[nasional_list] [ppiindia] Selidiki Kepemilikan Senjata Alm Brigjen Koesmayadi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 30 Jun 2006 21:52:45 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **HARIAN ANALISA
Edisi Sabtu, 1 Juli 2006
Presiden:
Selidiki Kepemilikan Senjata Alm Brigjen Koesmayadi
Jakarta, (Analisa)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Mabes TNI agar kasus kepemilikan 145
pucuk senjata mantan Wakil Asisten Logistik Kasad (alm) Brigjen Koesmayadi
segera diselidiki dan agar hukum ditegakkan dalam kasus tersebut.
"Tadi direktif (perintah-red) Presiden agar hukum ditegakkan. Kita ikuti itu...
Sistem supaya bekerja, Puspom, Intelijen dan hukum ditegakkan," kata Panglima
TNI Marsekal Djoko Suyanto, di Istana Negara, Jumat (30/6), usai mengikuti
acara peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional tahun 2006.
Perintah tersebut, menurut Djoko, dinyatakan Presiden Yudhoyono setelah
mendapat laporan tentang "insiden" ditemukannya kepemilikan senjata Alm Brigjen
Koesmayadi.
Brigjen Koesmayadi meninggal dunia pada Minggu (25/6) siang di kediamannya di
Jalan Pangandaran kompleks Raflesia, Cibubur, Jakarta Timur, akibat serangan
jantung.
Sesuai prosedur baku internal TNI Angkatan Darat, maka pada hari yang sama
dilakukan penarikan kembali inventaris senjata di rumah almarhum di Jalan
Pangandaran No15, Ancol, Jakarta Utara.
Dari hasil penarikan inventaris senjata itu, terdapat 145 pucuk senjata terdiri
atas 96 senjata laras panjang, senjata laras panjang tanpa alur tujuh pucuk, 42
senjata laras pendek dan amunisi atau peluru sebanyak 28.985 butir.
Puluhan senjata itu, terdiri atas jenis Senapan Serbu (SS)-1, MP5, M16 dan AK,
yang merupakan senjata baku yang selama ini digunakan satuan-satuan TNI
Angkatan Darat.
Selain itu ditemukan pula sembilan granat tangan dan 28 teropong.
Panglima TNI kepada wartawan di Istana Negara, Jumat (30/6), menjamin bahwa TNI
akan serius menangani kasus kepemilikan 145 senjata itu dan ia mengatakan
dirinya telah memerintahkan agar semua senjata diamankan.
Selain itu, ia juga telah menginstruksikan dilakukannya pengusutan hingga
tuntas proses pemilikan senjata-senjata tersebut oleh alm Koesmayadi, termasuk
asalnya dari mana serta siapa saja yang ikut mengetahui tentang keberadaan
ratusan senjata itu.
"Jadi Puspom sudah ada instruksi soal itu dibantu oleh Bais, apabila dalam
lingkungan TNI itu sendiri kurang informasi yang diterima itu bisa juga ke BIN.
Kalau perlu ke Polri," kata Djoko.
Djoko belum dapat mengatakan sanksi apa yang akan diberikan kepada mereka yang
terlibat dalam kepemelikan senjata oleh alm Koesmayadi.
"Kita lihat jadi proses itu sedang berjalan kita lagi mencari siapa-siapa yang
harus kita mintai keterangan, siapa-siapa nanti yang harus diselidiki lebih
lanjut," katanya.
Namun ia memastikan bahwa penyimpanan senjata dengan jumlah yang telah
dikatakan Kasad Jenderal Djoko Santoso sebagai 'di luar kepatutan' itu adalah
prosedur yang salah.
"Senjata kan tidak mungkin sekian banyak ditempatkan di rumah. Itu sudah pasti.
Salah satu prosedur penyimpanan, penggudangan, lalu "menghandling" bagaimana,
apalagi senjata," tegas Panglima.
Menurut Panglima, penyelidikan juga sedang dilakukan terhadap kehilangan
senjata dalam jumlah begitu banyak yang kemungkinan dialami TNI.
"Saya tidak ingin menduga-duga lebih lanjut karena prosesnya sedang berjalan.
Registrasinya juga dilihat, apakah registrasi itu ada didaftar di staf logistik
Angkatan Darat TNI," katanya.
Ketika ditanya apakah akan ada penertiban kepemilikan senjata oleh
personil-personil TNI lainnya, Djojo Suyanto mengatakan penertiban sebetulnya
sudah merupakan sesuatu yang otomatis dijalankan.
"Sebenarnya prosedur tetap sudah ada. Ini kebetulan ada kasus seperti itu. Yang
lain-lain memang sudah diperlakukan seperti dulu. Ini ada kasus seperti itu ya
kita tangani dengan serius," kata Panglima.
"Sebenarnya pengetatan itu harus dari hari ke hari tidak hanya ada kasus ini
apalagi senjata," tambahnya. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: