[nasional_list] [ppiindia] Perempuan-perempuan di bank sentral
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 31 Jul 2006 04:21:35 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **BISNIS INDONESIA
Sabtu, 29/07/2006 11:03 WIB
Perempuan-perempuan di bank sentral
oleh : Nana Oktavia Musliana
Sungguh ironis apa yang terjadi di Spanyol dibandingkan dengan Indonesia
dalam kiprah perempuan di bank sentral. Jika Indonesia memiliki Miranda S.
Goeltom yang sejak 1997 telah duduk bersanding dengan kaum pria di kursi dewan
gubernur Bank Indonesia, peluang bagi perempuan untuk bisa menduduki salah satu
kursi dewan gubernur bank sentral Spanyol selama ini hanya mimpi.
Namun, mimpi itu kini menjelma menjadi kenyataan setelah pekan lalu
Gubernur Bank Sentral Spanyol Miguel Angel Fernandez Ordonez menunjuk Ana
Sanchez Trujillo duduk di salah satu kursi di dewan gubernur bank tersebut.
Trujillo tentunya menjadi wanita pertama yang memenangkan 'pertarungan'
yang telah berlangsung sekitar seperempat abad di Pamplona untuk meruntuhkan
dominasi pria di ruang direksi lembaga keuangan atau perusahaan di negara itu.
Kemenangan Trujillo itu bukan tanpa dukungan hukum. Pemerintah Spanyol
pada Juni lalu mengeluarkan rancangan peraturan perundangan yang mensyaratkan
perusahaan-perusahaan di negara itu untuk memberikan hak suara sebesar 40% di
ruang direksi kepada wanita dalam delapan tahun ke depan. Saat ini wanita
Spanyol hanya memiliki hak suara sebesar 4% pada dewan direksi di
perusahaan-perusahaan besar Spanyol.
"Bank sentral dalam hal ini berusaha selangkah lebih maju dari institusi
lain dalam merespon kebijakan untuk mengurangi dominasi pria yang telah berakar
kuat di Spanyol," tutur Ordonez.
Rancangan undang-undang yang diajukan pemerintah memang sejalan dengan
ide sang perdana menteri, Jose Luis Rodriguez Zapatero, yang tengah mendorong
kesetaraan hak bagi perempuan di seluruh lapisan masyarakat Spanyol.
Sebuah studi yang baru-baru ini dilaksanakan terhadap tingkah laku
masyarakat menunjukkan hanya 13% pria Spanyol mau berbagi pekerjaan mencuci
pakaian dengan istrinya.
Tertinggal
Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Sosial Spanyol Jesus Caldera,
peningkatan jumlah suara wanita pada dewan direksi suatu perusahaan diprediksi
akan membuat perusahaan Spanyol lebih kompetitif.
Spanyol dalam hal ini memang sangat jauh tertinggal dari negara-negara
Eropa lainnya dalam hal perundangan tentangan kesetaraan wanita di dewan
gubernur bank sentral.
Denmark, misalnya, bisa dijadikan panutan. Setelah meluncurkan peraturan
perundangan mengenai pemberian kesempatan yang sama bagi wanita pada 1988, bank
sentral Denmark pernah dipimpin seorang gubernur wanita, Bodil Nyboe Andersen
yang memimpin Damarks National Bank.
Lalu Belgia juga pernah menempatkan wanita sebagai deputi gubernur bank
sentral. Di Polandia, Hanna Gronkiewicz-Waltz pernah menjabat Presiden National
Bank of Poland.
Namun di sejumlah negara Eropa lain seperti Italia, Jerman, Finlandia dan
Portugal yang meski telah memiliki peraturan mengenai kesetaraan wanita dalam
dunia kerja jauh sebelum Denmark, belum menempatkan perempuan dalam jajaran
deputi gubernur bank sentralnya.
Negara di luar Eropa nampaknya lebih maju dalam kepemimpinan perempuan di
bank sentral. Zeti Akhtar Aziz misalnya, memegang pucuk pimpinan Bank Negara
Malaysia. Sementara berdasarkan Keppres RI No. 98/M tahun 2004, Miranda pada 26
Juni 2004 ditetapkan sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia.
Kiprah perempuan ini dilengkapi dengan masuknya Siti Ch. Fadjrijah
sebagai deputi gubernur setahun kemudian.
Di kawasan Karibia pun sejumlah perempuan ada di pucuk bank sentral. Di
Barbados, Marion Williams pernah menjabat Gubernur Central Bank of Barbados
serta Dolly Singh yang memimpin Bank of Guyana dan Cheryl-Ann Lister yang
memimpin Bermuda Monetary Authority.
Afrika tidak ketinggalan. Linah Mohohlo memimpin Bank of Botswana
sementara Maria do Carmo Carvalho menjabat gubernur Central Bank of Sao Tome e
Principe. Selain itu juga ada Tonga yang pada 2003 mengangkat Siosi Cocker Mafi
sebagai gubernur bank sentral.
Dalam korporasi, Norwegia yang sejak tahun lalu mengeluarkan peraturan
mengenai kesetaraan mengizinkan wanita untuk menguasai hak suara dalam dewan
direksi perusahaan hingga 40% pada 2008.
Padahal persentase hak suara wanita dalam dewan direksi perusahaan di
Norwegia saat ini sudah melampaui persentase yang disyaratkan oleh negara Eropa
lainnya.
Berdasarkan survei terhadap 300 perusahaan besar yang dirilis Jaringan
Wanita Profesional Eropa bulan lalu, saat ini wanita Norwegia menguasai 29% hak
suara dalam kursi dewan direksi perusahaan di negara itu sementara rata-rata
negara Eropa lainnya hanya membolehkan wanita menguasai 8,5% hak suara dalam
dewan direksi korporat.
Survei itu juga mencatat Portugal sebagai negara di mana tidak terdapat
satupun wanita duduk di dalam dewan direksi korporat sementara wanita Italia
hanya mampu menguasai 1,9% hak suara.
Di lain pihak, wanita AS menguasai 15% kursi dewan direksi pada
perusahaan-perusahaan yang termasuk Fortune 500. Survei oleh Cranfield
University School of Management menunjukkan wanita juga tercatat menguasai 10%
kursi dewan direksi korporat yang termasuk dalam daftar FTSE 100 pada 2005.
"Peraturan perundangan dan para pemegang saham harus memimpin perubahan
tersebut. Di Spanyol, mereka masih merasa tidak perlu memulai sesuatu melalui
perubahan dalam peraturan perundangan," komentar Direktur Pusat Pemimpin Bisnis
Cranfield Susan Vinnicombe.
Di lain kesempatan, Wakil Sekretaris Dewan Banco Popular Espanol SA
Francisco Javier Zapata mengaku kurangnya karyawan wanita yang memiliki
kualifikasi yang sesuai untuk dipromosikan sebagai salah satu direksi
perusahaan. Itulah mengapa tak satupun wanita ada dalam jajaran 18 direksi bank
terbesar ketiga di Spanyol itu.
"Isu itu tidak seharusnya diselesaikan melalui perubahan peraturan
perundangan," ujar Zapata, dan hal itu dibantah pemerintah.
Caldera meyakinkan bahwa sesungguhnya ada cukup banyak wanita Spanyol
yang memiliki kemampuan dan poin lebih untuk bisa berpartisipasi dalam dunia
kerja yang masih menjadi dominasi pria tersebut.
Memang, tidak hanya di Spanyol, di negara manapun di muka bumi ini,
kemampuan wanita untuk ambil bagian dalam lapangan kerja setara dengan kaum
pria sebenarnya tidak diragukan lagi.
Masalahnya, ada tidak kemauan untuk memberikan kesempatan tersebut?
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Perempuan-perempuan di bank sentral