[nasional_list] [ppiindia] [Wawancara Fredrick Blake Burks] Dokumen Rahasia di Balik Peledakan Bom di Indonesia
- From: Mira Wijaya Kusuma <la_luta@xxxxxxxxx>
- To: sastra pembebasan <sastra-pembebasan@xxxxxxxxxxxxxxx>, m_thorik@xxxxxxxxx
- Date: Fri, 30 Dec 2005 05:30:02 -0800 (PST)
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** Catatan Laluta:
"... Kemudian yang menjadi pertanyaan: kenapa yang dijadikan korban justru
turis-turis Australia? ... Dan pada kenyataannya, siapakah yang diuntungkan
setelah peristiwa pengeboman itu? Di sinilah kunci utamanya?. [selanjutnya baca
Wawancara Fredrick Blake Burks berjudul "Dokumen Rahasia di Balik Peledakan Bom
di Indonesia"]
La Luta Continua!
***
Date: Sun, 18 Dec 2005 00:28:51 -0800 (PST)
From: muhamad thorik <m_thorik@xxxxxxxxx>
Subject: Wawancara Fredrick (K2PSI)
Dokumen Rahasia di Balik Peledakan Bom di Indonesia
Frederick Blake Burks
(Mantan Penerjemah Departemen Luar Negeri
Amerika Serikat)
Pertemuan kami di rumah Ibu Mega terjadi pada tanggal 16 September 2002.
Waktu itu saya diminta untuk mendampingi seorang utusan CIA, anggota dewan
keamanan nasional Amerika, Kareen Brooks, juga Ralp L Boyce selaku duta besar
Amerika untuk Indonesia. Pertemuan ini sangat dirahasiakan, dan hanya
berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit saja.
Saya masih ingat ketika rombongan kami mendesak Presiden Megawati agar
menuruti permintaan George W Bush, supaya Abubakar Ba?asyir segera diekstradisi
ke Amerika. Namun beginilah jawaban Ibu Mega: ?Maaf, saya tidak bisa memenuhi
permintaan kalian. Ba?asyir itu cukup terkenal, dan kalau saya serahkan pada
Amerika, tentulah akan mempersulit posisi saya di sini.?
Para utusan itu kaget melihat keberanian Ibu Mega. Kemudian mereka berusaha
mendesak secara halus, hingga seorang utusan CIA mengangkat kepalanya, dan
berkata:
?Kami mengerti kesulitan yang dialami Ibu Presiden. Tapi Anda harus paham dan
mengerti, siapa itu Ba?asyir? Dia itu orang berbahaya. Dari keterangan Omar
Al-Farouk, kelompok Islam yang dipimpin Ba?asyir itu sudah dua kali
merencanakan untuk membunuh Ibu Presiden. Bahkan pengeboman gereja di malam
natal kemarin, juga Ba?asyir-lah yang menjadi otaknya?.?
Hingga akhir pertemuan itu Ibu Mega tetap pada pendiriannya. Ia tidak
menanyakan apa bahayanya kalau Indonesia tidak menyerahkan Ba?asyir kepada
Amerika. Namun di akhir perdebatan sengit itu, Ibu Mega sempat melontarkan
kata-kata: ?Pokoknya kami tidak akan menyerahkan Ba?asyir, kecuali kalau ada
opini-opini negatif tentang dia?.?
Setelah itu apa yang terjadi? Belum genap sebulan setelah pertemuan kami,
pada tanggal 12 Oktober 2002 terjadilah peledakan Bom Bali, yang kebanyakan
korbannya adalah turis-turis Australia.
Tentu saja saya harus menghubungkan peristiwa itu dengan pertemuan di rumah
Ibu Mega. Sudah sejak itu saya membaca bahwa pengeboman itu pastilah kerjaan
elite penguasa Amerika, dengan memakai kaki-tangan orang-orang lokal sebagai
pelakunya. Tujuannya untuk membuat citra-buruk kepada Ba?asyir yang akan
dijadikan kambing-hitam sebagai pelaku pengeboman itu.
Kemudian yang menjadi pertanyaan: kenapa yang dijadikan korban justru
turis-turis Australia? Hal ini mudah dipahami, karena sebelum peristiwa Bom
Bali itu, pemerintah dan rakyat Australia kurang mendukung perang terhadap
terorisme yang gencar dipropagandakan Amerika. Dan pada kenyataannya, siapakah
yang diuntungkan setelah peristiwa pengeboman itu? Di sinilah kunci utamanya?.
Saya sendiri baru mengenal Ba?asyir dalam kunjungan-kunjungan terakhir ke
Indonesia. Di Amerika dia kurang dikenal, karena memang rakyat Amerika kurang
tertarik untuk mengikuti kejadian-kejadian di luar negerinya. Dalam bulan-bulan
ini memang ada beberapa artikel yang membahas terorisme yang disangkut-pautkan
dengan Ba?asyir, tapi hampir semuanya cenderung tendensius, dan hanya
dibuat-buat untuk menelek-jelekkan Ba?asyir. Entahlah, untuk apa mereka
capek-capek menulis artikel semacam itu?.
Lantas bagaimana sosok Ba?asyir itu yang sebenarnya? Setelah saya lebih akrab
mengenalnya, sungguh pada diri Ba?asyir itu tidak ada watak teroris sama
sekali. Memang sepintas dia kelihatan teguh dan tegas pada sikap dan
pendiriannya. Namun kenyataannya dia orang baik-baik. Dalam perbincangan dengan
saya, dia memang mengakui pernah bercita-cita membangun Indonesia berdasarkan
syariat Islam. Menurut saya, hal ini wajar dan sah-sah saja. Pemikiran seperti
itu tak bisa dilarang dan merupakan hak asasi dia. Selama pikiran itu tidak
dipaksakan dengan kekerasan kepada pihak lain, hal itu harus kita anggap
sebagai perbedaan pendapat dan wacana saja. Kenapa yang kewalahan dan
uring-uringan justru adalah elite-elite Amerika? Hal ini harus dipahami secara
kultural dan struktural.
Dalam soal ini memang ada peneliti Amerika yang tidak sependapat dengan saya,
misalnya Sidney Jones selaku Direktur International Crisis Group (ICG). Saya
menilai, cukup banyak kelemahan pada analisis Sidney Jones. Dia tidak paham
tentang seluk-beluk rekayasa yang menjadi proyek bagi oknum-oknum elite
penguasa Amerika. Tapi saya bisa mengerti, karena Sidney memang tidak punya
basis di bidang itu. Pengalaman dan aktifitas dia hanya di sekitar human right
sebelum terjun ke dunia penelitian tentang jaringan terorisme.
Sebelum masuk ke wilayah Asia Tenggara, boleh jadi Sidney hanya menerima
laporan secara sepihak, atau menghimpun informasi yang dibuat-buat oleh
intelijen. Bolehlah dikatakan bahwa Sidney salah sumber sebelum melakukan
penelitian tentang terorisme, hingga akhirnya dia tak punya pegangan yang kokoh
seperti sekarang ini.
Secara pribadi, pada awalnya saya sendiri kurang yakin mengenai adanya
konspirasi di tingkat elite penguasa Amerika, tapi setelah saya mendengar,
menerima masukan dari mantan-mantan FBI dan CIA, bahkan saya mengalaminya
sendiri, waduh, luar biasa kelicikan dan kebohongan yang menjadi proyek-proyek
mereka itu. Karena itu saya berkewajiban untuk mengungkap dan membongkarnya,
dan itulah yang menjadi aktifitas saya sekarang ini.
Sebelum diminta sebagai saksi atas persidangan Abubakar Ba?asyir, saya sering
diwawancarai oleh media-media lokal di Amerika, juga sering diundang selaku
narasumber di kampus-kampus. Di hadapan ribuan mahasiswa saya sampaikan
terang-terangan mengenai kegiatan yang sedang saya geluti sekarang ini.
Kalau ada yang menanyakan, apakah saya tidak takut diancam atau diintimidasi
oleh Pemerintah Amerika? Saya tegaskan bahwa saya percaya pada Kekuasaan Yang
di Atas. Saya hanya mengungkap apa-apa yang saya ketahui, berdasarkan fakta dan
data-data yang saya yakini kebenarannya. Saya tidak tertarik untuk mencari-cari
musuh. Dan saya percaya, masih banyak orang Amerika yang baik dan menggunakan
hatinuraninya, termasuk di kalangan pejabat pemerintahannya sendiri.
Saya hanya membongkar cara-cara kerja dari kalangan elite penguasa tertentu,
yang banyak mencelakakan umat manusia di bumi ini, termasuk peristiwa WTC dan
Pentagon itu. Persoalan ini memang tidak gampang, dan butuh persatuan dan
kekompakan dari kawan-kawan pejuang di seluruh dunia.
Hal ini perlu saya tegaskan, karena kawan-kawan jurnalis di Amerika sendiri
belum siap menghadapi kenyataan ini. Mereka masih gemar mengunyah-ngunyah opini
bikinan yang dicekoki dari mulut penguasa, dan karenanya mereka masih takut
memberi pernyataan ilmiah, dan hanya penyataan politik belaka. Dalam kaitan ini
saya sangat menghargai perkembangan dunia pers di Indonesia, yang nampaknya
lebih berani dan terbuka untuk mengungkap fakta-fakta dari kejadian yang
sebenarnya. Selamat berjuang?.
(Dihimpun oleh Hafis Azhari, dari perbincangan bersama K2PSI di kampus
Universitas Paramadina, Jakarta)
atau klik disini -------------> www.geocities.com/k2psi_lsm
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
---------------------------------
Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays,
whatever.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/WpTY2A/izNLAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] [Wawancara Fredrick Blake Burks] Dokumen Rahasia di Balik Peledakan Bom di Indonesia