[nasional_list] [ppiindia] Wapres Lebih Berperan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Jun 2006 07:55:04 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Refleksi: Mungkin saja presiden SBY
lebih senang berperan sebagai "master of ceremony" daripada mengurus tugas
yang dipercayakan oleh para pemilihnya.
http://www.indomedia.com/bpost/062006/28/opini/opini2.htm
Wapres Lebih Berperan
ANGGOTA Komisi X DPR Masduki Baidlawi mengharapkan, Presiden Yudhoyono tidak
membiarkan Wapres mengendalikan kebijakan strategis seperti pendidikan. Ia
menilai, selama ini Wapres justru lebih banyak mengeluarkan kebijakan yang
mendasar seperti penolakannya terhadap ulangan Ujian Nasional (UN).
Sampai-sampai Menteri Pendidikan Nasional justru lebih takut kepada Wapres
daripada Presiden. Ia tidak menghendaki Wapres lebih dominan dalam kebijakan
strategis.
Pernyataan itu disampaikan sehubungan kebijakan Wapres yang melarang
diadakannya ulangan UN. Kebijakan itu membuat harapan siswa yang tidak lulus UN
pupus. Pernyataan Wapres diucapkan pada saat Departemen Pendidikan Nasional,
DPR dan siswa yang gagal ujian tengah bernegosiasi. Dengan pernyataan itu,
siswa yang tidak lulus UN hanya bisa mengikuti ujian persamaan Paket C.
Presiden yang sejak semula diharapkan bisa mengambil inisiatif membantu
anak-anak yang gagal ujian itu, diam saja.
Kasus UN hanyalah salah satu contoh betapa Wapres lebih banyak memegang kendali
pemerintahan dibandingkan Presiden. Contoh lain, perjanjian damai antara RI
dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dipertanyakan banyak orang juga
inisiatif Wapres Jusuf Kalla. Pemberian bantuan untuk korban gempa di Jogja dan
Jateng sebesar Rp10 juta sampai Rp30 juta untuk setiap rumah yang rusak ringan,
sedang dan berat, Wapres juga yang menjanjikan.
Bahkan penyelesaian kasus lumpur panas di Sidoarjo (Jatim), Wapres pun turun
tangan. Yang paling baru, Wapres menjanjikan uang makan dan perbaikan rumah
korban banjir di Sulawesi Selatan.
Sebaliknya, kita melihat kegiatan Presiden lebih banyak urusan formalitas,
memimpin rapat kabinet, menerima tamu, membuka pertemuan atau melawat ke luar
negeri. Persoalan dalam negeri yang krusial, Wapres lebih mengambil peran.
Zaman Pak Harto atau Megawati masih berkuasa, Presidenlah yang membuat
keputusan penting, bukan wakilnya. Dalam sistem kabinet presidensiil, Presiden
adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, Wapres bertugas mewakili
Presiden. Di Amerika Serikat, jabatan Wapres tidak banyak disukai. Mereka lebih
memilih menjadi senator, karena senator lebih berkuasa daripada Wapres.
Bukannya jelek apa yang dilakukan Wapres Jusuf Kalla. Kita justru angkat topi,
karena dia ternyata sangat tanggap dan cepat dalam mengambil kebijakan. Yang
kita pertanyakan, untuk urusan sangat strategis seperti perjanjian dengan GAM
atau ujian ulangan UN, mengapa bukan Presiden yang mengambil keputusan.
Bukannya tidak percaya pada kebijakan Wapres, tetapi kita khawatir
jangan-jangan ini merupakan awal dari persaingan mereka menuju 2009 nanti, saat
diadakan pemilu dan pemilihan Presiden. Ketika terjadi gempa di Jogja,
Yudhoyono beberapa hari berada di Jogja, sampai-sampai Kantor Presiden pindah
ke Istana Gedung Agung. Tetapi begitu Jusuf Kalla datang, ia langsung
menjanjikan bantuan. Yudhoyono hanya berkunjung kesana kemari untuk menghibur
korban.
Posisi Yudhoyono sebagai Presiden memang dilematis. Ia dipilih langsung oleh
rakyat, tetapi partainya tidak punya suara signifikan di DPR. Dukungan terkuat
justru dari Golkar yang dipimpin Jusuf Kalla. Banyak kebijakan pemerintah yang
diselamatkan oleh Golkar, misalnya dalam soal hak interpelasi anggota DPR yang
gagal digelar karena ditentang fraksi terbesar tadi. Kita paham pada faktor
psikologis seperti ini, tetapi mengelola negara tidak bisa dilakukan dengan
ewuh pekewuh. Hak dan kewajiban Presiden diatur melalui konstitusi.
Kita khawatir apa yang diputuskan Wapres tidak sejalan dengan Presiden, tetapi
demi sopan santun Presiden diam saja. Contohnya adalah kebijakan UN ulangan.
Sebagian besar yang pernah diberitakan media tulis atau disiarkan
radio/televisi, menghendaki UN diulang. Meski tidak ada penelitian, rasanya
seperti itulah hati nurani kita dalam menyikapi kegagalan anak-anak kita.
Pernyataan bahwa mereka tidak gigih, kurang rajin belajar adalah pernyataan
yang menyakitkan. Sementara keberhasilan UN itu sendiri belum bisa menjadi
tolok ukur keberhasilan pendidikan, karena masih banyak yang harus diuji.
Karena itu rakyat sebenarnya masih menghendaki agar Presiden membuat keputusan
yang final, tetapi Yudhoyono diam saja.
Apa yang dikemukakan oleh Baidlawi sebenarnya juga dirasakan oleh rakyat. Kita
melihat ada sesuatu yang aneh dalam pembagian tugas Presiden-Wapres. Presiden
dan Wapres memang harus beriringan, tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Tetapi
tentunya Presidenlah yang harus berada di depan.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Wapres Lebih Berperan