[nasional_list] [ppiindia] Negara Kesejahteraan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 17 Oct 2005 00:06:45 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/17/opini/2130948.htm
Negara Kesejahteraan
AMICH ALHUMAMI
Bila membaca ulang UUD 1945, akan tertangkap spirit amat kuat bahwa para
founding father sejatinya ingin membangun Indonesia menjadi negara
kesejahteraan modern (modern welfare state).
Simak kata-kata emas preambul konstitusi, ...membentuk suatu Pemerintahan
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia...untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial....
Pemikiran para pendiri bangsa tentang negara kesejahteraan lahir karena mereka
mengenyam pendidikan Eropa, menjalin pergaulan intelektual dan bersentuhan
dengan gagasan para pemikir sosial ekonomi, yang menganut ide modern welfare
state.
Ide negara kesejahteraan modern, menjadi mainstream di Belanda, Inggris,
Perancis, Jerman, dan negara-negara Skandinavia seperti Swedia, Finlandia, atau
Norwegia.
Soekarno mengusung propaganda anti- neoimperilaisme dan neokolonialisme,
membangkitkan semangat perjuangan politik dan membangun ekonomi berdikari.
Sjahrir menjadi pemimpin Partai Sosialis Indonesia menawarkan gagasan
sosialisme ekonomi. Mohammad Hatta memelopori gerakan ekonomi rakyat melalui
koperasi dan pasar sosial.
Ketiga tokoh itu, meski akhirnya menempuh jalan politik berbeda, memiliki
gagasan sama dalam membangun negara kesejahteraan.
Basis ideologi politik
Kini, setelah 60 tahun merdeka, di atas landasan filsafat sosial apakah sistem
perekonomian Indonesia dibangun? Sistem politik nasional dikembangkan dari
basis ideologi apa? Demokrasi sosial atau liberal? Di mana posisi Indonesia di
tengah gempuran kapitalisme global dengan genre baru ekonomi neoliberal? Apakah
kita sudah meninggalkan ide negara kesejahteraan warisan pendiri bangsa dan
memilih kapitalisme pasar? Apakah kita bersikukuh menganut paham economic
prosperity dan social market, atau bulat memilih neoliberal dan free market
economy? Tak ada jawaban pasti karena tiap rezim (Orde Lama, Orde Baru, Orde
Reformasi) tak pernah menegaskan pilihan paham ekonomi yang dianut.
Debat ihwal negara kesejahteraan telah berlangsung lama. Secara sederhana,
negara kesejahteraan didefinisikan, is a state which provides all individuals a
fair distribution of the basic resources necessary to maintain a good standard
of living (Richard Quinney, The Prophetic Meaning of Modern Welfare State,
1999).
Tujuan pokok negara kesejahteraan, antara lain, (i) mengontrol dan
mendayagunakan sumber daya sosial ekonomi untuk kepentingan publik; (ii)
menjamin distribusi kekayaan secara adil dan merata; (iii) mengurangi
kemiskinan; (iv) menyediakan asuransi sosial (pendidikan, kesehatan) bagi
masyarakat miskin; (v) menyediakan subsidi untuk layanan sosial dasar bagi
disadvantaged people; (vi) memberi proteksi sosial bagi tiap warga.
Debat negara kesejahteraan
Debat tentang negara kesejahteraan terfokus pada dua konsep: social welfare dan
economic development, yang oleh James Midgley disebut antithetical notions.
Pembangunan ekonomi berkenaan dengan pertumbuhan, akumulasi modal, dan
keuntungan ekonomi; sedangkan social welfare berhubungan dengan altruisme,
hak-hak sosial, dan redistribusi aset. Yang pertama adalah jalan menciptakan
kekayaan, meningkatkan kualitas dan standar hidup. Yang kedua, mekanisme
redistribusi kekayaan untuk membiayai layanan sosial bagi masyarakat miskin dan
tertindas (Midgley, Growth, Redistribution, and Welfare: Toward Social
Investment, 2003).
Melalui intervensi kebijakan yang tepat, merujuk pada social welfare to work,
pembangunan sosial dapat diarahkan untuk (i) menciptakan lapangan kerja, (ii)
mengembangkan modal manusia, (iii) memobilisasi modal sosial, (iv)
mengakumulasi aset produktif, dan (v) merintis serta mengembangkan usaha kecil
dan menengah.
Semua itu akan meningkatkan pendapatan, berdampak pada peningkatan kualitas dan
standar hidup, menstimulasi pertumbuhan. Dengan demikian, social development
bisa berarti economic development, dan perwujudan negara kesejahteraan tak
semata-mata dalam bentuk kebijakan dan program sosial seperti (i) social safety
net, (ii) social security, (iii) social insurance, atau (iv) social subsidy.
Muncul pertanyaan, apakah pemberian subsidi kepada orang miskin sebagai
kompensasi kenaikan harga BBM bisa disebut penjelmaan negara kesejahteraan?
Mungkin program-program sosial seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS),
pengobatan gratis di rumah sakit kelas III, dan cash transfer, yang sedang
berlangsung baru disebut quasi welfare state. Sebab, kebijakan dan program
sosial itu bersifat superfisial, tidak dilandasi filosofi negara kesejahteraan
yang kuat. Bahkan program- program itu lebih sebagai siasat politik guna
meredam gejolak sosial.
Selama ini kita belum pernah membangun kelembagaan publik dan menyiapkan
perangkat sistem yang mendukung program sosial secara permanen dan
berkelanjutan. Kita pernah mengembangkan (i) Inpres Desa Tertinggal, (ii)
Proyek Padat Karya, (iii) Program Pengembangan Kecamatan, dan (iv)
Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan, yang disebut pemberdayaan masyarakat
miskin. Sebagian program itu terhenti dan yang berlangsung pun tak ada jaminan
keberlanjutannya.
Di tengah krisis sosial ekonomi akut, kita harus mampu merumuskan strategi
dalam mewujudkan negara kesejahteraan. Kita perlu belajar dari bangsa-bangsa
Eropa yang berhasil keluar dari the Great Depression pada tahun 1930-an,
membangun modern welfare state.
Amich Alhumami Peneliti Sosial Ekonomi, Bekerja di Direktorat Agama dan
Pendidikan Bappenas
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Negara Kesejahteraan