[nasional_list] [ppiindia] Papuaku Sayang, Papuaku Malang

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2006/03/22/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Papuaku Sayang, Papuaku Malang
Oleh Fajar Kurnianto 



ENTAH kenapa Tanah Papua yang sangat potensial berbalik seratus delapan puluh 
derajat dengan kondisi warganya yang selalu sial. Entah pula karena alasan 
jarak yang jauh, pemerintah pusat seolah memandang sebelah mata Tanah Papua. 

Atau, entah karena potensi terpendam Papua yang besar, pemerintah "sengaja" 
membiarkannya dalam kesialan demi keuntungan segelintir elite pemerintah pusat 
dan demi kesialan rakyat Papua yang terus-menerus "dipertahankan." Satu lagi 
kegagalan pemerintah dalam membangun warganya secara baik. 

Harus diakui, tanah Papua menyimpan sejuta potensi yang jika dikembangkan dapat 
memberikan keuntungan cukup besar untuk bangsa ini. Dari mulai barang-barang 
tambang, seperti emas, perak, tembaga, besi, dan lainnya, hingga hutan-hutan 
belantara yang menghasilkan jutaan kayu-kayu bernilai tinggi yang belum 
sepenuhnya ter-jamah. 

Belum lagi sejuta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Kita semua kenal, 
di antara sekian banyak pulau di Indonesia, hanya Tanah Papua yang ìcocokî 
untuk berkembangbiaknya burung terindah di dunia, Cenderawasih. Tidak heran, di 
antara tanah-tanah jajahan Belanda di Nusantara, Papua adalah tanah terakhir 
yang dipertahankannya. 

Beranekaragam kekayaan budaya, kultur, dan adat istiadat yang unik ada di Tanah 
Papua. Semuanya menyebar membentuk suku-suku yang independen dan memiliki ciri 
khasnya masing-masing. Kehidupan mereka yang natural ini kerapkali dimanfaatkan 
oleh segelintir elite penguasa untuk tidak membuat mereka "mengenal" dunia yang 
maju. Karena, jika mereka tahu "kemajuan" mereka akan hidup sejahtera karena 
mengerti potensi tanahnya yang luar biasa besar. 

Potensi lainnya, orang- orang Papua dikenal sebagai orang-orang yang ulet dan 
tangguh dalam menghadapi kehidupannya. Intensitasnya dengan alam yang sangat 
natural telah memberikan mereka pelajaran hidup yang sangat berharga. Tidak 
heran, dalam cabang olahraga sepak bola, misalnya, mereka mampu meraih trofi 
juara Liga Djarum Indonesia 2005 dengan klub yang isinya hampir semua orang 
Papua asli, yakni klub Persipura. 


Malang 

Tetapi, malang nian nasib sebagian besar orang Papua. Potensi yang cukup besar 
terkandung di dalamnya, ternyata tidak membuat masyarakatnya maju. Justru, 
mereka menjadi masyarakat yang paling "terbelakang" di antara 
masyarakat-masyarakat lainnya di negeri ini. 

Keterbelakangan ini, terutama, dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Dua aspek 
utama yang seharusnya tidak mereka alami jika pemerintah serius mengurus 
masyarakat Papua pribumi. 

Kita, tentunya, masih ingat betul, beberapa waktu yang lalu, negeri ini 
dihebohkan dengan busung lapar yang menimpa anak-anak dan warga Yakuhimo. 
Kenapa ini bisa terjadi justru pada saat negeri ini kencang melakukan 
percepatan pembangunan ekonomi, baik makro maupun mikro? Kejadian ini jelas 
memperlihatkan betapa pembangunan bangsa, hingga kini, harus diakui, belum 
menyentuh Tanah Papua secara menyeluruh. 

Aspek pendidikan lebih parah lagi. Banyak anak-anak Papua yang buta huruf. 
Bahkan, setelah mereka lulus dari sekolah dasar, mereka belum mampu membaca dan 
menulis secara baik. Padahal, di era modern seperti ini, pemerintah seharusnya 
tidak mempunyai alasan untuk tidak memeratakan pendidikan hingga Tanah Papua. 
Tetapi, kenyataan telah membuktikan bahwa Papua yang kaya raya diisi dengan 
orang-orang yang miskin pengetahuan. 

Sial, memang, nasib mereka. Sial akibat ulah segelintir elite penguasa yang 
tidak mau serius mengurus mereka. Sial yang diciptakan oleh orang- orang yang 
seharusnya menempatkan mereka pada posisi yang setara dengan masyarakat lain di 
negeri ini. 

Sial karena selama ini mereka tetap "dibuat" bodoh agar tetap mudah "dibodohi." 
Jika begitu, mereka akan tetap "tidak tahu" apa sebetulnya potensi yang mereka 
miliki. Inilah pembodohan struktural yang sangat berbahaya, yang dilakukan 
justru oleh negara. 

Era Kebangkitan 

Pada tanggal 10 dan 11 Maret lalu, Papua dan Irian Jaya Barat (Irjabar) 
melangsungkan pilkada. 

Pemerintah menilai, pilkada berlangsung sukses. Walau di lapangan, banyak warga 
yang ternyata tidak menerima undangan untuk ikut pilkada. 

Itu yang membuat bebe-rapa warga sempat emosi sebelum akhirnya undangan 
dibagikan. Salah satu proses demokrasi telah berlangsung di Tanah Papua. 
Sebentar lagi, Tanah Papua akan diisi dengan wajah-wajah baru. 

Hemat saya, tahapan itu cukup penting. Tetapi, yang tidak kalah pentingnya lagi 
adalah komitmen dan bukti konkret kerja elite pemerintah di sana dalam mengurus 
masyarakat Papua menjadi masyarakat yang maju, sama dengan masyarakat lainnya 
di negeri ini. 

Sehingga, ke depan, Papua bukanlah Papua yang selalu sial karena tidak tahu 
potensi yang dimiliki. 

Papua mesti bangkit membangun wilayahnya sendiri. Otonomi Khusus yang diberikan 
adalah modal awal yang sangat berharga untuk melangkah ke depan lebih baik. 
Walau demikian, pemerintah pusat hendaknya tidak lepas tangan begitu saja. 

Papua adalah persoalan bangsa yang besar. Jangan ada lagi kesialan-kesialan di 
Tanah Papua yang poten- sial. * 


Penulis adalah alumnus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta 


Last modified: 22/3/06 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: