[nasional_list] [ppiindia] Re: Kisah dari Arab Saudi (Untuk Aris)

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Free 
Thinker <freethinker_may@...> 
wrote:
>
> Dik Aris, saya wartawan, menulis tentang TKI bukan cuma sekali. 
Juga membuat liputan panjang untuk televisi. Saya bertemu langsung 
dengan mereka. Mendengarkan tangisan mereka. Saya tidak mengingkari, 
ada banyak TKI yang sukses membawa uang ke Indonesia, dan dengan 
uang itu mereka memodali usaha baru mereka.
>   
> Tahukah Anda, kebanyakan TKI lebih suka bekerja di Taiwan, Hong 
Kong, atau Singapura. Memang ada juga catatan penganiayaan di sana, 
tapi tempat-tempat tersebut menjadi tujuan favorit TKI. 
>    
>   Kultur Arab yang misoginis yang membuat mereka berlaku sewenang-
wenang dengan TKI. Bukan karena mereka tak pandai membaca Al Quran 
(wong mereka diperkosa... kok tiba-tiba ada hubungannya dengan baca 
Al Quran. Kalau nggak bisa baca lantas dimaklumi kalau 
diperkosa???!!! What a joke!). Dan Anda sangat keterlaluan 
menyalahkan TKI yang "agamanya kurang". Tak ada alasan apapun yang 
membenarkan perkosaan. 
>    
>   Aris, sebagai perempuan Anda sama sekali tidak memiliki empati 
terhadap perempuan lain yang teraniaya. Bahkan Anda seakan memaklumi 
perempuan2 yang kurang beragama dan kurang pendidikannya boleh saja 
dianiaya. 
>    
>   Saya sepakat, pemerintah Indonesia SEHARUSNYA menyediakan 
lapangan pekerjaan. Tetapi negara yang mayoritas penduduknya muslim 
ini kan tidak mampu.
>    
>   Lantas kenapa perempuan yang banyak dikirim ke Arab? Karena 
memang perempuan yang lebih banyak diminati untuk dijadikan pembantu 
rumah tangga. Laki-laki biasanya kerja di pabrik, bukan di rumah 
tangga. Karena perempuan yang bisa dianiaya oleh majikan di rumah, 
laki-laki akan membalas, mungkin membunuh. 
>    
>   Bepergian lebih dari satu hari harus ditemani? Bisa saya 
bayangkan, setiap tugas ke luar kota, rekan-rekan jurnalis perempuan 
yang muslim harus membawa suami, saudara laki-laki. 
>    
>   Maaf, tapi saya tidak melihat keindahan dari uraian Anda.

---------------------


Boleh saya cerita sedikit ya?

Summer tahun yang lalu, saya dan isteri kebetulan, seperti tiap 
weekend, jalan jalan di shopping street yang sangat elegant di 
Vienna, Kaertnerstrasse (Kaertner street).

Kalau summer, buuannyak sekali, orang kaya dari emirates dan Saudi 
yang berjalan jalan, bapak istri (atau isteri isteri), anak anak, 
dan pembantu pembantu, dijalan ini. Mborong barang barang muahal 
muahal, sepatu, baju, minyak wangi, dsb.

Nah, tiba tiba, kami lihat ada wanita Melayu, mengasuh anak anak 
Arab, berjalan dibelakang rombongan juragan juragan arab ini. saya 
katakan pada istri: "ah ini pasti orang Philippina".

Tiba tiba, wanita Melayu ini melihat istri saya, langsung menegur 
dalam bahasa Indonesia, karena dia dengar kami ber-cakap cakap dalam 
bahasa Indonesia.

Istri bertanya padanya: "bagaimana, anda diperlakukan baik baik?", 
Dia jawab "Ya, Ibu, alhamdulillah". "Nyonya saya baik sekali". Lalu 
dilanjutkannya: "tapi saya memang dengar, banyak teman teman saya 
yang disiksa". 

"Juga diperkosa?", tanya istri saya. 

"katanya begitu Ibu", jawabnya.

Istri saya bertanya "Anda kenal orang dari KBRI?", jawabnya "Tidak 
seorang juga Ibu", "saya tak boleh sembarangan keluar 
rumah". "Passport saya ditahan sama tuan, Ibu". "Ohh jadi anda 
seperti barang yang mereka kuasai?" dia jawab, "ya memang semua 
begitu Ibu".

Saya jadi panas mendengarnya. Saya bertanya "Anda Muslimah?", Dia 
jawab cepat "Iya Pak". "Tetapi anda tak diperlakukan sebagai 
sesama?", Dia jawab "Ya tidak pak, saya kan pembantu". "Lho lalu 
kemana Ukhuwwah Islamiyah?". Dia balik bertanya "Apa itu pak?"
"Ah sudahlah", saya perpendek percakapan kami.

Ketika dia pergi, mengikuti rombongan juragannya, ia sempat 
melambai. Istri balas melambai. Semoga Tuhan melindunginya, bisik 
isteriku..

Ya semoga, jawabku.

Salam

Danardono

Dan seterusnya.










***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: