[nasional_list] [ppiindia] Presiden Berharap Indonesia Dan Brunei Jadi Contoh Islam Moderat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 1 Mar 2006 00:15:52 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: Agaknya topik utama
presiden SBY telah beralih dari pertanian ke agama. Beberapa gejala bisa
membenarkan anggapan tsb. Begitu naik tahtata kekuasaan negara, langsung
diinstruksikan kepada wakil-wakilnya di luar negeri mengadakan seminar yang
berkaitan dengan agama.
Di Swedia oleh ahli politik KBRI diadakan seminar di tiga universitas. Inti
pembicaraan ialah "Islam is compatible with democracy". Selain tiga seminar tsb
didatangkan pula delegasi kelas berat dengan ahli agama untuk mengadakan
seminar di institut luarnegeri di Stockholm. Tahun lalu waktu menerima gelar
doktor di Webster University, USA, presiden RI juga berbicara tentang agama
dengan inti yang sama.
Barangkali tidak keliru untuk dikatakan bahwa tema pertanian yang membuat
beliau memperoleh gelar doktor di Bogor tidak lagi menarik untuk beliau
membicarakan masalah petani dan pertanian yang kurang beres sehingga
Indonesia harus mengimpor beras dalam kwantitas besar.
Akhirnya mungkin pula tidak salah bila dikatakan bahwa presiden SBY adalah juga
seorang ahli agama kelas berat.
http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=524
Selasa, 28 Februari 2006
INTERNASIONAL
Presiden Berharap Indonesia Dan Brunei Jadi Contoh Islam Moderat
Bandar Seri Begawan, Lampost Online: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
berharap Indonesia dan Brunei Darusalam dapat berkembang menjadi model bagi
perkembangan Islam yang moderat, ramah dan toleran.
Hal itu dikatakan oleh presiden saat jamuan santap malam kenegaraan oleh
Sultan Brunei H Hassanal Bolkiah untuk menghormati Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono di Istana Edinburgh Bandar Seri Begawan, Senin malam.
"Sebagai sesama negara dengan penduduk mayoritas muslim kita dapat terus
bekerjasama sebagai bangsa yang bersaudara dalam jalinan ukhuwah Islamiyah,"
kata Presiden.
Presiden mengatakan, kedua negara dapat menunjukkan kepada dunia
internasional bahwa Islam adalah agama rahmatanlilalamin atau memberikan rahmat
bagi semesta alam.
Presideen juga mengatakan bahwa kedua negara telah bekerjasama di
berbagai bidang. Kunjungannya ke Brunei untuk yang pertama kali diharapkan
dapat meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara. Sebelumnya pada Senin
siang presiden dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah telah mengadakan pertemuan
empat mata.
Presiden mengatakan, pembicaraan tersebut diharapkan akan menjadi
pendorong dimulainya era baru yang lebih kokoh dalam hubungan kedua negara.
Pada kesempatan itu presiden juga mengharapkan pengusaha Brunei agar
meningkatkan investasinya di Indonesia di dalam berbagai sektor seperti
agribisnis, perkebunan pariwisata dan infrastruktur.
Kerja sama tersebut, kata presiden, akan meningkatkan hubungan dunia
usaha kedua negara dan juga menguntungkan kedua belah pihak. Presiden juga
menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Brunei karena telah memberikan
kesempatan kepada WNI untuk bekerja di Brunei yang saat ini jumlahnya mencapai
36 ribu tenaga kerja Indonesia.
Pada Selasa (28/2) menurut rencana presiden akan mengadakan pertemuan
satu-persatu dengan pelaku ekonomi Brunei Darussalam.
Sementara itu Sultan Hassanal Bolkiah mengharapkan hubungan perdagangan
antara dua negara bertetangga dapat ditingkatkan. Selain itu ia mengatakan
bahwa kerja sama antara kedua negara juga antara lain terjali di bidang
pendidikan dan pertahanan. Di bidang pendidikan banyak tenaga Indonesia yang
bekerja di perguruan tinggi Brunei sementara itu banyak pula pelajar Indonesia
di negeri kaya minyak tersebut dan berhasil lulus dengan prestasi yang bagus.
Dalam kerja sama pertahanan kedua negara giat melakukan latihan bersama
untuk berbagai pengalaman. Kerja sama pertahanan tersebut memberikan sumbangan
bagi terciptanya keamanan dan kestabilan kawasan, kata Sultan Hassanal Bolkiah.
Mengenai keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negaranya, Sultan
mengatakan bahwa mereka telah banyak membantu pembangunan di negaranya yang
berpenduduk 357 ribu jiwa tersebut.
Presiden melakukan kunjungannya ke Brunei, Kamboja, dan Myanmar mulai 27
Februari sampai 2 Maret 2006. Dengan kunjungan tersebut presiden telah
mengunjungi seluruh negara ASEAN. Menurut Tradisi di ASEAN kepala negara yang
baru terpilih mengunjungi seluruh negara anggota ASEAN.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Presiden Berharap Indonesia Dan Brunei Jadi Contoh Islam Moderat