[nasional_list] [ppiindia] Mengenal Formalin
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 31 Dec 2005 01:20:22 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/12/30/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Mengenal Formalin
PEMBERITAAN mengenai formalin demikian gencar akhir-akhir ini. Padahal,
penggunaan formalin pada makanan bukan hal baru dan sudah lama. Sebenarnya
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1168/Menkes/PER/X/ 1999 melarang penggunaan
bahan kimia formalin untuk makanan.
Baru-baru ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Jakarta membuktikan
aneka ragam ikan, mi, tahu dan kwetiau mengandung formalin.
Bagi kebanyakan orang, formalin adalah bahan yang lazim digunakan untuk
pengawet mayat. Formalin mempunyai sifat khas dibanding disinfektan lain,
sehingga lebih dipilih untuk mengawetkan mayat.
Formalin berasal dari larutan formaldehida dalam air dan pelarut lain, umumnya
metanol yang berfungsi sebagai stabilisator, mempunyai cara yang unik dalam
sifatnya sebagai disinfektan. Formaldehida membunuh bakteri dengan membuat
jaringan dalam bakteri dehidrasi (kekurangan air), sehingga sel bakteri akan
ke-ring dan membentuk lapisan baru di permukaan.
Artinya, formalin tidak saja membunuh bakteri, tetapi juga membentuk lapisan
baru yang melindungi lapisan di bawahnya, supaya tahan terhadap serangan
bakteri lain. Bila disinfektan lainnya, seperti tetracycline, amikacin,
baytril, mendeaktifasikan serangan bakteri dengan cara membunuh dan tidak
bereaksi dengan bahan yang dilindungi, maka formaldehida akan bereaksi secara
kimiawi dan tetap ada di dalam materi tersebut untuk melindungi dari serangan
berikutnya.
Berbagai Produk
Keberadaan formaldehida sendiri ada dalam berbagai macam produk. Formaldehida
juga ditemukan pada asap rokok dan udara yang tercemar asap kendaraan bermotor.
Selain itu bisa didapat juga pada produk-produk termasuk antiseptik, obat,
cairan pencuci piring, pelembut cucian, perawatan sepatu, pembersih karpet, dan
bahan adhesif. Formaldehida juga ada dalam kayu lapis terutama bila masih baru.
Kadar formaldehida akan turun seiring berjalannya waktu.
Jika seseorang membeli furnitur baru, sebaiknya selalu membuka jendela untuk
menurunkan kadar formaldehida dalam ruangan.
Formaldehida secara natural sudah ada dalam bahan makanan mentah dalam kisaran
1 mg per kg hingga 90 mg per kg. Selain dikenal sebagai formalin, nama dagang
formaldehida sendiri sangat beragam, di antaranya ivalon, quaternium-15,
lysoform, formalith, BVF, metylene oxide, morbicid, formol, superlsoform dan
lain-lain. Quaternium-15 ditemukan di hampir semua jenis produk perawatan.
Dan jangan heran bila formalin merupakan bahan yang biasa dipakai antara lain
dalam sampo bayi, deodoran, parfum, cat rambut, cairan penyegar mulut, pasta
gigi.
Sekarang, sejauh mana kadar toleransi pemakaian bahan kimia untuk berbagai
produk, terutama produk kebutuhan rumah tangga?
Suatu bahan kimia dikatakan beracun bila berada di atas ambang batas yang
diperbolehkan. American Conference of Governmental and Industrial Hygienists
(ACGIH) menetapkan ambang batas (Threshold Limit Value/TLV) untuk formaldehida
adalah 0,4 ppm. Sementara National Institute for Occupational Safety and Health
(NIOSH) merekomendasikan paparan limit untuk para pekerja adalah 0,016 ppm
selama periode 8 jam, sedangkan untuk 15 menit 0,1 ppm.
Dalam International Programme on Chemical Safety (IPCS) disebutkan bahwa batas
toleransi formaldehida yang dapat diterima tubuh dalam bentuk air minum adalah
0,1 mg per liter atau dalam satu hari asupan yang dibolehkan adalah 0,2 mg.
Sementara formalin yang boleh masuk ke tubuh dalam bentuk makanan untuk orang
dewasa adalah 1,5 mg hingga 14 mg per hari.
Hampir semua jaringan di tubuh mempunyai kemampuan untuk memecah dan
memetabolisme formaldehida. Salah satunya membentuk asam format dan dikeluarkan
melalui urine. Formaldehida dapat dikeluarkan sebagai CO2 dari dalam tubuh.
Tubuh juga diperkirakan bisa memetabolisme formaldehida bereaksi dengan DNA
atau protein untuk membentuk molekul yang lebih besar sebagai bahan tambahan
DNA atau protein tubuh.
Formaldehida tidak disimpan dalam jaringan lemak. NIOSH menyatakan formaldehida
berbahaya bagi kesehatan pada kadar 20 ppm. Sedangkan dalam Material Safety
Data Sheet (MSDS), formaldehida dicurigai ber- sifat kanker.
Ambang Batas
Bila melihat ambang batas toleransi, ikan asin sotong yang diteliti Balai Besar
POM, sebelum dicuci mempunyai kandungan formalin 6,77 ppm. Setelah dicuci
tinggal 5,62 ppm atau 5,62 mg formalin dalam setiap 1 kg ikan asin sotong.
Berdasarkan data tersebut, tubuh kemungkinan masih bisa menoleransi kandungan
formaldehida bila dalam satu hari kita makan ikan asin dalam jumlah sekitar 2,5
kg. Dengan catatan, asupan formalin hanya dari ikan asin.
Berdasarkan informasi ini, sebaiknya dibuat nilai ambang batas yang jelas, dan
menjelaskan ke masyarakat mengenai kandungan formalin yang berbahaya bagi
kesehatan.
Selain itu, diperlukan cara mendidik produsen atau pedagang mengenai tingkat
bahaya dan risiko yang dihadapi. Dengan demikian masyarakat tidak panik dan
menolak semua bahan yang diperkirakan mengandung formalin.
Sebab formalin secara alamiah sudah ada di alam. Dan formalin menjadi berbahaya
tidak saja ketika bercampur makanan, tetapi juga dalam udara dan masuk melalui
pernapasan maupun kulit. (A-22)
Last modified: 30/12/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Mengenal Formalin