[nasional_list] [ppiindia] Penjajah Lebih Bermoral Menangani Hutan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 31 Jul 2006 23:42:38 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/01/0902.htm
Penjajah Lebih Bermoral Menangani Hutan
Oleh Dr. M. DARUSSALAM
SUATU sinyal keprihatinan yang mendalam dan bahkan rasa pesimisme dan
keputusasaan tercermin dari pernyataan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban, yang
mengatakan pemerintah yang berkuasa, bahwa penggundulan hutan di Indonesia
telah mencapai luas 60 juta hektare atau seluas 10 kali Pulau Jawa.
Pulau Jawa hanya menyisakan 18% hutan. Sementara, hutan-hutan di Sumatra bakal
habis dalam tempo 5 tahunan, disusul kemudian oleh hutan Kalimantan apabila
pembalakan liar (illegal logging) kayu tidak dihentikan sama sekali. Terkait
dengan tindakan-tindakan ini, negara sempat dirugikan Rp 1 triliun per tahun
atau Rp 83 miliar per hari.
Apakah sudah waktunya kita bisa menepuk dada bahwa dalam tempo relatif singkat
kira-kira 3 dasawarsa terakhir pascakemerdekaan, bangsa Indonesia sudah mampu
membersihkan alias mencukur habis areal hutan rimba tropis seluas 60 juta ha,
sama dengan 10 kali luas Pulau Jawa?
Suatu prestasi gila-gilaan sekali yang memang hanya bisa dilakukan oleh
orang-orang gila tidak bermoral. Bayangkan penjajahan kolonial Belanda yang
bercokol selama 350 tahun saja dan penguasaan Jepang selama 3,5 tahun di negeri
ini, tidak mampu melakukan hal itu.
Kalau saja luas wilayah negeri Belanda tidak lebih luas wilayah Provinsi Jawa
Barat termasuk daerah Banten dahulu, atau lebih kurang 1/3 kali luas Pulau
Jawa, maka tidak ayal lagi penggundulan hutan di seluruh tanah air sampai saat
ini telah mencapai 30 kali luas negeri Belanda.
Hal ini didukung oleh keprihatinan wakil-wakil rakyat di DPR RI, setelah
mengetahui penggundulan hutan di negeri ini telah mencapai 1,6 juta hektare per
tahun, sementara untuk tujuan konservasi seperti pembukaan perkebunan,
peladangan, pemukiman baru telah mencapai angka 3,8 juta hektare per tahun.
Mereka dari generasi 3 zaman dengan usia sekira 75 tahunan dapat dijadikan
saksi hidup bahwa tatkala para penjajah asing hengkang dari bumi persada ini,
terbukti mereka membiarkan lahan hutan rimba tropis di seluruh negeri ini dalam
kondisi relatif utuh dan lestari. Untunglah para penjajah tersebut masih
memiliki moral, memikirkan nasib generasi penerus bangsa Indonesia, tidak
terjebak dalam genggaman bencana alam.
Marilah pada saat ini seluruh anak bangsa merenungkan kembali, siapakah
sebenarnya yang angkara murka, para penjajah itukah atau justru bangsa sendiri?
Apakah artinya areal hutan di Pulau Jawa hanya tersisa 18% lagi dari luas
daratan, yang berarti hampir 80% daratan Pulau Jawa sudah benar-benar gundul
total tanpa hutan. Jadi, janganlah heran jika belakangan ini di Pulau Jawa
terjadi panen raya malapetaka/bencana alam, karena 80% daratan yang sudah
gundul itu memang merupakan lokasi rawan bencana alam buatan manusia sendiri
(manmade catastrophe).
Jadi, setiap tindakan pemusnahan hutan, pada akhirnya telah memaksa hutan-hutan
itu angkat bicara dalam bahasa mereka sendiri, yang akibatnya dapat dirasakan
oleh seluruh makhluk hidup. Bagaimanapun juga penghancuran hutan sama halnya
dengan memasang bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu dan menelan korban
jiwa yang tidak sedikit. Oleh karena itu, hanya areal hutan yang tidak pernah
mengalami tindakan eksploitasi berlebih/pemusnahan saja yang dapat hidup
berdampingan dengan manusia, kecuali bencana alam yang timbul karena fenomena
alam seperti gelombang pasang tsunami, gempa bumi dahsyat, dan sejenisnya.
Bagaimana nasib hutan-hutan setempat di negara-negara maju? Tidak luput dari
perhatian, perlakuan dan kepedulian masyarakat setempat seperti dalam ulasan di
bawah ini:
Pada dasawarsa tahun 70-an, hasil jajak pendapat suatu Institut Allensbach di
Republik Federasi Jerman melaporkan bahwa golongan angkatan kerja (muda) di
negeri itu paling menggandrungi profesi/karier yang berkaitan dengan bidang
kehutanan.
Dari sejumlah 900 orang responden pada waktu itu, ternyata para angkatan muda
cenderung memilih profesi insinyur teknik/industri (25%) dan teknisi/ahli
kehutanan (21%) yang sekaligus menjadi karier favorit. Baru sesudah itu
menyusul profesi arsitek (18%) dan guru/pendidikan (16%), demikian menurut buku
'Deutch 2000' (1973).
Secara sepintas hasil polling di atas untuk ukuran negara industri maju seperti
Jerman, memang cukup unik dan menarik di mana profesi kehutanan telah menjadi
karier idaman di antara angkatan mudanya. Padahal, lapangan industri di sini
lebih menjanjikan penghasilan dan kemudahan materi yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan bidang-bidang lainnya, termasuk bidang kehutanan. Jadi
tidak ayal lagi, kalau tingkat kecenderungan yang besar terhadap usaha
pelestarian lingkungan hidup dan hutan-hutan setempat, lebih bersifat idealisme
dan kecintaan terhadap alam lingkungan.
Akhirnya 30 tahun kemudian pascajajak pendapat memang berdiri suatu partai
politik 'Die Gruner' atau partai hijau di Jerman, yang misinya berorientasi
kepada pembangunan berwawasan ramah lingkungan. Sejak partai itu masuk ke dalam
kabinet, dapat lebih kuat dalam memperjuangkan misinya.
Sayang sekali selam era reformasi kemarin, di tanah air hampir tidak ada atau
kurang sekali partai-partai yang medengungkan kampanye pemilu yang mengusung
keselamatan alam lingkungan; apalagi sampai mendirikan semacam partai hijau
(Die Gruner) seperti di Jerman.
Pada saat ini keseimbangan antara tingkat kepedulian dan tindakan pemusnahan
terhadap lahan-lahan hutan tropis, telah jauh bergeser dras-tis ke arah kondisi
penghancuran dan pemusnahan ekosistem yang diikuti oleh kehadiran puncak-puncak
lokasi kerawanan pemicu segala bentuk malapetaka dan bencana alam. Situasi
demikian semakin diperparah oleh menghilangnya budaya ramah dan peduli
lingkungan hidup pada sebagian anak-anak bangsa, sebagai manifestasi kecintaan
terhadap bangsa dan negara serta anak cucu di masa depan.
Baik para leluhur maupun para pahlawan bangsa telah memberi tauladan agar
memelihara dan melestarikan tanah tumpah darah bangsa ini dan bukan sebaliknya.
Suatu keteladanan yang sangat arif dan bijaksana dari mereka-mereka itu, yang
di era kehidupan modern ini telah diangkat kembali ke permukaan oleh badan
dunia PBB menjadi ungkapan global yang cukup terkenal yaitu "Bahwa sumber
kekayaan alam yang terdapat di seluruh planit bumi pada saat ini sekali-kali
bukanlah warisan nenek moyang kita melainkan semata-mata titipan untuk anak
cucu di masa depan".
Karena ketahanan nasional terhadap kecintaan pada lingkungan hidup dari anak
bangsa yang sudah semakin keropos dan menipis itu, maka bangsa ini telah
menjadi sasaran dan mangsa yang empuk bagi para pecundang petualang asing
(cukong mancanegara) yang mendapat dukungan kuat sekali dari para cukong
domestik (dalam negeri) yang tersebar di lingkungan pengusaha swasta maupun di
kalangan pengambil keputusan (pemerintah).
Itulah kunci dan akar permasalahannya mengapa pembalakan liar (illegal logging)
kayu-kayu di hutan sangat sulit diberantas dan terus berlangsung aman-aman saja.
Jika situasi kemusnahan hutan-hutan tropis di negeri ini sudah semakin
berlarut-larut saja tanpa titik terang penyelesaiannya, maka sudah tiba saatnya
dicarikan terobosan-terobosan drastis, antara lain:
Sudah tiba saatnya jabatan menteri kehutanan dan lingkungan hidup harus dijabat
langsung oleh Presiden Republik Indonesia sendiri, yang dibantu oleh suatu tim
tangguh Mission Impossible hasil rekrutmen pribadi-pribadi dengan latar
belakang disiplin-disiplin terkait yang dapat diandalkan.
Menyediakan pasukan pengawal kawasan hutan yang profesional, terlatih
berdisiplin, berdedikasi dengan jaminan kesejahteraan hidup yang memadai dengan
pemberian bonus, dan penghargaan pada setiap keberhasilan operasi pengamanan
sumber daya alam (SDA) di lapangan.
Mewujudkan tersedianya sumber daya manusia (SDM) dengan pribadi-pribadi peduli
dan ramah lingkungan di masa depan dengan investasi pendidikan wajib tentang
bidang lingkungan hidup sudah sejak sekiolah dasar (SD), SMP, SMA dan
universitas.
Dalam usaha pelestarian hutan-hutan ropis sebagai aset dunia antara lain
paru-paru dunia, penstabilan iklim, hutan lindung dsb, harus melibatkan
masyarakat internasional dan badan dunia PBB yang dapat menyediakan konpensasi
dana operasional pengawasan, penelitian, ekpertis (tenaga ahli), dan
pendidikan/training dll.
Perlunya didirikan pusat-pusat riset internasional ilmu kehutanan, lingkungan
hidup, dan ilmu terkait di bawah naungan bendera PBB, di lokasi-lokasi sekitar
kawasan hutan, pantai, pegunungan, dsb.
Sementara tenaga ahli/peneliti (riset)/teknisi lokal dapat mengisi lapangan
kerja yang tersedia, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja setempat.
Sudah tiba saatnya, badan dunia PBB memiliki pengadilan khusus
"Tribunal/Internasional", yang siap mengadili dan menghukum para pelaku
kejahatan lingkungan hidup, demi keselamatan seluruh umat di dunia.***
Penulis, Alumni S-3 (ITB), Dosen Pasca Unpad.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Penjajah Lebih Bermoral Menangani Hutan