan saja dari para penasehatnya. Nah, di Amerika Serikat, 
orang-orang yang bermain di belakang para penasehat itulah yang sanggup 
mengontrol dan mengendalikan segala kejahatan itu.
   
  Kalau akhir-akhir ini dikenal dengan istilah ?teori konspirasi?, mereka 
memang bekerjasama untuk suatu tujuan tertentu. Bukan hanya untuk keuntungan 
bisnis dan bagi-bagi pendapatan, tetapi mereka ngotot mencari jalan pintas 
untuk mengeruk keuntungan besar secepat-mungkin. Dalam keadaan darurat dan 
peperangan, orang-orang itu seenaknya mengambil keputusan bahwa pemerintah 
membutuhkan dana sebanyak miliaran dollar hanya dalam waktu sekejap. 
Bukti-buktinya sangat jelas. Belakangan ini saya menerima berita dari CBS bahwa 
Menteri Pertahanan Amerika mengaku telah kebobolan uang sebanyak 2 hingga 3 
miliar dollar, yang mestinya dimanfaatkan untuk Departemen Pertahanan.
   
  Anehnya, pengumuman itu justru disampaikan sehari sebelum terjadinya 
peristiwa WTC dan Pentagon. Tentu saja kita dapat mudah menebak bahwa dana 
sebesar itu pastilah dikantongi oleh mereka sendiri, dan sebagiannya dipakai 
untuk kepentingan proyek-proyek hitam yang selama ini dirahasiakan kepada 
bangsa Amerika dan seluruh bangsa dunia. Kalau mereka sekadar menjalankan 
bisnis, paling banter mereka hanya bagi-bagi penghasilan atau prosentasi 
pendapatan. 
   
  Logikanya, kalau suatu kelompok sukses dalam berbisnis, masing-masing hanya 
akan menerima keuntungan 10 persen atau hanya 20 persen saja. Tetapi di masa 
darurat perang, mereka akan menganggap bahwa momen itu adalah rezeki nomplok 
yang tidak kepalang tanggung buat mereka. Anggaran yang dialokasikan untuk 
Perang Irak saja, coba bayangkan, hanya dalam tempo satu tahun mereka sudah 
menghambur-hamburkan ratusan miliar dollar. Dan kalau kita mengerti tentang 
jejak uang, tentulah uang sebanyak itu mustahil diperoleh dari bisnis besar 
model apapun.
   
  Proyek-proyek hitam itu sudah berjalan selama masa puluhan tahun, namun tidak 
boleh diakui keberadaannya secara hukum. Salah satu proyek itu di antaranya 
untuk kepentingan intelijen, karena Amerika tidak mau tersaing oleh negara 
manapun, bahkan tidak seorang pun boleh tahu tentang teknologi yang 
terus-menerus sedang dikembangkan.
   
  Rakyat Amerika pada umumnya tidak boleh tahu tentang hal ini. Bahkan para 
wartawan dan dunia pers sudah dikontrol secara ketat oleh para elite penguasa 
dan jaringannya. Pada tahun 1980 hingga 1990-an di Amerika terdapat lebih dari 
50 perusahaan pers, di antaranya cukup banyak perusahaan-perusahaan pers 
terkemuka dan terpercaya. Tapi sekarang perusahaan-perusahaan itu telah 
digabung oleh konglomerasi pers, hingga kini tinggal 8 saja untuk semua pangsa 
pasar. Karenanya kalau ada wartawan yang independen, jujur dan berani, dia akan 
menghadapi risiko ditolak oleh atasannya, dan saya punya banyak kenalan yang 
mengalami nasib seperti itu. Ketika mereka berani memberitakan persoalan yang 
sebenarnya untuk membuka suatu tabir yang digelapkan, mereka kemudian diganggu 
dan dipecat dari perusahaan itu. Kalaupun mereka menggugat sampai ke 
persidangan, hal ini akan sulit dimenangkan oleh seorang wartawan. 
   
  Sebuah buku menarik telah mengisahkan banyak kehidupan para wartawan yang 
mengalami nasib menyedihkan seperti itu. Buku itu berjudul ?Into the Buzzsaw?, 
ditulis oleh Kristina Borjesson. Dari buku ini saja mestinya orang-orang 
Amerika bisa paham dan mengerti tentang dunia pers di negerinya. Tapi aneh 
sekali, buku itu resensinya tidak pernah dimuat oleh satu media manapun di 
Amerika, padahal penulisnya adalah seorang terkenal pemenang hadiah Pulitzer. 
   
  Khusus tentang peristiwa WTC dan Pentagon pada tanggal 11 September itu, 
sebetulnya Amerika punya sistem radar yang sangat hebat. Kalaupun misalnya ada 
rudal meluncur dari Soviet ke Amerika yang kecepatannya dua kali lipat melebihi 
pesawat biasa, sistem rudal Amerika akan mudah menjatuhkannya hanya dalam tempo 
dua atau tiga menit saja. Sistem penangkal ini sangat canggih, meskipun boleh 
jadi ada yang meleset juga. Namun persoalannya, bagaimana mungkin ada empat 
pesawat sipil yang gerakannya sangat lambat bisa menghancurkan Pentagon. Ketika 
menedengar bahwa Pentagon hancur oleh pesawat terbang, hari itu juga saya sudah 
menebak bahwa peristiwa itu adalah rekayasa dan omong kosong belaka. Secara 
pribadi saya pernah bekerja dengan para jenderal di Amerika. Saya tahu bahwa 
mereka punya pesawat khusus yang bisa mendekati pesawat manapun hanya dalam 
tempo sepuluh menit. Anehnya, sudah 90 menit setelah pembajakan itu, tahu-tahu 
ada pesawat yang kemudian mengenai Pentagon. Ini sangat tidak
 mungkin dan hanya siasat bodoh saja. 
   
  Selain konstruksi gedungnya yang kuat dan kokoh, ada lagi fakta bahwa gedung 
WTC-7 yang tingginya sekitar 46 lantai, tiba-tiba gedung itu runtuh pada jam 
5.00 sore, padahal tidak terkena pesawat sama sekali. Apa-apaan ini? Kejadian 
ini sangat mudah dipahami bahwa di dalam gedung itu terdapat berkas dan 
dokumen-dokumen rahasia yang mengarah kepada para konglomerat besar. 
Dokumen-dokumen itu bisa memberatkan para konglomerat itu dalam beberapa kasus 
hukum yang berskala besar. 
   
  Kemudian yang lebih serius lagi, boleh jadi markas untuk mengatur semua 
rekayasa itu terdapat di gedung itu. Saya tahu bahwa markas untuk mengatasi 
keadaan darurat memang terletak di gedung itu pada lantai 21. Ruangan itu 
sengaja dibangun oleh Walikota New York, khusus untuk keadaan-keadaan darurat. 
Ada banyak keistimewaan tersendiri di ruangan satu lantai itu. Jadi semua 
rekayasa itu sangat mungkin dikontrol dari situ, untuk kemudian dihancurkan 
sama sekali.
   
  Kalau kita bicara tentang rakyat Amerika, secara jujur saya akui bahwa 
kebanyakan mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Karena mereka 
terus-menerus ditipu dan dibohongi oleh media-massa. Persoalan ini memang tidak 
sederhana, dan membutuhkan waktu, kesabaran dan perenungan mendalam, kemudian 
kita sanggup merangkai mata-rantai kejadian yang terpotong-potong oleh keadaan. 
Rakyat kebanyakan inginnya serba ringkas dan instan saja, karenanya mereka 
mudah dikelabui dan dininabobokan oleh pihak-pihak penguasa yang 
berkepentingan. 
   
  Tapi saat ini semakin banyak orang yang tidak mau hanyut ke dalam arus 
keadaan yang menyesatkan ini, termasuk diri saya sendiri. Kami harus mencari 
media alternatif untuk menghimpun berita dan informasi secara jujur dan akurat. 
Beberapa bulan lalu ada jajak pendapat di Reuters khusus mengenai peristiwa 11 
September itu. Pertanyaan yang ditampilkan adalah: ?Apakah anda percaya bahwa 
pengeboman itu sudah diketahui oleh pemerintah, tetapi mereka membiarkan saja?? 
   
  Hasilnya 49,7 persen dari responden mengatakan ?YA?. Namun ironisnya, hasil 
jajak pendapat Reuters ini tidak pernah diberitakan oleh media-massa satu pun 
di Amerika. Aneh sekali. Dan saya sendiri hanya tahu dari Website-nya, dan 
bukan dari surat kabar Amerika. 
   
  Syukurlah, beberapa waktu lalu ada seorang dermawan kaya yang langsung 
memberikan reaksi positif mengenai hasil penelitian Reuters ini, lantas secara 
sukarela ia membeli halaman iklan dan memasang hasil jajak-pendapat itu pada 
satu halaman penuh di New York Times selama beberapa hari. Setelah itu barulah 
semua orang tahu mengenai hasil riset itu. Karena itu saya yakin, dalam waktu 
dua tahun ke depan seluruh rahasia kejahatan itu akan terbongkar, dan seluruh 
dunia akan paham tentang seluk-beluk rekayasa pembantaian itu. 
   
  Akhirnya ingin saya tegaskan sekali lagi, bahwa target mereka, para elite 
penguasa yang bermasalah dan frustasi itu, tidak lain bahwa mereka ingin 
melestarikan ketakutan dan membikin penduduk seluruh dunia jadi takut. Kalau 
masyarakat sudah jadi penakut, maka mereka akan mudah dimanipulasi dan 
dininabobokan. Inilah target utama bagi orang-orang jahat yang frustasi dan 
banyak masalah itu?.
   
  Disunting oleh Muhammad Thorik, (dari hasil perbincangan dengan K2PSI, Radar 
Banten dan Koran Tempo)
   
    atau  klik disini   ------------->  www.geocities.com/k2psi_lsm   





Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






                
---------------------------------
 Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$15 provides a child with safe, clean water. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/LSmZ0B/icGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: