[nasional_list] [ppiindia] Mampukah Menerkam Daging Banteng Gemuk Dalam Lingkaran?

** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/30/p1.htm


Gerakan Pembaruan Reinkarnasi PDI-P...
Mampukah Menerkam Daging Banteng Gemuk Dalam Lingkaran?



Lahirnya sebuah partai baru menjadi harapan Pimpinan Kolektif Gerakan Pembaruan 
(GP) PDI-P di Bali setelah dikukuhkan beberapa waktu lalu di Singaraja. Gerakan 
pembaruan yang merupakan reinkarnasi dari sebuah partai politik yang bernama 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menjadi catatan sejarah penting 
bagi perpolitikan yang tentu saja memberikan warna tersendiri bagi ibu 
kandungnya, PDI-P. Persoalannya apakah ''bayi'' yang akan lahir ini benar-benar 
diharapkan ibu kandungnya? Atau kelahirannya justru menggerogoti PDI-P? 
Bagaimana respons PDI-P atas lahirnya sebuah cikal bakal partai baru?

Gerakan pembaruan yang bercita-cita membangun sebuah demokrasi yang bersih di 
dalam tubuh PDI-P maupun seluruh kehidupan politik secara nasional cukup 
mendapat respons dari pentolan kader banteng mulut putih dalam lingkaran. 
Sejumlah mantan anggota legislatif di sejumlah kabupaten dan malah Wakil Bupati 
Klungkung Ngakan Bawa bercokol sebagai pengurus. Melihat daftar nama-nama yang 
dilantik oleh Pimpinan Kolektif GP PDI-P Roy BB Janis, banyak yang menaruh 
perhatian pada kehadiran partai berlambang banteng dalam lingkaran api? Bahkan, 
tak tanggung-tanggung Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Daerah PDI-P Bali IB 
Suryatmaja mengakui bahwa gerakan pembaruan potensial menggembosi PDI-P jika 
nantinya kehadirannya sebagai partai baru memiliki basis ideologi yang kuat. 

Lebih-lebih ada keyakinan dari pengurusnya seperti Roy BB Janis, Laksamana 
Sukardi dan Sukowaluyo bahwa partai baru yang dibentuk akan dikelola lebih baik 
daripada PDI-P yang sekarang. Bahkan, secara terang-terangan disebutkan pada 
pelantikan di Gedung Kesenian Gede Manik Singaraja beberapa waktu lalu oleh 
Laksamana Sukardi bahwa kehadiran GP PDI-P ini merupakan sebuah reinkarnasi 
semangat perjuangan dari PDI-P. Untuk itu, Laksamana berpendapat, dalam 
konferensi nasional untuk membentuk partai baru, kualitasnya pun harus lebih 
jelas dari PDI-P. Maka AD/ART pun akan digodok dengan mendengarkan aspirasi 
para kadernya, sehingga muncul partai rakyat modern dan bersih. 

Menurutnya, sebuah partai rakyat yang modern harus lahir dari kejernihan 
berdemokrasi. Mantan Menteri BUMN ini menyebut bahwa orang-orang di GP PDI-P 
pada dasarnya adalah kader-kader PDI-P yang tergeser dari gerbongnya dan merasa 
sudah waktunya untuk membuka harapan baru, tanpa harus merasa kalah dari masa 
lalunya. Laksamana Sukardi menganggap PDI-P selama ini sudah benar-benar keluar 
dari gerbong perjuangan yakni memperjuangkan rakyat kecil. 



Gerogoti PDI-P

Lantas mampukah GP PDI-P itu menarik hati kader PDI-P di Bali untuk bisa 
bergabung dengan partai baru tersebut? Kalau melihat jumlah massa yang hadir 
dan pentolan PDI-P yang dilantik di Singaraja itu, tampaknya GP PDI-P memang 
harus diwaspadai. Di Buleleng sendiri, baru berdiri saja sudah diklaim 
mendapatkan massa 3.000 orang lebih sebagaimana dikatakan Ketua Pimpinan 
Kolektif Kabupaten (PKK) GP PDI-P Buleleng Gede Widnyana Dangin. ''Di daerah 
saya di Desa Kubutambahan saja terdapat 500 orang,'' katanya mengklaim. 

Meski mengaku mendapat banyak pendukung, Widnyana Dangin membantah jika GP 
dikatakan menggerogoti PDI-P. Menurutnya, semua pilihan itu tergantung dari 
kader. "Semua tergantung suara rakyat, dan saya garis bawahi bahwa tidak ada 
kesengajaan untuk mencaplok sebagian daging dari banteng gemuk itu," tandasnya.

Widanyana Dangin, tokoh Kubutambahan yang dulunya dikenal sebagai kader militan 
mulai dari PNI, PDI hingga menjadi PDI-P sekarang ini, mengatakan gaung GP 
PDI-P saat ini belum menjadi sebuah gaung raksasa. Apa yang dijalankan GP PDI-P 
saat ini baru seperti air yang mengalir. Mengikuti dan mendengar serta 
menampung aspirasi dari para kader PDI-P dan sebatas menganalisis apa yang 
terjadi pada arus bawah kader banteng. "Prinsip saya, wangi bunga akan tercium 
dengan sendirinya karena kecantikan dan kemulusannya, begitu juga dengan visi 
dan misi GP PDI-P membangun partai rakyat modern yang suatu saat nanti akan 
tercium wangi dan kebersihannya oleh para kader," katanya.

Apalagi, menurutnya, partai yang dilahirkan nanti adalah partai untuk rakyat 
yang mengutamakan rasa nasionalisme, bersih, modern dan persatuan marhaenisme. 
Untuk menyambut lahirnya partai baru itu dan menggalang kekuatan, Widnyana 
Dangin bersama jajaran GP PDI-P Buleleng akan segera masuk ke kantong-kantong 
kader banteng di setiap kecamatan dan desa. "Sekalian mensosialisasikan 
keberadaan GP PDI-P," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan mengaku tak 
terlalu risau dengan kehadiran GP PDI-P yang digerakkan mantan rekannya di 
PDI-P, Widnyana Dangin dan Ketut Bagiada. Kader banteng dari Bungkulan ini 
malah mengaku lebih bergairah membesarkan PDI-P dengan adanya "saingan" dari GP 
tersebut. 

Sukrawan mengaku sedikit pun tak merasa khawatir. Sebab, ia yakin GP itu akan 
kesulitan menggembosi PDI-P. Namun, Sukrawan tetap mewaspadai adanya anggota 
DPR atau DPRD yang masih aktif ikut mendukung GP PDI-P. 

Anggota DPRD Buleleng dari Fraksi PDI-P Nyoman Adnyana, S.H. alias Benhur juga 
mengaku tidak khawatir terhadap kehadiran GP PDI-P di Buleleng. Meski sempat 
merasa kecewa dalam konfercab belum lama ini, tokoh PDI-P dari Buleleng Barat 
itu memastikan dirinya tak bakal meninggalkan PDI-P. Namun, apa yang dilakukan 
oleh rekan-rekannya di GP PDI-P adalah sah-sah saja sebagai tempat beraspirasi. 
"Saya tidak akan pernah berkhianat kepada PDI-P. Saya tetap memilih PDI-P," 
kata Benhur yang dalam konfercab lalu menjadi saingan Dewa Nyoman Sukrawan 
dalam pemilihan ketua DPC. (ole)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: