[nasional_list] [ppiindia] [Perhimpunan Dokumentasi Indonesia]: MENGENANG 100 TAHUN DJAWOTO
- From: Mira Wijaya Kusuma <la_luta@xxxxxxxxx>
- To: sastra pembebasan <sastra-pembebasan@xxxxxxxxxxxxxxx>, ln-65@xxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 28 Apr 2006 08:04:50 -0700 (PDT)
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **MENGENANG 100 TAHUN DJAWOTO
Dikumpulkan oleh:
Perhimpunan Dokumentasi Indonesia
Naaldwijkstraat 36
1059 GH Amsterdam - Holland
Tel: 020 - 615 69 60
Djawoto (Riwayat Singkat)
Djawoto lahir pada 10 Agustus 1906 di Tuban Jawa Timur dari keluarga
Pangrehprojo. Setelah menamatkan sekolah menengahnya, ia mengikuti kursus guru
dan kemudian menjadi guru dari berbagai sekolah swasta antara lain di Taman
Siswa pimpinan Ki Hadjar Dewantara, Pamong Putra dan Tjahaya Kemadjuan, Kepu
Jakarta. Sejak tahun 1927 selama 15 tahun menjadi guru.
Pada tahun 1927 ia tinggal di Makasar dan menjadi sekretaris PSII (Partai
Sarekat Islam Indonesia) pimpina Tjokroaminoto cabang Makasar, tidak lama
kemudian pada tahun itu juga ia pindah masuk ke PNI (Partai Nasional Indonesia)
pimpinan Ir. Sukarno cabang Makasar.
Ketika PNI (Partai Nasional Indonesia) dibubarkan oleh Mr. Sartono, Djawoto
masuk kedalam PNI (Pendidikan Nasional Indonesia) dibawah pimpinan Sjahrir.
Sesudah Indonesia Merdeka, Djawoto masuk ke dalam partai Sosialis pimpinan Amir
Sjarifudin dan Sjahrir, ia dipilih sebagai Kepala Departemen Pendidikan dari
partai tersebut. Ketika partai Sosialis pecah pada bulan Februari 1948, grup
Sjahrir dan grup Amir Sjarifudin masing-masing membentuk Partai Sosialis
Indonesia (PSI) dan Partai Sosialis, Djawoto tidak masuk kedua belah pihak, dan
memusatkan tenaga pada Kantor Berita ANTARA.
Selama perang dunia II Djawoto bekerjasama dengan Adam Malik dalam Kantor
Berita Domei (satu-satunya Kantor berita pada waktu pendudukan Jepang). Sejak
tahun 1928 ia mulai menulis sampai periode datangnya tentara pendudukan Jepang.
Pada tahun 1945 Kantor Berita ANTARA dibuka kembali, yang selama periode
pendudukan Jepang di Indonesia KB ANTARA ditutup, Djawoto masuk kembali ke KB
ANTARA. Ketika Jogyakarta menjadi ibukota Republik Indonesia, KB ANTARA juga
pindah di Jogyakarta dan Djawoto dipilih menjadi pemimpin Redaksi.
Sejak tahun 1946 Djawoto menjadi Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA dan
pada tahun-tahun 50-an menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, kemudia ia
dipilih kembali menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada
kongresnya yang diadakan di Makasar 26 Mei 1961.
Djawoto seorang otodidak, menguasai bahasa Belanda, Inggris dan mempelajari
banyak Ilmu Pengetahuan, ia menekuni ilmu pengetahuan ekonomi politik, Djawoto
terjun ke bidang Kewartawanan dengan belajar sendiri, setiap hari membaca,
itulah kegiatannya setiap hari. Bukunya "Jurnalistik dalam Praktek" adalah
hasil pengalaman pekerjaannya se hari-hari.
Kantor Berita ANTARA yang semula berstatus Yayasan dirubah menjadi Lembaga
Kantor Berita ANTARA atas keputusan Presiden Sukarno.
Pada tahun-tahun 50-an Djawoto memimpin Lembaga Persahabatan
Indonesia-Tiongkok, sesudah menjabat menjadi Duta Besar untuk Republik Rakyat
Tiongkok, pimpinan Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok dipimpin oleh
Suroto, rekannya dalam KB ANMTARA.
Djawoto terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Asia-Afrika
pada tanggal 24 April 1963 atas keputusan Konferensi Wartawan Asia-Afrika yang
diadakan di Jakarta. Setelah Djawoto diangkat jadi Duta Besar untuk Republik
Rakyat Tiongkok pada pertengahan tahun 1964, maka jabatan sehari-hari
sekretariat jenderal ditangani oleh Jusuf Isak.
Djawoto diangkat menjadi anggota DPR Gotong Royong, anggota MPRS, anggota
Pengurus Besar Front Nasional dan juga anggota Dewan Pertimbangan Pers (1963)
Sesudah Jenderal Suharto mendapat Surat Perintah 11 Maret 1966 dan menangkapi
Mentri-Mentri Kabinet Sukarno dan Presiden Sukarno sendiri kehilangan
kekuasaannya, maka pada tanggal 16 April 1966 Djawoto meninggalkan jabatannya
sebagai Duta Besar Luarbiasa berkuasa penuh untuk Republik Rakyat Tiongkok dan
Republik Rakyat Mongolia. Pada tanggal 20 April 1966 memimpin sidang
Sekretariat Persatuan Wartawan Asia-Afrika di Peking.
Kurang lebih 15 tahun bertempat tinggal di Tiongkok, pada tahun 1979 bermukim
di Negeri Belanda. Djawoto meninggal pada tanggal 24 Desember 1992 di Amsterdam.
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
---------------------------------
Blab-away for as little as 1¢/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo!
Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] [Perhimpunan Dokumentasi Indonesia]: MENGENANG 100 TAHUN DJAWOTO