[nasional_list] [ppiindia] [Republika Online] Karena Dunia Berhukum Rimba

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **       
        
18 Juli 2006 
Karena Dunia Berhukum Rimba 



Hudli Lazwardinur
Alumnus Fakultas Hukum UI, Program Kekhususan Hukum tentang Hubungan
Transnasional

Serangan besar Israel ke Palestina dan Lebanon untuk membebaskan
tentaranya yang disandera oleh pejuang Palestina dan Lebanon (Hizbullah)
telah menimbulkan kecaman dari berbagai penjuru dunia, khususnya dari
umat Islam. Tapi serangan yang dianggap 'legal' oleh Israel tersebut
mendapat restu dari Amerika Serikat (AS). AS menggunakan hak vetonya di
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) untuk menggagalkan
draf resolusi DK untuk menyelesaikan konflik Israel, Palestina, dan
Lebanon.

Tindakan Israel menyerang Palestina dan Lebanon dengan dalih membebaskan
tentara mereka sangat tidak rasional. Pertama, Israel lebih memilih
jalan pintas menggunakan kekuatan militer dibandingkan kekuatan
diplomasinya untuk membebaskan tentaranya. Kedua, Israel terlalu arogan
dengan menuduh pejuang Palestina dan Lebanon sebagai teroris. Ketiga,
Israel menggunakan restu AS untuk menggempur Palestina dan Lebanon.
Keempat, Israel berani mengklaim bahwa gempurannya terhadap Palestina
dan Lebanon tidak melanggar hukum internasional.

Israel merupakan salah satu negara yang statusnya belum jelas. Di mata
AS dan sekutunya, Israel adalah negara berdaulat penuh. Tapi di mata
negara-negara Muslim, entitas Israel sebagai negara berdaulat tidak
diakui. Israel adalah penyebab Perang Arab-Israel pada tahun 1948-1949,
1956, 1967, 1973-1974, dan 1982. Setelah perang Arab-Israel berakhir,
masalah Timur Tengah terfokus pada konflik berdarah antara Israel dan
Palestina. Konflik tersebut telah membuat perdamaian di Timteng
terganggu. Segala cara sudah ditempuh, namun hasilnya tidak pernah
optimal.

Israel menganggap perdamaian di Timteng akan terwujud jika, pertama,
negara Israel diakui secara penuh oleh masyarakat dunia, khususnya oleh
negara-negara Muslim. Kedua, bangsa Palestina tidak membentuk negara
yang merdeka dan berdaulat. Ketiga, bangsa dan wilayah Palestina ada
dalam kekuasaan Israel.

Upaya Israel untuk menggagalkan terbentuknya negara Palestina tampaknya
akan terus berlangsung hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan.
Selama AS masih menjadi sekutu terkuat Israel, maka upaya Palestina
untuk merdeka sebagai negara berdaulat tidak akan terwujud. Walaupun AS
sering 'mendua' terhadap Israel dan Palestina, tapi sikap 'mendua'
tersebut hanyalah sandiwara yang dibuat oleh AS dan Israel di mana AS
adalah aktornya dan Israel sutradaranya.

Hukum internasional
Kini, konflik berdarah di Palestina kembali berkecamuk dengan melibatkan
Lebanon. Secara teori, hukum internasional mempunyai peranan sangat
penting untuk menyelesaikan konflik tersebut. Tapi dari segi praktik,
penyelesaian tersebut sangatlah sulit. Hal ini disebabkan, pertama,
hukum internasional adalah hukum yang primitif, masih seperti hukum
rimba, siapa yang kuat, dia yang menang.

Kedua, hukum internasional adalah hukum yang terbatas. Artinya,
efektivitas dan kekuatan hukum internasional dibatasi oleh kedaulatan
negara. Sebab subjek utama hukum internasional adalah negara yang
memiliki kedaulatan. Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi suatu negara,
yang secara teori tidak bisa diganggu gugat oleh kekuasaan apapun,
khususnya kekuasaan dari negara lain. Ketiga, hukum internasional adalah
instrumen politik. Artinya, hukum internasional pada praktiknya sering
dimanfaatkan oleh negara adidaya dan negara-negara maju untuk menekan
negara-negara berkembang dan miskin.

Tiga hal mengenai kelemahan hukum internasional di atas sangat
mempengaruhi penyelesaian konflik segitiga antara Israel, Palestina, dan
Lebanon. Pertama, Israel memanfaatkan keprimitifan hukum internasional.
Israel terlihat seperti singa yang lapar, sedangkan Palestina dan
Lebanon seperti rusa yang tak berdaya. Kedua, Israel memanfaatkan
keterbatasan hukum internasional yang dibatasi oleh kedaulatan negara.
Kedaulatan negara Israel menjadi legitimasi yang kuat untuk menggempur
Palestina dan Lebanon. Padahal Lebanon adalah negara berdaulat dan
berhak mempertahankan kedaulatannya dari ancaman luar. Nyatanya
kedaulatan Lebanon dengan mudah dicabik gempuran Israel.

Ketiga, Israel memanfaatkan hukum internasional sebagai instrumen
politiknya di forum internasional, dengan memanfaatkan keberadaan dan
kekuatan AS di DK PBB. Dalam forum pembahasan konflik Timur Tengah,
khususnya Israel dan Palestina, AS selalu menggunakan hak vetonya untuk
membela Israel. AS juga sering merestui tindakan-tindakan Israel untuk
menzalimi Palestina. Kini AS juga merestui tindakan Israel untuk
menggempur Palestina dan Lebanon sekaligus.

PBB
Kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina dan negara tetangganya yang
terus meningkat semakin membuat umat Islam di dunia semakin habis
kesabarannya. Negara-negara Muslim yang konservatif dan kaum perlawanan
Islam sudah memberikan ultimatum kepada Isreal untuk segera menghentikan
kekejamannya terhadap Palestina. Jika tidak, maka negara Muslim
konservatif akan mengajak umat Islam di dunia bersatu melawan Israel dan
sekutunya.

Jika negara Muslim konservatif dan kaum perlawanan Islam bersatu melawan
Israel, tak menutup kemungkinan Perang Arab-Israel akan terulang kembali
di Timteng. Untuk mencegahnya, PBB selaku pelaksana dan penegak hukum
internasional terbesar di dunia, harus bekerja ekstra keras
menyelesaikan konflik segitiga Israel-Palestina-Lebanon. Seluruh elemen
internasional harus dikerahkan PBB agar konflik itu tak meluas menjadi
perang terbuka seperti Perang Dunia I dan II. Hal ini penting karena
seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II, mulanya juga dari Perang
Eropa.

Ini sudah menjadi tanggung jawab utama PBB selaku otoritas internasional
untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia sesuai prinsip-prinsip
Piagam PBB. PBB, khususnya DK, harus mampu melepaskan diri dari pengaruh
dan kekuatan AS dan sekutunya. Di sinilah harga diri, kredibilitas, dan
legitimasi PBB dipertaruhkan di mata internasional.



  _____  

Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di :
http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=256989&kat_id=16
<http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=256989&kat_id=16> 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] [Republika Online] Karena Dunia Berhukum Rimba