[nasional_list] [ppiindia] Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin
- From: A Nizami <nizaminz@xxxxxxxxx>
- To: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx, ekonomisyariah <ekonomi-syariah@xxxxxxxxxxxxxxx>, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, lisi <lisi@xxxxxxxxxxxxxxx>, sabili@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 1 Jul 2009 18:18:19 -0700 (PDT)
Catatan penulis:
Tulisan ini masih mentah. Jadi silahkan kritisi kekurangannya. Insya Allah
perbaikan akan diupdate di:
http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/
Namun dari statistik EIA dan MS Encarta sangat mencengangkan kenapa Indonesia
yang kekayaannya begitu melimpah, namun yang mengelola justru orang2 asing dan
Indonesia hidup miskin?
Padahal Norwegia yang menganut sistem Pasar Bebas saja menggunakan BUMN untuk
mengelola migasnya. Saya lihat juga negara-negara yang maju/makmur tidak ada
yang menyerahkan kekayaan alam mereka ke perusahaan asing. Jika tidak BUMN,
maka perusahaan nasional mereka yang mengelola. Contohnya: AS, Inggris,
Perancis, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Venezuela, dsb.
Bahkan Korsel yang tidak punya batubara saja perusahaannya sampai mengelola
batubara di Indonesia!
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa membantu mewujudkan kemakmuran rakyat
Indonesia.
Salam Perubahan!
Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin
Diarsipkan di bawah: Kemiskinan, Penjajahan Ekonomi, Sumber Daya Alam —
nizaminz @ 1:01 am Sunting Ini
Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari
150 orang tewas di tahun 2008-2009?
Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?
Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?
Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal
dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?
Kenapa pelayanan kesehatan umum di Indonesia sangat mahal dan tidak terjangkau?
Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?
Kenapa rel kereta api dan kabel telpon dicuri?
Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang
menimbulkan korban jiwa?
Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di
tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009?
Kenapa Indonesia selalu bergantung pada Investor Asing dan jika tak ada
Investor Asing datang maka pembangunan tidak berjalan?
Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup
uang.
Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari
mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan
uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya
ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna
mendapatkan uang”
Pemerintah tidak bisa membeli pesawat dan helikopter baru untuk menggantikan
pesawat dan helikopter lama yang umurnya sudah 30 tahun lebih. Pemerintah hanya
bisa memberi bantuan Rp 100 ribu/bulan untuk kurang dari 40 juta rakyat
Indonesia. Itu pun BLT tidak bisa berjalan rutin setiap bulan. Pemerintah tidak
bisa membiayai penuh pendidikan dan kesehatan sehingga mayoritas rakyat
Indonesia meski tergolong miskin versi Bank Dunia harus membayar mahal untuk
pendidikan dan kesehatan.
Dengan mahalnya biaya pendidikan di SMU dan Perguruan Tinggi Negeri, maka jika
zaman ORBA mayoritas rakyat lulusan SMA, maka dalam 5-10 tahun mendatang jika
kebijakan Ekonomi tidak berubah rata-rata pendidikan hanya lulus SMP saja.
Karena pemerintah tidak punya cukup uang, maka terpaksa harus berhutang dan
menggantungkan pada datangnya Investor Asing. Jika tidak, pembangunan tidak
akan jalan. Menurut penganut paham Ekonomi Neoliberalisme tanpa hutang tidak
mungkin ada pembangunan. Padahal kalau hutang sudah membukit dan si peminjam
sampai mendikte bangsa Indonesia untuk menyerahkan kekayaan alam dan menjual
BUMN yang dimiliki serta menaikkan berbagai harga yang menyengsarakan rakyat,
itu sudah tidak sehat lagi.
Hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dari GNP jelas sudah sangat besar
dibanding Singapura yang hanya 14%, Arab Saudi 11%, Iran 8%, atau bahkan Malta
yang 0%! Jangan “Besar Pasak daripada Tiang!” begitu kata-kata yang bijak dari
nenek moyang kita.
Korupsi merajalela di negara kita karena gaji pejabat dan pegawai negeri di
Indonesia sangat kecil. Menurut seorang staf Bappenas, GAJI POKOK pejabat
tertinggi hanya Rp 3 juta. Padahal di AS, gaji pengantar Pizza saja yang
menurut ukuran sana miskin, mencapai Rp 14 juta. Itu pun belum termasuk Tips!
Gaji Presiden Indonesia kurang dari Rp 70 juta/bulan. Kekayaan Presiden SBY
“hanya” RP 8,5 milyar! Padahal gaji CEO Chevron (satu perusahaan migas asing
yang beroperasi di Indonesia) mencapai US$ 7,8 juta/tahun atau Rp 7,1
milyar/bulan. Artinya dalam 30 tahun masa kerja, CEO perusahaan migas asing ini
pendapatannya mencapai Rp 2,5 trilyun! Itu baru satu orang. Kalau Direksi ada
5 orang dan komisaris ada 5 orang, semuanya bisa mendapat Rp 12 trilyun.
Darimana uang untuk menggaji mereka sebesar itu? Di antaranya ya dari minyak
dan gas Indonesia!
Coba anda bayangkan, jika Dirut perusahaan migas asing total gajinya mencapai
Rp 2,5 trilyun, sementara Dirut BUMN Pertamina hanya Rp 100 juta/bulan atau Rp
36 milyar, mana yang lebih banyak mengambil uang dari kekayaan alam Indonesia?
Tentu Dirut perusahaan asing bukan? Bahkan seandainya Dirut BUMN itu korupsi Rp
1 trilyun pun tetap saja lebih banyak uang yang diambil Dirut perusahaan asing
dari bumi Indonesia dengan gaji raksasanya yang “legal.”
Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue
1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson,
$4.12M/tahun
3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer,
€7,509,244
4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward,
$4.73M
6. Total S.A.., pendapatan $217.6
7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O’Reilly,
$7.82M
8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9 billion/tahun
10. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva,
$6.88M
Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang
juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar
atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam
Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya
mencapai Rp 1.037 Trilyun.
Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya untuk Migas dapat 85%
(kalau Pertambangan lain Indonesia memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15%
ternyata dapat tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6
perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa mendapat Rp 17.000
Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar saya itu tidak masuk di akal.
Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb
yang menguasai emas, perak, tembaga, nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total
penerimaan mereka sekitar Rp 30 Ribu Trilyun/tahun.
Ada yang menyebut bahwa selain yang 15% itu, pihak asing juga mengklaim “Cost
Recovery” untuk eksplorasi migas dan juga operasional sehingga besarnya bisa
mencapai 30-40%. Selain itu besar migas yang diproduksi juga tidak jelas. Amien
Rais berkata, “Jika dari perusahaan migas langsung gasnya disalurkan melalui
pipa ke Singapura, bagaimana kita tahu berapa gas yang sebenarnya diproduksi?”
Perbedaan signifikan besarnya angka pendapatan yang diperoleh 6 perusahaan
Migas dengan minimnya pendapatan yang diperoleh bangsa Indonesia harusnya
menjadi satu indikasi yang harus diinvestigasi.
Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco tahun 1974, Chavez
presiden Venezuela juga menasionalisasi perusahaan migas di sana sehingga
Venezuela yang merupakan negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya
hanya kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio hutangnya
sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah sekitar Rp 100 trilyun/tahun.
Kuwait dan Qatar juga mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya
sehingga tidak bocor ke asing.
Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab Saudi selama 6
bulan di rumah satu warga negaranya, di sana bukan cuma bensin lebih murah,
tapi sekolah, listrik, rumah sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi
uang saku.
Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi,
Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing.
Mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya
sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka cari dari luar
negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat Kompas Sabtu-Minggu di kolom
lowongan kerja, banyak iklan lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang
mencari ahli migas dari Indonesia. Dan memang SDM Migas Indonesia cukup ahli
dan melimpah karena sebagian besar pekerja di perusahaan migas asing di
Indonesia juga merupakan putra-putri Indonesia
Selama kekayaan alam Indonesia masih dinikmati oleh asing, Indonesia tidak akan
pernah bebas dari kemiskinan.
Tidak ada satu bangsa pun yang maju dan sejahtera yang menyerahkan kekayaan
alamnya ke pihak asing. Jika kita lihat negara-negara yang maju/makmur seperti
AS, Inggris, Perancis, Jerman, Swis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, dan
sebagainya, mereka tidak mau menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing.
Harusnya ekonom Indonesia berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari.
Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia tidak mandiri dan
bergantung kepada perusahaan2 asing yang ternyata justru memperkaya perusahaan
dan direksi mereka sendiri
Oleh karena itu, dari Rp 30 Ribu Trilyun/tahun yang didapat
perusahaan-perusahaan asing tersebut, bisa jadi 10-20% berasal dari kekayaan
alam Indonesia atau minimal Rp 3.000 Trilyun/tahun.
Saat ini APBN Indonesia hanya sekitar Rp 1.000 trilyun untuk 240 juta rakyat
Indonesia. Artinya tiap orang hanya mendapat sekitar US$ 34/bulan. Masih di
bawah garis kemiskinan Bank Dunia yang US$ 60/bulan/orang. Tak heran Indonesia
tidak punya cukup uang untuk mensejahterakan rakyat, memberi pendidikan yang
terjangkau dari SD hingga Perguruan Tinggi, memberi layanan Rumah Sakit yang
terjangkau, Pembaruan Alutsista, menyelamatkan anak-anak jalanan, dan
sebagainya.
Faisal, Raja Arab Saudi, menasionalisasi perusahaan migas Aramco sehingga
menjadi BUMN di tahun 1974. Sejak itu pendapatan negara Arab Saudi meningkat
drastis dan bisa memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya dari SD hingga
Perguruan Tinggi. Rumah Sakit dan Listrik juga diberikan gratis. Sementara
Bensin di sana hanya Rp 700/liter.
Venezuela yang sebelumnya merupakan satu negara penghutang terbesar dan miskin,
ketika Hugo Chavez menjadi presiden, menasionalisasi berbagai perusahaan migas
dan pertambangan sehingga pendapatannya bertambah. Hutang luar negeri Venezuela
saat ini tinggal 40% dari GDP. Ini lebih baik ketimbang hutang Indonesia yang
sudah mencapai 68% dan terus bertambah hampir Rp 100 trilyun/tahun setiap
tahun. Venezuela bahkan memberi pinjaman ke beberapa negara dan mensubsidi
rakyat miskin di AS dengan minyak murah.
AS, Inggris, Perancis, Belanda, dsb maju dan makmur karena selain mengelola
kekayaan alamnya sendiri, mereka juga menguras kekayaan alam negara lain. Tak
heran jika Anggaran Belanja Militer AS saja mencapai US$ 655 Milyar/tahun atau
Rp 6.550 Trilyun/tahun sementara Anggaran Belanja Militer Indonesia cuma Rp 36
Trilyun saja. Kurang dari 1% anggaran AS!
Bayangkan seandainya Indonesia mandiri dan mendapat tambahan Rp 3.000 trilyun
dari hasil kekayaan alamnya sehingga APBN kita menjadi Rp 4.000 trilyun/tahun.
Artinya ada US$ 138/bulan untuk setiap orang. Seluruh penduduk Indonesia bisa
lepas dari garis kemiskinan VERSI BANK DUNIA yang US$ 60/bulan. Indonesia bisa
melunasi hutangnya yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah. Indonesia tidak perlu
menunggu-nunggu “INVESTOR ASING” untuk membangun negerinya.
Segala janji bahwa pendidikan murah, layanan Rumah Sakit murah, pembaruan
alutsista, atau pun mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong belaka jika
Presiden kita tidak mau mandiri mengelola kekayaan alam Indonesia. Indonesia
tidak akan punya cukup uang selama hasil kekayaan alam kita yang menikmati
justru Kompeni-kompeni gaya baru yang didukung oleh pemerintah mereka.
Indonesia butuh pemimpin yang bijak dan berani seperti Raja Faisal dari Arab
Saudi dan Hugo Chavez dari Venezuela yang berani menasionalisasi perusahaan
pertambangan asing dan mandiri mengelola kekayaan alamnya.
Di bawah adalah sebagian hasil kekayaan alam Indonesia. Indonesia masih punya
banyak kekayaan alam yang melimpah selain statistik di bawah.
tambang
kebun
MINYAK
batubara
Norway’s economy is a mixed one of public and private enterprises. Although the
economy is based on free-market principles, the government exercises
considerable supervision and control. The state owns railroads and most of the
public utilities, and state-owned enterprises largely control the vital oil and
natural gas sectors.
Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights
reserved.
Crude Petroleum Production (thousand barrels/year)
No Country Production Non BUMN Production Description
1
Saudi Arabia
2.788.463
BUMN
2
Russia
2.705.835
2..705.835
BUMN?
3
United States
2.098.560
2.098.560
National Company
4
Iran
1.258.031
BUMN
5
China
1.238.070
1.238.070
BUMN?
6
Mexico
1.160.479
1.160.479
7
Norway
1.092.157
BUMN
8
Venezuela
951.091
BUMN
9
United Kingdom
837.053
837.053
National Company
10
Canada
792.812
792.812
National Company
11
Nigeria
773.549
773.549
12
United Arab Emirates
760.449
760.449
13
Iraq
738.901
738.901
14
Kuwait
691.842
BUMN
15
Brazil
531.509
531.509
16
Libya
481.590
481.590
17
Algeria
477.007
477.007
18
Indonesia
462.782
462.782
19
Oman
327.528
327.528
20
Angola
327.399
327.399
21
Kazakhstan
298.906
298.906
22
Argentina
276.510
276.510
23
Malaysia
255.113
255.113
24
Qatar
248.045
BUMN
25
India
242.801
242.801
26
Egypt
230.605
230.605
27
Australia
228.634
228.634
28
Colombia
210.727
210.727
29
Syria
186.571
186.571
30
Yemen
161.911
161.911
31
Ecuador
143.371
143.371
32
Denmark
135..421
135.421
33
Vietnam
124.037
124.037
34
Azerbaijan
113.322
113..322
35
Gabon
91.751
91.751
36
Congo (ROC)
91.021
91.021
37
Sudan
87.210
87.210
38
Equatorial Guinea
77.638
77.638
39
Turkmenistan
65.588
65.588
40
Brunei
59.536
59.536
41
Thailand
46.446
46.446
42
Trinidad and Tobago
44.501
44.501
43
Romania
43.830
43.830
44
Peru
35.380
35.380
45
South Korea
33.140
33.140
46
Italy
31.178
31.178
47
Uzbekistan
29.013
29.013
48
Tunisia
27.689
27.689
49
Ukraine
27.543
27.543
50
Cameroon
25.501
25.501
51
Germany
25.152
25.152
52
Papua New Guinea
20.145
20.145
53
Pakistan
18.356
18.356
54
Cuba
17.275
17.275
55
Turkey
17.048
17.048
56
Netherlands, The
16.922
16.922
57
Belarus
13.334
13.334
58
Bahrain
12.784
12.784
59
Bolivia
11.748
11.748
60
New Zealand
11.100
11.100
61
France
9.832
9.832
62
Hungary
8.793
8.793
63
Philippines
8.588
8.588
64
Congo (DRC)
8.279
8.279
65
Croatia
8.036
8.036
66
South Africa
7.121
7.121
67
Austria
6.787
6.787
68
Côte d’Ivoire
6.715
6.715
69
Guatemala
6.573
6.573
70
Poland
6.114
6.114
71
Myanmar
5.479
5.479
72
Serbia and Montenegro
5.114
5.114
73
Belgium
4.383
4.383
74
Suriname
3.653
3.653
75
Lithuania
3.229
3.229
76
Czech Republic
2.738
2.738
77
Ghana
2.557
2.557
78
Spain
2.402
2.402
79
Albania
2.323
2.323
80
Bangladesh
2.192
2.192
81
Chile
2.192
2.192
82
Japan
1.948
1.948
83
Estonia
1.863
1.863
84
Singapore
1.461
1.461
85
Sweden
1.461
1.461
86
Greece
1.155
1.155
87
Georgia
731
731
88
Portugal
731
731
89
Kyrgyzstan
731
731
90
Kenya
365
365
91
Ireland
365
365
92
Panama
365
365
93
Slovakia
365
365
94
Dominican Republic
365
365
95
Bulgaria
365
365
96
Barbados
365
365
97
Benin
365
365
98
Switzerland
365
365
99
Morocco
183
183
100
Tajikistan
91
91
101
Israel
37
37
102
Jordan
15
15
103
Slovenia
7
7
Total
24.458.709
17.429.080
Value in US$
1.220.035.600.000
Value in Rp
12.200.356.000.000.000
15% of Sharing
1.830.053.400.000.000
Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights
reserved.
Natural Gas Production
(Billion cu feet)
1
Russia
21.012
BUMN
2
United States
19.917
19.917
3
Canada
6.639
6.639
4
United Kingdom
3.602
3.602
5
Algeria
2.790
2.790
6
Iran
2.649
BUMN
7
Netherlands, The
2.649
2.649
8
Indonesia
2.472
2.472
9
Norway
2.401
BUMN
10
Uzbekistan
2.048
2.048
11
Saudi Arabia
2.013
BUMN
12
Turkmenistan
1.907
1.907
13
Malaysia
1.730
1.730
14
United Arab Emirates
1.519
1.519
15
Mexico
1.342
1.342
16
Argentina
1.271
1.271
17
Australia
1.271
1.271
18
China
1.165
1.165
19
Qatar
1.059
BUMN
20
Venezuela
1.059
BUMN
21
Egypt
953
953
22
India
883
883
23
Pakistan
812
812
24
Germany
777
777
25
Thailand
671
671
26
Ukraine
636
636
27
Trinidad and Tobago
600
600
28
Oman
530
530
29
Italy
530
530
30
Nigeria
494
494
31
Romania
459
459
32
Kazakhstan
459
459
33
Brunei
388
388
34
Bangladesh
388
388
35
Bahrain
318
318
36
Brazil
283
283
37
Denmark
283
283
38
Kuwait
283
BUMN
39
Myanmar
283
283
40
New Zealand
212
212
41
Libya
212
212
42
Poland
212
212
43
Colombia
212
212
44
Bolivia
212
212
45
Syria
212
212
46
Azerbaijan
177
177
47
Hungary
106
106
48
Japan
106
106
49
Iraq
71
71
50
Croatia
71
71
51
France
71
71
52
Austria
71
71
53
South Africa
71
71
54
Tunisia
71
71
55
Philippines
71
71
56
Vietnam
71
71
57
Angola
35
35
58
Chile
35
35
59
Côte d’Ivoire
35
35
60
Equatorial Guinea
35
35
61
Ireland
35
35
62
Serbia and Montenegro
35
35
63
Spain
35
35
62.543
===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin - A Nizami