[nasional_list] [ppiindia] Pengamat: Efek Krisis Ekonomi Belum Teratasi + Wapres: Indonesia Sudah Tak Krisis Lagi

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.antara.co.id/seenws/?id=39130

Pengamat: Efek Krisis Ekonomi Belum Teratasi


Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan efek krisis 
moneter 1997/1998 belum bisa diatasi pemerintah, meskipun Indonesia sudah 
keluar dari indikator krisis.

"Kalau secara keseluruhan memang simbol-simbol dari krisis itu makin lama makin 
sedikit, namun kalau kita lihat dari efek krisis itu masih sangat besar," 
ujarnya kepada ANTARA News di Jakarta, Senin.

Hal tersebut dikemukakannya menanggapi pernyataan Wapres M Jusuf Kalla kemarin 
(30/7) bahwa Indonesia sudah tidak mengalami krisis ekonomi lagi menyusul 
perdapatan per kapita masyarakat saat ini yang telah mencapai 1.500 dolar AS 
naik dibandingkan saat krisis yang hanya mencapai 700 dolar AS.

Faisal mengakui, saat ini GDP (gross domestic product) ataupun PDB per kapita 
nasional sudah melampaui saat krisis. Bahkan sejumlah indikator krisis seperti 
BPPN dan IMF sudah tidak ada lagi. 

Namun, lanjutnya, dampak krisis yang besar terhadap sendi perekonomian nasional 
belum teratasi seperti angka kemiskinan dan pengangguran yang belum juga 
berkurang.

"Kondisi itu berbeda dengan Korea dan Thailand yang sudah tidak ada beban 
lagi," ujar Faisal. 

Selain itu, kata dia, tingkat "Loan to Deposite Ratio" (LDR/rasio pinjaman dan 
simpanan)) saat ini baru mencapai sekitar 53 persen, jauh dibandingkan sebelum 
krisis yang mencapai 106 persen.

Di samping itu utang dalam negeri pemerintah akibat krisis yang tiba-tiba 
menjadi Rp650 triliun juga tidak berkurang sedikit pun sampai saat ini. 

"Saya sih setuju saja Indonesia sudah tidak dalam kondisi krisis, tapi kita 
gagal untuk meminimalisir dampak dari krisis itu yang biayanya sangat mahal dan 
kita tidak `care` (peduli) dengan itu semua," katanya.

Buktinya, lanjut Faisal, pelajaran berharga selama krisis tidak membuat 
Indonesia berubah secara signifikan. 

Ia mencontohkan dampak krisis yang bagus yaitu pendobrakan monopoli seperti 
penghapusan BPPC (Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh) dan program Mobil 
Nasional tidak mampu dijadikan alat untuk menata industri di dalam negeri. 

"Sekarang kondisi itu seakan kembali lagi. Seharusnya dengan biaya krisis yang 
besar, kita melakukan perubahan yang signifikan," ujar pengamat ekonomi dari 
Universitas Indonesia (UI) itu.(*)


COPYRIGHT © 2006 ANTARA

31 Juli 2006 22:

++++++

HARIAN ANALISA

Edisi Senin, 31 Juli 2006 



Wapres: Indonesia Sudah Tak Krisis Lagi 

Jakarta, (Analisa) 

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sudah tidak mengalami krisis 
ekonomi lagi terbukti dengan adanya perdapatan per kapita masyarakat saat ini 
yang telah mencapai 1.500 dolar AS. 

"Sebenarnya krisis ekonomi sudah berakhir," kata Wapres Jusuf Kalla menanggapi 
pidato Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pada Konsolidasi Nasional ke-2 
Eksekutif dan Legislatif Forum Kerjasama Program Partai Kebangkitan Bangsa 
(PKB) di Jakarta, Minggu (30/7). 

Wapres menjelaskan pada masa sebelum krisis ekonomi perdapatan per kapita 
penduduk Indonesia sebesar 1.000 dolar AS. Sedangkan pada saat mengalami krisis 
ekonomi pada tahun 1998 pendapatan perkapita penduduk turun drastis menjadi 
hanya 700 dolar AS. 

"Nah sekarang ini pendapatan per kapaitanya sudah 1.500 dolar AS malah sudah 
sekitar 1.525 dolar AS dan produk domestik brutonya 3.000 trilyun. Sekiranya 
pendapatan per kapita masih sekitar 700 dolar AS, betul itu masih krisis, 
tetapi ini tidak," kata Wapres dengan nada tinggi. 

Namun, Wapres mengakui bahwa saat ini masih banyak masalah yang harus dihadapi 
oleh bangsa Indonesia. Jika pada pemerintahan waktu lalu, tambah Wapres, 
masalah yang banyak timbul karena ulah manusia. Contohnya berbagai kerusuhan di 
Poso, Ambon dan sebagainya. 

Sedangkan pada saat ini, tambah Wapres yang banyak terjadi adalah bencana alam. 

"Musibah itu ada dua, pertama karena ulah manusai, dan untuk menyelesaikannya 
dengan berunding. Kedua, karena alam, nah untuk ini tidak bisa diselesaikan 
dengan berunding," kata Wapres yang disambut tawa hadirin. 

Namun, tambahnya, pemerintah berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi dampak dan 
korban dari bencana alam yang terjadi. Salah satunya, dengan akan segera 
dipasangnya sistem peringatan dini. Menurut Wapres dalam waktu empat bulan ke 
depan, pemerintah sudah akan memasang sirine-sirine di seluruh kawasan pesisir 
di Indonesia yang rawan akan terjadinya gempa dan tsunami. (An


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: