[nasional_list] [ppiindia] Radikalisme Islam Hanya Temporer

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=14542


Radikalisme Islam Hanya Temporer
* Din: Akan Berkurang Jika Ketidakadilan Diatasi


Senin, 01-Mei-2006, 03:57:388 clicks
Washington, Padek-Andil umat Islam sangat besar mendorong demokrasi di 
Indonesia. Soal adanya gejala radikalisme agama, tak perlu dikhawatirkan secara 
berlebihan karena hal itu adalah gejala temporer yang akan berkurang jika 
sumber-sumber penyebabnya diatasi, seperti kemiskinan, keterbelakangan, dan 
ketidakadilan.


Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP Muhammdiyah Prof Dr Din Syamsuddin, dalam 
diskusi publik yang diselengarakan USINDO (persahabatan Amerika-Indonesia) di 
nasional press club, Washington DC Sabtu (29/4). 

Din sangat nyakin, selama arus tengah Islam seperti Muhammadiyah, NU, ormas 
besar lain, masih berpengaruh dan berperan, maka Islam Indonesia tetap menjadi 
faktor efektif Indonesia dan demokrasi Indonesia di masa depan. Oleh karena 
itulah, lanjut Din, Muhammadiyah tengah berbenah diri melakukan konsolidasi dan 
revitalisasi diri menjadi gerakan kebudayaan dan peradapan dinamis dengan 
pusat-pusat keunggulan strategis. 

Din juga menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan 
Pancasilah adalah bentuk final dan ideal bagi rakyat Indonesia yang majemuk 
atas dasar suku, agama, dan bahasa. Itu ditegaskannya ketika menjawab 
pertanyaan tentang adanya ide negara Islam atau negara syariat Islam yang 
diajukan sementara kalangan umat Islam di Indonesia. 

Menurut Din, negara Pancasila adalah ijtihad politik para pendiri bangsa 
termasuk tokoh-tokoh Islam. Bahkan PP Muhammadiyah waktu itu, Ki Bagus 
Hadikusumo, adalah orang yang paling berjasa mengubah tujuh kata dengan 
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya menjadi kebutuhan. Tapi 
lanjut Din, tidak perlu alergi terhadap adanya gagasan negara Islam maupun 
negara syariat Islam. Karena dalam perspektif demokrasi, semua kelompok 
masyarakat punya hak untuk berpendapat selama disalurkan lewat mekanisme 
konstitusi di lembaga demoktrasi seperti DPR/MPR . 

Ceramah dan dialog ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga wakil ketua umum MUI 
pusat ini disambut antusias para tokoh Amerika yang terdiri dari mantan 
diplomat, anggota kongres dan pengusaha. Mereka gencar bertanya tentang masa 
depan demokrasi di Indonesia terkait kendala radikalisme Islam. 

Dalam pertemuan dengan utusan khusus pemerintah AS tentang kebebasan beragama, 
John Hanford, Din meyakinkannya bahwa kebebasan beragama sangat ditunjang 
tinggi oleh Islam, sambil menegaskan ayat Al Quran tentang tidak ada paksaan 
dalam agama, karenanya umat Islam Indonesia telah menunjukkan toleransi besar 
dalam hidup berdampingan secara damai, sulit dibayangkan Indonesia seperti 
sekarang ini tanpa toleransi umat Islam sebagai kelompok mayoritas. 

Bahwa dewasa ini, menurut Din, lebih disebabkan karena adanya segelintir orang 
di kalangan umat berbagai agama, baik Islam maupu Kristen, yang fundamentalis 
dan kurang memahami asas hidup konsistensi dalam masyarakat majemuk, di samping 
masih lemahnya negara dalam menegakkan hukum. 

Kunjungan 10 hari Din Syamsuddin masih berlanjut hari ini dengan ceramah dan 
dialog bersama masyarakat Indonesia di KBRI Washington, DC dan ceramah di 
almamaternya UCLA tentang Islam dan "The Future of Democrasy in Indonesia: hari 
ini (1/5). (zaz) 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: