[nasional_list] [ppiindia] Ustadz Khawatir Foke Kalah Masjid Jadi Sepi?

Memangnya Tuhan ummat Islam itu Foke? Sehingga jika Foke kalah, masjid jadi 
sepi. Kasihan. 
Jokowi itu juga Muslim. Nilai2 Islam justru kebanyakan diamalkan oleh Jokowi 
seperti menyediakan pasar murah bagi pedagang Kaki 5 sehingga mereka bisa 
mencari makan. 
Bandingkan dgn pemimpin daerah lain yg justru menggusur para pedagang K5 dan 
merampas dagangannya. Mana yg lebih Islami? 
Jokowi juga berusaha memberdayakan rakyat dgn membantu pembuatan mobil Nasional 
Esemka. Bayangkan dgn pemimpin lain yg rela Pasar Mobil Indonesia yg rp 200 
trilyun/tahun dikuasai pengusaha mobil asing/kafir. Mana yg lebih Islami? Sikap 
ini mencerminkan nasionalisasi, kemandirian rakyat sehingga pada akhirnya 
rakyat Indonesia bisa memproduksi kedelai sendiri, swa sembada beras sendiri, 
membuat mobil dan berbagai produk kebutuhan sendiri. Ini membuka lapangan kerja 
bagi rakyat Indonesia yg mayoritas Muslim.
Jadi pilih pejabat Muslim yg tindakannya Islami ketimbang pejabat Muslim yg 
cuma label Islamnya saja yang besar, tapi tindakannya justru sangat tidak 
islami. 
Silahkan baca:
http://media-islam.or.id/2011/08/11/jokowi-walikota-solo-yang-humanis-dan-berprestasi

http://forum.detik.com/ustadz-khawatir-foke-kalah-masjid-jadi-sepi-t471833.html?nd991103frm ;

 
Ustadz Khawatir Foke Kalah Masjid Jadi Sepi
Rabu, 25 Juli 2012 17:47 wib wib
JAKARTA- Sejumlah Ustadz di Jakarta dituding telah menyudutkan pasangan calon 
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama dalam sejumlah 
ceramahnya di masjid-masjid. Seperti apa isi ceramah berbau SARA tersebut.

Hal itu terlihat saat ustadz H Miftah Rais ceramah di Masjid Jami Assyukur, 
Jakarta Pusat. Saat itu Fauzi Bowo sedang melakukan safari ramadan dan 
kunjungan di perumahan padat penduduk di Jalan Tambak Matraman Jaya, Jakarta 
Pusat itu

Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, melakukan salat Ashar berjamaah yang di 
lanjutkan dengan ceramah dari ustad setempat H. Miftah Rais.

Dalam ceramahnya, Miftah menyatakan Jakarta memerlukan pemimpin yang tidak 
hanya jenius tetapi juga religius. Dia mengatakan, "Cuma Gubernur DKI yang 
punya majelis taklim di rumahnya," kata Miftah di Masjid Jami Assyukur, Rabu 
(25/7/2012).

Kata dia warga Pegangsaan harus tetap mawas diri. "Kalau tidak, bisa-bisa Adzan 
di masjid ini tidak ada lagi," ujarnya.

Kata Miftah, bila Foke tak menjabat Gubernur lagi, maka aktivitas di masjid 
akan dipersulit. "Susahnya, kita nanti akan juga tidak mendengarkan dzikir di 
masjid tercinta ini, sampaikan pada semua saudara kita, jangan sampai kita 
menjual iman kita dengan harga yang murah." tambah Miftah.

Miftah berharap pada jamaah dan seluruh warga, untuk medoakan Foke memenangkan 
putaran dua Pilgub DKI yang akan dilangsungkan 20 September mendatang. "Saya 
menaruh harapan pada jamaah dan seluruh warga Pegangsaan ini, supaya mendoakan 
pak Gubernur supaya dapat menang lagi," tutupnya.
(ugo)

http://jakarta.okezone.com/read/2012...sjid-jadi-sepi ;

Dalam Masjid, Ustadz Kampanye Foke
KAMIS, 26 JULI 2012 | 00:55 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Panasnya persaingan menuju kursi DKI-1 rupanya merasuk juga 
ke dalam masjid di bulan Ramadan ini. Rabu 25 Juli 2012, usai ibadah Shalat 
Ashar, ketika menyampaikan ceramah rutinnya, Ketua Masjid Jami'' Asy–Syukur, 
Miftah Rauf, secara tak langsung mengimbau warganya agar memilih kembali Fauzi 
Bowo dalam putaran kedua Pemilihan Gubernur Jakarta, 20 September depan. 

“Kita butuh pemimpin yang berkah, kuat imannya, manusiawi dan istiqomah. Kita 
butuh pemimpin yang berkumis,” kata Miftah merujuk pada Fauzi Bowo yang memang 
berkumis tebal. Miftah juga menekankan bahwa pemimpin Jakarta sudah seharusnya 
warga Jakarta. “Orang lain hanya bisa ke sini mengacak ngacak Jakarta,”katanya 
bersemangat.

Masjid Jami Asy – Syukur terletak di RT 02 RW 06, Kelurahan Pegangsaan, 
Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.Menurut Miftah, semua warga Menteng siap 
memilih Fauzi menjadi Gubernur Jakarta periode mendatang. “Jangan sampai kita 
salah, nanti susah mendengar dzikir, jangan sampai kita susah mendengar takbir. 
Jangan sampai iman dibeli dengan uang,” katanya, tanpa memerinci apa maksud 
pernyataan itu. Hingga ceramah usai, Miftah tak pernah secara eksplisit 
menyebut siapa yang dia maksud. 

Fauzi Bowo yang hadir dalam kegiatan di masjid itu mengaku kedatangannya adalah 
bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan rakyat. “Kehadiran saya bukan 
untuk kampanye. Karena pemerintahan itu ada untuk rakyat. Jangan sendiri 
sendiri, camat jangan sendiri, lurah juga jangan sendiri,” katanya. 

Fauzi mengatakan kedatangannya di Menteng juga wujud pertanggungjawabannya 
dalam memegang amanah dari warga. “Saya berterima kasih warga sini masih banyak 
yang percaya pada Bang Kumis pada putaran pertama lalu. Ya mudah mudahan tetap 
berjalan lancar pada putaran kedua Jakarta,” katanya. Fauzi berharap warga 
Jakarta mendapatkan pemimpin yang beriman. “Yang membawa warganya lebih beriman 
dan berjalan dengan iman,” katanya. 

Usai berpidato, Fauzi menyerahkan dana sebesar Rp 28 juta pada Masjid Jami'' 
Asy–Syukur dengan rincian sebesar Rp18 juta dari dana hibah bantuan masjid dan 
Rp 10 juta dari Bazis. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga 
menyerahkan bantuan pada 75 anak yatim, lampu hemat energi, meja ping pong, dan 
penyerahan kartu gakin secara simbolis. (..oohh... Pemprov DKI toh... )

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

http://www.tempo.co/read/news/2012/0...-Kampanye-Foke  ;

.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id


Paket Umrah 2013 mulai US$ 1.600/orang di 
http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


Promosi Tahun Baru Hijriyah Pembuatan Website (All in) 1 Dinar (Rp 2,3 juta): 
http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] Ustadz Khawatir Foke Kalah Masjid Jadi Sepi? - A Nizami