[nasional_list] [ppiindia] Untuk Mbak LD yang nimbrung iseng - Re: Kisah pemerkosaan TKW oleh orang-orang Arab
- From: "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 05 Mar 2006 07:07:57 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Bung RJ,
Soal pekerja cewe, itu apa gak sebaiknya industry rokok, pengemas
produk..mempekerjakan para pria aja? Kita kaum cewe belanja aja
udaaah (kan asoy tuh). Atur deh gaji suami yang cuma segitu-gitunya
biar berkah...:-). Mengenai adanya fakta cewe dibayar lebih..itu kan
di bidang tertentu yang memang harus mempunyai keahlian khusus. Kalo
kerja umum di paberik2 itu kan buanyak ceweknya. Makanya ini menjadi
permasalahan bagi Bupati cewe itu ya? yang diangkat oleh Mbak Mira
disini. Saya sadarijuga kalau pendapat saya itu tidak sepenuhnya
benar secara menyeluruh. Tapi kalau pada bidang2 tertentu, itu
menjadi sepenuhnya benar...:-)
Soal bangsa Arab, semoga tulisannya mas Heri bisa merubah paradigma
berpikir bung RJ agar lebih profesional dan adil dalam membuat
statement. Jadi, bener juga kalo kebanyakan kita ini kemakan
propaganda untuk membenci Arab ???
Agama apa yang cocok dengan hidung pesek dan melar?
Soal TKW yang bekerja sama bapaknya, itu kan tergantung kesepakatan
kerja antara TKW itu dengan majikannya kan ya? Apa ada pasal melayani
hasrat majikan?
Tanah Arab paling sedikit sumbangsihnya pada peradaban?
Waduuuh..kebanyakan ilmu-ilmu kan asalnya dari sana dan belakangan
ini berkembang di Barat.
Aneh juga kalau bung RJ masih saja berpendapat bahwa orang Arab itu
keturunan Nabi Muhammad SAW? Sampeyan sama degilnya dengan orang2
arab yang mengakui mereka keturunan Nabi.
Soal saksi 4 orang, saya sih berfikir positif bagi cewe yang berada
di Arab utk jangan pergi berdua-duaan ketempat sepi...:-) Dengan
adanya peraturan hukum seperti itu kan seharusnya wanita lebih aware
lah.
wassalam,
yangcapekabisnarikbajaj.
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, reporter jalanan
<reporter_jalanan@...> wrote:
>
> Untuk Mbak LD yang nimbrung iseng - Re: Kisah pemerkosaan TKW oleh
orang-orang Arab
>
> LD:
> Saya nimbrung disini saja deh.
>
> ReJa:
> Boleh, silakan....gratis nggak bayar...
>
> LD:
> pere........
>
> ReJa:
> Huss..jangan pakai istilah itu! Pere itu kan sama dengan WTS. Pere =
> perempuan eksperimen. Mbok ya nulisnya yang lengkap: perempuan atau
wanita atau cewek.
>
> LD:
> Kan sekarang ini industry lebih senang mempekerjakan pere
krn "cost"nya jauh
> lebih murah bagi industry.
>
> ReJa:
> Tidak juga, tergantung industrinya apa. Juga tergantung pada
kebutuhan dan keperluannya. Di pabrik-pabrik, misal pelintingan
rokok kretek, chip, elektronik, makanan ringan, pengemasan produk
atau pintal benang, memang kebanyakan perempuan. Istilahnya industri
perakitan atau industri tukang jahit. Kalau pabrik ban dan otomotif
ya kebanyakan lelaki, karena produknya cukup berat. Tetapi jangan
salah, ada juga industri yang lebih condong memperkerjakan lelaki
dibandingkan kaum perempuan misal di perhotelan yang beroperasi 24
jam. Ini berlaku secara internasional.
>
> Di kitchen dept dan bar misalnya, lebih banyak kaum lelaki
daripada kaum perempuan. Untuk shift malam, lelaki lebih cocok karena
menyangkut keamanan dalam perjalanan ke tempat kerja dan pulang ke
rumah. Walau konon perempuan lebih terampil soal masak memasak, tapi
itu tak berlaku di industri perhotelan. Karena peralatan masak-
memasak di kitchen dept ukurannya besar-besar dan berat, jadi lebih
cocok kaum lelaki.
>
> Bahkan di industri perfilman dan sinetron, honor artis perempuan
bisa lebih tinggi dibandingkan aktor. Itu di Indonesia dan India.
Kalau di Hollywood mungkin setara, karena pernah diprotes artis
perempuan. Juga di industri hiburan (misalnya recording), penyanyi
perempuan dibayar lebih tinggi dibandingkan penyanyi lelaki. Jadi
kalau Anda bilang perempuan mau dibayar lebih murah, itu tak
sepenuhnya benar.
>
> LD:
> Mengapa Allah SWT menurunkan para nabi termasuk Nabi SAW di tanah
Arab
> yang "jahilliyah" dan nabi mana yang kemudian mampu merubah Arab
menjadi
> beradab dan dikenal keseluruh dunia?
>
> ReJa:
> Iya mereka semua memang katanya turun di Tanah Arab, makanya agama
kaum Semit itu sebenarnya cocoknya ya buat mereka-mereka, Arab dan
Yahudi saja, bukan buat kita-kita yang hidungnya pesek dan melar
(maaf kalau Mbak LD masih berdarah Arab). Sampai sekarang dan hingga
kini negara-negara Arab belum beradab, dan masih juga jahilliyah tuh.
Dikenal ke seluruh dunia? Iya, dikenal kejelekan dan
keburukannya....dikenal sebagai bangsa yang paling sedikit
sumbangsihnya terhadap peradaban dunia.
>
> LD:
> ........Pernah anak majikannya mencoba memperkosanya, tapi dgn
lantang dia
> katakan bhw dia bekerja kpd ayahnya. "Jadi, kalau kamu berani
memperkosa saya akan saya adukan kepada ayahmu". Alhamdulillah tuh
anak, jiper.
>
> ReJa:
> Jawaban dari Mbak TKW itu kok sungguh aneh ya? Masak orang mau
diperkosa anak Arab kok jawabnya begitu? Jawaban itu cocok kalau si
anak minta dipijitin atau mbak TKW itu disuruh ngepel kamar si anak.
> Dia boleh lolos dari nafsu bejat anaknya, tapi bapaknya? Kalau
dia
> ngomong begitu, artinya dia cuma mau melayani hasrat seksual
bapaknya saja. Iya tho?
>
> Saran saya, tiap TKW musti bawa AQ saat mau tidur. Kalau ada
majikan atau anak majikan atau sopir majikan atau security majikan
atau tetangga majikan berjingkat-jingkat ke kamarnya dan mau
memperkosanya, acungkan AQ! Itu lho seperti di film-film
Dracula...kalau diacungi tanda Salib, sang Dracula langsung meleleh
kepanasan. Kalau diacungi AQ tak kabur-kabur juga, bilang aja
> begini: "Hai orang Arab, kamu kan masih keturunan Nabi Muhammad,
kenapa bertindak biadab seperti itu?" Kalau nggak mempan juga,
bacakan ayat-ayat suci yang sesuai.
>
> Nah kalau disebut asma Nabi dan asma Allah, barangkali saja
hasrat seksualnya langsung turun ke titik nol. Ups....jadi inget
member milis apakabar yang punya nickname 'Peler
Mengkeret'............:))
>
> LD:
> Jadi, para TKI harus diberi modal pembelajaran arab-
conversation...paling engga! Selain itu juga harus diberitahukan
bagaimana mengantisipasi kejadian2 spt itu.
>
> ReJa:
> Orang Arab juga wajib belajar Bahasa Indonesia....kalau mau
mempekerjakan para TKI. Kita musti mensejajarkan Bahasa Indonesia
setara dengan Bahasa Arab.... Itu namanya w-w-s..win-win solution.
>
> LD:
> Selain itu juga harus diberitahukan bagaimana mengantisipasi
kejadian2 spt
> itu.
>
> ReJa:
> Tiap TKW musti dibekali alat-alat anti pemerkosaan. Ada semprotan
merica, tongkat kejut elektrik, jepitan tikus, gas airmata dan
lainnya. DPR juga perlu bikin UU Anti Pemerkosaan Orang Arab.
Mungkin pak Nizami dan Mbak Aris Solikhah bisa bantu bikin draft-nya.
>
> Tapi susahnya hukum Arab kan kalau ada laporan pemerkosaan musti
ada saksi mata sekian orang. Konon dalam ajaran Islam, sebuah
perzinahan baru dapat dihukum jika terdapat 4 saksi kuat. Bukankah
ini konyol? Itulah celah yang dipakai orang Arab untuk memperkosa TKW
kita punya. Apa semua perzinahan itu musti orgy atau musti diintip
rame-rame?
>
> Kalau tidak, malah dituding fitnah keji. Kan fitnah katanyalebih
kejam daripada pembunuhan? Bisa jadi si pelapor malah yang
dijebloskan ke penjara dan disiksa rajam. Jadi solusinya, perlu ada
aturan bahwa majikan Arab harus mengerjakan minimal 4 TKW. Mereka
harus tidur sekamar. Kalau ada pemerkosaan, yang dua orang bisa jadi
saksi mata. Kalau empat-empatnya mau diperkosa juga, ya satu sama
lain bisa jadi saksi untuk temannya. Ini mungkin cara terbaik untuk
mengakali hukum bangsa Arab yang mbak bilang beradab dan dikenal luas
di seluruh dunia itu.
>
> Bagaimana kalau Mbak LD usul ke MUI bikin fatwa haram hukumnya
berhubunganseks dengan orang Arab? Tempelkan fatwa itu di berbagai
kota di Tanah Arab. Itu mungkin bisa jadi rem ampuh agar orang Arab
tak menganggap bangsa kita bangsa kelas dua. Agar orang Arab tak
gampang tergiur pada kemolekan tubuh perempuan-perempuan Indonesia,
walau sudah dijilbabi dan diburqahi sekalipun. Perempuan bukan mesin
seks yang bisa disetubuhi setiap saat yang pria Arab inginkan.
>
> Atau Mbak LD usulkan ke orang Arab agar memakai celana dalam besi
saja. Saya pernah lihat di sebuah museum ada model seperti itu, tapi
khusus buat perempuan zaman dulu........kalau ditinggal suaminya
berperang atau berniaga ke luar kota. Konon biar gak selingkuh.
>
> Juga sarankan kepada teman-teman seiman Pak Nizami itu untuk
mengurangi makan daging kambing agar libidonya tak terus meninggi.
>
> LD
> gitu aja dulu. masih capek.
>
> ReJa
> Capek habis ngapain mbak? SLB aja deh.....Semoga Lekas Bugar...
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Untuk Mbak LD yang nimbrung iseng - Re: Kisah pemerkosaan TKW oleh orang-orang Arab