[nasional_list] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: KETIKA SOROT SINARNYA MEMUDAR
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 27 Oct 2005 17:27:21 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Surat Kembang Kemuning:
KETIKA SOROT SINARNYA MEMUDAR
Mencatat Setiakawan Kepada Maroeli Simbolon
Kesulitan finansil sering memburu dan menghantui para seniman, lebih-lebih bagi
mereka yang belum bernama atau sedang membangun nama. Hal ini bukan hanya
terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami oleh para seniman di luar negeri.
Kalau kita datang ke Montmartre, sebuah kampung seniman yang terletak di
kawasan tertinggi Paris, kita akan mendapatkan sebuah rumah bernama Le Bateau
Lavoir di mana Pablo Picasso melakukan kegiatan-kegiatan berkeseniannya bersama
seniman-seniman lain yang kemudian tersohor. Di Le Bateau Lavoir ini tercatat
kisah laparnya Picasso walau pun tidak sehebat derita Modigliani yang kemudian
menghembuskan nafas penghabisan dalam keadaan serba kekurangan.
Sedangkan waktu di Yogya, ibu-ibu sederhana pemilik warung di sekitar ASRI
Gampingan, jika mereka masih hidup, akan bisa bercerita bagaimana para pelukis
muda dan mereka yang sedang membangun nama berhutang lebih dulu untuk bisa
makan dan membayarnya ketika ada karya-karya mereka yang laku. Dan tentu saja
saat pembayaran hutang dilakukan, jumlahnya jauh melampaui jumlah hutang,
sehingga antara para seniman dan ibu-ibu sederhana pemilik warung, terjalin
rasa saling mengerti dan saling tolong. Karena itu apakah terlalu salah
mengatakan bahwa para ibu-ibu warung ini pun sebenarnya punya andil dalam
kehidupan seni lukis di Yogya? Aku hanya mengenang jasa dan sikap mereka yang
tak terlupakan di mana justru pada manusia-manusia sederhana begini kudapatkan
rasa kemanusiaan dan pengertian yang besar.Sikap yang nyata tanpa diberi dasar
teori apa pun tapi telah menghangati kehidupan sedangkan kelompok masyarakat
yang lain dan merasa diri barangkali lebih elite atau tinggi, justru gampa
ng menohok kawan sendiri didorong oleh individualisme yang mengangkangi jiwa
mereka.
Contoh lain adalah apa yang dialami oleh Rendra ketika terpaksa makan nasi dan
berlauk garam saja bersama Mbak Soenarti, istrinya. Melalui praktek Rendra,
Teguh Karya, Arifin C. Noer dan entah berapa nama lagi kusimpulkan bahwa
menjadi seniman akhirnya adalah suatu pilihan total yang benar-benar
dikahayati. Seorang jurumasak ikan Jepang pun pernah mengatakan demikian di
depan tivi Perancis. "Kau tak bisa mendapat kemajuan dan nilai jika kau tidak
mencintai pekerjaanmu. Masak bagiku adalah suatu totalitas". Perancis
menghargai jurumasak mereka dengan memberikan bintang jasa nasional yang
disebut bintang "Legion d'Honneur". Sedangkan kita di Indonesia? Sering yang
terdengar "sekolah tinggi-tinggi sampai jadi sarjana S1 khoq hanya jadi
jurumasak".
Tentang kelaparan, kekurangan uang, sanggar-sanggar dan rumah yang didiami
seniman, Yogya tidak kekurangan kisah.
Kisah-kisah kekurangan uang, dikejar segala rupa kekurangan sampai sekarang
agaknya masih saja belum berakhir. Di hadapan keadaan begini maka pertanyaan
yang muncul adalah bagaimana mengatasinya? Yang jelas individualisme tidak akan
kuasa menjawabnya secara tanggap. Individualisme dalam pemahamanku hanyalah
meruntuhkan, memadamkan nilai manusiawi dan membuat kita kadang menjadi sangat
tidak perduli, pembohong bahkan sanggup kejam tanpa nurani. Karena itu bagiku,
kasus Maroeli Simbolon yang sekarang masih terbaring di rumah sakit dan sikap
para seniman menanggapi keadaan sastrawan ini menjadi cukup menarik. Pada saat
"uang sebagai raja" merupakan nilai dominan dan meredupkan makna setiakawan,
para seniman justru secara kongkrit ingin mengobarkannya.
Maroeli mendapat kesulitan menangani beaya rumahsakit dan pengobatannya. Pada
saat begini, Manik Sinaga dari Komunitas budaya Matabambu mengambil prakarsa
bersama teman-temannya menghimbau para seniman dari komunitas-komunitas lain
seperti "mejabudaya, "TUK", "Forum Apresiasi Sastra", "Majalah Aksara",
"Masyarakat Sastra Jakarta", "Komunitas Generasi Batak (GenB)", "Senat
Mahasiswa FFTV IKJ", "Penerbit Jalasutra" untuk turun tangan secara kongkret.
Untuk kepentingan ini pada 18 Nopember 2005 mendatang akan diselenggarakan
pentas "Sepasang Luka Cinta" dan lelang buku karya Maroeli, lelang Lukisan,
baca puisi, musikalisasi puisi, baca cerpen mini karya Maroeli,happening art,
pemutaran film, baca puisi karya kawan-kawan untuk Maroeli, sambutan dari semua
komunitas penyelenggara dan tarian (Tor-tor) Batak.
Berapa pun hasil yang diproleh dari kegiatan ini kelak, kukira ia tetap
mempunyai nilai tinggi, lebih-lebih pada saat setiakawan memudar di negeri
ini.Saat nilai manusiawi ini memudar para seniman justru mengangkat dan
mengobarkan nyalanya. Apakah ini isyarat bahwa para seniman mulai mengambil
tempatnya kembali "berada selangkah di depan" dari keadaan dan kenyataan? Tanda
bahwa para seniman masih warga republik berdaulat sastra-seni dan pemimpi setia
kemanusiaan?
Menangani kesulitan ekonomi seniman beginilah yang justru merupakan salah satu
program Komunitas Matabambu yang masih sangat muda sehingga seniman tidak
identik dengan hidup awut-awutan melalui pengembangan sistem kerja jaringan
baik dalam dan luar negeri.Sedangkan untuk meningkatkan taraf diri sebagai
kreator, Komunitas Matabambu mencantumkan program pendidikan. Barangkali yang
ide terakhir ini berangkat dari hasrat memberikan yang terbaik, terindah kepada
kemanusiaan. Karena mutu karya tidak terpisahkan dari tingkat penciptanya.
Aku hanya bisa sekali lagi menyatakan hormat atas pengobaran kembali nilai
setiakawan ini pada saat ia memudar di negeri ini. Aku sedang melihat para
seniman sedang memanusiawikan diri, ingin jadi manusia manusiawi dan mencari
manusia yang memang masih tersisa di negeri kita. Usaha ini mengingatkan aku
pada kisah seorang filosof Yunani Kuno yang menhyalakan kandil di tengah hari .
Ketika ditanya: "Kau sedang mencari apa gerangan?". Jawabnya: "Aku mencari
manusia!".
Manusia inilah yang kukira selayaknya mengatur negeri bukan para bandit. Tapi
tidak adakah bandit yang menyamar sebagai seniman?
Bagiku kesenian tidak terpisah dari kebenaran, setiakawan, kemanusiaan dan
keindahan. Nilai-nilai inilah yang secara singkat kusebut keindahan. Apakah
sesuatu itu indah jika tidak benar, tidak manusiawi, tidak bersetiakawan
sementara kita adalah mahluk sosial?! ****
Paris, Oktober 2005.
------------------
JJ.Kusni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] SURAT KEMBANG KEMUNING: KETIKA SOROT SINARNYA MEMUDAR