[nasional_list] [ppiindia] Sekadar "Shock Therapy"
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Jun 2006 09:57:25 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/29/1102.htm
Sekadar "Shock Therapy"
PENERTIBAN penebangan liar bukan tanpa dampak, khususnya bagi Jabar, membuat
harga kayu menjadi lebih mahal dibandingkan enam bulan lalu. Ini bukan kayu
dari hutan negara namun dari kayu hutan masyarakat, yang kini balik menjadi
andalan pasokan setelah Perum Perhutani Unit III membatasi (moratorium)
penebangan.
Informasi berbagai sumber menyebutkan, harga kayu rata-rata menjadi naik 50-100
persen. Misalnya kayu albasia atau sengon menjadi Rp 500.000,00/m3 dari
sebelumnya Rp 300.000,00/m3. Ini jelas membawa efek, khususnya bagi industri
perumahan yang harganya naik luar biasa.
Dua situasi berbeda dirasakan, masyarakat penanam pohon kayu menjadi
"berseri-seri" karena harga jualnya menjadi lebih mahal. Di lain pihak,
konsumen masyarakat umum malah "menjerit", karena harus mengalami pembengkakan
biaya, untuk membangun maupun membeli rumah.
Melihat situasi demikian, pemerintah pun ikut merasakan efek penertiban
penebangan liar itu. Sejumlah terobosan pun dilakukan, untuk menormalkan
kembali harga jual kayu, walaupun belum dipastikan apakah harga rumah akan
kembali turun atau tetap tinggi.
Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Wawan Ridwan, menyebutkan, sejak langkah
penertiban penebangan liar, pasokan kayu dari hutan negara atau dari "seberang"
ke Jabar memang menurun. Namun situasi yang terjadi sifatnya hanya sementara,
karena dalam periode ke depan diupayakan akan normal kembali.
"Untuk saat ini, sifatnya hanya shock therapy pemerintah untuk menumbuhkan
sikap tertib, agar masyarakat tak lagi melakukan penebangan liar. Pemerintah
pun menyadari, ada kepentingan daya beli masyarakat dalam kebutuhan material
bangunan," katanya.
Wawan Ridwan sendiri tak menyebutkan, sampai kapan target akan tercapai kembali
harga kayu secara normal. Alasannya, masih menunggu perkembangan karena
berkaitan kebijakan pemerintah pusat.
Kendati demikian, kebutuhan kayu oleh masyarakat tetap berlangsung. Namun ini
bukan berarti pihak pemerintah tak ikut mendukung suplai, karena pasokan dari
hutan masyarakat pun belum tentu mencukupi.
Perum Perhutani Unit III kini menggalakkan produksi berbagai tanaman kayu kelas
murah-sedang namun berkualitas dapat diandalkan. Adalah kayu jenis akasia,
albasia, dan mindi, dengan usia tebang rata-rata 5-10 tahun yang terus
digalakkan penanamannya di berbagai kesatuan pemangkuan hutan (KPH), di samping
tanaman utama kayu jati yang ditebang usaia 40-60 tahun.
Kepala Unit III Perum Perhutani, Tjuk Budi Utomo, menyebutkan, dalam penanaman
berbagai jenis kayu murah-sedang itu, pihaknya pun melibatkan masyarakat
melalui Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Cara demikian, sejauh ini
cukup efektif, bukan hanya untuk mengurangi penebangan liar, juga menumbuhkan
sikap saling menjaga hutan.
Untuk jenis kayu tertentu, masyarakat pun diperbolehkan memanfaatkan kayu sisa
penjarangan, sedangkan pohon kayu utamanya tetap diusahakan oleh Perum
Perhutani. Ini sebagai salah satu andalan pemasukan bagi perusahaan, di tengah
adanya aturan moratorium dan peruntukan konservasi lingkungan.
"Hasilnya pun cukup signifikan, penebangan atau pencurian kayu pun belakangan
ini mengalami penurunan. Ini ditunjang dengan berbagai operasi pengamanan hutan
yang sifatnya kontinu, karena sekecil apa pun dengan berbagai alasan, ulah
pencurian masih terjadi," katanya. (Kodar S/"PR")
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Sekadar "Shock Therapy"