[nasional_list] [ppiindia] Protes Pilkada, Tuban Lautan Api
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 30 Apr 2006 19:47:01 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=6721
Minggu, 30 Apr 2006,
Protes Pilkada, Tuban Lautan Api
Incumbent Menang, Dianggap Curang
TUBAN - Pemilihan bupati Tuban, Jatim, yang sementara dimenangkan Haeny
Relawati Rini Widyastuti-Lilik Soeharjono (HeLi) berbuntut anarkis. Ribuan
pendukung pasangan yang kalah, Noor Nahar Hussein-Go Tjong Ping (NonsTop),
mengamuk. Tuban pun membara sehingga diberlakukan jam malam.
Mereka memorak-porandakan gedung Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban,
Pendapa Kridomanunggal (kompleks rumah dinas bupati), gedung DPD Partai Golkar,
sejumlah tempat usaha Ali Hasan (suami Haeny), dan dua rumah pribadi Haeny.
Massa juga menyerbu Hotel Mustika di Jalan Teuku Umar, gudang CV
Sembilan-Sembilan di Jalan Tuban-Semarang, SPBU Karangsari, dan SPBU Manunggal.
Dua rumah yang dirusak dan dibakar terletak di Jalan KH Agus Salim dan rumah
yang masih dibangun di Kelurahan Perbon.
Amuk massa itu merupakan rangkaian protes terhadap pilkada yang dilaksanakan
Kamis, 27 April lalu. Sampai sebelum aksi massa, pilkada dimenangkan calon
incumbent, HeLi dengan 327.784 suara (51,74 persen). NonsTop kalah tipis dengan
mendulang 305.709 suara (48,26 persen). Pendukung NonsTop menuding adanya
kecurangan.
Dalam aksi kemarin sempat terjadi bentrok antara aparat kepolisian dan massa
yang mengakibatkan korban luka dari kedua pihak. Dua perwira menengah yang
memimpin operasi pengamanan terluka. Mereka adalah Kompol Lamat Wiyoko dari
Polwil Bojonegoro dan Wakapolres Tuban Kompol Marsudianto.
Kondisi keamanan baru bisa dikendalikan sekitar pukul 13.30 setelah aparat
dalmas dari Polwil Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Polres Jombang, Polres
Lamongan, dan Polres Tuban diturunkan serentak.
Untuk menangkal terulangnya aksi itu, tadi malam diberlakukan jam malam. Warga
tidak diperbolehkan keluar rumah mulai pukul 19.00 - 04.30. Jalan-jalan di Kota
Tuban dijaga polisi. Setiap saat juga terlihat patroli aparat keamanan.
Kapolda Jatim Irjen Herman S. Sumawirejo mengeluarkan perintah tembak di tempat
terhadap massa yang masih melakukan aksi anarkis. "Bila ada indikasi gerakan
pembakaran, saya perintahkan untuk langsung tembak di tempat," tegasnya saat
jumpa pers di pringgitan (rumah dinas bupati Tuban, Red) kemarin petang.
Kapolda tidak menyebutkan sampai kapan kebijakan jam malam tersebut
diberlakukan. "Mulai malam ini (tadi malam, Red) ditetapkan jam malam sampai
batas waktu nanti kita cabut. Kecuali untuk kegiatan ibadah, ziarah, dan
keadaan darurat lain," ungkap perwira asal Sunda itu.
Sore kemarin situasi di Bumi Ronggolawe sudah bisa dikendalikan. Personel
kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan situasi di Tuban sebanyak 10
satuan setingkat kompi (SSK) yang berasal dari Polda, jajaran Polwil
Bojonegoro, dan Polwil Madiun. Selain itu, mereka dibantu 3 SSK pasukan TNI.
"Situasi sepenuhnya bisa dikendalikan," ujar Herman.
Tahapan Pilkada Jalan Terus
Gubernur Jatim Imam Utomo menyesalkan amuk massa di Tuban. "Saya prihatin atas
kejadian ini," katanya di kompleks Pendapa Kridhamanunggal Tuban pukul 15.30.
Di salah satu ruang di rumah dinas bupati Tuban, gubernur bertemu Kapolda
Jatim, Kasdam V/Brawijaya, Danrem 081/CPYJ Mojokerto Kolonel Sentot Makarim,
Kapolwil Bojonegoro Kombes Imam Wahyudi, Kapolres Tuban AKBP Sigit Triharjanto,
Dandim 0811 Tuban Letkol (Art) Nuruddin Tantawijaya, Sekkab Tuban Soekarman,
serta Ketua KPUK Soemito Karmani dan anggotanya.
Menurut gubernur, aksi massa itu merupakan bentuk pembelajaran politik yang
tidak bagus. Kedewasaan politik mereka kurang. "Ini berarti tidak siap kalah
dan tidak siap menang. Kita kok tidak dewasa-dewasa. Ini kan merusak persatuan
dan kesatuan," ujar pejabat kelahiran Jombang itu.
Gubernur juga menegaskan, aksi pembakaran dan perusakan tersebut merupakan
tindakan kriminal. Karena itu, dia meminta Kapolda Jatim mengusut tuntas
kejadian tersebut. Termasuk, siapa yang menjadi dalang dan provokatornya.
Meski semua dokumen pilkada dibakar, gubernur memastikan tahapan pilkada
selanjutnya tetap jalan. Dia meminta KPUK Tuban tetap melakukan kegiatan tanpa
terpengaruh aksi massa. Untuk sementara, operasional KPUK dipindahkan ke
Mapolres Tuban. "Tidak ada penundaan atau pun pembatalan," tegas mantan Pangdam
V/Brawijaya itu.
Gubernur sangat menyayangkan amuk massa yang dipicu ketidakpuasan atas
kekalahan jagonya dalam pilkada 27 April lalu. "Kalau merasa dicurangi, kan ada
jalur hukum. Mestinya itu kan bisa dilakukan. Tidak main hantam kromo seperti
ini," kata pejabat asal Jombang itu.
Aksi massa dimulai di halaman Kantor DPC PKB Tuban, Jalan Wahidin Sudirohusodo.
Sekitar pukul 09.15 mereka berjalan kaki menuju gedung KPUK Tuban yang hanya
berjarak sekitar 300 meter.
Pasukan dalmas yang disiagakan sejak pagi sudah membuat pagar betis serta
memasang pagar kawat berduri di ujung Jalan Pramuka yang bersimpangan dengan
Jalan Wahidin Sudirohusodo. Satu rangkaian pagar kawat berduri lainnya dipasang
di selatan Jalan Pramuka, sekitar 300 meter dari kantor KPUK. Di belakang pagar
kawat berduri inilah pasukan dalmas berlapis tiga bersenjata tameng, pentungan,
dan berhelm.
Ribuan massa di Jalan Wahidin, depan Kantor DPC PKB Tuban, merangsek ke pagar
betis selatan. Mereka menyerang polisi dengan batu dan kayu. Tapi, polisi tetap
bertahan.
Pertahanan polisi baru jebol setelah pagar betis ini diterobos truk yang
ditumpangi massa. Pasukan dalmas yang melindungi tubuhnya dengan tameng mundur
dan masuk gedung KPUK. Massa pun mengejar sambil menghujani batu.
Pasukan keamanan yang terdesak akhirnya mengamankan diri melalui pintu yang
jebol akibat lemparan batu. Namun, massa semakin beringas. Mereka juga
melempari kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban sehingga sejumlah kacanya
pecah.
Kapolres Tuban AKBP Sigit Tri Hardjanto berusaha menenangkan massa. Namun,
imbauannya tidak digubris. Massa yang menguasai kantor penyelenggara pilkada
ini mengeluarkan sebagian besar perabot ke halaman. Dokumen pilkada dibakar di
halaman.
Massa kemudian menuju Pendapa Kridomanunggal dengan truk. Di perjalanan mereka
merusak dua mesin pengisian solar. Di Kridomanunggal, massa membakar bangunan
utama dan enam bangunan lain, seperti gedung Korpri, gedung PKK, guest house,
gedung Darma Pertiwi, dan gedung Gerakan Organisasi Wanita (GOW). Aksi itu
berlanjut ke tempat-tempat lain.(ds/wid
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Protes Pilkada, Tuban Lautan Api