[nasional_list] [ppiindia] ORANG BULE VS CINA
- From: "Jimmy Okberto" <jimmy.okberto@xxxxxxxxxxxx>
- To: <evryone@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 22 Dec 2005 13:44:38 +0700
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Dari Tetangga Bagus ...
-----Original Message-----
On Behalf Of bubble-9q@xxxxxxxxxxxxxx
Sent: Thursday, December 22, 2005 12:38 PM
Subject: [Klub Pengembangan Kepribadian] ORANG BULE VS CINA
Tulisan orang ini bener2 bagussss.... Jangan berhenti forward ketemen2
yah...
> Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI
>Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan
>sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New
>York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda
>dengan orang pribumi.
> Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang
>cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan
>lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk
>kepentingan bangsa s! endiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan
>saya bilang bah wa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang
>bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi
>semua bangsa juga punya .
Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli
dan keturunan cina :
1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman
>dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya,
>saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya : A. DUIT
>a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli
>baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di
>simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apa! lagi baru
>gajian.
>b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang di
>invest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja
>sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank
>bisa sampe 75%-80% dari gaji.
>c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit,
>apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount),
>beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus
>disimpen di bank.
Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya
>Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa
>mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan
>bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash,
>bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa
>dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule ! atau orang hitam musti
>ngutang sampe tau baru bisa lunas beli rumah.
KERJAAN
>a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari
>Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato
>makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya
>kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule
>tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya
>weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari
>Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.
>b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak
>pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah
>mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari
>khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering
>menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau
>hari minggu juga past! i mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time
>(bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah
>uangnya.
>c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang
>karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor.
>Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu,
>cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti
>si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.
Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan.
>Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang "NO" sama boss.
>Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai
>"Good Worker". Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali
>dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur,
>biasanya dia akan datang sabtu atau m! inggu, atau kerja lembur
>besoknya.
RUMAH
>a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh
>dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya
>pasti abis ngurusin apartment dia.
>b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja.
>Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja
>tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang
>"bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." daerahnya pun bukan
>didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau
>tinggal.
>c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga
>merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si
>Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di
>bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di
>perusahaan tersebut.
Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, ! masih tinggal di
>apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah
>sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting
>saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.
>
>*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya
>pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak
>begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan
>sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam
>long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di
>Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman
>lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerman, orang
>Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang
>Cina ini.
>2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU
>Bangsa cina adalah bangsa yg ban! gga dengan bangsanya, karena
>kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia,
>hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina
>itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan
>kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat,
>terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi
>Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan
>memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.
>Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang
>Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina.
>Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan
>evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi.
>Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat
>ke orang Cina.
>orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan
>terus (ma! ksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu,
>katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya
>sendiri, dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa
>dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita,
>dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani,
>jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga
>terjadi di Indonesia.
>Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi
>kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria
>dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan
>herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak
>miskin.
Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta,
>saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya
>belum terbuka. Saya pernah buka punya teman oran! g cina di Senen buka
>toko kain. Di sebelahnya persis ada pak H aji yg juga buka toko kain.
>Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah
>akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau
>guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah
>untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan
>bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan
>si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena
>gengsi sama keluarga nya.
>Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri
>bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih
>tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh
>dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia,
>tapi juga tidak usah gengsi-gengsian.
>Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan
>satu hal yg benar-ben! ar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT
>KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.
>Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang
>Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali
>pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah sudah bilang
>YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak
>hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem.
>Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku
>kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah
>kelemahannya.
>Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI
>Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman
>sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat
>tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg
>memang kaya dan mengu! asai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya
>dibantai dan t idak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal
>mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai
>bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg
>tinggi, sama seperti cina di Indonesia.
>Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan
>orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, cina itu tidak
>salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu.
>Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan
>Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg
>paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang
>juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 53 tahun merdeka rupanya
>penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular
>ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.
>Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa ba! ngsa
>Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa
>jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi
>tidak bisa lagi main angkat senjata.
>
>Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan
>Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma,
>Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk
>sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama yaitu cina kalau di
>Indonesia.
>Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka
>kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena
>mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang
>luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina,
>pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak
>makan besok ? atau mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi c! erdik,
>agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadi nya berhasil
>memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras,
>JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di
>Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses
>dan bekerja keras.
>Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA
>KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan
>keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin.
>Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih
>tinggi lagi.
>Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan
>mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi
>takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing
>hitamnya.
>Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu.
>Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama la! in tidak
>perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui
>sebagai satu bangsa.
>Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka
>bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing.
>Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagus
>nya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara. Tidak
>segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan maju.
>Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau berubah.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts: