[nasional_list] [ppiindia] Re: Would you call this pornography?

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mas, idee pronografie ada dikepala 
manusia yang porno. Ada penulis 
wanita di milis yang katakan: Laki laki yang membuat undang undang 
(RUU Pornografi) ini sudah gelisah melihat betis wanita..

Salam

Danardono


--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Kartono Mohamad" <kmjp47@...> 
wrote:
>
> Kesimpulannya:
> 1. Kreasi budaya seperti ketoprak, wayang orang, tari bondan, tari 
jaipong,
> harus diubah baik dalam berpakaian atau gerakannya?
> 2. Patung-patung yang terdapat di candi-candi di berbagai daerah, 
khususnya
> Jawa harus dibongkar seperti taliban membongkar patung Budha? Di 
relief
> candi borobudur banyak sekali perempuan bertelanjang dada. Bukan 
apakah
> perempuan jaman dulu mau digambarkan demikian atau tidak tetapi itu
> menggambarkan sikap budaya dan tradisi jaman itu. Perempuan di 
Jawa waktu
> itu masih bertelanjang dada. Apakah Borobudur harus juga 
dihancurkan?
> Ini bukan soal metaphora tapi penggambaran keadaan waktu candi dan 
patung
> itu dibuat.
> 3. Kalau UU sudah disahkan, maka secara sah dapat dibenarkan kalau 
ada
> polisi atau FPI yang menangkapi penari-penari Jawa, Sunda dan Bali 
atau
> menggerebek pertunjukan wayang orang dan ketoprak, atau juga 
membongkar
> candi-candi karena berisikan patung-patung dan relief yang 
pronografis.
> KM 
>  
>  
> -------Original Message-------
>  
> From: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Date: 03/05/06 13:09:56
> To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ppiindia] Re: Would you call this pornography?
>  
> Kalo menurut saya: bukan!
> 
> Tuh kan? RUU APP dipertentangkan pada budaya-budaya seperti ini? 
kan 
> bisa dipertanyakan bagi yang memajang dewinya dirumah atau yang 
> membuatnya..apa itu untuk sexualitas dan sensualitas yang 
dilarang. 
> Hati kita sebetulnya bisa membedakan mana yang dilarang dan tidak, 
> tapi kadang kebanyakan orang buta atau dibutakan? 
> 
> Coba deh, mbak FT mau gak digambar or dipatungkan dengan buah 
dadanya 
> yang penuh telanjang gitu, apa lantas orang berpikir sampeyan itu 
> juga mempunyai nilai metaphora memberi "susu" kepada alam semesta??
> 
> Dewi Durgha gak tau aja kalo mo digambar or dipatungkan kayak 
gitu. 
> Mo disembah sebg dewipun, dia gak tau. Inikan maunya manusia 
(idenya 
> manusia) yang ingin menggambarkan metaphora. Atau bisnis seni 
jualan 
> patung, biar laku. Ada gak ya metaphora Dewa yang menggambakan 
> keperkasaan Dewa (=kewelsasihan Dewi) yang telah 
memberikan "benih" 
> yang hidup? Kalo gak juga Dewi Durgha mau menyusui siapa? 
> 
> Tanpa adanya budaya-budaya seperti ini, kita juga akan tahu 
bagaimana 
> peran ibu. Kita juga tahu keMaha Pemurahan Tuhan Semesta Alam.
> 
> Ini salah satu contoh kalau hukum, budaya (dan lainnya) hanya 
> memusatkan pada manusia. Manusia yang dijadikan tolok ukur. Bukan 
> nilai2 moral yang ada dalam agama atau kitab suci.
> 
> Kalo saya sih, budaya macam gini yang mempertontonkan aurat, ada 
> baiknya dikikis habis. Termasuk budaya koteka. Karena saya kasihan 
> melihat saudara2 suku asmat dijadikan tontonan. Saya kasihan 
melihat 
> Dewi Durgha bertelanjang dada seperti itu...
> 
> pengacaradewidurghadansukuasmat.
> 
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Free Thinker <freethinker_may@> 
> wrote:
> >
> > http://jiwamerdeka.blogspot.com/
> >    
> >   Would you call this pornography?
> > Apakah anda akan menyebut ini Pornografi?
> > 
> > Today, March 3, we shows our defiance to the anti pornography 
bill 
> by staging a vivacious cultural rally at Puputan Margarana Square 
in 
> Renon.
> > Hari ini, 3 Maret, kami tunjukkan perlawanan kami terhadap RUU 
APP 
> dengan menyelenggarakan aksi budaya yang riuh rendah di Lapangan 
> Puputan Margarana, Renon.
> > 
> > Various traditional performing arts, including the Joged Bumbung 
> dancer pictured on the photo, demonstrated one single important 
> fact:...
> > Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional, termasuk penari Joged 
> Bumbung di foto sebelah, telah mendemonstrasikan satu fakta 
> penting:...
> > 
> > ...that sensuality and sexuality have always been an integral 
> element of our cultural heritage.
> > ...bahwa sensualitas dan seksualitas telah selalu menjadi bagian 
> tak terpisahkan dari warisan budaya kami.
> > 
> > ...that sensuality and sexuality have never been viewed through 
a 
> banal and superficial perspective.
> > ...bahwa sensualitas dan seksualitas tidak pernah dipandang 
melalui 
> pola pikir yang dangkal dan rendah.
> > 
> > ...that the Balinese has always respected sensuality and 
sexuality, 
> both in arts and religious teachings, as a sacred metaphor of the 
> Divine's power of creation and sustenance of the universe.
> > ...bahwa orang Bali selalu menghormati sensualitas dan 
seksualitas, 
> baik di dalam kesenian maupun ajaran relijius, sebagai metafora 
> sakral dari kekuatan Tuhan dalam penciptaan dan pemeliharaan 
semesta.
> > 
> > ...that Goddes Durgha is always portrayed with full, bare 
breasts 
> to underline her unlimited compassion in "breast-feeding", in 
> nurturing the whole universe.
> > ...bahwa Dewi Durgha selalu digambarkan dengan payudara yang 
penuh 
> dan telanjang untuk menekankan rasa welas asih Sang Dewi yang tak 
> terbatas dalam "menyusui", memelihara seluruh semesta.
> > 
> > Look at the dancer's bare, wrinkled breasts...
> > Pandanglah payudara sang penari yang telanjang, yang keriput....
> > 
> > ...and remember, the love she has given through the breasts, the 
> hardships she has endured, to give life to her children and 
> grandchildren.
> > ...dan ingatlah, cinta yang telah diberikannya melalui payudara 
> itu, keseusahan hidup yang telah ditanggungnya, untuk memberi 
hidup 
> pada anak dan cucunya.
> > 
> > We will fight the bill, any bill, that degrade our cultural 
> heritage and does not have any respect to our mothers and sisters.
> > Kami akan lawan setiap undang-undang yang merendahkan budaya 
kami 
> serta yang tidak memiliki rasa hormat kepada para ibu dan saudari 
> perempuan kami.
> > 
> > Marlowe and Jun
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Mail
> > Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
> com/group/ppiindia
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian 
language
> learn 
> Indonesian language course 
> 
> 
> 
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
>  Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>  To unsubscribe from this group, send an email to:
>  ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>   
>  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: