[nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- From: "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 26 Oct 2005 08:28:50 -0000
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Wajar saja kalau saya bertanya seperti itu dan wajar juga kalau mas
Nug bertanya seperti itu. Kita tidak saling kenal.
Dalam mempelajari AlQur'an dan Hadist, pertanyaan itu kan memang
harus ditanya? Dan terimakasih kalau telah menjawabnya bahwa itu
hadist Bukhari-Muslim. Saya belum check lagi kepada kitab hadist
tsb, dan sayangnya saya juga gak punya software tafsir AlQur'an dan
Hadist disini.
Tentu saja Ijtihad diperlukan, apalagi ini dalam masalah hukum.
Hadist yang mas Nug kisahkan sesungguhnya mempunyai situasi dan
kondisi yang berbeda dengan hadist yang saya kemukakan. Dalam hadist
yang mas Nug kisahkan
1)Wanita itu mengakui dia melakukan zinah, padahal dalam pengakuan
zinah ini harus ada 4 saksi baru dapat dikatakan wanita tsb berzinah.
QS24:6, "Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal
mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri,
maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama
Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar".
2) Wanita tersebut ingin bebas dari siksa akherat, berarti dia
menghendaki kehidupan akhiratnya menjadi baik maka berlaku QS17:19,
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke
arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka
itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik."
3) Dengan alasan sama dengan no. 2, wanita itupun telah bertaubat,
jadi QS17:25,"Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu;
jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha
Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat".
Jadi, memang ijtihad diperlukan untuk menentukan hukuman mana yang
perlu diberlakukan untuk sikon tertentu. Itu juga yang dilakukan
Umar bin Khattab ra.
wassalam,
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Nugroho Dewanto <ndewanto@xxxx>
wrote:
> ============
>
> apakah saya dianggap menyebarkan hadist israiliyat....?
> hehehehe..... qur'an dan kanjeng nabi muhammad cuma
> satu, tapi tafsirnya memang banyak sekali tuh..... mau
> pilih yang mana....? kalau saya pilih yang sejuk dan
> damai sesuai nama islam.....
>
> btw, hadist yang saya kutip itu sahih bukhari-muslim
> (cmiiw)..... nabi sejauh yang saya baca juga tak pernah
> menempeleng, memukul, memaki, bicara buruk tentang
> seseorang.....
>
> buat tambahan, saya teringat lagi dialog hartono
> ahmad jaiz dengan nu mesir yang tempo hari diposting
> sdr muhkito afiff (cmiiw)......
>
> hartono menyesatkan ide pluralisme, liberalisme dan
> kesetaraan gender yang menurutnya tak sesuai
> qur'an dan sunah..... dia berpandangan tak ada ijtihad
> jika ada nash qur'an......
>
> peserta seminar di kairo menganggap hartono dangkal
> memahami diskursus islam..... mukhlis muhammad
> hanafi, katib syuriah pengurus cabang nu mesir
> mengatakan, "qur'an memberikan khitab yang beragam
> sesuai mukhatabnya. ijtihad tetap dibutuhkan
> meski ada nash..."
>
> dia mencontohkan ijtihad umar ketika tidak memotong
> tangan pencuri di masa paceklik, padahal qur'an
> memerintahkan pencuri harus dihukum..... umar juga
> pernah tak membagikan harta rampasan perang, sesuatu
> yang diperintahkan qur'an.....
>
> menurut mukhlis, disitu umar bukan tak memahami dan
> melaksanakan qur'an, justeru sebaliknya menunjukkan
> wajah esensi islam yang pengasih, rahmatan lil'alamin.....
>
> mungkin bung muhkito atau guntur mau
> menambahkan.....?
>
> salam,
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
- References:
- [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- From: Nugroho Dewanto
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- [nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Menelaah Al-Quran Merayakan Pluralisme
- From: Nugroho Dewanto