[nasional_list] Re: [ppiindia] Re: Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
- From: "Listy" <listy@xxxxxxxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Fri, 28 Jul 2006 11:09:38 +0700
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mbak Lina yang baik hati, tadi pagi,
sewaktu aku terima dan baca email ini, aku ikut nangis.. [hik.. cengeng ya?]..
jadi inget ibukku.. sebelum meninggal, terbaring sakit di rumah sakit, dan
almarhumah sambil tersenyum berpesan sama seperti yg ada di tulisan, anak2
jangan menangis.. hik.. dan aku juga sedih, merasa belum sepenuhnya membalas
kebaikan2 ibukku.. hik..
wassalam,
-----Original Message-----
From: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx [mailto:ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx]On Behalf Of
Lina Dahlan
Sent: Friday, July 28, 2006 10:44 AM
To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Subject: [ppiindia] Re: Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
Mbak Listy, Kalo kebohongan istri terhadap suami ada berapa ya? Mari
kita berhitung...:-)
wassalam,
--- In ppiindia@yahoogroup <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com, "Listy"
<listy@...> wrote:
>
>
>
> -----Original Message-----
> From:
> Sent:
> To:
> Subject: Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
>
>
>
> Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan
akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam,
tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini,
makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata
kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu
mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
>
> Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai
seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk
makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering
memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke
mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ----------
KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
>
> Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit
makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak
sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup
ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang
masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang
aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu
dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka
makan ikan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
>
> Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek
api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit
uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku
bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin
kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak
korek api. Aku berkata : "Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu
masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah tidur nak,
aku tidak capek" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
>
> Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai
menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik
matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi,
menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan
menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku.
Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang
yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera
memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu
berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!" ----------KEBOHONGAN IBU
YANG KEEMPAT
>
> Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus
merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia
yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan
keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa
penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada
seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun
membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga
yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu
sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu
yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu
berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG
KELIMA
>
> Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah
dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu
tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan
sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku
yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk
membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau
menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu
berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
>
> Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan
kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di
Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku
pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku
bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu
yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata
kepadaku : "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
>
> Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan
jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku
terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil
berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam
kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan
menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG
KEDELAPAN.
>
> Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
>
> Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti
merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : "Terima kasih ibu..!"
>
> Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak
menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak
menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di
tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai
beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
>
> Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli
dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar
kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia
bahagia bila di samping kita.
>
> Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu
kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
>
> Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di
kemudian hari.
>
>
> sumber : anonim
>
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: