[nasional_list] [ppiindia] Tak Mampu Bayar Operasi, Potong Payudara
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 1 Jan 2006 02:30:58 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Refleksi: Berapa banyak orang di
Indonesia yang mempunyai persoalan seperti Alizar?
http://www.indomedia.com/bpost/012006/1/depan/nas3.htm
Tak Mampu Bayar Operasi, Potong Payudara
Pekanbaru, BPost
Yurliza (37), ibu rumah tangga asal Muara Fajar Km21 Kecamatan Rumbai,
Pekanbaru, Riau, nekad memotong payudaranya yang terkena kanker ganas sehingga
mengalami pendarahan hebat. Ini dilakukannya karena tak sanggup lagi membayar
pengobatan, sementara utang telah menumpuk.
Untuk membiayai operasi pertama senilai Rp12 jutaan, suaminya, Alizar, terpaksa
mengutang kepada sejumlah tetangga. Namun menjelang operasi kedua, yang
biayanya lebih ringan yakni sekitar Rp2,5 juta, Alizar tidak mampu lagi mencari
utangan dengan cepat.
Menurut tim dokter, pada operasi kedua ini Yurliza bisa mendapatkan injeksi
anti-kanker. "Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kalau ada yang bisa
memberi utang, pasti bakal saya bayar," ujar Alizar, mantan sopir, yang di-PHK
dua tahun lalu.
Alizar, yang kini membuka warung lontong dan kedai kopi di rumahnya, menuturkan
istrinya mulai merasakan gejala aneh pada payudara sekitar lima bulan lalu.
Namun mulai sakit saat bengkak sebesar telur ayam.
Pada awal Desember 2005 payudara kiri Yurliza semakin membesar dan bahkan untuk
berjalan saja susah. Pernah Yurliza, saat memasak, tertelungkup ke bara api
karena terjatuh sehingga mengalami luka bakar pada siku kanan.
Tidak kuat menanggung derita karena ketiadaan biaya berobat, Yurliza nekat
memotong sendiri bagian atas payudara hingga mengalami pendarahan hebat.
Untungnya para tetangga mengetahuinya dan dengan sigap membawa Yurliza ke rumah
sakit hingga nyawanya tertolong.
Kini Yurliza harus menjalani operasi karena di atas bekas operasi awal, kembali
tumbuh kanker disertai inveksi dan bernanah. "Senin, istriku harus menjalani
operasi tahap kedua," tutur Alizar tanpa tahu harus membayar dengan apa. ant
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Tak Mampu Bayar Operasi, Potong Payudara