[nasional_list] [ppiindia] Sepeninggal Pramoedya
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 1 May 2006 01:36:44 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/01/0901.htm
Sepeninggal Pramoedya
Oleh HIKMAT GUMELAR
PRAMOEDYA Ananta Toer berpulang sudah. Kepergian tokoh kita yang lahir di Blora
Jawa Tengah, pada 6 Februari 1925, ini, pada Minggu pagi, 30 April, seperti
menggarisbawahi kedekatannya dengan tokoh kita yang lain, yakni Chairil Anwar
yang kita tahu meninggal pada 28 April Hanya saja bulan kepergian Chairil di
tahun 1949. Sedang bulan kepergian Pram adalah bulan yang baru sehari kita
lewati.
Kabar kepergiannya kepada saya, tiba liwat pesan singkat (SMS) Minggu dini hari
dari salah seorang redaktur majalah sastra Horison.
Saya kontan menyebarkannya ke beberapa kawan dekat. Tapi Minggu pagi, Nirwan
Dewanto mengirim kabar bahwa kabar itu tidak benar. Keruan saya terperangah.
Dan serempak disergap rasa bersalah. Namun selang beberapa menit, redaktur
jurnal budaya Kalam itu mengirim SMS baru yang mengabarkan Pram baru saja pergi
meninggalkan kita. Beberapa tarikan nafas setelahnya, masuk lagi SMS dari
Daniel Mahendra, salah seorang pendiri Institut Pramoedya "Telah meninggal
dunia Bpk. Pramoedya Ananta Toer (Bung Pram) jam 09.15 di Jl. Multikarya 2/26,
Utan Kayu, Jaktim. Tolong disebarluaskan.
Saya tidak (mau) percaya. Saya balas: Serius, Dan? Yang ditanya menjawab:
Serius! Baru! Baru saja! Seketika iklim bersalin. Langit menjadi lain. Menjadi
seperti perut kerbau reuneuh yang menggantung tepat atas ubun-ubun saya.
Namun saya tahu yang berkabung keruan bukan cuma saya seorang. Yang berkabung
niscaya tak terbilang jumlahnya. Ini lumrah. Sebab Pram bukan manusia biasa
macam saya. Bagaimanapun ia seorang manusia yang luar biasa. Ada terlalu banyak
bukti yang menopang simpulan demikian. Misalnya, seperti kita tahu, Pram sejak
kanak sudah berseteru dengan kolonialisme, dengan penindasan, dengan
ketidakadilan. Dan karena itu ia pernah dibui oleh rezim kolonial Belanda, oleh
rezim Soekarno, oleh rezim Soeharto.
Meski demikian, Pram tidak jatuh menjadi "mereka yang dilumpuhkan". Di bui-bui
itu, Pram antara lain malah menulis karya-karya, fiksi dan nonfiksi, yang oleh
banyak pihak yang sebagiannya adalah orang yang bukan orang sembarang diakui
gemilang.
Misalnya, Ignas Kleden. Dalam kritiknya tentang tetralogi Bumi Manusia, Anak
Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca, doktor sosiologi ini antara lain
menulis, "Para ahli filsafat sejarah masih berdebat apakah sebetulnya
sejarahlah yang membentuk manusia (sebagaimana diajarkan Hegel dan Marx,
misalnya), ataukah sebetulnya manusia sendirilah yang membentuk sejarahnya
(sebagaimana dibela secara militan oleh Karl Raimund Popper). Adalah unik bahwa
Pramodeya sendiri telah melibatkan diri dalam teka-teki filsafat itu dengan
caranya sendiri. Dalam pandangannya, sejarah adalah gelombang dahsyat yang siap
menggulung siapa saja, tapi manusia bukanlah sepotong gabus yang setelah
terombang-ambing dapat dihempas ke daratan dan menajdi sampah di pantai.
Sedang Daniel Dhakidae mencatat: "Saya tidak dapat membayangkan bagaimana kaum
muda kelak memperkaya dirinya- atau betapa miskin mereka kalau tidak
berkesempatan memperkaya diri- dengan suatu kematangan estetik dan dengan itu
menghayati dilemma yang dihadapi kaum intelegensia masa pergerakan nasional
tanpa membaca seluruh tetralogi Bumi Manusia. Saya tidak dapat membayangkan
bagaimana generasi muda menghayati intensitas revolusi 1945, dilemma moral yang
dihadapi para pejuang, orang biasa, ayah dan ibu, anak dan istri di desa, di
kota, di medan perang, dan di penjara tanpa membaca dan dibenamkan di dalam
ekstasis oleh karya-karya sastra seperti Keluarga Gerilya, Mereka yang
Dilumpuhkan, Perburuan, Cerita dari Blora dan lain lagi.
Pendapat senada bisa direntang lebih panjang. Tapi itu saja kiranya cukup sudah
untuk membuat kita tidak tercengang ketika mengetahui bahwa Pram lah sastrawan
kita yang karyanya paling banyak diterjemahkan ke dalam pelbagai bahsa asing.
Sepengetahuan saya hingga kini, karya-karyanya sudah diterjemahkan ke dalam 36
bahasa. Juga kita mungkin bisa menerima dengan lumrah jika Pram lah sastrawan
Asia Tenggara pertama yang beroleh penghargaan sebagai calon pemenang Nobel
Sastra.
Saya sendiri, memang, melihat sejumlah cacat pada Pram. Sebagiannya pernah saya
lontar dalam beberapa tulisan saya mengenainya. Tetapi saya pun hormat akan
pelbagai hal yang dilakukannya antara lain konsistensinya yang berkait dengan
kekagumannya akan Chairil Anwar.
Kita tahu Pram pernah bilang bahwa ia mengagumi sikap tokoh kita yang lain itu.
Menurutnya, "Ketika orang harus menjadi ternak pada zaman Jepang, ia mengatakan
'Aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang'. Ia dianiaya kempei
karena sajak ini. Inilah kiranya yang membentuk pribadi saya."
Baris yang dipetik Pram itu, kita pun semua tahu sudah, baris dari sajak
Chairil yang hemat saya paling populer: Aku. Sajak ini, saya kira, sebuah sajak
yang tegas memuntahkan betapa penting individualitas, betapa penting
kepribadian, betapa penting karakter. Si aku dalam sajak itu tahu bahwa
masyarakat tempatnya berada adalah masyarakat yang membangun dirinya dengan
melulu bertumpu pada kolektivitas. Maka siapa yang ber-aku, ia akan dianggap
seteru. Ia akan dihukum. Ia akan dikucilkan. Tapi si aku ingin "hidup seribu
tahun lagi". Dan ia ingin hidup sebagai aku, sebagai manusia yang
berkepribadian, yang berkarakter, yang berwajah. Maka si aku pun tak mau peduli
pada itu ancaman. Aku tak tak peduli dianggap sebagai "binatang jalang". "Luka
dan bisa,"ungkapnya, "kubawa berlari. Berlari. Hingga hilang pedih peri."
Begitulah "Aku" Chairil. Sajak ini memang ditulis tahun 1943. Dan kini memang
tahun 2006. Tapi dalam buku terakhirnya yang terbit awal tahun ini, Pram
mengatakan hal yang saya kira benar, yakni bahwa "tanpa kreasi", tak ada
karkter, dan "tanpa karakter", tak ada produkasi. Dengannya, tegas Pram masih
melihat bahwa cuaca tak banyak berubah. Bangsa kita, di matanya, masih sebuah
bangsa yang melihat aku sebagai hantu, sebagai bahaya laten. Dan karenanya
bangsa kita pun jatuh jadi bangsa yang nyaris hanya piawai sebagai konsumen.
Makanan empuk bagi kapitalisme kontemporer yang tambah kemaruk.
Saya kira itulah salah satu pekerjaan rumah yang ditinggalkan Pram. Jungkir
balik menegakkan individualitas, menegakkan bangsa yang berkarakter. Benar,
tentu saja, bahwa Pram kini pergi sudah. Tetapi tak mustahil Pram sebagai
tokoh-tokoh dalam karya-karyanya yang dipandang Ignas: "Tokoh-tokoh Pramoedya
memang kalah dilanda sejarahnya, tetapi juga sanggup sekaligus mengalahkan
kekalahannya sendiri dengan mengatasi baik kekhawatiran maupun kesombongan
untuk tidak menang".***
Penulis, penggiat budaya tinggal di Bandung.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Sepeninggal Pramoedya