[nasional_list] [ppiindia] Terima Doktor HC, SBY Diminta Stop Impor Beras
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 21 Sep 2006 23:44:28 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **CENDRAWASIH POS
Jumat, 22 September 2006
Terima Doktor HC, SBY Diminta Stop Impor Beras
PADANG-Bertambah panjang gelar yang dimiliki Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemarin Universitas Andalas (Unand) Padang memberikan gelar doktor kehormatan
dalam bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan kepada orang nomor satu di
Indonesia tersebut. Konsekuensinya, Unand meminta pemerintah menghentikan impor
beras dengan cara meningkatkan produktivitas pertanian.
Gelar Doktor Honoris Causa ini diberikan langsung oleh Rektor Unand Prof Dr
Musliar Kasim, di depan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Unand di gedung
pertemuan Unand, pagi kemarin. ''Gelar doktor kehormatan ini kami berikan
sebagai penghargaan atas pemikiran dan komitmen promovendus (penerima gelar
doktor) terhadap kemajuan pertanian,'' kata Musliar.
Dalam pernyataan resminya, Rektor Unand meminta SBY mempercepat implementasi
revitalisasi pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan. Sehingga
ketergantungan produk pertanian bangsa ini terhadap bangsa lain segera
diminimalkan bahkan ditiadakan.
''Unand mendorong kekuatan Negara dalam menghasilkan beras untuk mencukupi
kebutuhan dalam negeri supaya jangan mengimpor beras lagi,'' kata Musliar.
Beberapa dasar pertimbangan Unand dalam memberikan gelar tersebut adalah
pikiran-pikiran SBY yang tertuang dalam pidato, desertasi, buku, artikel dan
jurnal. Dari 30 judul buku yan ditulis SBY, sebagian membahas masalah
pertanian.
''Pengembnagan pertanian yang digagas promovendus mengarah kepada pengentasan
kemiskinan,'' katanya Pengkajian pemberian gelar doktor HC itu, kata Musliar
sudah dilakukan sejak SBY belum menjadi presiden. Ada 7 guru besar yang
menguji, yakni Musliar kasim, Fachri Ahmad, Nurhajati Hakim, Helmi, Amrizal
Saidi, Anwar Kasim, dan Ardi.
Dengan gelar baru tersebut, berarti sudah tiga gelar doktor HC yang diterima
SBY selama menjadi presiden. Yang pertama di bidang Ilmu Hukum dari Webster
University, St. Louis, USA, pada September 2005. Berikutnya bidang ilmu politik
dari Thammasat University,Bangkok, Thailand, pada
Desember 2005. SBY juga mendapat gelar akademik sebagai doktor dibidang ekonomi
pertanian dari IPB. Sedangkan gelar Master of Art Management diraih SBY di
Webster University. Dalam pengukuhan kemarin, SBY membacakan pidato ilmiah
berjudul Pembangunan Pertanian Indonesia: Dari Revolusi Hijau ke Pertanian
Berkelanjutan.
SBY tidak menyinggung sama sekali desakan menghentikan impor beras yang
disampaikan Rektor Unand. Menurut SBY, dirinya selalau gembira saat melihat
panen raya. ''Di sisi lain saya juga sedih kalau melihat ada gagal panen di
sana-sini,'' kata SBY yang kemarin mengenakan toga hitam berselempang hijau
itu. Kontribusi sector pertanian, kata SBY masih kecil. Baru 13,4 persen dari
PDB (Pendapatan Domestik Bruto). Namun jika digabung dengan agroindustri dan
agroservices sebenarnya mencapai lebih dari 50 persen. Dalam kesempatan itu SBY
menantang Unand untuk menjadi pusat unggulan pendidikan tinggi. Tidak hanya
bagi putra-putra Indonesia tetapi juga untuk Negara ASEAN. ''Di Malaysia nama
Unand cukup bagus. Saya tunggu Unand menjadi pusat unggulan terutama untuk
pendidikan pertanian,'' kata SBY.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menambahkan SBY tidak sembarangan
menerima gelar kehormatan. Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang ingin
memberikan gelar kehormatan kepada SBY. ''Tetapi tentu tidak semua diterima.
Perlu pertimbangan yang matang. Ini gelar doktor kehormatan pertama dari
perguruan tinggi di Indonesia,'' kata Bambang Sudibyo.
Acara penganugerahan doktor HC kemarin dihadiri juga oleh sejumlah pejabat
Negara. Di antaranya Ketua BPK Anwar Nasution, Wakil Ketua DPD Irman Gusman,
Menko Kesra Aburizal Bakrie, Seskab Sudi Silalahi, Men PP Meutia Hatta, Mentan
Anton Apriantono, Menag Maftuh Basyuni, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkes Siti
Fadilah Supari, Men Perindustrian Fahmi Idris, dan Mendagri M. Ma'ruf. (tom
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
mailto:ppiindia-fullfeatured@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Terima Doktor HC, SBY Diminta Stop Impor Beras