[nasional_list] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: KETIKA SOROT SINARNYA MEMUDAR

** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Surat Kembang Kemuning:

KETIKA SOROT SINARNYA MEMUDAR

Mencatat Setiakawan Kepada Maroeli Simbolon


Kesulitan finansil sering memburu dan menghantui para seniman, lebih-lebih bagi 
mereka yang belum bernama atau sedang membangun nama. Hal ini bukan hanya 
terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami  oleh para seniman di luar negeri. 
Kalau kita datang ke Montmartre, sebuah kampung seniman yang terletak di 
kawasan tertinggi Paris, kita akan mendapatkan sebuah rumah bernama Le Bateau 
Lavoir di mana Pablo Picasso melakukan kegiatan-kegiatan berkeseniannya bersama 
seniman-seniman lain yang kemudian tersohor. Di Le Bateau Lavoir ini tercatat 
kisah laparnya Picasso walau pun tidak sehebat derita Modigliani yang kemudian 
menghembuskan nafas penghabisan dalam keadaan serba kekurangan.

Sedangkan waktu di Yogya, ibu-ibu sederhana pemilik warung di sekitar ASRI 
Gampingan, jika mereka masih hidup, akan bisa bercerita bagaimana para pelukis 
muda dan mereka yang sedang membangun nama berhutang lebih dulu untuk bisa 
makan dan membayarnya ketika ada karya-karya mereka yang laku. Dan tentu saja 
saat pembayaran hutang dilakukan, jumlahnya jauh melampaui jumlah hutang, 
sehingga antara para seniman dan ibu-ibu sederhana pemilik warung, terjalin 
rasa saling mengerti dan saling tolong. Karena itu apakah terlalu salah 
mengatakan bahwa para ibu-ibu warung ini pun sebenarnya punya andil dalam 
kehidupan seni lukis di Yogya? Aku hanya mengenang jasa dan sikap mereka yang 
tak terlupakan di mana justru pada manusia-manusia sederhana begini kudapatkan 
rasa kemanusiaan dan pengertian yang besar.Sikap yang nyata tanpa diberi dasar 
teori apa pun tapi telah menghangati kehidupan sedangkan kelompok masyarakat 
yang lain dan merasa diri barangkali lebih elite atau tinggi, justru gampa
 ng menohok kawan sendiri didorong oleh individualisme yang mengangkangi jiwa 
mereka.

Contoh lain adalah apa yang dialami oleh Rendra ketika terpaksa makan nasi dan 
berlauk garam saja bersama Mbak Soenarti, istrinya. Melalui praktek Rendra, 
Teguh Karya, Arifin C. Noer dan entah berapa nama lagi kusimpulkan bahwa 
menjadi seniman akhirnya adalah suatu pilihan total yang benar-benar 
dikahayati. Seorang jurumasak ikan Jepang pun pernah mengatakan demikian di 
depan tivi Perancis. "Kau tak bisa mendapat kemajuan dan nilai jika kau tidak 
mencintai pekerjaanmu. Masak bagiku adalah suatu totalitas". Perancis 
menghargai jurumasak mereka dengan memberikan bintang jasa nasional yang 
disebut bintang "Legion d'Honneur". Sedangkan kita di Indonesia? Sering yang 
terdengar "sekolah tinggi-tinggi sampai jadi sarjana S1 khoq hanya jadi 
jurumasak".

Tentang kelaparan, kekurangan uang, sanggar-sanggar dan rumah yang didiami 
seniman, Yogya tidak kekurangan kisah. 

Kisah-kisah kekurangan uang, dikejar segala rupa kekurangan sampai sekarang 
agaknya masih saja belum berakhir. Di hadapan keadaan begini maka pertanyaan 
yang muncul adalah bagaimana mengatasinya? Yang jelas individualisme tidak akan 
kuasa menjawabnya secara tanggap. Individualisme dalam pemahamanku hanyalah 
meruntuhkan, memadamkan nilai manusiawi dan membuat kita kadang  menjadi sangat 
tidak perduli, pembohong bahkan sanggup kejam tanpa nurani. Karena itu bagiku, 
kasus Maroeli Simbolon yang sekarang masih terbaring di rumah sakit dan sikap 
para seniman menanggapi keadaan sastrawan ini menjadi cukup menarik. Pada saat 
"uang sebagai raja" merupakan nilai dominan dan meredupkan makna setiakawan, 
para seniman justru secara kongkrit ingin mengobarkannya.

Maroeli mendapat kesulitan menangani beaya rumahsakit dan pengobatannya. Pada 
saat begini, Manik Sinaga dari Komunitas budaya Matabambu mengambil prakarsa 
bersama teman-temannya menghimbau para seniman dari komunitas-komunitas lain 
seperti "mejabudaya, "TUK", "Forum Apresiasi Sastra", "Majalah Aksara", 
"Masyarakat Sastra Jakarta", "Komunitas Generasi Batak (GenB)", "Senat 
Mahasiswa FFTV IKJ", "Penerbit Jalasutra" untuk turun tangan secara kongkret. 
Untuk kepentingan ini pada 18 Nopember 2005 mendatang akan diselenggarakan 
pentas "Sepasang Luka Cinta" dan lelang buku karya Maroeli, lelang Lukisan, 
baca puisi, musikalisasi puisi, baca cerpen mini karya Maroeli,happening art, 
pemutaran film, baca puisi karya kawan-kawan untuk Maroeli, sambutan dari semua 
komunitas penyelenggara dan tarian (Tor-tor) Batak.

Berapa pun hasil yang diproleh dari kegiatan ini kelak, kukira ia tetap 
mempunyai nilai tinggi, lebih-lebih pada saat setiakawan memudar di negeri 
ini.Saat nilai manusiawi ini memudar para seniman justru mengangkat dan 
mengobarkan nyalanya. Apakah ini isyarat bahwa para seniman mulai mengambil 
tempatnya kembali "berada selangkah di depan" dari keadaan dan kenyataan? Tanda 
bahwa para seniman masih warga republik berdaulat sastra-seni dan pemimpi setia 
kemanusiaan?

Menangani kesulitan ekonomi seniman beginilah yang justru merupakan salah satu 
program Komunitas Matabambu yang masih sangat muda sehingga seniman tidak 
identik dengan hidup awut-awutan melalui pengembangan sistem kerja jaringan 
baik dalam dan luar negeri.Sedangkan untuk meningkatkan taraf diri sebagai 
kreator, Komunitas Matabambu mencantumkan program pendidikan. Barangkali yang 
ide terakhir ini berangkat dari hasrat memberikan yang terbaik, terindah kepada 
kemanusiaan. Karena mutu karya tidak terpisahkan dari tingkat penciptanya.

Aku hanya bisa sekali lagi menyatakan hormat atas pengobaran kembali nilai 
setiakawan ini pada saat ia memudar di negeri ini. Aku sedang melihat para 
seniman sedang memanusiawikan diri, ingin jadi manusia manusiawi dan mencari 
manusia yang memang masih tersisa di negeri kita. Usaha ini mengingatkan aku 
pada kisah seorang filosof Yunani Kuno yang menhyalakan kandil di tengah hari . 
Ketika ditanya: "Kau sedang mencari apa gerangan?". Jawabnya: "Aku mencari 
manusia!". 

Manusia inilah yang kukira selayaknya mengatur negeri bukan para bandit. Tapi 
tidak adakah bandit yang menyamar sebagai seniman?

Bagiku kesenian tidak terpisah dari kebenaran, setiakawan, kemanusiaan dan 
keindahan. Nilai-nilai inilah yang secara singkat kusebut keindahan. Apakah 
sesuatu itu indah jika tidak benar, tidak manusiawi, tidak bersetiakawan 
sementara kita adalah mahluk sosial?! ****

Paris, Oktober 2005.
------------------
JJ.Kusni

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: