[nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- From: "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 28 Sep 2006 02:31:54 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Disini pak Andreas, menyamakan
kedudukan kitab2 suci dengan
kebudayaan.
Kalau saya membedakan kedudukan kitab suci dengan budaya. Kitab Suci
bukan budi daya manusia. Jadi, buat saya agama yang mendasarkan
kepada kitab suci memang seharusnya memberikan larangan pada
pelacuran.
Kalau ada budaya yang tidak melarang pelacuran, tentu itu akan
beretentangan dengan nilai moral agama.
Pelarangan pada pelacuran bukanlah pelarangan pada penyaluran hormon
ato penyaluran seksual yang fitrah ada pada manusia normal. Salah
satu cara penyaluran seks yang syariah adalah dengan menikah. Namun.
lagi2 manusia itu mahluk unik sehingga dgn sim sala bim pernikahan
inipun terkadang dibuat terselubung utk menutupi zina.
Lebih jauh lagi, larangan/hukum dibuat karena banyaknya ditemukan
pelanggaran-pelanggaran. Jadi, jangan dijungkirbalikkan dengan
paradigma berpikir tak perlu hukum karena hukum itu utk dilanggar.
Pemerintahpun berhak mengambil keuntungan dari hal apapun. Asal saja
adil or porporsional. Nah itu yang sulit.
wassalam,
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, ANDREAS MIHARDJA <mihardja@...>
wrote:
>
> Pelacuran wanita maupun laki2 adalah kepandaian manusia yg sudah
ribuan tahun.
> Pelarangan pelacuran yg hypocrytic ini hanya dikeluarkan oleh
umat2 yg beragama kristen, muslim dan yahudi - semua yg berhubungan
dgn kitab suci mereka. Ini juga berdasarkan tradisi middle east
sewaktu mereka menyambah Astarte - dewi "sex" kesuburan umat.
>
> Didalam kebudayaan lain persoalan pelarangan ini tidak ada -
karena tidak mungkin dilarang. Panggilan alam utk laki2 sewaktu
mereka jaya lebih kuat dari peraturan kesusilahan bikinan. Fihak
wanita juga sama meskipun agak tertutup. Tekanan hormon alam sulit
ditangkis.
>
> Untuk apa dibikin pel;arangan jikalau kita 100% mengerti ini
peraturan juga pasti akan dilanggar. Yg rugi disini hanya pemerintah
karena pajak tidak masuk dan s.t.d. tidak dapat dijaga dan kaum
pelacur wanita dan laki2 harus hidup underground dan diblackmail
dari kiri dan kanan. Mereka kan utk masyatakat adalah sampah
>
> Yg mendapat penghasilan disini adalah calo2, polisi2 dan mafia2
Ini kan boleh dikata slavery. Jikalau semua legal - pajak
negara masuk , kesehatan terjaga dan kaum pelacur tidak diblackmail
lagi. Geisha2 diJepang adalah semacem legalized prostitution tetapi
kaum geisha proud melakukan pekerjaan ini.
>
> Silahkan kalin berpikir dan analisa the pros dan the contras.
>
> Andreas
>
> Free Thinker <freethinker_may@...> wrote:
> Kalem, De...
> Nizami memang comberan, plus intelektualitasnya pun sangat
diragukan. Menangkap esensi pelacuran sebagai dampak dari kemiskinan
terstruktural dan minimnya pendidikan aja nggak mampu. Susah, kalau
hidup cuma berputar di ayat-ayat.
>
> TEAM DEDE!!!!!!
>
> Nugroho Dewanto <ndewanto@...> wrote:
>
> memang susah ngomong sama orang yang hati
> dan mulutnya kotor seperti comberan.
>
> gitu ngaku pejuang islam. muke lu jauh!
>
> At 05:43 PM 9/27/2006, you wrote:
>
> >Kalau tempat pelacuran ditutup kasihan juga nanti mas
> >Nugroho tidak bisa mampir lagi ke sana.
> >
> >Atau bisa jadi nanti anak-anak perempuan mas Nugroho
> >tidak bisa bercita-cita jadi Pekerja Seks Komersial di
> >tempat pelacuran tersebut...:)
> >
> >Kok ada sih orang yang mendukung pelacuran...?
>
> === I cannot stand journalists who take 'amplop' and say
it's 'rezeki' from God. It's understandable because journalists are
only humans with needs, but don't try to justify it. It strongly
opposes code of ethics. It's wrong. And it's crystal clear. ===
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
mailto:ppiindia-fullfeatured@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
- Follow-Ups:
- [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- From: ANDREAS MIHARDJA
- References:
- [nasional_list] Re: [ppiindia] Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- From: ANDREAS MIHARDJA
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- From: ANDREAS MIHARDJA
- [nasional_list] Re: [ppiindia] Perdagangan Wanita dan Pelacuran
- From: ANDREAS MIHARDJA