[nasional_list] [ppiindia] Rombak Total Perundangan -
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 1 May 2006 00:06:08 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=14545
Senin, 01-Mei-2006, 04:03:53
Rombak Total Perundangan
* M Lutfi: Peluang Kerjasama RI-Timteng Bagus
Kuwait, Padek-Realisasi kerjasama ekonomi Indonesia dengan
negara-negara kaya Timur Tengah (Timteng), seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar,
Persatuan Emirat Arab (PEA), tidak semudah yang dibayangkan sementara pihak.
Selain harus mengerti dan memahami kecenderungan orientasi negara-negara
kaya Timteng yang lebih memilih bermain di sektor keuangan dan perbankan serta
bursa saham. Beberapa konsekuensi yang harus dituntaskan Indonesia, antara
lain, membenahi dan merombak total (overhaul) sejumlah peraturan-perundangan di
bidang ekonomi, keuangan, dan perbankan.
Demikian simpul perbincangan Padang Ekspres dengan Kepala Badan
Koordinasi Penamaman Modal (BKPM) M Luthfi di sela-sela kunjungan kenegaraan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-rakyat Indonesia akrab menyebut Presiden
SBY-kelima negara Timteng yang kaya dan berpengaruh, khususnya Arab saudi,
Kuwait, Qatar, dan Persatuan Emirat Arab (PEA) selama 10 hari, seja Selasa
(25/4) dan akan berakhir Jumat (5/5).
"Kita harus pahami situasinya dan kita harus benahi sejumlah
infrastruktur sistem perundangan kita. Itu tidak bisa sebentar. (Kalau mau
berhasil menarik dana petro dolar ke Indonesia, Red) kita harus bersabar,"
katanya.
Pada negara-negara yang dikunjungi, selalu ada agenda dialog Presiden SBY
dengan para pengusaha atau pengurus kamar dagang dan industri (Kadin) setempat.
Itu pula sebabnya, dalam rombongan Presiden terdapat Kepala BKPM M Luthfi,
ketua Kadin Indonesia MS Hidayat, Wakil Ketua DPD-RI Irman Gusman, dan anggota
DPR-RI bidang ekonomi, antara lain Didik J Rahbini, selain Menteri Koordinator
Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Menakertrans Erman Suparno,
Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda, Menteri Agama M Maftuh Basyuni, dan
Penasehat Presiden untuk Timteng Alwi Shihab.
Kaya Visi Ekonomi
Menjawab pertanyaan, Ketua BKPM M Lutfi membenarkan, kalau para pemimpin
aristokrat negara-negara Timteng mutakhir, lebih memilih masuk bursa saham dan
membeli saham-saham perusahaan berkelas dunia serta deposit uang di jaringan
perbankan dunia. "Tidak dapat disalahkan, kalau mereka lebih suka bermain di
bursa saham dan deposit uang mereka di perbankan, sebab itu pasti aman. Mereka
tidak atau belum terbiasa menjadi entrepreneur atau investasi uangnya kayak
pengusaha Cina, misalnya," jelas profesional muda cemerlang asal Pariaman yang
masuk tim lingkaran satu SBY.
Jika mengikuti pemberitaan dan informasi di internet, para pemimpin dan
para pengusaha keluarga raja di negara kaya Timteng, seperti Arab Saudi,
Kuwait, Qatar, dan PEA, misalnya, mendepositokan uangnya di perbankan barat dan
terakhir mereka juga membeli perusahaan-perusahaan berskala di Amerika Serikat
(AS) dan negara-negara maju di Eropa yang maju ekonomi dan industri
perbankannya. Pengusaha dengan kekayaan peringkat ke-6 dunia dari leluarga
Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Walid bin Talal al- Saud, misalnya, membeli
seperempat (25 persen) saham Citibank.
Luthfi mengatakan, 25 persen saham Citibank yang dibeli Walid Talal,
pernah lebih dahulu ditawarkan kepada pengusaha kakap Indonesia, William
Suriawidjaja. "Jangan salah. Sebetulnya, Citibank pernah menawarkan lebih
dahulu kepada William Suryawidjaja (konglomerat yang pernah dekat dengan rezim
Presiden Soeharto, Red). Tapi, tidak tahu. Kayaknya banyak pikir dan
pertimbangan, sehingga transaksi tidak sampai terjadi, dan kemudian saham
Citibank yang dijual dan ditawarkan kepada William itu dibeli oleh pengusaha
aristokrat Walid talal," kata Luthfi. Upaya Keras Indonesia
Menurut Ketua BKPM Luthfi, kita jangan berpikir, karena sesama saudara
semuslim atau terdapat sejarah solidaritas antara Indonesia dengan
negara-negara Timteng kaya dan atau karena Indonesia dengan populasi Muslim
terbesar di dunia pada satu negara, Indonesia dan pengusaha Indonesia akan
dengan mudah mendapatkan transaksi dengan mereka. "Tidak. Tidak semudah itu,"
katanya, sambil menambahkan, pemerintah dan pengusaha Indonesia tentu harus
mengerti situasinya, agar kita mengetahui pula apa yang harus dan dapat
dilakukan untuk menggaet dan menarik petro dolar dari negara-negara kaya
tersebut, apalagi dengan harga minyak mentah dunia yang membubung di atas 70
dolar AS per barel.
Lutfi tidak mengelak ketika kepadanya dikemukakan kalau pemerintah
Indonesia dan apalagi pengusaha Indonesia tidak siap untuk menggaet dana negara
kaya Timteng ke Indonesia. Mengutip Presiden SBY, Lutfi menegaskan, Indonesia
harus melakukan overhaul infrastruktur peraturan perundangan yang memang belum
mengakomodasi dan memfasilitasi arus investasi ke Indonesia. Ia menyebut, perlu
amandemen undang-undang investasi, perbankan, perpajakan, dan ketenagakerjaan.
"Misalnya, berkaitan dengan sistem perekonomiaan dan perbankan syariah, belum
terwadahi dalam undang-undang investasi dan perbankan kita," jelasnya.
Setiap investor, siapa pun mereka (sama ada nonmuslim atau sesama saudara
semuslim pun), tambah Luthfi, akan tetap memperhitungkan keamanan uang mereka.
Dan, bilamana uang itu diinvestasikan, mereka juga akan menuntut kejelasan dan
kepastian sistem dan perundangan yang mengatur sehingga keamanan uang yang
diinvestasikan tidak hanya segala urusannya lancar, terutama kembali soal
keamanan investasi mereka. "Kalau menurut saya, kita berpikir, upaya menarik
investasi dari negara-negara kaya Arab harus tetap memenuhi berbagai
persyaratan yang standar dan dengan mengkondisikan dengan baik. Jadi, kita
harus kerja keraslah!" pungkasnya. (zas)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Rombak Total Perundangan -