[nasional_list] [ppiindia] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis
- From: A Nizami <nizaminz@xxxxxxxxx>
- To: "ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx" <ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx>, "lisi@xxxxxxxxxxxxxxx" <lisi@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Wed, 9 Nov 2011 15:49:03 +0800 (SGT)
Sri Mulyani adalah "Alat" dari 1% orang2 yang rakus dan serakah.
Tahun 1998 Rp 640 trilyun uang rakyat digunakan untuk mensubsidi para Bankir
via KLBI/BLBI padahal APBD saat itu sekitar Rp 133 trilyun. Kurang dari 1/3
dari dana itu yg kembali ke negara.
Padahal jika uang Rp 640 trilyun dipakai untuk memakmurkan rakyat, lain lagi
ceritanya.
Hentikan Neoliberalisme dan antek2nya:
IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan
Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing
Poverty, 2000
11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
FAO, MS Encarta 2006
http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/
.
===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits di http://media-islam.or.id
Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.400/orang di
http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-400
Jasa Pembuatan Website (All in) 2 Dinar:
http://media-islam.or.id/2010/07/22/pembuatan-website-seharga-2-dinar
Milis Syiar Islam: syiar-islam-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>________________________________
>Dari: "djufrisani@xxxxxxxxx" <djufrisani@xxxxxxxxx>
>Kepada: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx
>Dikirim: Rabu, 9 November 2011 14:17
>Judul: Re: [ekonomi-nasional] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis
>
>
>
>Masih imun karena faksinnya masih aktif ntar kalau sdh kedaluwarsa dan ngak
>aktif lagi baru diserang penyakit KPK atau masyarakat anti neo
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Qtel
>
>-----Original Message-----
>From: Irwan K <irwank2k10@xxxxxxxxx>
>Sender: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx
>Date: Wed, 9 Nov 2011 13:57:26
>To: <koran-digital@xxxxxxxxxxxxxxxx>
>Reply-To: ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx
>Cc: jurnalisme<jurnalisme@xxxxxxxxxxxxxxx>; mediacare
>yahoogroups<mediacare@xxxxxxxxxxxxxxx>; <CIKEAS@xxxxxxxxxxxxxxx>;
>ppiindia<ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>; nasional
>list<nasional-list@xxxxxxxxxxxxxxx>; <ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx>
>Subject: [ekonomi-nasional] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis
>
>Krisis berdampak sistemik?
>Bank mana lagi yang mau dibail-out? Jurus sistemik..
>Sudah berani ke RI.. gak takut diperiksa KPK?
>
>--
>Wassalam,
>
>Irwan.K
>"Better team works could lead us to better results"
>http://irwank.blogspot.com
>fb/twitter/skype: irwank2k2
>
>
>Pada 9 November 2011 09:30, Koran Digital <korandigital@xxxxxxxxx> menulis:
>
>> **
>> Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis
>> <http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index2.php?option=com_content&task=view&id=442374&pop=1&page=0&Itemid=38>
>> Wednesday, 09 November 2011 [image:
>> Image]Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan
>> Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kepresidenan,
>> Jakarta, kemarin. Sri Mulyani datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri
>> ASEAN Finance Ministers Investor Seminar (AFMIS) ke-8 Tahun 2011 di
>> Jakarta.
>>
>>
>> JAKARTA– Indonesia diminta untuk selalu bersikap hati-hati terhadap dampak
>> krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS). Krisis di kedua kawasan itu bisa
>> berpengaruh terhadap perekonomian nasional.
>>
>> Peringatan tersebut disampaikan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani
>> Indrawati, seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di
>> Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. Menurut mantan menteri keuangan
>> tersebut, dari semua sektor, perdagangan merupakan yang paling terancam
>> dampak krisis global. ”Kita harus tetap hati-hati. Barangkali yang paling
>> penting itu, (hati-hati) terhadap semua kemungkinan gejolak maupun
>> pengaruhnya, baik itu melalui jalur perdagangan, jalur moneter, (atau)
>> jalur APBN kita ya,” papar Sri Mulyani.
>>
>> Dia menjelaskan, ekspor bisa terpukul akibat krisis global meskipun untuk
>> Indonesia dampaknya baru terasa pada gelombang kedua (second round).
>> Artinya, ekspor Indonesia baru akan melemah jika negara- negara yang
>> menjadi tujuan utama ekspor, seperti China dan Jepang, sudah terimbas
>> krisis Eropa dan AS. Selain sektor perdagangan, Sri Mulyani juga meminta
>> pemerintah untuk menjaga sentimen pasar. Sentimen tersebut akan sangat
>> penting dalam mengelola gejolak yang timbul dari dampak krisis.
>>
>> ”Sentimen itu berhubungan dengan persepsi risiko, jadi mengenai
>> volatilitas atau gejolak arus masuk dan keluar,itu menjadi sangat penting
>> untuk tidak terlalu bergejolak.Yang ketiga tentu berasal dari remittance.
>> Mungkin Indonesia tidak terlalu kena di situ, tourismjuga tidak,”ujarnya.
>> Dia menilai sejauh ini kondisi ekonomi Indonesia masih bisa tahan dari
>> guncangan krisis global.Kendati demikian, kewaspadaan harus terus
>> ditingkatkan. Kunjungan Sri Mulyani ke Kantor Presiden, kemarin, dalam
>> rangka audiensi dengan Presiden SBY.
>>
>> Ini adalah kali pertama dia menginjak kompleks Istana Kepresidenan setelah
>> 1,5 tahun meninggalkan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk mengemban
>> tugas di Bank Dunia.Namun,pertemuannya dengan Presiden
>> SBY,kemarin,adalahkalikedua setelah meninggalkan Indonesia. Sri Mulyani
>> sebelumnya pernah bertemu dengan Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, pada 8
>> April lalu dalam acara Pertemuan Menteri Keuangan Se-ASEAN ke-15.
>>
>> Datang mengenakan gaun batik warna cokelat,sosok yang pernah dinobatkan
>> sebagai wanita paling berpengaruh ke- 23 dunia oleh Forbes tersebut tampak
>> ceria saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Wakil
>> Menteri Keuangan Mahendra Siregar ataupun bersalaman dengan Presiden
>> SBY.Turut mendampingi Sri Mulyani dalam pertemuan kemarin adalah Asisten
>> Khusus Robert Shaum, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Stefan
>> Koeberle, Lead Economic Shubaum Chaudhuri, Sustainable Development Manager
>> Bank Dunia Franz Drees Gross, serta Country Program Coordinator Mark
>> Hagerstom.
>>
>> Fokus lain dari pembicaraan Presiden SBY-Sri Mulyani adalah rencana
>> penguatan kemitraan Indonesia-Bank Dunia. Menurut Sri Mulyani,Indonesia
>> bisa menjadi contoh dalam upaya penanganan kemiskinan meskipun masih harus
>> bekerja keras dalam perbaikan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pemerataan
>> kesejahteraan. Pertemuan Presiden SBYSri Mulyani berlangsung sekitar 30
>> menit. Setelah pertemuan tersebut, kepada wartawan, Sri Mulyani menuturkan
>> perasaannya kembali ke kompleks Istana Kepresidenan.” Rasanya baik,bagus.
>> Istananya masih bagus,” ucapnya sambil tersenyum.
>>
>> Namun, lulusan University of Illinois at Urbana– Champaign tersebut
>> menolak berkomentar ataupun menjawab pertanyaan seputar pemilihan presiden
>> pada 2014 mendatang. Sebagai catatan, Sri Mulyani sudah didukung Partai
>> Serikat Rakyat Independen (SRI) menjadi calon presiden 2014. Saat ditanya
>> wartawan,mantan Direktur Eksekutif IMF tersebut hanya tersenyum dan
>> berlalu.
>>
>> Sementara itu,saat menjadi pembicara dalam pertemuan menteri-menteri
>> keuangan dan investor se-Asia Tenggara di Jakarta, kemarin, Sri Mulyani
>> mengatakan, di tengah kondisi perekonomian dunia yang semakin tidak
>> menentu, negara berkembang tampil sebagai salah satu mesin pendorong
>> pemulihan ekonomi. Hal ini menggambarkan terbangunnya kembali keseimbangan
>> ekonomi global. Bank Dunia juga mengingatkan pemimpin negaranegara Asia
>> Tenggara agar belajar dari kesalahan negara-negara Uni Eropa sebelum
>> membentuk masyarakat ekonomi ASEAN pada 2015.
>>
>> Integrasi negara-negara Eropa tidak dibarengi dengan konsistensi kebijakan
>> makroekonomi dan fiskal sehingga ketika terjadi krisis di satu negara
>> merembet ke negara lain dalam satu kawasan. Sekretaris Jenderal ASEAN Surin
>> Pitsuwan menuturkan, dunia mulai mengakui kawasan ASEAN telah menjelma
>> menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di dunia. Salah satu indikatornya
>> adalah realisasi investasi langsung asing yang terus meningkat hingga
>> mencapai USD78,8 miliar.
>>
>> Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui,krisis yang melanda zona Eropa
>> dan Amerika menjadi perhatian pemimpin negara-negara ASEAN. Dunia,termasuk
>> negara-negara kawasan ASEAN, terus mencari solusi yang komprehensif dan
>> kuat untuk mengatasi krisis Eropa. Rencana yang jelas dan kredibel
>> diperlukan untuk menangani masalah utang di negara ekonomi maju, termasuk
>> AS. maesaroh/wisnoe moerti
>>
>> http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/442374/
>>
>> --
>>
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Sri Mulyani Ingatkan Dampak Krisis - A Nizami