[nasional_list] [ppiindia] Re: Kisah dari Arab Saudi (Untuk Aris)
- From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@xxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 03 Mar 2006 20:40:38 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Free
Thinker <freethinker_may@...>
wrote:
>
> Dik Aris, saya wartawan, menulis tentang TKI bukan cuma sekali.
Juga membuat liputan panjang untuk televisi. Saya bertemu langsung
dengan mereka. Mendengarkan tangisan mereka. Saya tidak mengingkari,
ada banyak TKI yang sukses membawa uang ke Indonesia, dan dengan
uang itu mereka memodali usaha baru mereka.
>
> Tahukah Anda, kebanyakan TKI lebih suka bekerja di Taiwan, Hong
Kong, atau Singapura. Memang ada juga catatan penganiayaan di sana,
tapi tempat-tempat tersebut menjadi tujuan favorit TKI.
>
> Kultur Arab yang misoginis yang membuat mereka berlaku sewenang-
wenang dengan TKI. Bukan karena mereka tak pandai membaca Al Quran
(wong mereka diperkosa... kok tiba-tiba ada hubungannya dengan baca
Al Quran. Kalau nggak bisa baca lantas dimaklumi kalau
diperkosa???!!! What a joke!). Dan Anda sangat keterlaluan
menyalahkan TKI yang "agamanya kurang". Tak ada alasan apapun yang
membenarkan perkosaan.
>
> Aris, sebagai perempuan Anda sama sekali tidak memiliki empati
terhadap perempuan lain yang teraniaya. Bahkan Anda seakan memaklumi
perempuan2 yang kurang beragama dan kurang pendidikannya boleh saja
dianiaya.
>
> Saya sepakat, pemerintah Indonesia SEHARUSNYA menyediakan
lapangan pekerjaan. Tetapi negara yang mayoritas penduduknya muslim
ini kan tidak mampu.
>
> Lantas kenapa perempuan yang banyak dikirim ke Arab? Karena
memang perempuan yang lebih banyak diminati untuk dijadikan pembantu
rumah tangga. Laki-laki biasanya kerja di pabrik, bukan di rumah
tangga. Karena perempuan yang bisa dianiaya oleh majikan di rumah,
laki-laki akan membalas, mungkin membunuh.
>
> Bepergian lebih dari satu hari harus ditemani? Bisa saya
bayangkan, setiap tugas ke luar kota, rekan-rekan jurnalis perempuan
yang muslim harus membawa suami, saudara laki-laki.
>
> Maaf, tapi saya tidak melihat keindahan dari uraian Anda.
---------------------
Boleh saya cerita sedikit ya?
Summer tahun yang lalu, saya dan isteri kebetulan, seperti tiap
weekend, jalan jalan di shopping street yang sangat elegant di
Vienna, Kaertnerstrasse (Kaertner street).
Kalau summer, buuannyak sekali, orang kaya dari emirates dan Saudi
yang berjalan jalan, bapak istri (atau isteri isteri), anak anak,
dan pembantu pembantu, dijalan ini. Mborong barang barang muahal
muahal, sepatu, baju, minyak wangi, dsb.
Nah, tiba tiba, kami lihat ada wanita Melayu, mengasuh anak anak
Arab, berjalan dibelakang rombongan juragan juragan arab ini. saya
katakan pada istri: "ah ini pasti orang Philippina".
Tiba tiba, wanita Melayu ini melihat istri saya, langsung menegur
dalam bahasa Indonesia, karena dia dengar kami ber-cakap cakap dalam
bahasa Indonesia.
Istri bertanya padanya: "bagaimana, anda diperlakukan baik baik?",
Dia jawab "Ya, Ibu, alhamdulillah". "Nyonya saya baik sekali". Lalu
dilanjutkannya: "tapi saya memang dengar, banyak teman teman saya
yang disiksa".
"Juga diperkosa?", tanya istri saya.
"katanya begitu Ibu", jawabnya.
Istri saya bertanya "Anda kenal orang dari KBRI?", jawabnya "Tidak
seorang juga Ibu", "saya tak boleh sembarangan keluar
rumah". "Passport saya ditahan sama tuan, Ibu". "Ohh jadi anda
seperti barang yang mereka kuasai?" dia jawab, "ya memang semua
begitu Ibu".
Saya jadi panas mendengarnya. Saya bertanya "Anda Muslimah?", Dia
jawab cepat "Iya Pak". "Tetapi anda tak diperlakukan sebagai
sesama?", Dia jawab "Ya tidak pak, saya kan pembantu". "Lho lalu
kemana Ukhuwwah Islamiyah?". Dia balik bertanya "Apa itu pak?"
"Ah sudahlah", saya perpendek percakapan kami.
Ketika dia pergi, mengikuti rombongan juragannya, ia sempat
melambai. Istri balas melambai. Semoga Tuhan melindunginya, bisik
isteriku..
Ya semoga, jawabku.
Salam
Danardono
Dan seterusnya.
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Kisah dari Arab Saudi (Untuk Aris)