[nasional_list] [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
- From: "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 08 Mar 2006 04:56:15 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Sama saja pak. Sama
meng-generalisirnya.
Jika pak KM adalah orang yang tidak pernah berpikiran jorok maka
bapak akan menganggap orang lain tidak berpikiran jorok seperti
bapak. Pasti, maunya begitu, apalagi kalau bapak berkuasa..:-).
Padahal gak semua orang itu kan sama. Padahal nyatanya gak begitu.
Kenyataannya ..?? Buanyak kok anak muda sekarang yang mudah
terangsang?
Berbaik sangka sajalah. Kalau tak bisa membantu mereka yang lagi
menggodok, paling tidak berbaik sangka saja ..daripada daripada kan
mendingan mendingan.
Saya juga tak bisa membantu, kecuali dengan do'a aja. Dan saya juga
mencoba berbaik sangka dengan niat dibentuknya RUU-APP ini, meski
secara teknisnya masih banyak yang harus dibenahi dan diperjelas.
Jadi tak usah ngerumpiin manusia-manusianya deh pak. Kepada RUUnya
saja.
wassalam,
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Kartono Mohamad" <kmjp47@...>
wrote:
>
> Benar Mas, pornografi itu lebih terletak di kepala manusia yang
melihatnya.
> Mereka yang sering berkhayal jorok akan mudah terangsang oleh
bagian tubuh
> lawan jenis (atau lawan hubungan seks) yang pada orang lain yang
tidak
> berpikiran jorok dianggap biasa-biasa saja. Sayangnya orang yang
mudah
> berpikiran jorok itu beranggapan bahwa orang lain pun seperti dia.
jadi
> ketika ia berkuasa, ia ingin memaksakan kepada orang lain agar
mereka tidak
> berpikrian jorok. Ia takut kalau ada gambar atau gerakan yang buat
dia
> merangsang syahwat, akan membuat orang lain juga terangsang.
> KM
>
> -------Original Message-------
>
> From: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Date: 03/06/06 18:28:28
> To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
>
> Mas, idee pronografie ada dikepala manusia yang porno. Ada penulis
> wanita di milis yang katakan: Laki laki yang membuat undang undang
> (RUU Pornografi) ini sudah gelisah melihat betis wanita..
>
> Salam
>
> Danardono
>
>
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Kartono Mohamad" <kmjp47@>
> wrote:
> >
> > Kesimpulannya:
> > 1. Kreasi budaya seperti ketoprak, wayang orang, tari bondan,
tari
> jaipong,
> > harus diubah baik dalam berpakaian atau gerakannya?
> > 2. Patung-patung yang terdapat di candi-candi di berbagai
daerah,
> khususnya
> > Jawa harus dibongkar seperti taliban membongkar patung Budha? Di
> relief
> > candi borobudur banyak sekali perempuan bertelanjang dada. Bukan
> apakah
> > perempuan jaman dulu mau digambarkan demikian atau tidak tetapi
itu
> > menggambarkan sikap budaya dan tradisi jaman itu. Perempuan di
> Jawa waktu
> > itu masih bertelanjang dada. Apakah Borobudur harus juga
> dihancurkan?
> > Ini bukan soal metaphora tapi penggambaran keadaan waktu candi
dan
> patung
> > itu dibuat.
> > 3. Kalau UU sudah disahkan, maka secara sah dapat dibenarkan
kalau
> ada
> > polisi atau FPI yang menangkapi penari-penari Jawa, Sunda dan
Bali
> atau
> > menggerebek pertunjukan wayang orang dan ketoprak, atau juga
> membongkar
> > candi-candi karena berisikan patung-patung dan relief yang
> pronografis.
> > KM
> >
> >
> > -------Original Message-------
> >
> > From: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > Date: 03/05/06 13:09:56
> > To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
> >
> > Kalo menurut saya: bukan!
> >
> > Tuh kan? RUU APP dipertentangkan pada budaya-budaya seperti ini?
> kan
> > bisa dipertanyakan bagi yang memajang dewinya dirumah atau yang
> > membuatnya..apa itu untuk sexualitas dan sensualitas yang
> dilarang.
> > Hati kita sebetulnya bisa membedakan mana yang dilarang dan
tidak,
> > tapi kadang kebanyakan orang buta atau dibutakan?
> >
> > Coba deh, mbak FT mau gak digambar or dipatungkan dengan buah
> dadanya
> > yang penuh telanjang gitu, apa lantas orang berpikir sampeyan
itu
> > juga mempunyai nilai metaphora memberi "susu" kepada alam
semesta??
> >
> > Dewi Durgha gak tau aja kalo mo digambar or dipatungkan kayak
> gitu.
> > Mo disembah sebg dewipun, dia gak tau. Inikan maunya manusia
> (idenya
> > manusia) yang ingin menggambarkan metaphora. Atau bisnis seni
> jualan
> > patung, biar laku. Ada gak ya metaphora Dewa yang menggambakan
> > keperkasaan Dewa (=kewelsasihan Dewi) yang telah
> memberikan "benih"
> > yang hidup? Kalo gak juga Dewi Durgha mau menyusui siapa?
> >
> > Tanpa adanya budaya-budaya seperti ini, kita juga akan tahu
> bagaimana
> > peran ibu. Kita juga tahu keMaha Pemurahan Tuhan Semesta Alam.
> >
> > Ini salah satu contoh kalau hukum, budaya (dan lainnya) hanya
> > memusatkan pada manusia. Manusia yang dijadikan tolok ukur.
Bukan
> > nilai2 moral yang ada dalam agama atau kitab suci.
> >
> > Kalo saya sih, budaya macam gini yang mempertontonkan aurat, ada
> > baiknya dikikis habis. Termasuk budaya koteka. Karena saya
kasihan
> > melihat saudara2 suku asmat dijadikan tontonan. Saya kasihan
> melihat
> > Dewi Durgha bertelanjang dada seperti itu...
> >
> > pengacaradewidurghadansukuasmat.
> >
> > --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Free Thinker <freethinker_may@>
> > wrote:
> > >
> > > http://jiwamerdeka.blogspot.com/
> > >
> > > Would you call this pornography?
> > > Apakah anda akan menyebut ini Pornografi?
> > >
> > > Today, March 3, we shows our defiance to the anti pornography
> bill
> > by staging a vivacious cultural rally at Puputan Margarana
Square
> in
> > Renon.
> > > Hari ini, 3 Maret, kami tunjukkan perlawanan kami terhadap RUU
> APP
> > dengan menyelenggarakan aksi budaya yang riuh rendah di Lapangan
> > Puputan Margarana, Renon.
> > >
> > > Various traditional performing arts, including the Joged
Bumbung
> > dancer pictured on the photo, demonstrated one single important
> > fact:...
> > > Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional, termasuk penari
Joged
> > Bumbung di foto sebelah, telah mendemonstrasikan satu fakta
> > penting:...
> > >
> > > ...that sensuality and sexuality have always been an integral
> > element of our cultural heritage.
> > > ...bahwa sensualitas dan seksualitas telah selalu menjadi
bagian
> > tak terpisahkan dari warisan budaya kami.
> > >
> > > ...that sensuality and sexuality have never been viewed
through
> a
> > banal and superficial perspective.
> > > ...bahwa sensualitas dan seksualitas tidak pernah dipandang
> melalui
> > pola pikir yang dangkal dan rendah.
> > >
> > > ...that the Balinese has always respected sensuality and
> sexuality,
> > both in arts and religious teachings, as a sacred metaphor of
the
> > Divine's power of creation and sustenance of the universe.
> > > ...bahwa orang Bali selalu menghormati sensualitas dan
> seksualitas,
> > baik di dalam kesenian maupun ajaran relijius, sebagai metafora
> > sakral dari kekuatan Tuhan dalam penciptaan dan pemeliharaan
> semesta.
> > >
> > > ...that Goddes Durgha is always portrayed with full, bare
> breasts
> > to underline her unlimited compassion in "breast-feeding", in
> > nurturing the whole universe.
> > > ...bahwa Dewi Durgha selalu digambarkan dengan payudara yang
> penuh
> > dan telanjang untuk menekankan rasa welas asih Sang Dewi yang
tak
> > terbatas dalam "menyusui", memelihara seluruh semesta.
> > >
> > > Look at the dancer's bare, wrinkled breasts...
> > > Pandanglah payudara sang penari yang telanjang, yang
keriput....
> > >
> > > ...and remember, the love she has given through the breasts,
the
> > hardships she has endured, to give life to her children and
> > grandchildren.
> > > ...dan ingatlah, cinta yang telah diberikannya melalui
payudara
> > itu, keseusahan hidup yang telah ditanggungnya, untuk memberi
> hidup
> > pada anak dan cucunya.
> > >
> > > We will fight the bill, any bill, that degrade our cultural
> > heritage and does not have any respect to our mothers and
sisters.
> > > Kami akan lawan setiap undang-undang yang merendahkan budaya
> kami
> > serta yang tidak memiliki rasa hormat kepada para ibu dan
saudari
> > perempuan kami.
> > >
> > > Marlowe and Jun
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Mail
> > > Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
*********************************************************************
> ******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia yg
> > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
> > com/group/ppiindia
> >
>
*********************************************************************
> ******
> >
>
_____________________________________________________________________
> _____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> >
> >
> >
> > SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages
Indonesian
> language
> > learn
> > Indonesian language course
> >
> >
> >
> > YAHOO! GROUPS LINKS
> >
> > Visit your group "ppiindia" on the web.
> >
> > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
> Service.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
>
>
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
> com/group/ppiindia
>
*********************************************************************
******
>
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
>
> SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian
language
> learn
> Indonesian language course
>
>
>
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
> Visit your group "ppiindia" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: