[nasional_list] [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
- From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@xxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 06 Mar 2006 11:34:13 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mas, idee pronografie ada dikepala
manusia yang porno. Ada penulis
wanita di milis yang katakan: Laki laki yang membuat undang undang
(RUU Pornografi) ini sudah gelisah melihat betis wanita..
Salam
Danardono
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Kartono Mohamad" <kmjp47@...>
wrote:
>
> Kesimpulannya:
> 1. Kreasi budaya seperti ketoprak, wayang orang, tari bondan, tari
jaipong,
> harus diubah baik dalam berpakaian atau gerakannya?
> 2. Patung-patung yang terdapat di candi-candi di berbagai daerah,
khususnya
> Jawa harus dibongkar seperti taliban membongkar patung Budha? Di
relief
> candi borobudur banyak sekali perempuan bertelanjang dada. Bukan
apakah
> perempuan jaman dulu mau digambarkan demikian atau tidak tetapi itu
> menggambarkan sikap budaya dan tradisi jaman itu. Perempuan di
Jawa waktu
> itu masih bertelanjang dada. Apakah Borobudur harus juga
dihancurkan?
> Ini bukan soal metaphora tapi penggambaran keadaan waktu candi dan
patung
> itu dibuat.
> 3. Kalau UU sudah disahkan, maka secara sah dapat dibenarkan kalau
ada
> polisi atau FPI yang menangkapi penari-penari Jawa, Sunda dan Bali
atau
> menggerebek pertunjukan wayang orang dan ketoprak, atau juga
membongkar
> candi-candi karena berisikan patung-patung dan relief yang
pronografis.
> KM
>
>
> -------Original Message-------
>
> From: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Date: 03/05/06 13:09:56
> To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
>
> Kalo menurut saya: bukan!
>
> Tuh kan? RUU APP dipertentangkan pada budaya-budaya seperti ini?
kan
> bisa dipertanyakan bagi yang memajang dewinya dirumah atau yang
> membuatnya..apa itu untuk sexualitas dan sensualitas yang
dilarang.
> Hati kita sebetulnya bisa membedakan mana yang dilarang dan tidak,
> tapi kadang kebanyakan orang buta atau dibutakan?
>
> Coba deh, mbak FT mau gak digambar or dipatungkan dengan buah
dadanya
> yang penuh telanjang gitu, apa lantas orang berpikir sampeyan itu
> juga mempunyai nilai metaphora memberi "susu" kepada alam semesta??
>
> Dewi Durgha gak tau aja kalo mo digambar or dipatungkan kayak
gitu.
> Mo disembah sebg dewipun, dia gak tau. Inikan maunya manusia
(idenya
> manusia) yang ingin menggambarkan metaphora. Atau bisnis seni
jualan
> patung, biar laku. Ada gak ya metaphora Dewa yang menggambakan
> keperkasaan Dewa (=kewelsasihan Dewi) yang telah
memberikan "benih"
> yang hidup? Kalo gak juga Dewi Durgha mau menyusui siapa?
>
> Tanpa adanya budaya-budaya seperti ini, kita juga akan tahu
bagaimana
> peran ibu. Kita juga tahu keMaha Pemurahan Tuhan Semesta Alam.
>
> Ini salah satu contoh kalau hukum, budaya (dan lainnya) hanya
> memusatkan pada manusia. Manusia yang dijadikan tolok ukur. Bukan
> nilai2 moral yang ada dalam agama atau kitab suci.
>
> Kalo saya sih, budaya macam gini yang mempertontonkan aurat, ada
> baiknya dikikis habis. Termasuk budaya koteka. Karena saya kasihan
> melihat saudara2 suku asmat dijadikan tontonan. Saya kasihan
melihat
> Dewi Durgha bertelanjang dada seperti itu...
>
> pengacaradewidurghadansukuasmat.
>
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Free Thinker <freethinker_may@>
> wrote:
> >
> > http://jiwamerdeka.blogspot.com/
> >
> > Would you call this pornography?
> > Apakah anda akan menyebut ini Pornografi?
> >
> > Today, March 3, we shows our defiance to the anti pornography
bill
> by staging a vivacious cultural rally at Puputan Margarana Square
in
> Renon.
> > Hari ini, 3 Maret, kami tunjukkan perlawanan kami terhadap RUU
APP
> dengan menyelenggarakan aksi budaya yang riuh rendah di Lapangan
> Puputan Margarana, Renon.
> >
> > Various traditional performing arts, including the Joged Bumbung
> dancer pictured on the photo, demonstrated one single important
> fact:...
> > Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional, termasuk penari Joged
> Bumbung di foto sebelah, telah mendemonstrasikan satu fakta
> penting:...
> >
> > ...that sensuality and sexuality have always been an integral
> element of our cultural heritage.
> > ...bahwa sensualitas dan seksualitas telah selalu menjadi bagian
> tak terpisahkan dari warisan budaya kami.
> >
> > ...that sensuality and sexuality have never been viewed through
a
> banal and superficial perspective.
> > ...bahwa sensualitas dan seksualitas tidak pernah dipandang
melalui
> pola pikir yang dangkal dan rendah.
> >
> > ...that the Balinese has always respected sensuality and
sexuality,
> both in arts and religious teachings, as a sacred metaphor of the
> Divine's power of creation and sustenance of the universe.
> > ...bahwa orang Bali selalu menghormati sensualitas dan
seksualitas,
> baik di dalam kesenian maupun ajaran relijius, sebagai metafora
> sakral dari kekuatan Tuhan dalam penciptaan dan pemeliharaan
semesta.
> >
> > ...that Goddes Durgha is always portrayed with full, bare
breasts
> to underline her unlimited compassion in "breast-feeding", in
> nurturing the whole universe.
> > ...bahwa Dewi Durgha selalu digambarkan dengan payudara yang
penuh
> dan telanjang untuk menekankan rasa welas asih Sang Dewi yang tak
> terbatas dalam "menyusui", memelihara seluruh semesta.
> >
> > Look at the dancer's bare, wrinkled breasts...
> > Pandanglah payudara sang penari yang telanjang, yang keriput....
> >
> > ...and remember, the love she has given through the breasts, the
> hardships she has endured, to give life to her children and
> grandchildren.
> > ...dan ingatlah, cinta yang telah diberikannya melalui payudara
> itu, keseusahan hidup yang telah ditanggungnya, untuk memberi
hidup
> pada anak dan cucunya.
> >
> > We will fight the bill, any bill, that degrade our cultural
> heritage and does not have any respect to our mothers and sisters.
> > Kami akan lawan setiap undang-undang yang merendahkan budaya
kami
> serta yang tidak memiliki rasa hormat kepada para ibu dan saudari
> perempuan kami.
> >
> > Marlowe and Jun
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Mail
> > Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
> com/group/ppiindia
>
*********************************************************************
******
>
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
>
> SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian
language
> learn
> Indonesian language course
>
>
>
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
> Visit your group "ppiindia" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: