[nasional_list] [ppiindia] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis

Sri Mulyani adalah "Alat" dari 1% orang2 yang rakus dan serakah.
Tahun 1998 Rp 640 trilyun uang rakyat digunakan untuk mensubsidi para Bankir 
via KLBI/BLBI padahal APBD saat itu sekitar Rp 133 trilyun. Kurang dari 1/3 
dari dana itu yg kembali ke negara.

Padahal jika uang Rp 640 trilyun dipakai untuk memakmurkan rakyat, lain lagi 
ceritanya.

Hentikan Neoliberalisme dan antek2nya:
IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan
Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing 
Poverty, 2000
11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
FAO, MS Encarta 2006
http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/

 
.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id


Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.400/orang di 
http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400


Jasa Pembuatan Website (All in) 2 Dinar: 
http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx


>________________________________
>Dari: "djufrisani@xxxxxxxxx" <djufrisani@xxxxxxxxx>
>Kepada: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx
>Dikirim: Rabu, 9 November 2011 14:17
>Judul: Re: [ekonomi-nasional] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis
>
>
>  
>Masih imun karena faksinnya masih aktif ntar kalau sdh kedaluwarsa dan ngak 
>aktif lagi baru diserang penyakit KPK atau masyarakat anti neo 
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel 
>
>-----Original Message----- 
>From: Irwan K <irwank2k10@xxxxxxxxx> 
>Sender: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx 
>Date: Wed, 9 Nov 2011 13:57:26 
>To: <koran-digital@xxxxxxxxxxxxxxxx> 
>Reply-To: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx 
>Cc: jurnalisme<jurnalisme@xxxxxxxxxxxxxxx>; mediacare 
>yahoogroups<mediacare@xxxxxxxxxxxxxxx>; <CIKEAS@xxxxxxxxxxxxxxx>; 
>ppiindia<ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>; nasional 
>list<nasional-list@xxxxxxxxxxxxxxx>; <ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx> 
>Subject: [ekonomi-nasional] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis 
>
>Krisis berdampak sistemik? 
>Bank mana lagi yang mau dibail-out? Jurus sistemik.. 
>Sudah berani ke RI.. gak takut diperiksa KPK? 
>
>-- 
>Wassalam, 
>
>Irwan.K 
>"Better team works could lead us to better results" 
>http://irwank.blogspot.com 
>fb/twitter/skype: irwank2k2 
>
>
>Pada 9 November 2011 09:30, Koran Digital <korandigital@xxxxxxxxx> menulis: 
>
>> ** 
>>   Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis 
>> <http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index2.php?option=com_content&task=view&id=442374&pop=1&page=0&Itemid=38>
>>     Wednesday, 09 November 2011   [image: 
>> Image]Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan 
>> Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kepresidenan, 
>> Jakarta, kemarin. Sri Mulyani datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri 
>> ASEAN Finance Ministers Investor Seminar (AFMIS) ke-8 Tahun 2011 di 
>> Jakarta. 
>> 
>> 
>> JAKARTA– Indonesia diminta untuk selalu bersikap hati-hati terhadap dampak 
>> krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS). Krisis di kedua kawasan itu bisa 
>> berpengaruh terhadap perekonomian nasional. 
>> 
>> Peringatan tersebut disampaikan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani 
>> Indrawati, seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di 
>> Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Menurut mantan menteri keuangan 
>> tersebut, dari semua sektor, perdagangan merupakan yang paling terancam 
>> dampak krisis global. ”Kita harus tetap hati-hati. Barangkali yang paling 
>> penting itu, (hati-hati) terhadap semua kemungkinan gejolak maupun 
>> pengaruhnya, baik itu melalui jalur perdagangan, jalur moneter, (atau) 
>> jalur APBN kita ya,” papar Sri Mulyani. 
>> 
>> Dia menjelaskan, ekspor bisa terpukul akibat krisis global meskipun untuk 
>> Indonesia dampaknya baru terasa pada gelombang kedua (second round). 
>> Artinya, ekspor Indonesia baru akan melemah jika negara- negara yang 
>> menjadi tujuan utama ekspor, seperti China dan Jepang, sudah terimbas 
>> krisis Eropa dan AS. Selain sektor perdagangan, Sri Mulyani juga meminta 
>> pemerintah untuk menjaga sentimen pasar. Sentimen tersebut akan sangat 
>> penting dalam mengelola gejolak yang timbul dari dampak krisis. 
>> 
>> ”Sentimen itu berhubungan dengan persepsi risiko, jadi mengenai 
>> volatilitas atau gejolak arus masuk dan keluar,itu menjadi sangat penting 
>> untuk tidak terlalu bergejolak.Yang ketiga tentu berasal dari remittance. 
>> Mungkin Indonesia tidak terlalu kena di situ, tourismjuga tidak,”ujarnya. 
>> Dia menilai sejauh ini kondisi ekonomi Indonesia masih bisa tahan dari 
>> guncangan krisis global.Kendati demikian, kewaspadaan harus terus 
>> ditingkatkan. Kunjungan Sri Mulyani ke Kantor Presiden, kemarin, dalam 
>> rangka audiensi dengan Presiden SBY. 
>> 
>> Ini adalah kali pertama dia menginjak kompleks Istana Kepresidenan setelah 
>> 1,5 tahun meninggalkan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk mengemban 
>> tugas di Bank Dunia.Namun,pertemuannya dengan Presiden 
>> SBY,kemarin,adalahkalikedua setelah meninggalkan Indonesia. Sri Mulyani 
>> sebelumnya pernah bertemu dengan Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, pada 8 
>> April lalu dalam acara Pertemuan Menteri Keuangan Se-ASEAN ke-15. 
>> 
>> Datang mengenakan gaun batik warna cokelat,sosok yang pernah dinobatkan 
>> sebagai wanita paling berpengaruh ke- 23 dunia oleh Forbes tersebut tampak 
>> ceria saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Wakil 
>> Menteri Keuangan Mahendra Siregar ataupun bersalaman dengan Presiden 
>> SBY.Turut mendampingi Sri Mulyani dalam pertemuan kemarin adalah Asisten 
>> Khusus Robert Shaum, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Stefan 
>> Koeberle, Lead Economic Shubaum Chaudhuri, Sustainable Development Manager 
>> Bank Dunia Franz Drees Gross, serta Country Program Coordinator Mark 
>> Hagerstom. 
>> 
>> Fokus lain dari pembicaraan Presiden SBY-Sri Mulyani adalah rencana 
>> penguatan kemitraan Indonesia-Bank Dunia. Menurut Sri Mulyani,Indonesia 
>> bisa menjadi contoh dalam upaya penanganan kemiskinan meskipun masih harus 
>> bekerja keras dalam perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pemerataan 
>> kesejahteraan. Pertemuan Presiden SBYSri Mulyani berlangsung sekitar 30 
>> menit. Setelah pertemuan tersebut, kepada wartawan, Sri Mulyani menuturkan 
>> perasaannya kembali ke kompleks Istana Kepresidenan.” Rasanya baik,bagus. 
>> Istananya masih bagus,” ucapnya sambil tersenyum. 
>> 
>> Namun, lulusan University of Illinois at Urbana– Champaign tersebut 
>> menolak berkomentar ataupun menjawab pertanyaan seputar pemilihan presiden 
>> pada 2014 mendatang. Sebagai catatan, Sri Mulyani sudah didukung Partai 
>> Serikat Rakyat Independen (SRI) menjadi calon presiden 2014. Saat ditanya 
>> wartawan,mantan Direktur Eksekutif IMF tersebut hanya tersenyum dan 
>> berlalu. 
>> 
>> Sementara itu,saat menjadi pembicara dalam pertemuan menteri-menteri 
>> keuangan dan investor se-Asia Tenggara di Jakarta, kemarin, Sri Mulyani 
>> mengatakan, di tengah kondisi perekonomian dunia yang semakin tidak 
>> menentu, negara berkembang tampil sebagai salah satu mesin pendorong 
>> pemulihan ekonomi. Hal ini menggambarkan terbangunnya kembali keseimbangan 
>> ekonomi global. Bank Dunia juga mengingatkan pemimpin negaranegara Asia 
>> Tenggara agar belajar dari kesalahan negara-negara Uni Eropa sebelum 
>> membentuk masyarakat ekonomi ASEAN pada 2015. 
>> 
>> Integrasi negara-negara Eropa tidak dibarengi dengan konsistensi kebijakan 
>> makroekonomi dan fiskal sehingga ketika terjadi krisis di satu negara 
>> merembet ke negara lain dalam satu kawasan. Sekretaris Jenderal ASEAN Surin 
>> Pitsuwan menuturkan, dunia mulai mengakui kawasan ASEAN telah menjelma 
>> menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di dunia. Salah satu indikatornya 
>> adalah realisasi investasi langsung asing yang terus meningkat hingga 
>> mencapai USD78,8 miliar. 
>> 
>> Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui,krisis yang melanda zona Eropa 
>> dan Amerika menjadi perhatian pemimpin negara-negara ASEAN. Dunia,termasuk 
>> negara-negara kawasan ASEAN, terus mencari solusi yang komprehensif dan 
>> kuat untuk mengatasi krisis Eropa. Rencana yang jelas dan kredibel 
>> diperlukan untuk menangani masalah utang di negara ekonomi maju, termasuk 
>> AS. maesaroh/wisnoe moerti 
>> 
>> http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/442374/ 
>> 
>> -- 
>> 
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed] 
>
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis - A Nizami