[nasional_list] [ppiindia] Rumah Wapres Kalla Dijaga Panser Selama 24 Jam
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 1 Jan 2006 02:05:53 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: Siapa yang mau menculik
atau membunuh Presiden dan Wapres? Bukankah yang ditarget oleh teroris berTuhan
adalah kaum "kafir"? Apakah yang dibilang ancaman ini suatu sendiwara baru
proses militerisasi kekuasaan negara? Apakah tidak cukup dengan presiden yang
adalah mantan jenderal?
Kalau residens Wapres dijaga panser, maka tikus menengok gubuk rakyat :-))
+++++
SUARA INDONESIA BARU
31 Desember 2005
Rumah Wapres Kalla Dijaga Panser Selama 24 Jam
Jakarta (SIB)
Beberapa hari terakhir, para anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)
bertambah sibuk. Maklumlah, mereka memperketat pengamanan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dan keluarganya. Jumlah personel pegawal kepala negara itu
pun ditambah. Lihat saja penjagaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta
Pusat. Ada sekitar 400 personel Paspampres tersebar di sana. Pemeriksaan
tamu-tamu yang masuk diperketat. Pemeriksaan itu berlangsung di dua pos dengan
menggunakan pendeteksi logam.
Pasukan Pengamanan Presiden terbagi dalam tiga grup. Grup A bertugas mengawal
SBY--demikian Presiden Yudhoyono kerap disapa--bersama Ibu Ani Yudhoyono.
Sedangkan Grup B menjaga Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri. Adapun Grup C
mengawasi para tamu negara. Paspampres pun mengaktifkan petugas cadangan.
Namun, pihak protokoler istana tidak menyebutkan jumlahnya.
Langkah serupa diterapkan di kediaman dinas Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro,
Jakarta Pusat. Sebab, sejak 29 Desember hingga 1 Januari, Kalla tidak ada
kegiatan resmi. Di sekitar rumah Kalla tampak panser dan kendaraan lapis baja
berjaga selama 24 jam.
Upaya pengamanan ketat semacam ini sebelumnya jarang dilaksanakan. Hal itu
terjadi menyusul isu penculikan dan pembunuhan dari kelompok teroris yang
diembuskan pertama kali oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir
Siregar, kemarin. Syamsir mengatakan, para pelaku teroris saat ini kemungkinan
mengubah modus operasinya dengan tak lagi mengebom tempat-tempat keramaian
seperti sebelumnya. Kini, mereka mengincar kepala negara dan pejabat tinggi.
Perlindungan yang diberikan kepada Yudhoyono-Kalla juga melibatkan personel
kepolisian setempat. Hanya, tugas mereka dikhususkan di sejumlah jalan raya dan
lokasi kegiatan SBY-Kalla di luar istana.
Kondisi ini bagi Hermawan Sulistyo, pengamat politik, memancing berbagai dugaan
masyarakat dan kalangan lainnya. Ia memperkirakan, pernyataan tentang ancaman
terorisme sengaja disemburkan ke permukaan untuk menutupi kasus lain yang
sedang menjadi sorotan publik. "Ada pengalihan isu karena itu muncul pada
periode yang sama ketika kasus Munir diputuskan di pengadilan," kata Hermawan.
Hermawan pun menduga, setelah itu muncul isu-isu politik, ekonomi, dan sosial
secara bergantian. "Jadi berganti-ganti cepat terus, sehingga secara umum tidak
ada analisa politik untuk menekan pemerintah," tambah Hermawan.
Berbeda dengan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. Ia justru
mengatakan, ancaman itu sangat serius. "Paspampres sebagai unit yang
profesional yang bertugas mengamankan Presiden (SBY) dan Wakil Presiden (Kalla)
dan keluarganya mempunyai langkah-langkah sesuai prosedur," kata Andi saat
berdialog dengan Rieke Amru di Studio SCTV di Jakarta, Kamis (29/12) petang.
Adapun menyoal pengurangan jadwal Presiden Yudhoyono menghadiri sejumlah
tempat-tempat umum demi keselamatan SBY, sejauh ini tak terbukti kebenarannya.
Presiden tetap menghadiri pemutaran perdana film Serambi di Studio 21 Plaza Ex,
Jakarta Pusat, Rabu kemarin. Andi menjelaskan, maksud dari keterangannya itu
yakni buat menunjukkan pada para teroris pemerintah siap menghadapi ancaman
tersebut. "Pesannya adalah we are ready. Orang itu (teroris) kita harapkan
berpikir seribu kali untuk mau melakukan tindakan-tindakan jahat," ujar Andi.
Menurut Andi, pengamanan ketat ditempuh untuk memberikan pengertian kepada
masyarakat bahwa ada perubahan-perubahan tertentu dalam kegiatan Presiden
Yudhoyono. "Daripada rakyat bertanya-tanya seperti itu lebih baik dijelaskan,"
ujar alumnus Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Gadjah Mada itu.
Diancam Teroris, Pengamanan Presiden Ditingkatkan
Pengamanan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa hari
terakhir ini semakin diperketat. Langkah itu sebagai tindak lanjut informasi
Badan Intelijen Negara (BIN) dan polisi mengenai adanya ancaman dari kelompok
teroris. Demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di
Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, belum lama berselang.
Menurut Andi, ancaman tak hanya ditujukan kepada Presiden SBY, tapi juga
terhadap keluarga serta beberapa pejabat tinggi negara. "Kalau sebelumnya Pak
Presiden berjabat tangan dan berfoto bersama masyarakat dalam setiap daerah
yang dikunjungi. Untuk sekarang ini hal itu dikurangi," jelas Andi.
Peningkatan pengamanan mulai tampak saat Presiden Yudhoyono berkunjung ke Banda
Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam menghadiri peringatan setahun Tsunami, dua hari
silam. Ketika itu, pengamanan di dalam Masjid Baiturrahman sangat ketat.
Sementara itu, Kepala BIN Syamsir Siregar juga mengakui adanya ancaman terhadap
Presiden Yudhoyono dan petinggi negara lainnya. Terutama pada acara-acara Natal
dan malam Tahun Baru. Namun, ia enggan menyebut pihak pengancam. "Persoalan
penculikan itu, apakah dari Noordin M. Top atau pihak lain. Itu rahasia saya,"
ucap dia.
Diperkirakan, daftar nama-nama pejabat tinggi negara serta orang-orang yang
menjadi sasaran serangan teroris sudah diserahkan BIN kepada polisi. BIN
sendiri telah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya
aksi-aksi teror di Tanah Air, sejak November silam.
Pengamanan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga tidak hanya
diperketat saat beraktifitas di luar kompleks Istana Kepresidenan. Pengetatan
pengamanan juga berlaku di kediaman resmi di Istana Merdeka dan kediaman
pribadi di Cikeas.
Kian ketatnya pengamanan di lingkungan Istana mungkin tidak terlalu terasa.
Tapi bila kita memperhatikan baik-baik, ada sedikit perubahan yang membuat
perbedaan besar. Di beberapa titik yang sebelumnya cukup diawasi oleh petugas
keamanan sekretariat kepresidenan, seperti tempat parkir kendaraan bermotor dan
sejumlah pintu masuk sekeliling pagar Istana, kini dijaga lebih ketat.
Memang pengamanan bukan dilakukan oleh pasukan anti teror bersenjata lengkap
layaknya upacara kenegaraan peringatan HUT RI, tapi seorang anggota Paspampres
berseragam sipil. Sementara anggota Paspampres di pos-pos yang sudah ada, juga
memperketat pelaksanakan prosedur masing-masing.
Di pos registrasi tamu (ruang kaca) misalnya, mereka akan lebih seksama
memeriksa kartu identitas tamu. Termasuk kartu tanda pengenal pegawai
Sekretariat Presiden dan wartawan yang nota bene setiap hari wira-wiri ke sana.
Sebenarnya para anggota Paspampres ini sudah sangat hafal wajah-wajah wartawan
di Istana yang memang dia lagi, dia lagi orangnya. Maka mereka tidak
mempermasalahkan Press ID yang terpasang terbalik atau tidak lupa dikenakan
oleh yang bersangkutan.
Hal yang berlaku saat meliput kegiatan Presiden di luar Istana. Meski yang lain
dilarang memasuki tempat acara karena bukan undangan resmi atau ruangannya
sudah penuh sesak, kami tetap dapat prioritas masuk tanpa repot
mengacung-acungkan Press ID resmi kepresidenan.
Kemudahan ini karena Paspampres sudah akrab dengan wajah kami. Kami para
wartawan, menyebut dengan istilah member face, ID face.
Sekarang, agak berubah. Tanpa undangan resmi, jangan harap diijinkan memasuki
ruangan acara. Seperti saat kami akan meliput Presiden SBY dalam acara
peringatan Natal nasional 27 Desember lalu di gedung Jakarta Convention Centre
dan pemutaran perdana film "Serambi" di Plasa Indonesia, sehari sesudahnya.
Demikian pula bila ID Card kami tergantung terbalik sehingga yang terlihat
bukan id card resmi istana kepresidenan. Kendati sudah hafal wajah, Paspampres
akan menegur. "ID lu dibalik dong biar keliatan," tegur mereka sambil sedikit
berbasa-basi.
Ketat di Cikeas
Makin ketatnya pengamanan Paspampres lebih terasa di kediaman pribadi keluarga
SBY di Cikeas, Kab Bogor. Meski tidak ada penambahan personil, tiga buah
panser disiagakan di sana.
Satu buah panser diparkir persis di depan rumah SBY, sedangkan dua lainnya
masing-masing di gerbang masuk pintu depan dan belakang Kompleks Puri Cikeas
Indah. Memang mobilitas kendaraan lapis baja itu menjadi kurang lincah di
tempat yang tidak seberapa luas itu. Tapi itulah prosedur tetap (protap)
pengamanan Kepala Negara.
"Pas Bapak (SBY) lagi di Aceh (26/12/2005), kita naro panser di sini," kata
seorang anggota Paspampres yang berjaga di Cikeas pada detikcom.
Secara pribadi SBY sebenarnya kurang sreg dengan penjagaan yang sesangar itu
karena akan membuatnya terkesan tidak membaur dengan masyarakat. Hal itu pernah
ia sampaikan di minggu-minggu awal diumumkan sebagai Pasangan Presiden/Wapres
terpilih dalam Pilpres 2004.
Namun dengan adanya peringatan dari BIN tentang ancaman keselamatan, SBY tidak
punya pilihan lain. Demi keamanan, ia diminta mengurangi kebiasaannya berjabat
tangan di tengah kerumunan warga dan menurunkan kaca jendela untuk membalas
lambaian tangan warga yang berbaris di pinggir jalan saat rombongannya
melintas.
Sampai kapan 'prosesi' simpatik itu dihentikan? "Sampai ada informasi
intelijen, bahwa kondisi sudah kembali normal. Mohon masyarakat memakluminya,"
kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Kapolri Jadi Target Teroris, Pengamanan Diperketat
Bukan hanya Presiden SBY dan Wapres JK, Kapolri Jenderal Pol Sutanto juga
disebut-sebut sebagai salah satu target sasaran teroris. Acara jumpa pers akhir
tahun yang bakal diumumkan Kapolri pun dijaga superketat.
Laporan akhir tahun akan disampaikan Kapolri di Ruang Rupatama Mabes Polri,
Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/12) pukul 15.00 WIB.
Tas-tas wartawan yang akan meliput acara ini tak luput dari pemeriksaan.
Tas-tas itu diperiksa, diberi nomor, dan dititipkan di luar ruangan. Biasanya
dalam acara jumpa pers sebelumnya, wartawan diperbolehkan membawa tas mereka.
Selain itu, tampak 20 personel polisi berjaga-jaga di dalam ruangan. "Saya
mohon maaf karena saya pun kalau mau masuk ruangan itu harus mengalami
pemeriksaan yang ketat," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes
Pol Bambang Kuncoko.
Menurut Bambang, pengamanan ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan Kapolri.
"Pengamanan ini termasuk informasi pihak terkait mengenai keselamatan Kapolri.
Jadi kita lebih waspada," ujarnya.
Seperti diberitakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani membeberkan bahwa
Menko Polhukkam dan jajaran menteri di bawahnya berpotensi menjadi target
penculikan. Pasalnya, pejabat tersebut yang selama ini memimpin pemberantasan
korupsi, terorisme, premanisme, dan kejahatan-kejahatan serius lainnya.
(AIS/Liputan 6/SCTV/detikcom/d)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Rumah Wapres Kalla Dijaga Panser Selama 24 Jam