[nasional_list] [ppiindia] Re: Syariat ISlam again (Mbah Danar)

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **DH: Begitulah mbak Lina. Si mbak Aris 
salah memahami masalah.
Kita harus bedakan: a) akidah Islam, dan b) dampak akidah Islam 
dalam masalah diskusi syariat Islam.

Masalah a) adalah masalah umat Islam, silakan bahasa agama kalian 
antara sesama kalian.

TETAPI

Masalah b) adalah masalah KITA semua, warga Indonesia. Masrakat 
Islam sebagian menawarkan, atau terkesan mau memaksakan, syariat 
Islam bagi negeri ini, jadi juga bagi NON Islam.

Nah, untuk ini, kita tak boleh diskusi? Untuk ini kita harus masuk 
Islam? Pernahkah, NON Islam menuntut mbak Aris memasuki agama agama 
NON Islam untuk memahami, mengapa kami MENOLAK SI?

Aneh kan?

Kami sebagai masyarakat NON Islam, melihat, bahwa dalamnegara negara 
yang maju, misalnya Uni Eropa, banyak yang di idam idamkan bila SI 
ditegakkan, sudah terjadi dalam negara negara Kristiani yang sekular 
itu: keadilan sosial, perataan kemakmuran, pendidikan bagi semua, 
ketaatan hukum, good governance, dsb.

Seperti mbak Lina katakan, yang penting, umat Islam menjalankan 
nilai nilai Islami.

Nah, kami yang melihat dalam negara negara makmur, juga mirip, namun 
terbalik, umat Islam disini, menjalankan nilai nilai Kristiani yang 
universal. 

Malah, saya katakan, setiap manusia, juga umat Islam, umat Kristen 
atau Yahudi, yang menjalankan dharma, berbudi luhur terhadap sesama 
tanpa pamrih, menjalan ajaran sang Siddharta.

Kita tak perlu berubah agama, untuk menjadi mulia, jalankanlah 
dharma.

Thanks mbak Lina, mohon terangkan mbak Aris hal ini.

Salam

Danardono





--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Lina Dahlan" <linadahlan@...> 
wrote:
>
> cool down mbak, rugi lah marah-marah...:-)
> Pertanyaan mbah itu kalo diteliti memang telah bergeser menjadi 
bbrp 
> masalah dalam konteks Islam:
> 1) Wanita menjadi pemimpin negara (negara multi)
> 2) Non-Muslim menjadi pemimpin dalam negara Islam
> 
> Rasanya, kalau masalah no. 2 itu impossible lah. Sedang Masalah 
no. 
> 1 sudah banyak didiskusikan.
> 
> Mbak, tidaklah perlu mengajak seseorang utk mengerti Islam dengan 
> cara harus memeluk Islam dahulu. Memeluk sesuatu agama itu bukan 
> urusan kita, itu urusan Allah SWT saja dan hanya melalui 
hidayahNya 
> yang bisa membuat seseorang memeluk Islam.
> 
> Hari ini, saya membaca koran Republika tentang Ekonomi Syariah 
yang 
> berjudul "Ekonomi Islam itu Adil dan Indah". Seorang Guru 
Marketing 
> Hermawan Kertajaya (seorang pemeluk Katolik)sangat paham akan 
> marketing syariah dan ikut mengembangkan nilai marketing Islami. 
> Inikan lebih penting: seorang non muslim menjalankan esensi ajaran 
> Islam yang universal. Seorang non muslim mengakui keuniversalan 
> ajaran Islam. Katanya, "Islam agama yang universal dan 
komprehensif. 
> Guidancenya lengkap. Ada petunjuk utk seorang pedagang, kepala 
> negara, seorang anak, seorang panglima perang, dan 
semuanya...Ajaran 
> Islam itu dapat dipakai semua orang..."
> 
> Perkataannya itu mengingatkan saya akan nasehat seorang Buya Hamka 
> bagaimana dalam memilih suatu kitab suci. Intinya, pilihlah kitab 
> suci yang mengajarkan semuanya.
> 
> wassalam,
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, aris solikhah <fm_solihah@> 
> wrote:
> >
> > Mbah Danar,
> >   Sungguh aris ingin marah, karena Anda, dalam setipa diskusi 
> banyak sekali mencampuri urusana agama orang lain, dan Anda 
sendiri 
> kurang memahami syariat ISlam yang dibingkai keimanan pada Tuhan 
> yang tak mempunyai anak, ibu dan bapak.  
> >    
> >   Bukankah aris juga selalu berusaha untuk menghindari diskusi 
> silang agama untuk menghargai Anda dan agama Anda. Kalaupun sampai 
> memaksa untuk mengurai tentang diskusi antar agama, itu berawal 
dari 
> pertanyaan yang mbah lontarkan dulu. Kenapa Mbah tak menguraikan 
> saja konsep seluruh aspek kehidupan berupa tatanan sistem  
diseluruh 
> aspek kehidupan yang  Anda dalam agama Anda, bukannya selalu 
isinya.
> >    
> >   Pada tataran aqidah saja, Anda nggak yakin dengan Islam 
apalagi 
> ingin berbicara tentang syariat ISlam. Berbicaralah tentang agama 
> Anda seperti mang Ucup. 
> >   Bila mbah ingin berbicara tentang syariat Islam, aris sarankan 
> mbah masuk agama Islam dahulu........, jika tidak plis mbah. KAlau 
> aris memakai dalil-dalil Al Quran, mana Anda percaya lha wong pada 
> Tuhan yang menurunkan Al Quran saja, mbah kurang yakin atau tak 
> mengimaninya. Maaf mbah....
> >    
> >   salam,
> >   aris
> >    
> >    
> >   
> > RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@> wrote:
> >   --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, aris solikhah 
> > wrote:
> > >
> > > 
> > > MAs RD,
> > > Bolehkah aris bertanya? Apakah mas memahami konsep SI
> > > yang mengatur toleransi dalam perbedaan agama? (aris
> > > berulang kali menulisnya dimilis ini)MOhon ditelaah
> > > dulu sebelum ditolak....seperti RUU APP, telaah dulu
> > > degan hati yang jernih sebelum menolaknya.
> > > 
> > > Yusuf Kalla, Abu Bakar Ba'asyir, Mas RD atau umat
> > > Muslim di sini punya hak pilih untuk menjadi khalifah.
> > > Syaratnya setuju SI dulu. KArena seorang Khalifah
> > > merupakan pelaksana syariat Islam. Dia memimpin negara
> > > Islam berlandasakan aqidah Islam dan syariat ISlam.
> > > 
> > 
> > 
> > 
> > DH: Wanita boleh jadi khalif nggak? Wanita cerdas di negara 
negara 
> > lain boleh lho
> > 
> > Lalu Non Islam boleh gak jadi khalif? Kalau nggak, mana mungkin 
> > mereka ikut mendukung berdirinya negara agama untuk umat Islam 
ini?
> > 
> > Salam
> > 
> > Danardono
> > 
> > > Selain itu silakan merenungi dirilah... apakah diri
> > > masing-masing itu capable terutama memahami secara
> > > mendalam dan mengaplikasikan SI dengan baik. Karena
> > > faktor utama seorang pemimpin khilafah adalah
> > > ketakwaannya. BUkan karena harta, jabatan atau alasan
> > > materi lain....wallahu'alambishawab
> > > So.. jika mas RD memahami konsep SI dan setuju SI,
> > > maka mas berpeluang juga jadi khalifah. Saat ini jalan
> > > menuju ke sana baru dirintis mas masih
> > > jauh....alon-alon asal kelakon.
> > > 
> > > salam,
> > > aris
> > > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
*********************************************************************
> ******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> > 
> 
*********************************************************************
> ******
> > 
> 
_____________________________________________________________________
> _____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > pustaka tani 
> >   nuraulia
> > 
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> > http://mail.yahoo.com 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: