[nasional_list] [ppiindia] Re: Kebebasan-2
- From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@xxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 29 Mar 2006 12:24:36 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, Lina
Dahlan <linadahlan@...> wrote:
----------------
Jadi, jelas sekali pengalaman sekularisasi Barat dalam abad-abad
lalu tidak dikenal oleh Dunia Islam, dan hampir seluruh Muslim hidup
dalam alam agama, dimana ketundukan kepada Tuhan tidak dilihat
sebagai pengurangan kebebasan orang seperti halnya pergi kegereja
atau mematuhi ajaran Yesus tidak akan dilihat sebagai pembatasan
kebebasan bagi pemeluk Kristen yang taat. Dalam kedua contoh ini,
penerimaan otoritas Tuhan dilihat sebagai gerbang untuk mendapatkan
kebebasan yang sesungguhnya.
Akan sia-sia bagi intelektual Barat sekuler, yang lari dari agama
demi meraih "kebebasan", untuk mencoba mengaplikasikan keadaan
mereka sekarang kepada kaum Muslim yang masih hidup dalam alam agama.
----------------
DH: memang pengalaman yang dialami sangat berbeda. Ini tidak
terutama terjadi dalam tataran agama masing masing, namun karena
adanya faktor faktor ekonomis sosial yang berbeda.
Para petani dan kaum hamba di Eropa, meronta melepaskan diri dari
kekuasaan gereja, BUKAN karena tak senang dengan masalah akidah.
Yang dibutuhkan oleh para petani kala itu, adalah makanan. Roti. Itu
yang mereka pikirkan. Tetapi pihak pimpinan gereja dan kaum
bangsawan meletakkan beban pajak yang berat sekali, juga penyewaan
tanah. Belum lagi kewajibab kewajiban berat lainnya.
Pelepasan diri dari ikatan autoritas gereja, membuat perubahan besar
dalam masyarakat kulit putih: mereka berpindah dari masyarakat
agraris menjadi masyarakat industri. Kekuatan yang ada dibelakang
pembebasan ini, adalah golongan manufaktur (pertukangan), tukang
kayu, tukang besi, penggilingan gandum, dsb.
Jadi, proses pembebasan diri, adalah suatu revolusi industri.
Semua masyarakat Islam sejak runtuhnya kekhalifatan Turki, diseluruh
dunia, adalah masyarakat agraris. KIta tak kenal sampai kini
masyarakat Islam yang industrial.
Dalam Islam (seperti Protestantisme, Buddha, dsb) tak dikenal
autoritas agama, yang melakukan penindasan systematis pada rakyat
(kecuali kekuasaan Lama di Tibet). Kalau ada penindasan, adalah dari
penguasa negara (sultan, emir, dsb). Tak ada pemimpin agama yang
mempunyai pasukan sendiri, berhak menuntut pajak atau bea dan
merekrut prajurit.
Dalam Islam, Buddha, Konghucu, Protestant tak dikenal komando
sentral diseluruh dunia, seperti Vatikan bagi umat Katholik, yang
mengangkat uskup, menentukan kehidupan agama sampai mendetail.
Perceraian, perkawinan, kematian, kelahiran.
Kebebasan inilah, yang diraih, oleh umat Kristen di Eropa, yang
melahirkan semboyan juang: fraternite, egalite, liberte.. Api
kesadaran bahwa manusia semua sama dihadapan Tuhan, telah membawa
demokrasi ke Amerika, dan menghasilkan konstitusi AS.
Konstitusi konstitusi absolutistis tumbang, raja dibatasi
kekuasaannya, gereja tak boleh lagi ikut mengatur negara. Kebebasan
ini terutama adalah kebebasan dalam arti politis sosial, dan bukan
theologis. Artinya, tak ada pembebasan diri dari Tuhan, karena warga
memilih memuja Tuhan dalam agama yang dipilihnya.
Protestantisme muncul, bukan karena pembrontakan terhadap Yesus,
namun terhadap pejabat agama yang mewakili Yesus didunia.
Bagi mereka yang tidak memilih beragama, tetaplah diikat oleh norma
codex moral yang berlaku universal. Pembatasan oleh hukum
negara.Pembatasan oleh hukum moral yang tak tertulis. Moral values.
Kebebasan tanpa batas, yang absolut, tak pernah ada, karena hanya
membawa kehancuran. Anarki selalu diperangi, kalau perlu dengan
kekuatan negara.
Di Austria, memasuki restaurant dengan memakai bikini, akan
mengakibatkan tamu ini diusir oleh pelayan. Batas batas selalu ada,
apalagi dimasyarakat pedesaan, yang dirumuskan oleh manusia
berdasarkan rasa susila. Warga republik Malta dan semua yang hidup
disana TAK diizinkan bercerai. Absolut. Pembatasan tak perlu selalu
datang dari kitab suci, namun juga mungkin dari peraturan manusia.
Pembatasan kebebasan adalah kebutuhan manusia dalam hidup
berkomunitas. Hasyrat manusiawi.
Salam
danardono
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
- References:
- [nasional_list] [ppiindia] Kebebasan-2
- From: Lina Dahlan
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Re: Kebebasan-2
- [nasional_list] [ppiindia] Kebebasan-2
- From: Lina Dahlan