[nasional_list] [ppiindia] Privatisasi Kejar Setoran
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 30 Jun 2006 23:51:55 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MEDIA INDONESIA
Kamis, 29 Juni 2006
Privatisasi Kejar Setoran
PRIVATISASI sejatinya bertujuan meningkatkan efisiensi ekonomi, memperbaiki
struktur pasar, memperbesar kontrol publik guna menjamin good corporate
governance, dan pelayanan umum. Dan pada akhirnya mendatangkan keuntungan
berlipat ganda bagi negara.
Itu tujuan utama dan mulia privatisasi. Namun, dari pengalaman privatisasi
sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) terlihat bahwa keuntungan yang
diperoleh amatlah kecil. Dan yang lebih menyedihkan negara kehilangan hak
kepemilikan terhadap BUMN yang diprivatisasi itu.
Dengan demikian, telah terjadi penyimpangan makna dari privatisasi itu sendiri.
Penyebabnya, privatisasi dilakukan tidak untuk memperkuat struktur ekonomi BUMN
bersangkutan, tetapi untuk mengejar target setoran APBN. Mirip sopir angkutan
umum yang ugal-ugalan di jalanan lantaran mengejar setoran.
APBN 2006 memang menargetkan setoran Rp3,3 triliun dari privatisasi BUMN. Untuk
memenuhi target APBN itu, menurut Menteri Negara BUMN Sugiharto, pemerintah
akan melakukan privatisasi sekitar 10 BUMN.
Sugiharto enggan menyebut BUMN yang bakal diprivatisasi. Pilihannya, kata dia,
cukup banyak, yaitu semua BUMN yang kinerjanya untung selama tiga tahun
berturut-turut dan memiliki laporan keuangan wajar tanpa syarat serta mempunyai
prospek bisnis jelas.
Di situlah letak degresinya. Seharusnya--sesuai dengan tujuan privatisasi,
yakni efisiensi, perbaikan struktur pasar, dan kontrol publik--hanya BUMN sakit
yang dijual. Bukan BUMN sehat. Sulit menemukan argumentasi yang bisa diterima
akal sehat dari pilihan pemerintah tersebut.
Sejarah pun mencatat, dalam praktiknya, privatisasi yang dilakukan selama ini
sama dengan pelepasan hak pemerintah dan negara atas asetnya dengan harga
sangat murah (undervalued). Privatisasi berarti obral aset negara kepada asing.
Bukan untung yang diraih, malah buntung. Sebab, privatisasi berpotensi untuk
disalahgunakan kekuatan modal internasional untuk menjarah kekayaan Indonesia.
Sudah saatnya obral aset negara dihentikan. Menjual aset asal laku tanpa
memperhitungkan kerugian jangka panjang adalah kekeliruan besar. Negara ini
berkepentingan terhadap tumbuhnya BUMN yang sehat dan banyak, bukan sebaliknya.
Pemerintah akan menggiring bola privatisasi ke Senayan untuk meminta
persetujuan Dewan. DPR perlu diingatkan bahwa privatisasi pertama dan terutama
diarahkan bagi kepentingan perusahaan dalam rangka pengembangan bisnis.
Kepemilikan perusahaan tetap di tangan anak bangsa, atau negara, bukan asing.
APBN mendapat setoran dari dividen, bukan dari harta yang dilego.
Privatisasi berupa pengalihan saham pemerintah ke pihak asing hanya mendatang
keuntungan sesaat, tetapi buntung untuk selamanya.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Privatisasi Kejar Setoran